FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#70 : CALON ISTRI


__ADS_3

Tak lama Siska keluar dengan kedua tangannya yang menutup noda darah pada roknya. Arga melihat Siska yang juga terlihat gugup sama sepertinya. Arga melepaskan jas yang dipakainya dan meletakkannya di pinggang Siska untuk menutupi noda darah itu.


"Masalah terselesaikan,"


Siska tersenyum senang menatap Arga. "terima kasih,"


[EPISODE SEBELUMNYA]


Arga akan berjalan keluar dari toilet wanita itu namun mereka menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang wanita yang akan masuk ke dalam toilet.


Arga dengan cepat membawa Siska kembali masuk ke salah satu bilik toilet. Arga menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya untuk memberi isyarat kepada Siska untuk tetap diam tak bersuara.


Siska menganggukkan kepalanya kecil menjawab isyarat yang di berikan oleh Arga kepadanya. Dua orang wanita masuk ke dalam toilet dengan membawa peralatan makeup dan mulai merias wajahnya.


"Kau tau, katanya pak Abimanyu itu belum menikah. Dia masih bujang. Ya ampun, cowok setampan dia bagaimana bisa belum memiliki pendamping hidup," seru seorang wanita yang tengah mengoleskan eyeliner di garis matanya.


"Tapi, apakah kamu sudah mengetahui gosip terbaru saat ini. Kamu tau pegawai baru yang bernama Siska itu. Katanya dia sedang hamil tanpa seorang suami. Katanya mereka melihat Siska di sebuah saluran berita. Apa menurutmu berita itu benar?" tanya salah satu wanita lagi yang terlihat membenarkan kerudung yang dipakainya.


Arga melihat kearah Siska yang terlihat murung. Wanita itu menatap kearah lantai toilet untuk menghindari tatapan Arga. Tak lama kedua wanita itu pergi dari toilet dan membuat keduanya bisa bernapas lega.


"Ayo keluar," Siska akan membuka pintu toilet itu namun Arga mencegahnya. Ia kembali menutup pintu toiletnya rapat dan meletakkan tangannya di wajah Siska.


"Kenapa terlihat sedih? apa kamu sedang memikirkan perkataan wanita tadi?"


Siska mengangguk lemah. Dia sangat malu karena telah menjadi bahan pembicaraan teman kantornya. Seorang wanita hamil tanpa menikah adalah sebuah aib besar yang memalukan.


"Maaf, semua ini karena ku. Jika saja malam itu tidak terjadi, aku..aku tidak akan..,"


Siska menutup bibir Arga dengan telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya memberi isyarat.


"Sudahlah, semua telah terjadi. Kamu sudah bersamaku sekarang, aku tidak apa," Siska tersenyum menenangkan.


Arga menatap kedua sudut mata Siska yang terlihat berbinar. Ia tahu jika saat ini dia menyembunyikan kesedihannya. Arga membalas senyuman Siska dan mendekatkan bibirnya ke wajah Siska.


Siska menutup kedua matanya saat kecupan hangat mendarat di pipi kanannya. Jantungnya berdegup tak berirama saat ciuman itu terus berganti di pipi lainnya. Siska menggenggam erat lengan kemeja Arga saat bibir pria itu mulai beralih ke bibirnya. Helaan napas keduanya terdengar. Hembusan napas hangat yang di rasakan Siska membuatnya semakin gugup.


Arga menautkan bibirnya dan memeluk erat tubuh Siska. Keduanya menikmati moment romantis itu hingga beberapa menit berlalu. Siska melepaskan ciuman Arga di bibirnya saat merasakan kram di perutnya semakin terasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Arga sembari menyentuh bibir ranum Siska.


"Perutku sakit. Terasa sangat kaku, dan aku berdarah. Bukankah seharusnya seorang wanita hamil tidak lagi mengeluarkan darah haid? aku takut,"


Arga menyelipkan sehelai rambut yang menghalangi tatapannya di wajah Siska. Mendengar keluhan Siska membuatnya ikut terlihat cemas. "Lalu apa lagi? apa kamu juga merasakan pusing, muntah, mual atau apapun. Katakan semuanya kepadaku,"


"Hanya sedikit pusing. Mungkin karena aku akhir-akhir ini terlalu banyak berpikir dan bekerja,"


Arga memberikan kecupan singkat di dahi Siska dan meredakan kepanikan dari wanita itu. "Pulanglah bersamaku setelah ini, aku akan memanggil dokter pribadi untuk mengecek kondisimu,"


Siska mengangguk mengerti. Arga menautkan telapak tangannya di jemari Siska dan memegangnya erat.


"Aku harus mengambil tas dan barang-barang lainnya dulu di ruangan ku," seru Siska sembari berjalan di sisi Arga dengan tangan mereka yang saling bertautan.


"Aku akan mengantarmu ke mobil lalu aku akan membawa barang-barang kamu."


"Tapi..aku harus izin juga pada Abimanyu. Bagaimana jika dia mencari ku,"


"Sudahlah Sis, tenang saja. Aku akan mengatasi semuanya." Arga membuka pintu mobilnya dan meminta Siska untuk segera masuk ke dalam mobil.


Beberapa pasang mata memperhatikan keduanya diam-diam. Siska sadar jika saat ini ia menjadi bahan perbincangan teman kantornya. Melihatnya bersama Arga, tentu saja membuat banyak orang penasaran tentang hubungannya dengan Arga.


"Lihatlah, bukankah dia CEO dari Jankfood Indonesia. Pemilik dari Industri besar di negara kita, Astaga dia sangat tampan," puji salah satu wanita yang tengah berdiri di dekat meja customer service.


"Benar, dia sangat tampan. Tapi apa hubungan dengan pegawai itu? mereka terlihat sangat dekat,"


"Apa pegawai itu adalah wanita simpanan dari pria itu? ya ampun beruntung sekali dia bisa bersama pria seperti itu. Bukankah ada gosip jika wanita itu sedang hamil?"


Arga menghentikan langkahnya saat suara-suara itu semakin terdengar jelas di telinganya. Arga membalikkan tubuhnya dan berjalan menemui beberapa orang wanita yang berkumpul di dekat meja customer service itu.


"Hai, wanita-wanita cantik. Apa yang kalian lakukan disini? Apakah Abimanyu, bos kalian memberikan gaji setiap bulan hanya untuk bergosip sesuka hati?"


Ketiga wanita itu bersamaan menatap kearah Arga. Mereka tersenyum kecut menyadari jika pria di depan mereka saat ini sedang menyindirnya.


"Kalau begitu bisakah aku bergabung dengan obrolan kalian. Tadi kalian bilang aku sangat tampan kan? baiklah, terima kasih atas pujiannya. Dan aku juga ingin menambahkan jika wanita yang bersamaku tadi bukanlah simpanan ku. Yang sebenarnya adalah aku pria simpanannya. Aku sama sekali tidak menyesal menjadi pria simpanannya. Wanitaku itu sangat cantik, hatinya sangat tulus dan kalian harus tau saat dia tersenyum bahkan semua gadis terkalahkan oleh kecantikannya,"


Ketiga wanita itu hanya diam mendengarkan celotehan Arga yang terus saja memuji Siska di depan mereka. Arga menaikkan satu alisnya dan menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


"Jadi dia sangat sempurna kan? kalian bahkan jika berias 7 hari 7 malam sama sekali tidak terlihat olehku," perkataan terakhir Arga itu sontak membuat ketiganya terlihat kesal.


Namun Arga hanya tersenyum simpul dan kembali berjalan menuju ruangan Siska.


****


Arga berada di ruangan Abimanyu. Dia memperhatikan Abimanyu yang terlihat serius dengan pekerjaannya.


"Apa kamu sibuk?" tanya Arga sembari duduk di kursi tamu.


"Seperti yang terlihat. Apa terjadi sesuatu? beberapa hari ini aku tidak melihatmu kesana kemari di kantorku. Apa urusanmu dengan Siska selesai?" tanya pria itu dengan wajahnya yang masih merunduk di antara file file kerjanya.


"Bisakah kau mengeluarkan Siska dari tempat kerja ini?"


sontak ucapan Arga mengalihkan perhatian Abimanyu dan menatapnya penuh curiga.


"Kenapa? apa terjadi sesuatu antara kamu dan Siska? dia bekerja sangat baik. Untuk apa aku harus memecatnya?"


"Karena dia calon istriku,"


"Hah?" Abimanyu membelalakkan kedua matanya tak percaya.


"Apa kamu serius? dia..dia kekasihmu?" Abimanyu mengulangi kembali pertanyaannya. Namun Arga tak menjawab pertanyaan pria itu dan memilih beranjak pergi dari tempat duduk itu.


"Jangan lupa dengan permintaanku. Aku akan membayar denda kontrak kerjanya berapa pun itu, dan satu lagi, hari ini aku akan membawa Siska pergi karena kondisinya tidak sehat,"


Arga membuka pintu ruangan Abimanyu dan akan berjalan keluar dari ruangan. Namun pertanyaan Abimanyu membuatnya menghentikan langkah kakinya.


"Apakah kehamilan Siska ada hubungannya denganmu?"


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,

__ADS_1


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2