
Siska memandangi Arga. Sudut bibirnya terangkat, dan Arga menunggu dengan tidak sabar jawaban dari seorang wanita yang kini dalam pelukannya.
[EPISODE SEBELUMNYA]
"Aku bersedia," jawab Siska dengan bibirnya yang melengkung membentuk sebuah senyuman manis.
Arga menatapnya dengan mata yang berbinar. Ia nampak senang dengan kalimat yang di lontarkan Siska padanya.
"Jadi apakah kita sudah resmi menjadi pasangan?" tanya Arga dengan raut wajah usilnya. Sesekali ia merapatkan pelukannya di tubuh Siska seolah wanita di depannya saat ini tidak di izinkannya lolos begitu saja.
"Kenapa masih harus bertanya," Siska menundukkan kepalanya dan tersipu malu. Hawa panas menjalar di tubuhnya hingga membuat kedua pipinya merona merah.
Arga memicingkan kedua matanya melihat ekspresi wajah Siska yang terlihat imut dan manis di matanya. Arga mencium puncak hidung Siska hingga gadis itu menahan napasnya karena terkejut.
Kenapa dia seberani ini. Apa dia tidak sadar jika saat ini aku sangat gugup. Jantungku berdetak tak karuan sejak tadi. Bagaimana dia bisa memelukku sangat erat seperti ini?
"Hmmm, bisakah kau lepaskan pelukanmu sebentar. Aku tidak bisa bernapas."
Arga memperhatikan tingkah Siska yang terlihat jelas malu-malu.
"Kenapa? apa kamu tidak menyukai pelukanku? ya sudah kalau begitu, aku tidak akan memelukmu lagi," Arga melepaskan tautan tangannya di pinggang Siska dan berjalan mundur beberapa langkah.
Siska mengerucutkan bibirnya dan melingkarkan tangannya di lengan Arga. "Bukan seperti itu, kamu juga harus melihat kondisi bayi kita juga. Jika kamu memelukku sangat erat maka dia akan terasa sesak. Kenapa sikap kamu berubah-ubah. Tadi sangat baik, sekarang kembali emosi," keluh Siska dengan wajahnya yang terlihat cemberut.
Arga terlihat menikmati raut wajah Siska yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Wajah itu telah menjadi candu untuknya. Arga menarik lengan Siska lembut dan menyentuh permukaan bibirnya.
"Sayang, aku hanya bercanda. Kenapa jadi kesal seperti itu? Aku tidak marah, mana bisa aku marah kepada wanita cantik seperti ini," goda Arga lagi dan kembali membuat wajah Siska tersipu malu menyembunyikan senyumannya.
Namun sedetik kemudian Siska sorot mata Siska berubah kesal. "Dulu kamu sering memarahiku? Apa berarti saat itu aku tidak cantik?"
Arga menutup mulutnya rapat. Ia sadar jika dirinya salah membuat gombalan manis untuk sang kekasihnya. "Bukan seperti itu, dulu atau sekarang kamu tetap cantik. Dan sekarang kamu semakin terlihat cantik karena telah resmi menjadi nyonya Arga Dewantara,"
"Lihatlah wajahmu merona lagi. Aku yakin sebelumnya belum ada pria yang memberikan kalimat-kalimat romantis ini kepadamu kan?"
__ADS_1
Siska menyembunyikan tatapan dari Arga dan melepaskan pelukan pria itu dari tubuhnya. "Sudahlah, aku akan berangkat kerja. Lebih baik jika kamu pulang sekarang, aku sudah sangat telat,"
"Tentu, Ayo berangkat," Arga menautkan telapak tangannya di jari mungil Siska dan menggenggamnya erat.
Siska terlihat menikmati perhatian yang di berikan Arga untuknya.
"Aku berharap keputusan ini tidak salah Arga. Aku mempercayai cintamu dan juga hatimu. Tetaplah bersamaku bahkan jika banyak masalah yang mendatangi kita nanti, teruslah bersamaku," ucap Siska dalam hati sembari memperhatikan Arga.
Siska akan masuk ke dalam mobil Arga. Namun langkahnya terhenti saat mengingat satu masalah yang belum terselesaikan.
Siska menahan langkah Arga yang akan masuk ke dalam mobil.
"Arga, apa kita perlu mencari Raeviga? aku sangat khawatir padanya. Apa belum ada kabar apapun tentangnya?" tanya Siska yang kini berubah khawatir.
"Tenanglah, orang pesuruhku sudah berusaha untuk melacak keberadaannya. Walaupun samapai saat ini belum ada satu pun dari mereka yang memberiku kabar baik. Tapi tenang saja, aku yakin Raeviga tidak akan pergi jauh. Dia hanya merasa terluka karena kepergiaan bayi yang di kandungnya. Semua akan baik-baik saja,"
Arga menenangkan Siska dan meminta wanita itu untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Siska mengangguk mengerti namun ia masih mencemaskan keberadaan Raeviga.
****
Mobil Arga telah berhenti tepat di depan perusahaan Abimanyu.
"Besok tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri, aku wanita mandiri jadi tidak perlu mengantarku setiap hari," ungkap Siska dan memberikan senyuman kecil di bibirnya.
Namun tak seperti dugaannya, Arga tidak merespon dengan baik permintaan Siska. Pria itu menahan tangan Siska yang akan membuka pintu mobilnya.
"Bagaimana jika lebih baik kamu berhenti bekerja dan biarkan suami mu ini yang akan bekerja," pinta Arga dengan sudut matanya yang berkerut penuh harap.
"Kenapa? kenapa aku harus berhenti bekerja?" tanya Siska heran dan dahinya yang mengerut.
"Untuk apa bekerja sayang. Kekayaan suamimu ini tidak akan pernah habis tujuh turunan. Jangan membuat tubuhmu lelah, kamu bisa meminta apapun yang kamu mau. Bagaimana?"
Siska mendengus kesal. Rahangnya terkatup rapat memandangi Arga.
__ADS_1
"Sepertinya kamu telah salah paham dengan perasaanku. Aku menerima kamu kembali karena aku merasa kamu memiliki cinta untukku. Tapi aku sama sekali tidak pernah melihat apakah pria yang aku cintai itu kaya atau miskin. Karena aku yakin semua kehidupan duniawi ini hanya kesenangan sementara,"
"Sudahlah, aku akan membahas ini nanti. Aku tidak ingin berdebat denganmu," Siska keluar dari mobil Arga dengan wajahnya yang terlihat kesal. Perkataan Arga membuatnya tersinggung.
Kenapa dia membuatku kesal? tidak boleh bekerja karena memiliki kekasih kaya, apa-apaan itu! tidak hanya bersikap tidak peka tetapi dia juga sangat berpikiran sempit
"Hey, sayang kenapa marah. Bukan seperti itu maksudku yang sebenarnya. Aku mengatakan itu hanya sebatas candaan. Yang ingin ku katakan sebenarnya, lebih baik jika kamu tidak pergi bekerja di tempat yang lain. Aku sangat mengkhawatirkan kamu, jika kamu bekerja disini kamu akan jauh dari pengawasanku, dan aku tidak suka dengan itu. Aku ingin dekat dengan kamu dan bayi kita..,jadi.."
Siska mengalihkan tatapannya dari Arga dan senyumnya yang perlahan memudar. "..Jadi aku tidak boleh bekerja?" ucap Siska memotong ucapan Arga.
Arga memegangi kedua bahu Siska agar wanita itu menatap kedua matanya. "Bukan seperti itu, Jika kamu ingin bekerja itu tidak masalah. Tapi bekerjalah di Jankfood Indonesia, jika kamu bekerja disana aku bisa 24 jam mengawasimu,"
"Konyol, kenapa kamu jadi posesif seperti ini. aku masih terikat kontrak disini. Mana mungkin aku seenaknya saja keluar begitu saja, pergilah, Kamu juga pasti sudah di tunggu pegawaimu disana," Siska melangkahkan kakinya pergi menuju gedung tinggi di depannya.
Arga memperhatikan langkah Siska yang menjauh.
"Dah sayang," serunya sembari melambaikan tangan.
Siska yang mendengar ucapan Arga seketika mempercepat langkah kakinya untuk masuk ke dalam gedung perusahaan itu.
Dia benar-benar tidak tau malu. Bagaimana dia bisa berteriak sekeras itu, dasar konyol.
"Kekasihku yang sangat manis, dia benar-benar canduku sekarang. Bahkan sekarang aku ingin pergi dan berjalan di sampingnya,"
BERSAMBUNG
TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.
Terima kasih,
Happy Reading Gaes,
Instagram : @ilyuaml1
__ADS_1