FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#59 : TERBONGKAR


__ADS_3

Jadi memang benar jika ada seseorang yang memata-matai ku. Tapi siapa? siapa yang melakukan hal ini? bahkan dia memberikan banyak uang hanya untukku? Apa tujuannya?


EPISODE SEBELUMNYA


"Tolong, tolong datanglah kesini. Aku tidak tau jika ini akan terjadi. Wanita yang kamu katakan kemarin, tiba-tiba tidak sadarkan diri di kamarnya. Ap...Apa kamu bisa kesini?" resahnya dengan nada yang terdengar ketakutan. Sulastri melihat Siska tergeletak di atas tempat tidur dan tak sadarkan diri. Rani, wanita yang bekerja sebagai resepsionis itu juga telah berdiri di samping pintu kamar Siska.


"Kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan? beberapa jam yang lalu aku melihatnya bersama dengan Bu Bos, dan dia terlihat baik-baik saja," gumam Rani dalam hati.


Rani melihat Sulastri yang hanya berdiri dan terlihat panik. Beberapa kali ia terlihat mondar-mandar di ruangan Siska seperti yang di lakukan ya di balkon. Rani yang merasa tdiak tahan dengan sikap Bos tempatnya bekerja.


"Apa kita tidak akan memanggil ambulan atau dokter? bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya? Bagaimana jika nanti kita di salahkan oleh polisi Bu Bos?" Rani mengigit jarinya khawatir.


"Sudahlah, kamu diam saja!" pinta Sulastri menghiraukan perkataan pegawainya.


"Dasar wanita gila, Astaga, kenapa aku bisa terjebak dengan situasi ini!" Rani menepuk dahinya merasa frustasi.


Di lain tempat, Arga yang saat itu sedang mengendarai mobilnya untuk menemui Raeviga dan memberikan kabar baik tentang kondisi Siska, namun seketika Arga menghentikan laju mobilnya tiba-tiba mendengar perkataan Sulastri dari seberang teleponnya.


"Apa? Ada apa dengannya? Bagaimana ini bisa terjadi? baiklah, aku akan pergi penginapanku!" Arga memutar kemudinya dan berbalik arah. Ia menginjak gasnya lebih cepat dari kecepatan normal.


Arga terlihat panik dengan pernyataan yang di lontarkan Sulastri.


Siska kenapa denganmu? Kenapa kamu bisa tidak sadarkan diri? Tidak Sis, kamu harus baik-baik saja. Aku tidak ingin terjadi apapun denganmu


Jalanan Jakarta di malam hari masih terlihat ramai. Bahkan di beberapa jalan kemacetan masih saja terjadi. Arga membunyikan klaksonnya berkali-kali saat jalannya terhalang oleh kendaraan lain atau kemacetan yang menghalanginya. Ia telah membuat keributan di jalanan karena klakson yang beberapa kali dibunyikannya.


Sulastri dan Rani masih berada di ruangan Siska dengan kondisinya yang masih tidak sadarkan diri. Tak lama mobil yang di kendarai Arga berhenti tepat di depan penginapan tempat Siska selama ini tinggal.


Arga akan keluar dari dalam mobilnya namun ia mengurungkannya saat melihat kearah spion.


Aku akan menutupi wajahku. Bagaimana jika nanti Siska sadar dan mengetahui jika aku bersamanya. Aku akan menyamar sebagai Arlan, saat dia sudah sadar aku bisa beralasan jika pemilik penginapan itu yang menghubungiku lewat ponselnya.


Arga memakai topi, kumis palsu dan kacamatanya dan bergegas masuk ke dalam penginapan.


"Aku lupa menanyakan nomor kamarnya, dimana pegawai Resepsionisnya?" gumam Arga melihat meja Resepsionis itu kosong.


Arga mengambil ponselnya dan kembali menghubungi Sulastri. Dia mengedarkan pandangannya ke beberapa ruangan yang berada di lantai dasar. Berharap jika ia akan menemukan ruangan Siska dengan cepat.


"Halo, dimana kamu? kenapa lama sekali?" tanya seseorang di seberang telepon Arga.


"Aku terjebak macet. Apa kamu sudah menelpon dokter? dan beritahukan kepadaku berapa nomor kamar Siska. Apakah berada di lantai dasar? aku sudah di penginapan mu sekarang," jelas Arga dan berjalan mengitari ruangan.


"Tidak, ruangannya di lantai 2. Kamar no. B21,"


"Baiklah, aku akan naik ke atas," jawab Arga dan berjalan menuju anak tangga.


Sulastri yang baru saja menerima panggilan telepon dari Arga, meletakkan kembali ponselnya dan melihat dengan jelas kepada Siska yang terbaring di atas tempat tidur. Tatapannya kemudian beralih kearah Rani yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


"Kamu, kembali ke meja kerjamu. Bagaimana bisa kamu tinggalkan meja resepsionis kosong. Cepatlah," perintah Sulastri pada Rani.


Rani mengangkat salah satu alisnya heran. "Tap..tapi dia saat ini sedang pingsan. Apa bU Bos yakin tidak akan membawanya ke rumah sakit?" tanya Rani ketakutan dengan sikap Atasannya yang berbeda dari biasanya.


"Sudahlah, turuti perintahku!"


Tak ingin membuat masalah, Rani melangkah keluar meninggalkan ruangan Siska dengan wajah keheranan. Setelah kepergian Rani, Siska membuka salah satu matanya dan tersenyum menyeringai kearah Sulastri.


"Bersiap, Dia akan datang kemari," ucap Sulastri kepada Siska.


Tak lama langkah kaki yang terdengar berlari itu semakin mendekat. Ia memastikan nomor kamarnya telah sesuai.


"Ini benar, B21."


Arga membuka pintu kamar yang tak terkunci itu dan melihat Sulastri telah menunggunya.


"Apa yang terjadi dengannya?kamu memanggil dokter? kenapa kamu tidak memanggilnya," keluh Arga dan berjalan menuju tempat tidur Siska.


Arga melihat Siska tak sadarkan diri. Pria itu menghampirinya dan memegang telapak tangan Siska cemas.


"Sis, bangunlah. Siska. Aku datang. Tolong bangunlah, jangan seperti ini. Aku akan semakin bersalah denganmu," Arga mencoba menghangatkan suhu tubuh Siska dengan menggosokkan tangannya di telapak tangan Siska.


"Ak..aku akan memanggil dokter," Sulastri berjalan dengan terburu-buru dan keluar dari ruang penginapan Siska.


Klek


Selesai, semua telah berjalan sesuai rencana. Tapi apakah wanita itu akan baik-baik saja di dalam sana? aku harus segera memanggil polisi


Arga terlihat khawatir, Ia menyentuh wajah Siska dan mencoba membangunkannya.


"Sis, bangunlah. Aku yakin kamu akan baik-baik saja. Ku mohon buka matamu," ucap Arga cemas.


"Siapa kamu?" ucapan Siska dengan kedua matanya yang terbuka. Arga menatap wajah Siska, tangannya reflek menarik Siska dan memeluknya erat.


"Syukurlah kamu tidak apa? apa ada yang terasa sakit? kamu bisa memberitahukannya nanti. Dokter sedang dalam perjalanan kesini," Arga tersenyum lega dan memandangi wajah Siska. Arga akan menyentuh wajah Siska, namun wanita itu menampik tangan Arga dengan keras.


"SIAPA KAMU? KENAPA KAMU TIDAK MENJAWAB PERTANYAAN KU!" Sahut Siska marah, ia memandangi wajah Arga yang tersembunyi di balik topi hitam, kumis palsu dan kacamata tebalnya.


"Sis, ada apa denganmu? aku..."


belum selesai Arga mengatakan kalimatnya, Siska menarik topi Arga hingga terlepas. Siska terlihat terkejut dengan wajah pria di depannya.


"Sis, ini aku Arlan. Tadi Ibu pemilik tempat ini yang menghubungiku," Arga beranjak dari posisi duduknya dan berusaha untuk tidak terlihat panik di depan Siska karena kebohongannya. Namun Arga tidak sadar jika ia telah terjebak dengan rencana Siska.


Wajah Siska keheranan. Ia nampak penasaran dengan identitas sebenarnya pria di depannya itu. "Arlan, siapa sebenarnya kamu? bagaimana kamu bisa tau jika wanita tadi adalah pemilik dari tempat ini?" Siska perlahan beranjak dari tempat tidurnya dan berdiri tepat di depan Arga. Ia mengambil ponselnya dan terlihat meneliti sesuatu yang ada di ponselnya.


"Aku bahkan tahu benar jika Ibu pemilik penginapan ini menelponnya dari ponselnya sendiri, bukan dari ponselku. Bagaimana bisa ibu pemilik penginapan ini memiliki nomormu? Apa kalian melakukan kesepakatan rahasia?" Siska semakin berjalan mendekati Arga yang menyamar sebagai Arlan hingga pria itu terdorong mundur ke belakang.

__ADS_1


"Kenapa tuan Arlan? kenapa kamu hanya diam saja? lalu berapa nomor yang kamu punya? ini adalah dua nomor yang berbeda. Katakan, ada maksud dari ini semua? apa kamu mengenalku?" Seperti sebelumnya Siska semakin menekan Arga dan terus berjalan mendekati pria itu.


Tubuh Arga terkunci. Punggungnya menabrak dinding kamar. Tidak ada lagi jalan untuknya menghindari Siska.


"Sis, aku..aku ingin mengatakan jika.." Arga terlihat gugup menjelaskannya kepada Siska. Siska mengerutkan keningnya saat melihat dari dekat kumis palsu Arga yang tidak menempel dengan baik di kulitnya.


Siska menarik ujung kumis palsu itu dengan kasar hingga terlepas. Arga mendesis kesakitan saat kumis itu ditariknya tiba-tiba. Begitu pula dengan kacamata yang di pakai oleh pria itu. Arga akan menghalanginya, namun semuanya terlambat. Siska telah melepas kacamata yang di pakainya. Ia menutup kedua matanya dan terlihat pasrah saat Siska telah membongkar penyamarannya.


"ARGA? KAMU? APA YANG KAMU LAKUKAN!"


FLASHBACK


Beberapa jam yang lalu saat Siska bersama dengan Sulastri.


"Baiklah, aku akan mengatakan jujur. Aku telah menerima uang dari seseorang dengan jumlah banyak. Tapi...tapi aku tidak tau jika ternyata dia adalah penjahat. Bantu aku, aku tidak ingin mati,"


"Tolong aku, bagaimana nanti jika orang itu juga mencelakai ku," lanjutnya memohon kepada Siska.


Siska terlihat memikirkan sebuah rencana untuk menangkap basah pelaku di balik semua yang terjadi kepadanya.


"Ayo lakukan ini, apa kamu mempunyai nomornya? beberapa menit lagi telpon dia dan katakan jika aku tiba-tiba pingsan. Aku yakin dia akan datang menemui ku,"


Sulastri nampak cemas dengan rencana yang di katakan Siska. "Kenapa kamu memanggilnya kemari. Bagaimana jika nanti dia berbuat sesuatu di penginapan ini," Sulastri terlihat tidak setuju dengan rencana Siska.


"Aku yang akan mengatasinya. Tugasnya hanyalah membuat dia datang dan mengunci pintu ruangan ini dari luar,"


"Dikunci? untuk apa?" tanya Sulastri semakin bingung.


"Akan aku jelaskan setelah semuanya selesai. Sementara itu hanya lakukan itu saja. Aku akan berusaha agar orang itu tidak akan melukaimu. Kamu setuju kan?" tanya Siska dan mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan.


Sulastri terlihat ragu untuk mengulurkan tangannya. Namun seolah tak ada jalan keluar lain, Sulastri menerima kesepakatan Siska itu.


"B.baiklah,"


FLASHBACK END


BERSAMBUNG


Arga sudah ketahuan, apa yang akan dilakukan Siska setelah ini? Apa dia akan pergi dan menjauh kembali dari pria itu?


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,


Instagram : @ilyuaml1

__ADS_1


__ADS_2