FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#90 : TIDAK PERLU TAU


__ADS_3

"Aku tidak ingin membahasnya lagi," Arga melangkahkan kakinya pergi. Namun saat beberapa langkah ia membalikkan tubuhnya dan melihat Laili yang masih berdiri memandanginya.


"Terima kasih untuk pepes tahunya. Makanan itu sangat enak, sekaligus membuatku mengenang masa kecilku yang sangat pahit."


[EPISODE SEBELUMNYA]


"Jadi ceritakan masalah apa yang terjadi antara kamu sama Mama Mertua? seberapa besar masalah itu, tidak seharusnya kamu menyimpan dendam untuk keluarga kamu sendiri Arga," desak Siska yang sudah berada di atas tempat tidur.


"Katakan Arga, jika kamu hanya diam seperti ini, aku tidak akan pernah bisa tau," ucap Sika lagi sembari menggoyangkan tubuh Arga yang tertidur menghadapnya. Siska tau, walaupun Arga menutup kedua matanya rapat, pria itu belum tertidur sepenuhnya.


"Kamu tidak perlu tau. Tidurlah ini sudah malam," jawab Arga dengan kedua matanya yang masih tertutup.


"Enggak, katakan dulu. Masalah apa yang terjadi antara kamu dan Mama Mertua," Siska memaksa membuka lebar kedua mata Arga dengan menarik keatas kelopak mata suaminya.


"Siska aku mengantuk. Aku juga tidak ingin membahasnya," Arga menarik tangan Siska yang masih berada di kelopak matanya dan menahan tangan itu untuk diam dengan menggenggamnya erat.


"Tapi Arga aku..,"


Perkataan Siska terhenti seketika saat bibir Arga sudah ******* habis belahan bibirnya. Ciuman itu semakin dalam hingga membuat Siska sulit untuk mengatakan apapun. Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga membuat Siska melupakan sejenak masalah yang terjadi antara Laili dan Arga.


Siska menikmati permainan bibir yang di lakukan oleh suaminya. Sesekali ia membalas ciuman Arga hingga membuat sekujur tubuhnya semakin menegang.


"Aku ingin lebih," suara serak basah milik Arga menyelimuti keheningan di dalam kamarnya dengan hembusan napas yang tak beraturan.


Siska mengangguk lemah. Dia sudah mengerti apa yang di inginkan oleh suaminya. Malam yang panas akan menyelimuti keduanya. Tangan Arga sudah menjalar masuk dibalik piyama milik Siska. Arga menghimpit tubuh Siska yang sudah berada di atas tubuh wanita itu. Arga memberikan ******* kecil di bibir Siska sebelum melucuti pakaian yang dikenakan oleh Siska.


Sekujur tubuh Siska semakin di buat menegang saat merasakan sesuatu yang keras terasa di pangkal pahanya hingga seakan menusuk ke tulang belakangnya.


"Shitt! kenapa kamu mendesah sangat keras," ungkap Arga yang semakin tergoda untuk melakukan pergumulan mereka lebih lama.


Siska tak memperdulikan perkataan Arga. Rasa sakit yang berbaur dengan kenikmatan itu semakin membuat tubuhnya tak terkendali. Sentuhan yang di lakukan Arga di sekujur tubuhnya membuat Siska semakin menggila. Malam itu mereka melewatkan malam yang panjang dengan hanya tertutup oleh selimut yang membuntal tubuh polos mereka. Hembusan napas yang saling beradu dan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya menjadi saksi pergumulan panjang keduanya.


"Akk..aku..., mengantuk," ucap Siska dengan napasnya yang belum bisa ia kendalikan.


Arga membenarkan selimut yang menutupi tubuh Istrinya dan merengkuh tubuh wanita itu dalam pelukannya sesaat setelah meninggalkan ciuman singkat di bibir Istrinya yang terasa kenyal.


"Tidurlah,"

__ADS_1


****


Arga mengerjapkan kedua matanya saat pantulan sinar mentari mengenai sebagian wajahnya. Arga melihat sebentar wajah polos Siska yang masih tertidur sangat nyenyak. Arga memaklumi hal itu, entah berapa lama jam yang mereka habiskan untuk pergumulan semalam. Bahkan di saat Siska telah tertidur dalam pelukannya, pria itu masih saja menganggu Siska dengan ciuman di berikan Arga di tubuhnya istrinya hingga meninggalkan banyak kissmark yang terlihat jelas.


Arga menarik lengannya setelah semalaman menjadi tumpuan kepala Siska yang tertidur dalam pelukannya.


"Sakit sekali." ucapnya setelah membebaskan lengannya dan merenggangkan otot tangannya yang terasa kaku.


Arga beranjak dari tempat tidurnya setelah membenarkan letak selimut di tubuh istrinya. Arga bergegas masuk ke dalam kamar mandi ketika melihat jarum jam telah menunjukkan waktu yang tak lagi pagi.


Bunyi ponsel milik Arga yang berdering beberapa kali memaksa Siska bangun dari tidurnya nyenyak nya. Sedangkan pemilik ponsel itu masih sibuk dengan percikan air yang membasahi seluruh tubuhnya. Beberapa bagian tubuhnya terlihat berotot membuatnya terlihat kekar.


Siska membuka paksa kedua matanya yang masih terlihat mengantuk dan meraba nakas kecil di samping tempat tidurnya. Siska menaikkan salah satu alisnya saat melihat panggilan telepon itu dari salah satu pegawai kantor kepercayaannya.


"Sayang, ada telepon dari pegawai kamu!" teriak Siska dari atas tempat tidurnya.


"Angkat saja," balas Arga berteriak namun sedikit lebih rendah dari Siska.


Siska menggeser layar ponsel Arga hingga panggilan itupun kini mulai terhubung.


"Ehmm, Pak Arga sudah bersiap. Mungkin beberapa menit lagi sudah sampai di kantor," jawab Siska membuat pegawai yang berada di balik ponselnya sedikit terkejut mendengar suara Siska.


"Maaf Bu Siska. Saya kira anda tuan Arga,"


"Tidak masalah. Tunggu saja, Pak Arga akan segera datang,"


"Baik Bu, terima kasih,"


Setelah panggilan telepon itu terputus, Siska mengenakan kembali piyamanya dan beranjak turun dari atas tempat tidurnya menuju lemari milik Arga untuk menyiapkan pakaian dan perlengkapan kantor suaminya.


Arga keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Bagian bawah tubuhnya tertutup oleh handuk yang melilitnya.


"Cepat pakai kemeja kamu. Kata pegawai kamu sebentar lagi akan ada rapat," ucap Siska sembari membawa sepatu pantofel hitam yang biasa di pakai suaminya.


"Masih ada waktu,tenang saja." ucapnya dengan santai sembari menarik tangan Siska dan memeluknya.


"Tetap saja, cepat pakai baju kamu," Siska melepaskan kedua tangan Arga yang berada di pinggangnya.

__ADS_1


"Cepatlah turun ke bawah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu," Siska akan berjalan pergi namun ia menahan lengan Siska dan menenggelamkan bibirnya diantara belahan bibir milik istrinya. "Morning kiss," serunya setelah membenamkan ciuman singkat di bibir Siska.


"Cepatlah turun," pinta Siska sekali lagi sebelum pergi.


***


Sejak kepergian Arga beberapa jam yang lalu membuat Siska merasa bosan berada di dalam rumah hanya bersama dengan Bu Minah yang hanya sibuk berada di dapur dan pekerjaan rumah. Siska melihat perutnya yang kini kian membuncit. Beberapa kali ia merasakan tendangan kecil yang di lakukan bayi mungil di dalam kandungannya.


"Sayang, aku lagi ngapain sekarang. Kenapa terus-terusan nendang perut Mama," Siska mengusap lembut perutnya dan tersenyum membayangkan buah hatinya yang kini sudah terbentuk.


Pintu bel rumah Siska berbunyi. Siska berjalan keluar dari kamarnya dan melihat kearah pintu rumahnya. Bi Minah bergegas membuka pintu rumahnya yang terkunci.


"Mama," seru Siska saat melihat sosok Laili berdiri di depan pintu rumahnya.


Laili tersenyum kecil sembari berjalan mendekati menantunya itu. "Mama datang kesini membawakan beberapa camilan,"


Laili mengulurkan tangan kearah Siska yang berisi sekantong penuh kue yang sudah di susun rapi di dalam toples kaca.


"Terima kasih Ma," Siska berjalan mendekati Laili, namun rasa kram di kakinya membuatnya tidak nyaman saat berjalan.


Langkah Siska itu tak luput dari perhatian Laili, wanita parubaya itu menautkan kedua alisnya saat melihat Siska yang berjalan dengan terpincang-pincang. Begitu pula dengan tubuh Siska yang terlihat berisi dari beberapa bulan sebelumnya.


"Sis, apa kaki kamu sakit? kenapa berjalan seperti itu?" tanya Laili sembari menuntun Siska untuk duduk di sofa.


Siska menarik tipis sudut bibirnya sembari merenggangkan otot kakinya yang masih terasa kebas.


"Tidak apa Ma, aku hanya kram saja. Kata dokter kandungan itu hal yang wajar,"


Laili melebarkan kedua matanya menatap Siska. "Dokter kandungan? apa kamu sedang..,"


"Iya Ma, Siska hamil,"


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,

__ADS_1


__ADS_2