FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#81 : RENCANA RAHASIA


__ADS_3

"Tidak, aku butuh komitmen dari mu. Nikahi aku atau tidak akan ku berikan sama sekali," jawab Siska halus dan penuh penekanan.


Shit! kapan dekorasi pesta itu selesai! jika seperti ini terus mana bisa aku menjenguk bayi ku setiap malam.


EPISODE SEBELUMNYA


3 Hari telah berlalu, Siska sama sekali tidak menyadari dengan rencana yang masih di rahasiakan oleh Arga.


Pagi yang di awali di hari Senin sedikit membuat keramaian di Jalanan. Suara klakson mobil saling bersahut-sahutan untuk bisa mendahului dari kendaraan di depannya. Yah, sebagai awalan hari, banyak pekerja yang mulai bergegas untuk semangat bekerja, Remaja sekolah mulai berlari-lari mengejar angkutan kota.


Begitu pula dengan Siska, Pandangannya masih melekat sepenuhnya kearah jalanan yang sangat menyesakkan. Asap kendaraan menghalangi pemandangan di pagi hari. Bunga-bunga di pinggir jalan tak terlihat lagi karena bus-bus kota yang menutupinya.


Taksi yang di tumpangi Siska membutuhkan waktu satu jam lebih untuk sampai di depan perusahaan Abimanyu. Ia berjalan lebih cepat melihat waktu masuk kerja yang tinggal beberapa menit lagi. Siska akan masuk ke ruang kerjanya, namun langkahnya di hentikan oleh pemilik perusahaan itu, Abimanyu.


"Ada apa pak Abimanyu? kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Siska saat tangannya telah menyentuh handel pintu.


"Bisa kamu ikut aku sebentar? ada yang ingin ku bicarakan,"


"Jika tidak keberatan, anda bisa membicarakannya di ruangan anda atau di ruangan saya pak," Abimanyu berpikir sejenak sebelum beberapa menit kemudian membenarkan ucapan Siska.


"Kalau begitu, kita membicarakan ini di ruangan ku," Abimanyu melangkah lebih dulu di ikuti oleh Siska di belakangnya.


****


"Ada apa? sepertinya kamu terlihat gusar?" tanya Siska sesaat setelah berada di ruangan CEO itu.


Abimanyu mengeluarkan sebuah amplop putih dari laci mejanya dan meletakkan amplop itu di atas mejanya. "Sebenarnya, aku tak ingin melakukannya. Kinerja mu di perusahaan sangat bagus. Aku sangat mempercayai kamu sebagai pegawai kompeten ku disini, tapi...," Erwin menggeser amplop itu hingga lebih dekat kearah Siska.


"..Tapi aku terpaksa melakukannya.." lanjutnya, Siska tak mengerti dengan maksud pembicaraan Abimanyu itu.


"Apa ini? Aku sama sekali tidak mengerti,"


"Bukalah amplop itu nanti kamu akan memahaminya,"


Sejenak Siska menatap Abimanyu penuh tanda tanya. Namun ia segera mengalihkan kedua matanya kearah amplop putih yang kini telah berada di tangannya.

__ADS_1


"Surat Pengunduran Diri?" tanya Siska, sorot matanya kini menatap penuh kearah Abimanyu. Ia membutuhkan penjelasan atas surat yang ia terima.


"Aku tak bisa menjelaskannya. Karena semua ini adalah permintaan Arga,"


"Arga? untuk apa dia melakukannya?" kedua mata Siska membulat penuh. Ia tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.


Untuk apa dia meminta Abimanyu untuk mengundurkan diri? Apa yang sedang pria itu rencanakan?


Siska beranjak pergi tanpa mengatakan apapun lagi pada Abimanyu. Karena hanya Arga yang dapat menjawab semua ketidakpahamannya.


"Aku akan membawa surat ini, aku akan membicarakan masalah ini dengan Arga. Aku akan memberikan surat ini setelah mengetahui kejelasannya," setelah mengatakan hal itu Siska keluar dari ruangan Abimanyu. Ada sedikit kecewa di hatinya, Arga selalu mengambil keputusan tanpa membicarakan terlebih dahulu dengannya.


Siska masih berada di ruang kerjanya lagi. Ia mencoba menghubungi ponsel Arga namun panggilan itu selalu saja tidak terjawab. Siska mendesah kesal, ia beralih menggunakan nomor yang berbeda. Nomor kantor dari perusahaan Arga.


"Tidak, lebih baik aku menghubungi Lisa saja, dia pasti tahu kemana Arga pergi," ucap Siska saat mencari nomor telepon dari perusahaan Arga. Namun kini tangannya menekan nomor Lisa dan menunggu panggilan telepon itu terhubung.


"Halo Lisa, aku Siska." seru Siska saat panggilannya tersambung.


"Hai Sis, ada apa? kenapa tiba-tiba menelpon ku?"


"Aku hanya ingin bertanya. Apakah Pak Arga ada di ruangannya? aku ingin berbicara sebentar dengannya."


Siska terdiam sejenak. Tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Lisa.


Haruskah aku mengatakan jika aku ini kekasihnya?


"Ehhmm, masih ada beberapa masalah perusahaan yang belum aku selesaikan saat aku mengundurkan diri. Jadi aku perlu membahas itu dengannya," ucap Siska memberi alasan. Walaupun itu bukanlah alasan sebenarnya. Siska masih ragu untuk menyatakan hubungannya dengan Arga di depan umum. Karena hal itu akan menjadi berita utama di perusahaan Arga nanti, dan Siska sama sekali tidak ingin membuat Arga malu.


"Hari ini dia sama sekali tidak mengunjungi kantor. Sepertinya Pak Arga sedang mempersiapkan pesta, karena dia meminta seluruh pegawai kantornya untuk datang ke acara pestanya nanti sore,"


Siska terdiam sejenak. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang di rencanakan Arga. Dia bahkan diam-diam mengadakan pesta tanpa memberitahunya.


Tidak biasanya Arga seperti ini, apa yang sebenarnya sedang terjadi?


Tak lama sebuah pesan singkat dari Arga menarik perhatiannya.

__ADS_1


Kamu masih di perusahaannya Abimanyu kan? datanglah ke loby. Aku menunggu mu disana.


"Di loby?" Siska beranjak dari tempat duduknya dan menemui Arga sesuai pesan singkat yang baru saja di kirimkan.


Benar saja, seorang pria dengan setelan jasnya dengan warna senada tengah berdiri menunggunya. Penampilannya terlihat sangat rapi, berbeda dengan kesehariannya. Arga menyunggingkan bibirnya lebar saat melihat Siska datang menghampirinya.


"Aku tidak mengerti dengan hari ini! sebenarnya apa sedang kamu lakukan? kamu membuatku keluar dari pekerjaan dan kamu juga..."


"Sshttt!" Arga menutup mulut Siska dengan jarinya agar wanita itu berhenti bicara untuk sejenak.


"Masuklah ke mobil dulu, kita bicarakan nanti," Arga membuka pintu mobil itu untuk Siska. Tak memiliki pilihan lain, Siska masuk ke dalam mobil kekasihnya itu dengan raut wajahnya yang sedikit kesal.


"Jadi katakan padaku? apa yang sedang kamu rencanakan?" gerutu Siska saat Arga telah mengendarai mobilnya.


"Tenanglah, kamu akan tau setelah kamu sampai,"


"Tidak, aku ingin penjelasan itu sekarang,"


Kedua mata seketika menangkap penampilan yang berbeda dari Arga. Ia mengamati gaya berpakaian Arga yang terlihat sangat rapi dan cukup tampan dengan setelah jas yang di pakainya.


"..dan kenapa penampilan mu sedikit berbeda? jadi benar kata sekretaris Lisa, kalau kamu sedang mengadakan pesta hari ini?"


Arga hanya tersenyum menyeringai membalas pertanyaan Siska. Seolah ia memang ingin membuat wanita itu terus penasaran dengan rencananya.


"Arga, katakan! kenapa hanya diam saja!" Kali ini Siska sedikit mengeraskan suaranya karena merasa terabaikan. Namun tetap saja Arga hanya diam dan sesekali hanya tersenyum menatap Siska sekilas.


Siska semakin di buat penasaran. Namun ia tak dapat melakukan apapun. Arga sama sekali tak ingin memberitahunya.


Kemana dia akan membawaku pergi? pria itu sangat menjengkelkan. Lihatlah pakaiannya, untuk siapa dia berpakaian seperti ini. Sungguh, hari ini sangat menyebalkan. Semua itu karena ulah pria ini. Entah apa yang sedang ia sembunyikan dari ku.


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,

__ADS_1


Happy Reading Gaes,


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2