
Apakah ini jawaban atas cintamu,Sis? Apakah kamu hanya ingin membalas perbuatan ku di masa lalu? Apakah kepergian mu adalah sebagian rencana yang kamu buat agar aku menderita? Apa yang kamu lakukan Sis!
EPISODE SEBELUMNYA
Setelah kepergian Siska, Abimanyu menemui seseorang misterius dari tempatnya saat ini berdiri. Pria dengan topi dan jaket hitam itu telah berdiri di hadapan Abimanyu.
"Kamu mengerti kan bagaimana rencana selanjutnya? kamu harus menyelesaikan misi ini dengan baik," ucap pria misterius itu. Kedua sorot matanya yang terlihat dari balik topinya memperlihatkan kegelisahan akan sesuatu.
"Aku mengerti, tapi sepertinya tugas ini akan membuang banyak waktu. Dia sangat keras kepala, bagaimana jika kamu memaksanya saja,"
Pria misterius itu nampak marah mendengar ucapan Abimanyu. Tangannya mencengkram kerah baju milik Abimanyu dengan kasar.
"Jangan pernah melakukan sesuatu yang dapat menyakitinya. Mengerti?"
"Baiklah," jawab Abimanyu singkat sebelum pergi meninggalkan pria misterius itu.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri,"
****
Siska berada di dalam taksi. Pikirannya nampak kacau hingga ia tidak menyadari jika pengemudi taksi telah memanggilnya berkali-kali. "Mbak, tujuan kita kemana?"
Beberapa detik Siska hanya diam tak menjawab pertanyaan itu. Ia sama sekali tidak memiliki tujuan untuk saat ini. Siska enggan untuk meminta bantuan pada Erwin, dia sangat malu untuk kembali bertemu dengan tunangannya.
Aku telah mengkhianatinya, mana mungkin aku akan kembali padanya. Aku sama sekali tidak pantas untuk bersama dengan Erwin lagi.
"Mbak, jadi tujuannya mau kemana? ini nanti di persimpangan, belok kanan atau kiri?" tanya Supir taksi itu lagi. Mungkin ini sudah kelima kalinya pria itu mempertanyakan hal yang sama pada Siska.
"Terus jalan lurus saja,"
Wanita itu melihat gedung-gedung yang berbaris di sisi jalan saat mobil melewatinya. Tatapannya tertuju pada sebuah papan nama yang bertuliskan PENGINAPAN LASKAR.
"Berhenti pak, saya akan turun sini," serunya tiba-tiba membuat roda taksi itu berhenti seketika.
"Kenapa gak bilang dari tadi mbak, astaga. Makanya Jangan banyak melamun mbak masih muda," kelakar supir taksi itu sambil mengelus dadanya yang berdetak cepat karena terkejut.
"Maaf,"
__ADS_1
Siska mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan menunggu supir taksi itu untuk mengambil kopernya di bagasi.
"Terima kasih pak," Siska memberikan lembaran uang itu dan berjalan pergi menuju penginapan yang bernuansa klasik dengan sebagian furniturnya berbahan kayu.
Tak jauh dari tempat penginapan itu, pria misterius bertopi hitam itu nampak mengawasi Siska dari kejauhan. Kedua sorot matanya hanya berfokus pada sosok gadis dengan rambut terurai dan terlihat sedikit kelelahan itu.
"Aku menemukanmu, mulai saat ini aku tidak akan melepaskanmu Siska,"
Siska memasuki penginapan dan berjalan menuju meja resepsionis yang berada di samping depan pintu masuk. "Permisi, Apa masih ada kamar yang kosong? saya butuh menginap untuk semalam,"
"Baik, tunggu sebentar," gadis yang berprofesi sebagai resepsionis itu segera melihat kearah komputer di depannya dan melihat dengan seksama list kamar yang muncul di layar berbentuk persegi itu.
"Untuk lantai dasar sudah penuh. Hanya tersisa di lantai 2. Apakah anda berkenan untuk menginap? Harga akan lebih murah 10% dari harga normal,"
"Baiklah, aku memesan kamar di lantai 2,"
Uangku semakin berkurang. Aku perlu mencari pekerjaan besok. Setidaknya hari ini aku memiliki tempat untuk tinggal.
****
Pagi telah memancarkan sinar mentari yang menghangatkan, Siska mengerjapkan kedua matanya beberapa kali sebelum beranjak dari tempat tidurnya. Kali ini rasa lapar di perutnya tak bisa tertahan lagi. Semalaman Siska mencoba menahan rasa lapar yang melilit perutnya.
Namun saat langkah kakinya mendekat kearah pintu kamar, suara ketukan dan sapaan dari seorang pria dari balik pintu kamarnya sedikit mengejutkan Siska.
Siska membuka. pintu kamar penginapannya dan melihat sosok pria berseragam yang bisa Siska tebak bawah pria itu adalah salah satu pegawai penginapan tempatnya saat ini.
"Selamat pagi mbak Siska. Saya Anang pegawai disini. Saya disini untuk mengantarkan menu sarapan pagi yang di buat khusus untuk Anda," jelasnya sambil meletakkan berbagai makanan di meja tak jauh dari tempat Siska berdiri.
"Tapi aku sama sekali tidak memesannya," jawab Siska heran dan melihat berbagai menu yang tersaji saat ini di atas mejanya.
Astaga, kenapa ada banyak sekali makanan. Bagaimana aku akan membayar? kesialan apa lagi yang sedang menimpaku saat ini.
"Tapi disini tertulis dengan jelas bahwa semua pesanan ini di tujukan di nomor penginapan Anda."
"Aku tau, mungkin pemesannya salah menyebutkan nomor kamarnya. Kamu bisa menghubunginya kembali," sanggah Siksa lagi seakan makanan lezat di depannya adalah sebuah kutukan untuknya.
"Baiklah, saya akan meletakkan dulu makanan itu disini. Saya akan kembali beberapa menit lagi," ucap pegawai pria itu sebelum pergi meninggalkan Siska yang masih mematung di depan meja yang berisi penuh makanan itu.
__ADS_1
"Kenapa dia meninggalkan makanan ini disini? bagaimana jika aku tanpa sadar memakannya. Astaga, melihat semua ini perutku semakin tak terkendali." Siska menghela napas berat dan berjalan pergi menjauhi meja makan itu.
Tak lama suara dering telepon dari samping tempat tidurnya membuat Siska melangkah mendekat kearahnya.
"Halo," sapa Siska sembari menunggu jawaban dari sosok dari seberang teleponnya.
"Pagi Mbak Siska, Saya Anang, pegawai yang baru saja mengantar makanan untuk Anda. Makanan itu memang dengan khusus di berikan untuknya. Jadi silakan menikmati makanan khas dari penginapan kami,"
Siska mengerutkan dahinya bingung. "Tap..Tapi, Aku tidak memesannya. Berapa semua harga makanan ini? pasti ini ada kesalahan" ucap Siska bersikeras.
"Tenang saja mbak Siska, anda tidak perlu membayar atas makanan ini. Nikmati saja, dan beritahu saya jika anda telah selesai makan. Saya akan mengambil piring kotornya,"
"Tapi..."
Tut...
Panggilan terputus. Terdengar kembali helaan napas dari Siska yang nampak bingung dengan situasi yang baru saja terjadi.
"Bagaimana ini mungkin? penginapan dengan harga potongan dan menu sarapan di pagi hari yang gratis. Apa semua ini mungkin?" gumam Siska bingung dan melihat kearah meja yang berisi penuh makanan itu.
Siska memegangi perutnya mencium aroma bau makanan yang terlihat enak.
"Masa bodoh dengan semua ini! Aku sudah sangat lapar. Mereka bilang ini untukku. Maka jika ada kesalahan, itu bukanlah tanggung jawabku, Aku hanya perlu makan dan menghabiskannya. Sangat di sayangkan jika makanan itu di diamkan begitu saja" gumamnya sendiri.
****
"Tuan, saya sudah melaksanakan sesuai perintah Anda. Wanita itu sudah menerima makanannya. Dia sama sekali tidak curiga. Jadi anda jangan khawatir. Terima kasih atas donasi besar anda untuk penginapan ini. Saya berjanji akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada Nona itu," Seorang wanita pemilik penginapan itu nampak tersenyum senang setelah menerima telepon dari seseorang yang ia berikan nama Mr. Baik hati di layar ponselnya.
BERSAMBUNG
Siapa Abimanyu? dan Siapa juga pria bertopi hitam itu? Apa hubungannya dengan Siska?
TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.
Terima kasih,
Happy Reading Gaes,
__ADS_1
Instagram : @ilyuaml1