FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#50: KEHIDUPAN MENYAKITKAN


__ADS_3

Arga melihat kearah Raeviga, bibirnya mulai mengatakan sesuatu kepada gadis di depannya. Raeviga nampak terkejut, tangannya mengepal keras menahan amarahnya. Linangan air mata jatuh membasahi wajahnya mendengar ucapan yang di lontarkan Arga. Pernyataan itu membuat Raeviga merasa sangat kesal. Tangannya tak kuasa ingin menampar keras wajah Arga saat ini.


[EPISODE SEBELUMNYA]


"Saat itu semuanya terjadi karena kebodohanku, Rae. Aku.., akan meminta maaf pada Siska. Aku telah melakukan hal yang salah padanya," ungkap Arga menyesal.


"Aku minta maaf,Rae. Aku tau, aku telah salah," Arga melihat Raeviga menyandarkan tubuhnya di pintu tak kuasa menahan tangisnya.


"Ya tuhan" Raeviga benar-benar terpukul dengan pernyataan Arga. Lelaki inilah yang telah tega membuat Siska seperti ini.


"Kenapa Pak Arga tega melakukan hal itu" Raeviga begitu terpukul dengan kejadian ini. Raeviga tak bisa membayangkan jika hal itu menimpa dirinya. Siska benar, dia tak mungkin bisa bertahan melalui ini semua. Arga, atasan kerjanya yang sangat ia percayai telah merendahkan harga dirinya.


"Maaf Rae,saat itu aku memang seperti iblis yang tak tau diri."


"Siska saat ini pergi itu semua karena Pak Arga. Anda tega melakukannya pada gadis itu!" ungkap Raeviga penuh amarah.


"Dia udah pergi,dan saya sama sekali tidak tau dimana dia sekarang!"


"Astaga!" Arga tidak percaya bahwa Siska benar-benar akan menjauh dari hidupnya.


Tidak Rae,Aku akan berusaha cari dia Rae, Aku pasti akan menemukan Siska dan membawanya kembali.


***


Siska menatap kearah jalanan yang terlihat ramai dan teriknya matahari saat itu. Pandangannya melihat kearah seorang pemuda yang memeluk seorang gadis dengan penuh cinta dan kasih, bayangan tentang perhatian Arga dan perlakuan hina yang di perbuat pria itu dengan cepat kembali mengisi ingatannya kembali.


Siska mengalihkan tatapannya dan menutup kedua matanya. Beberapa kali jarinya menguap air mata yang masih terjatuh membasahi wajahnya.


Tidak ada lagi tujuan untukku melanjutkan hidup. Semuanya telah hancur. Aku hanyalah wanita hina. Aku wanita kotor.


Siska membuka kembali kedua matanya saat merasakan sentuhan hangat di wajahnya. Seorang pria berkaos hitam dengan kombinasi jaket jeans nampak tersenyum kearah Siska. Tangannya masih setia menghapus air mata di bawah mata Siska.

__ADS_1


"Menangis seperti ini hanya akan menyakiti diri sendiri. Kamu perlu meluapkannya sehingga tangisan ini tidak lagi datang" ucap pria itu sembari memberikan sapu tangannya kepada Siska.


Siska hanya terdiam. Ia hanya menatap wajah pria itu, dan beberapa detik kemudian beralih kearah sapu tangan yang sudah ada di pangkuannya.


"Aku tidak memerlukannya," Siska mengembalikan sapu tangan itu kepada pria yang saat ini duduk di sampingnya.


"Sapu tangan itu sudah kotor, kamu harus mengembalikannya dalam keadaan bersih," ungkapnya pria tak dikenal itu. Tepat saat itu juga bus berhenti di sebuah halte pemberhentian berikutnya. Pria itu beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan sapu tangan miliknya tetap di tangan Siska.


"Bagaimana caraku mengembalikannya?" teriak Siska pada pria itu.


"Aku mempercayai takdir, kurasa takdir akan kembali mengatur waktu untuk kita bertemu lagi. Simpan saja saat ini untukku," ucapnya terakhir kali sebelum langkah kakinya turun dari bus.


Siska memperhatikan pria berpakaian kasual dari kaca bus hingga kendaraan itu kembali melaju hingga pemberhentian selanjutnya. Siska melihat kearah sapu tangan yang di genggamnya dan mengingat kembali ucapan pria yang baru dikenalnya tadi.


Menangis seperti ini hanya akan menyakiti diri sendiri. Kamu perlu meluapkannya sehingga tangisan ini tidak lagi datang.


"Kamu benar, namun saat ini aku tidak memiliki harapan untuk kembali bangkit. Kehidupan ini seakan seperti kegelapan untukku. Hanya ada kehancuran yang siap menunggu,"


***


Kemana perginya kamu,Sis. Aku telah bersalah padamu. Seharusnya kamu menghukumku, bukan menghakimi diri kamu sendiri.


"Bagaimana jika dia hamil,ishtt!" pikiran itu terus menghantui Arga seharian ini.


Langkahnya terus saja menjelajahi rumah-rumah walau malam telah semakin larut. Arga sedikit lemas, seharian ini ia belum mengisi apapun ke dalam perutnya. Pikirannya yang terus mengkhawatirkan Siska membuatnya tak mengingat kondisi tubuhnya yang melemah ,apa lagi efek minuman keras yang kemarin ia minum masih bereaksi di tubuhnya.


Arga berjalan tanpa arah, langit semakin gelap. Langkahnya berhenti saat berada di kerumunan orang. Ia menunjukkan sebuah foto Siska dari ponselnya.


"Apakah dari kalian ada yang melihat gadis ini?" tanya Arga pada seseorang yang sedang bercengkrama.


Jawaban yang sama kembali Arga dapatkan. Banyak orang yang telah ia temui namun semuanya memberikan jawaban yang sama

__ADS_1


Tidak.


Arga nampak frustasi. Ia mengacak rambutnya kesal, Siska seolah telah pergi dari kehidupannya tanpa jejak.


"Tidak Sis, aku pasti akan menemukanmu. Aku tidak akan membiarkanmu menjauh dariku. Aku telah berjanji pada Raeviga, aku akan membawamu kembali pulang,"


Arga melihat penjual nasi goreng di jalanan. Ia terduduk di kursi yang di sediakan untuk pembeli.Ingatannya menerawang mengingat Siska yang menangis saat itu,saat dimana Arga menyetubuhinya. Bodoh


Siska terbangun dari tidurnya. Seseorang memanggil namanya berulang kali.


"Maaf mbak, ini sudah pemberhentian bus yang terakhir. Anda harus segera turun" pinta seorang pria dengan handuk kecil yang dikalungkan di lehernya.


"Baiklah," Siska melihat kearah luar lewat kaca bus di sampingnya. Jalanan nampak ramai di perkotaan walaupun telah larut malam. Masih banyak pejalan kaki, lalu lalang kendaraan dan penjual makanan kaki lima yang berbaris di trotoar jalan.


Siska melangkahkan kakinya turun dari bus dengan membawa koper kecil miliknya. Dari seberang jalan, tatapannya terkunci ke sebuah makanan kaki lima yang nampak ramai. Di gerobaknya terdapat banner yang menuliskan NASI GORENG BANG ARGA


"Bahkan di saat aku membencimu. Keadaan terus saja mengingatkanku denganmu,Arga."


Siska akan melanjutkan langkahnya untuk pergi, namun seseorang menahan pergelangan tangannya.


"Hey, Kemana lagi kamu akan pergi tanpa tujuan? Malam hari di jalanan bukanlah tempat yang aman untuk seorang wanita."


"Hidupku telah selesai. Tidak ada lagi tempat yang aman untukku. Bahkan jika ada, aku sudah tidak menginginkannya. Aku hanya perlu takdir membawaku ke tempat yang baru. Bukan tempat seperti yang ku pijak saat ini. Sangat menyakitkan saat aku menyadari jika aku masih hidup. Aku ingin mengakhiri hidup, tapi tak ada keberanian yang mendukungku. Aku lemah, aku telah menyerah untuk kehidupan ini,"


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,

__ADS_1


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2