
"Aku akan kabari kamu lagi nanti,"seru Arga kemudian, ia berjalan meninggalkan Raeviga yang masih bahagia dengan kabar Siska.
Arga sedikit terkejut dengan kehadiran Dava. Namun ia tak mengatakan apapun, ia melewati Dava begitu saja seolah kehadiran Dava tak terlihat olehnya.
EPISODE SEBELUMNYA
Arga menghentikan langkahnya saat bunyi panggilan telepon dari ponselnya. Wajahnya nampak gusar saat seseorang dari balik telepon itu menjelaskan mengenai sesuatu hal kepadanya.
"Baiklah, lakukan sesuai rencana awal. Jangan sampai Siska menyadari jika semua ini adalah perbuatan ku. Lakukan dengan baik Abimanyu, jika tidak aku tidak akan bekerja sama dengan proyek yang kamu buat." ucap Arga sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
Arga menatap dedaunan kering yang berjatuhan karena semilir angin yang menerpanya. "Maafkan aku Sis, aku melakukan ini hanya untuk membantumu. Aku tau, jika kamu menyadari semua ini adalah karena aku. Maka kamu tidak akan pernah menerimanya."
Siska menyusuri jalanan setapak dengan gedung-gedung perkotaan yang menjulang tinggi. Langkahnya yang tak lelah itu memasuki beberapa perusahaan untuk mencari pekerjaannya.
"Ini adalah perusahaan terakhir yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Posisi kerjanya pun juga sesuai dengan bidang ku. Aku berharap mereka bisa menerimaku untuk bekerja disini. Entah kenapa dari ke empat perusahaan yang ku datangi tadi mereka menolak begitu saja kehadiranku. Apa yang salah denganku?" keluhnya sendiri sambil menata kembali rambutnya yang sedikit berantakan.
Siska menghembuskan napas beberapa kali untuk menenangkan diri.
"Kamu bisa,Sis.." ucapnya menyemangati dirinya.
Siska melangkah masuk ke dalam perusahaan yang masih dalam proses Start Up itu. Seorang satpam seketika menghalangi langkah Siska untuk masuk.
"Maaf Mbak, Jika boleh saya tau ada keperluan apa? dan bertemu siapa?" tanya salah satpam yang berseragam lengkap putih hitam.
"Saya melihat di website lowongan pekerjaan ada posisi kosong untuk bagian Manager Personalia. Apa itu benar?" tanya Siska pada pria itu.
"Saya akan tanyakan sebentar. Siapa nama kamu?"
"Siska Arum Ningtyas,"
"Tunggu sebentar,"
Siska mengangguk mengiyakan sembari mengedarkan pandangan melihat tampilan perusahaan di depannya. Taman yang berada di samping gedung dan sebuah tempat istirahat outdoor menjadi salah satu fasilitas karyawan yang dapat Siska lihat. Kolam ikan yang berada di area taman menambahkan keindahan dari perusahaan itu. Tampilan gedung yang bernuansa hijau membuat kesegaran yang memanjakan mata.
__ADS_1
Aku yakin, pemilik perusahaan ini pasti sangat menjunjung tinggi nilai kebersihan dan keindahan. Dan aku yakin dia pasti sangat perfeksionis.
"Mbak Siska, anda bisa langsung masuk saja ke lantai 3 ruangan Direktur Utama. Dia ingin mewawancara anda secara langsung,"
"Baiklah terima kasih," ucap Siska dengan senyuman kecil yang terlukis di bibirnya.
Aku harap ini adalah kabar baik. Semoga dia mempercayaiku untuk bekerja disini.
Siska berjalan menyusuri lorong perusahaan dan masuk ke dalam sebuah lift bersama dengan beberapa pegawai disana. Di lantai 3, lantai yang teramat luas itu hanya berisi dua ruangan dengan ukuran setiap ruangannya yang nampak luas. Seorang wanita dengan rok hitam selutut yang mengikuti bentuk pinggangnya yang gemulai. Proporsi tubuhnya yang ideal membuat Siska mengaguminya. Siska melihat name tag yang menggelantung di saku kemejanya. Wanita itu bernama Lisa.
"Maaf, anda sepertinya bukan pegawai disini? bisa memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?" tanya Wanita itu sopan namun dengan nadanya yang tegas.
"Saya Siska, saya memiliki wawancara dengan direktur utama di perusahaan ini."
"Ikutlah denganku," pintanya dan berjalan mendahului Siska. Langkah Siska perlahan dekat dengan sebuah ruangan yang bertuliskan PRESIDENT DIRECTOR di sebuah papan nama kecil yang menempel di pintu ruangan.
"Masuklah, atasan sudah menunggu," ucap Wanita bernama Lisa itu dan meninggalkan Siska sendiri untuk masuk ke dalam ruangan.
Siska melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang nampak luas itu dan melihat seorang pria berjas coklat tengah duduk dengan membelakanginya.
"Duduklah," Pria itu membalikkan tubuhnya akan menatap kearah lawan bicaranya. Siska menatap wajah pria itu dan seketika nampak terkejut melihatnya.
"Kamu? Kamu Abimanyu, pria sapu tangan itu kan?" tanya Siska tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Oh jadi kamu, wanita arogan yang ingin bekerja di perusahaan ku?"
"Tidak, aku mengundurkan diri," Siska beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu ruangan.
"Kenapa? kamu masih menganggap ku pria hidung belang? ternyata kamu wanita yang berpikiran sempit. Bahkan kamu tidak menyelidikinya terlebih dahulu sebelum menuduh seseorang." Abimanyu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Siska yang masih mematung di depan pintu ruangan.
"Untunglah jika kamu tidak jadi bekerja di perusahaan ku. Lagi pula untuk apa pekerja yang arogan dan berpikiran sempit sepertimu bekerja di perusahaan ku," lanjutnya sambil membukakan pintu ruangan kepada Siska.
Siska menatap kesal kepada Abimanyu yang berdiri di depannya. "Ralat perkataan kamu tuan Direktur, Aku bukan wanita yang berpikiran sempit dan Arogan seperti yang kamu katakan,"
__ADS_1
Abimanyu menyunggingkan bibirnya. "Benarkah? kalau begitu buktikan semua ucapan kamu itu, apa jangan-jangan kamu juga wanita yang hanya bisa bicara omong kosong saja?"
"Dengar, akan ku buktikan jika aku bukanlah wanita yang berpikiran sempit, arogan ataupun berbicara omong kosong. Aku akan membuktikannya untukmu," ucap Siska emosi.
"Kalau begitu buktikan nona Siska. Bagaimana dengan pelatihan selama 6 bulan? buktikan jika kamu mampu mengenai setiap masalah perusahaan dan menunjukkan kinerja mu di perusahaan ini? ini lebih menguntungkan kan? dari pada harus berkata asal tanpa bukti?" kalimat Abimanyu semakin memprovokasi Siska untuk semakin kesal kepadanya.
Siska terdiam sesaat. Memikirkan pendapat Abimanyu untuknya.
"Kenapa kamu berpikir lama? apa kamu takut jika kamu tidak mampu? tenang saja, aku akan memberikan gaji. sesuai dengan kinerja mu. Aku atasan yang berkomitmen dengan janjiku," Abimanyu mengulurkan tangannya kearah Siska.
Perlahan Siska mengulurkan tangannya mendekat. " Kalau begitu buktikan komitmen mu itu," Siska menyetujui kesepakatan yang mereka buat.
Abimanyu tersenyum penuh kemenangan. Ia memberikan Siska berkas sebagai persetujuan kontrak kerja pegawai.
"Tanda tangani ini, dan berikan kembali kepadaku. Kamu bisa memulai kerja hari ini." Abimanyu kembali ke tempat duduknya dan tersenyum kecil memandangi Siska yang nampak sibuk membaca isi kontrak.
Akhirnya aku berhasil. Maaf Siska, aku telah membohongimu. Tapi semua ini karena sebuah perintah dari Arga. Entah ada hubungan apa kalian di masa lalu, tapi aku percaya bahwa niat Arga sangatlah baik.
"Aku akan membaca berkas kontrak ini di luar. Aku akan menyerahkannya nanti,"
Abimanyu mengangguk mempersilahkan. Siska telah keluar dari ruangannya, ia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan singkat kepada seseorang yang ia beri nama
Mr. Pemberi modal.
"Aku sudah melakukan misi kedua ku dengan baik. Jadi ku harap kamu tidak mengingkari janjimu, tuan pemberi modal,"
BERSAMBUNG
Apa Abimanyu ada kaitannya dengan Arga? Kesepakatan apa yang sebenarnya merek buat?
TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.
Terima kasih,
__ADS_1
Happy Reading Gaes,
Instagram : @ilyuaml1