FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#46 : CINTA SEMALAM


__ADS_3

Sebuah pesan yang terkirim di aplikasi


messenger membuat Arga menghentikan langkah kakinya. "Apa ini? apa yang mereka lakukan kemarin?"


[EPISODE SELANJUTNYA]


Pagi ini Siska tak lagi menggunakan kendaraan umum untuk pergi menuju kantornya. Erwin dengan sigap mengantar Siska, bahkan pria itu sudah datang lebih awal 30 menit. Sejak Siska telah resmi menjadi tunangan Erwin, gadis itu tak lagi tinggal di rumah Arga, ia kembali tinggal di rumah kontrakannya sendiri. Walaupun Erwin sudah memintanya berkali-kali untuk tinggal di sebelah Apartemennya.


"Kabari aku saat kamu pulang kerja. Aku akan menjemputmu lagi nanti," pesan Erwin sebelum pergi menuju mobilnya lagi. Siska mengangguk mengiyakan. Langkah Erwin berhenti, ia menatap Siska dan berjalan kembali kearahnya. Dia mencium dahi Siska lama.


"Kamu harus percaya padaku, saat ini aku benar-benar jatuh cinta sama kamu. Aku tak ingin melepaskanmu lagi atau menyakiti kamu lagi. Kamu percaya padaku kan?" tanya Erwin memastikan.


Siska menganggukkan kepalanya lagi, walaupun dari dalam lubuk hatinya masih ada ketakutan saat kembali dekat dengan Erwin. Trauma itu tak bisa hilang sepenuhnya dari dirinya.


Mobil yang di kendarai Erwin melaju menjauh. Siska memperhatikan beberapa saat sebelum akhirnya masuk ke dalam perusahaan. Dari kejauhan, Siska memperhatikan Arga tengah berdiri di depan pintu lift perusahaan.


Setidaknya, bersama dengan Erwin membantuku melupakan kenangan ku bersama Pak Arga. Aku tak bisa berlama-lama menyimpan perasaan kepada seorang pria yang telah milik orang lain.


"Selamat pagi pak," sapa Siska yang telah berdiri di belakang Arga.


Arga hanya menganggukkan kepalanya kecil menjawab sapaan Siska. Melihat sikap Arga kepadanya membuat Siska sedikit kecewa.


Pintu lift terbuka, Arga telah masuk ke dalamnya. Namun ia menahan pintu lift dan melihat kearah Siska yang hanya diam tak bergerak. Arga menarik tangan Siska sehingga gadis itu terseret masuk ke dalam lift.


"Kenapa hanya diam saja? gadis bodoh!" gerutu Arga dengan nada dingin seperti biasanya.


"Maaf" gumam Siska tanpa melihat langsung ke wajah Arga. Pria itu melihat Siska sekilas lewat sudut matanya. Hari ini Siska sedikit berbeda, gadis itu terlihat pendiam.


"Apa yang kemarin Erwin lakukan di perusahaan?"


"Pak Erwin? Dia.. dia membawakan beberapa makanan untuk seluruh pegawai" Siska sudah menduga kejadian kemarin akan cepat di terima oleh Arga.


Arga tak mengatakan apapun. Seakan bukan hal itu jawaban yang ia inginkan. " Apa kamu menerimanya?" tanya Pria itu lagi.


"Iya, Erwin sudah..," ucapan Siska terpotong, Arga sudah meninggalkannya saat pintu lift terbuka. Seakan jawabannya tidaklah penting untuk Arga.

__ADS_1


****


Arga menyelesaikan pekerjaan kantornya seharian,apa lagi setelah beberapa hari ini Raeviga tidak bekerja. Pekerjaannya semakin berat untuknya.Arga memang lelaki yang gila kerja dan gila wanita.Arga mencoba menghubungi Raeviga namun panggilan itu tidak aktif.Yah,Raeviga memang sengaja mematikan handphone-nya karena ia tau bahwa Arga pasti akan menelfonnya berkali-kali.


“Sial,Gadis bodo!”Arga melemparkan Hp-nya ke lantai dengan marah.Arga mengambil Bir dan meneguknya langsung dari botolnya.


Siska mengetuk pintu ruangan Arga,wanita ini ikut lembur kerja karena harus membantu menangani pekerjaan Raeviga yang beberapa hari ini terbengkalai.


Siska mengetuk pintu ruangan Arga,setelah mendapatkan balasan dari Arga untuk masuk Siska kemudian membuka pintu ruangan Arga.Siska sedikit terkejut dengan keadaan Arga yang setengah mabuk.


Siska sedikit takut untuk menghampiri Arga yang sedang duduk di Sofa.


“Maaf pak,sepertinya saya menganggu waktu bapak..”seru Siska hendak meninggalkan ruangan namun Arga menapiknya.


”Tidak masalah,apa yang kau butuhkan?”


Arga meletakkan botol Bir yang di pegangnya dan memposisikan duduknya dengan benar.


“Saya butuh tanda tangan Bapak di laporan ini..”wanita itu masih berdiri di tempat yang sama.Arga yang melihatnya sedikit meringis.


”Apa kau takut?”tanya Arga yang melihat sikap Siska yang sedikit gugup.


“Saya butuh tanda tangan di Laporan ini pak..”Arga berdiri mengambil bulpoin di mejanya.Arga telah selesai mendatangani semua laporan ia menatap ke wajah Siska yang ketakutan.


“kamu gak perlu takut. aku bukan hantu”.


Tangan Arga menyentuh kulit wajah Siska.Gadis itu sontak mundur ke belakang karena sentuhan fisik Arga.


Arga menghampirinya,menyentuh bahu Siska dan menahannya dengan jemarinya.Arga menatap lekat ke wajah Siska,seolah wajah gadis ini adalah Raeviga,gadis yang sangat dia rindukan sekarang.


“Pak,maaf..”Siska mencoba melepaskan diri dari Arga.


“aku rindu kamu,gadis bodoh!" Seru Arga dengan memeluk paksa tubuh Siska.Wanita itu kini tak bisa berkutik dari dekapan lelaki ini.


“kamu milikku..,”Ungkapannya itu di lontarkan tepat di telinga kanan Siska,membuat gadis itu sedikit menjauhkan kepalanya.

__ADS_1


“Pak,maaf saya Siska..”rintih Siska ketakutan.Kini ia ketakutan dengan perlakuan bosnya.


“Siska?” Arga melepaskan pelukannya,menatap ke arah Siska.Arga mengejapkan kedua matanya memastikan gadis yang sedang di rengkuhnya.


“Sial!”Arga melepaskan rengkuhannya pada tubuh Siska,ia mengambil botol Bir itu dan meneguknya lagi berkali-kali.Siska yang terlepas dari dekapan Arga segera melenggang keluar dari ruangan bosnya namun tangan Arga lebih cepat menutup pintu ruangan dan menguncinya.


“Temani saya untuk malam ini,Siska!” Ungkapnya sembari membelai rambut lurus Siska.


Siska mungkin tidak secantik Raeviga,namun wajah oval dan kulit yang kuning langsat itu juga akan mampu memikat seseorang.


Siska dengan cepat menjauh dari Arga,ia menatap takut ke arah Arga yang kesetanan.


”Pak,tolong lepaskan saya..”Siska memohon dengan berurai Air mata.


Namun watak keras Arga tidak akan meluluhkan hatinya.


Arga mendekat ke arah Siska,mencoba menyentuh lengan Siska yang lembut.Namun Siska semakin menjauh dari Jangkauannya,gadis itu meringkuk di samping sofa.


“Tak perlu takut sayang,kenikmatan ada padamu nanti..” Arga membelai wajah Siska,tangan itu terus menjalar hingga ke leher Siska.


“Tolong jangan lakukan ini pak,saya sudah memiliki tunangan”Ungkap wanita itu,meringkuk ketakutan di hadapan Arga.


“Hanya semalam,tunanganmu juga tidak ada tau”Arga sudah sangat ingin mencium bibir wanita di hadapannya.Ia menyentuh wajah wanita di hadapannya dengan kedua tangannya,mencondongkan tubuhnya ke arah Siska hingga Lelaki itu bisa mencium aroma tubuh Siska.Menggoda.


Sedetik kemudian,Siska sudah merasakan bibir Arga sudah menyatu dengannya.


Gadis itu sudah tidak bisa berkutik lagi.Tangan kokoh Arga sudah memeluknya erat.Menyentuh dan Mengecup bibir Siska.


“Penyatuan ini akan kita nikmati bersama.”Ucap Arga begitu pelan dan dalam.Siska semakin menangis tak berdaya.


BERSAMBUNG


Hai Reader,


DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.

__ADS_1


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,


__ADS_2