
Aku sama sekali tidak mengerti dengan perasaanku sekarang. Aku menyukai senyumnya. Aku menyukai kecemasannya kepadaku. Aku menyukai tatapannya saat melihatku. Ada apa sebenarnya? Perasaan apa yang aku miliki untuknya?
EPISODE SEBELUMNYA
Langit telah menjelang sore, Matahari terlihat mulai tenggelam dan kembali ke tempatnya semula. Setelah Siska menyelesaikan pekerjaannya ia bergegas keluar kantor untuk pergi menuju penginapannya. Ia akan melanjutkan misinya untuk mencari tahu seseorang misterius yang selalu mengintainya diam-diam.
Siska mengambil ponselnya dari dalam tas saat notifikasi pesan berbunyi beberapa kali. Siska membuka pesan dari nomor tidak dikenal.
"Hai Sis, Ini nomorku. Arlan," tulis pesan itu di layar ponselnya.
Senyum tipis terukir di bibirnya. Siska dengan cepat membalas pesan masuk itu. Beberapa jam yang lalu, setelah tragedi kopi panas itu, Siska terlihat sangat nyaman dengan hubungan pertemanannya dengan Arlan. Beberapa kali Siska memberikan saran kepada Arlan tentang kisah kehidupan yang di alami pria itu.
FLASHBACK
"Aku bodoh Sis, masa lalu ku sangatlah buruk. Aku telah melukai perasaan seseorang. Bahkan sampai saat ini, aku tidak berani untuk meminta maaf kepadanya secara langsung. Jangankan meminta maaf, bertemu dengannya saja aku tidak memiliki keberanian itu." Sesal Arga yang menyamar menjadi Arlan.
Siska melihat kedua mata Arlan yang terlihat sedih. Setetes air mata terlihat di sudut matanya.
"Apa yang kamu takutkan? jika kamu bersalah, kamu perlu meminta maaf kepadanya. Aku yakin dia akan menerima permintaan maaf mu yang tulus," Siska meraih telapak tangan Arlan dan menggambarkan sesuatu di telapak tangannya.
Jari telunjuknya menggambarkan sebuah emoji tersenyum di tangan Arlan.
🙂
"Tersenyumlah, dan mulai lah mengatakan maaf kepadanya. Aku yakin dia akan mengerti," lanjut Siska dengan senyuman yang kembali memperlihatkan lesung pipinya.
Arlan memandangi Siska lama. Ia memperhatikan Siska yang mencoba untuk menghiburnya.
"Maafkan aku," seru Arlan lantang dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada Siska.
Siska memicingkan kedua matanya saat Arlan mengutarakan kata maaf kepadanya. Ia nampak bingung dengan pernyataan maaf Arlan. Siska tidak merasa Arlan berbuat salah kepadanya, permintaan maaf Arlan tidak berlaku untuknya.
"Maaf? untuk apa kamu mengatakannya kepadaku,Arlan. Seharusnya kamu mengatakannya kepada wanita yang kamu ceritakan bukan aku," jawab Siska sembari membalut luka di jari Arlan karena kopi panas yang melukainya.
Arlan menyunggingkan bibirnya mendengar jawaban Siska untuknya.
Aku mengatakannya bukan sebagai Arlan,Sis. Tapi Arga. Arga Dewantara, Pria yang telah melukai perasaan dan harga dirimu.
FLASHBACK END
__ADS_1
Baiklah, aku akan menyimpan nomor kamu. Jadi katakan, apakah kamu sudah mencoba mengatakannya kepada wanita itu?
Balas Siska pada pesan yang dikirimkan Arlan beberapa menit yang lalu. Tanpa terasa, langkah kaki Siska telah sampai di depan pintu penginapannya.
Karena sibuk memikirkan Arlan, bahkan aku tidak sadar jika sudah sampai di depan penginapan. Aku harus segera mencari tahu kebenaran dari seseorang misterius itu. Apa wanita resepsionis itu akan menepatinya janjinya untuk mempertemukan ku dengan pemilik tempat ini?
Siska masuk ke dalam penginapan. Ia bergegas berjalan menuju meja resepsionis. Tak seperti biasanya, kali ini meja pelayanan itu di isi oleh dua orang. Pegawai wanita Resepsionis yang ia lihat biasanya dan seorang wanita parubaya dengan bentuk tubuhnya yang sedikit pendek dan gemuk. Rambutnya yang di sanggul bak wanita keraton membuatnya wajah semakin terlihat bulat.
Siska dengan cepat bisa menduga jika wanita parubaya itu adalah pemilik dari tempat penginapan yang di tinggalinya.
"Apa kamu yang bernama Siska?" tanya wanita itu kepada Siska.
Siska menganggukkan kepalanya. Dia berjalan mendekat kearah wanita itu.
"Perkenalkan saya Sulastri, pemilik dari penginapan ini. Rani mengatakan jika kamu ingin bertemu denganku. Jadi katakan, apa tujuan kamu bertemu denganku?"
"Tapi sebelum aku mengatakannya, Apakah bisa kita berbicara berdua saja? ini lebih ke masalah privasi. Aku berharap kamu bisa memahami ku,"
"Ikutlah denganku," Sulastri berjalan keluar dari meja resepsionis dan menuju ke balkon di lantai 2.
Kedua sorot mata Rani mengikuti arah perginya Atasan kerjanya dan Siska yang mulai menaiki tangga.
***
"Jadi sekarang katakan, Apa masalah kamu dengan penginapan ini? Apa kamu tidak merasa nyaman?" tanya Sulastri sembari duduk di kursi yang ada di sekitar balkon.
Siska duduk di depannya. Ia terlihat memikirkan sesuatu sebelum mengatakan tujuannya kepada pemilik penginapannya itu.
Siska menarik kursinya agar lebih dekat dengan Sulastri. Ia mencondongkan wajahnya dan berbicara berbisik kepada wanita itu.
"Bu, beberapa hari ini aku telah di ikuti oleh Penjahat. Dia bahkan berusaha mendekatiku dengan berpura-pura baik dengan orang di sekitarku," raut wajah Siska terlihat ketakutan. Suaranya yang berbisik dan semilir angin malam membuat suasana di balkon itu semakin mencekam.
"Pen..jahat? apa kamu yakin? kenapa kamu bisa bermasalah dengannya?" tanya Sulastri panik. Namun lebih tepatnya, ia mengkhawatirkan penginapannya bukanlah kondisi yang di alami Siska.
Penjahat apa yang wanita ini katakan? Bagaimana jika nanti penjahat itu merampok dan berbuat rusuh di penginapanku. Tidak akan ada lagi orang yang akan menginap disini. Aku harus berbuat sesuatu.
"Bu, tenanglah. Jangan panik seperti ini. Bisa saja saat ini, dia melihat kita. Jadi normal kan ekspresi anda sehingga tidak akan membuat curiga.," Siska melihat Sulastri meremas pegangan kursi yang ditempatinya.
"Katakan dengan jelas. Jangan mengatakannya hanya sepotong-potong. Jika seperti itu, kamu harus meninggalkan penginapan ini dengan cepat. Bagaimana jika.."
__ADS_1
Siska meletakkan jari telunjuknya di bibir, membuat isyarat kepada Sulastri untuk diam.
"Bu, tenang. Jangan gegabah. Yang dia incar bukan hanya aku. Tapi bisa juga berbuat onar di tempat ini. Aku ingin bertanya kepadamu. Apa kamu menerima sesuatu dari orang tak dikenal yang berhubungan dengan penginapanku disini?" tanya Siska dengan tatapan matanya penuh selidik.
Sulastri nampak terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Siska padanya.
Bagaimana dia bisa tau tentang semua itu? Astaga, apa semua ini menjadi masalah?
"Bu, apa kamu mendengar ucapan ku?" tanya Siska lagi membuat Sulastri terlihat panik dan mengigit bibir bawahnya karena cemas.
"Uang? uang apa yang kamu katakan? Aku tidak menerima uangnya." elak Sulastri dan menyembunyikan tatapannya dari Siska.
Siska mengerutkan dahinya dengan wajah keheranan dan tatapannya penuh selidik. "Bu, bahkan aku tidak mengatakan jika 'sesuatu' yang aku maksud itu adalah uang. Dan kenapa kamu terlihat cemas?"
"Sudah banyak orang di sekitarku yang menjadi korban. Bahkan beberapa diantaranya ada yang...mati" sontak kalimat yang di ucapkan Siska membuat Sulastri beranjak dari tempat duduknya karena takut.
"Mati? jadi sekarang nyawaku dalam bahaya? Astaga, Ya ampun. Bagaimana ini?" Sulastri mengibaskan tangannya dan berjalan mondar-mandir karena tidak tenang.
"Bu, kamu sangat panik. Dugaan ku benar. Kamu menerima sesuatu dari orang itu kan? kita harus menangkapnya Bu agar semuanya aman."
Sulastri melihat kearah Siska. Ia menghampirinya dan menggenggam tangan Siska erat. Siska merasakan telapak tangan wanita itu nampak dingin dan berkeringat.
"Baiklah, aku akan mengatakan jujur. Aku telah menerima uang dari seseorang dengan jumlah banyak. Tapi...tapi aku tidak tau jika ternyata dia adalah penjahat. Bantu aku, aku tidak ingin mati,"
Siska membelalakkan matanya. Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dari pernyataan wanita pemilik penginapan itu.
Jadi memang benar jika ada seseorang yang memata-matai ku. Tapi siapa? siapa yang melakukan hal ini? bahkan dia memberikan banyak uang hanya untukku? Apa tujuannya?
BERSAMBUNG
Astaga, apa sebentar lagi perbuatan Arga diam-diam ini akan ketahuan oleh Siska? Apa yang akan di lakukan Siska setelah ini?
TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.
Terima kasih,
Happy Reading Gaes,
Instagram : @ilyuaml1
__ADS_1