FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#56 : SESUATU YANG TERSEMBUNYI


__ADS_3

Mulai hari ini, kamu tidak akan bisa jauh dari ku, Sis. Entah mengapa, langkah kaki ini hanya tertuju padamu. Melihat senyuman kecil di bibirmu, membuatku merasa lega.


EPISODE SEBELUMNYA


Siska masuk ke dalam ruangan Abimanyu bersama dengan Pria berkumis yang baru saja di kenalnya. Abimanyu menautkan kedua alisnya melihat seseorang yang berdiri di belakang Siska.


"Siapa dia?" tanya Abimanyu bingung.


"Apa anda tidak mengenalnya? dia ingin bertemu dengan Anda katanya?" Siska menggeser tubuhnya sehingga Abimanyu bisa melihatnya dengan jelas.


Abimanyu memicingkan kedua matanya saat Pria itu mencoba memberikan isyarat kepadanya.


Apa yang ingin pria itu katakan? kenapa bola matanya berputar-putar tidak jelas? atau jangan-jangan dia hanya pria gila yang katanya sering berkeliaran di daerah sini.


"Hey kamu, apa yang kamu lakukan di perusahaan ku? aku akan memanggilkan satpam jika kamu tidak segera pergi dari sini!"


Terdengar helaan napas dari pria itu. Ia berjalan menghampiri Abimanyu.


"Kenapa anda bisa lupa tuan Abimanyu, saya Arlan. Baru saja anda berbicara dengan saya di telepon kan?" ucapnya dengan iris matanya yang bergerak memberi isyarat kepada Abimanyu.


Dasar pengusaha bodoh. Bahkan dia sama sekali tidak peka dengan isyaratmu. Bagaimana nanti aku mempercayakan uangku kepadamu, Sial.


Siska memandangi keduanya heran. Namun ia hanya diam tanpa mengatakan apapun.


"telepon? baru saja? pagi ini aku hanya menerima telepon dari dua orang. Wanita ini dan Ar.." Abimanyu menghentikan kalimatnya. Seketika ia memandangi Arlan dan menatapnya dengan seksama. Beberapa detik kemudian, ia terkekeh geli melihat sosok pria di depannya itu.


Abimanyu baru saja menyadari jika pria yang berdiri di hadapannya saat ini adalah Arga, pengusaha jankfood terkenal yang akan memberikan modal bisnis kepadanya.


Sudut bibir Siska terangkat. Ia melihat kearah Abimanyu heran. Pria itu tertawa keras setelah semenit yang lalu wajahnya nampak kebingungan.


Abimanyu mengalihkan pandangannya kepada Siska yang menatap keheranan. Masih dengan tawa kecil di bibirnya ia memberikan amplop coklat yang berisi beberapa lembar uang sebagai gaji di muka.


"Ini milikmu. Sebenarnya aku tidak ingin memberikannya. Tapi karena seseorang, aku mengalah dan memberikan ini kepadamu,"


"Seseorang? siapa?" tanya Siska dengan tatapan penuh selidik.


Arga yang tengah menyamar sebagai Arlan terlihat gelisah mendengar pertanyaan yang di lontarkan Siska. Jika kecurigaan Siska benar, maka rencananya selama ini akan berakhir.


Sial, Abimanyu bodoh. Kenapa mulutnya tidak bisa menyimpan rahasia.

__ADS_1


"Sudahlah, Siska kamu tidak perlu khawatir. Maksudku, aku berkonsultasi dengan rekan bisnisku. Aku perlu konsultasinya agar aku juga bisa mempercayaimu."


"Kamu bisa percaya penuh denganku. Aku akan membuktikan kinerja baikku selama ada disini. Aku akan membuktikannya sesuai kesepakatan kita," jawab Siska dan mengambil amplop coklat itu dari meja Abimanyu.


"Baiklah, aku permisi keluar," ucap Siska lagi dan membuka pintu ruangan dan melangkah keluar.


Arga melepaskan kacamatanya dan menatap Abimanyu kesal. "Apa mulutmu itu tidak bisa menyaring kalimat sebelum mengatakan sesuatu? bagaimana jika tadi Siska curiga kepadamu?" umpat Arga dan duduk di kursi di depan meja Abimanyu.


"tenang saja, kita tidak akan ketahuan begitu saja, kenapa kamu sangat takut?"


"Tentu saja aku merasa takut. Jika dia kembali jauh dariku. Itu akan semakin sulit mendapatkan maaf darinya," ekspresi wajah Arga terlihat kecewa saat kembali mengingat perbuatannya malam itu kepada Siska.


Abimanyu yang sama sekali tidak mengetahui masalah Arga. Hanya diam melihat raut wajah Arga yang sedih.


"Aku tidak mengerti, apa masalahmu dengan wanita itu. Tapi aku yakin, suatu hari nanti dia akan memaafkan mu. Kamu telah melakukan banyak hal untuknya,"


Arga tersenyum kecut. Ia merasa ragu jika Siska akan memaafkannya. Melecehkan bahkan telah merenggut kesuciannya adalah kesalahan yang mungkin tak termaafkan.


Siska adalah wanita yang sangat baik. Dia bahkan membiarkanku berkeliaran bebas begitu saja. Aku telah melakukan tindakan kriminal kepadanya. namun dia memberiku kebebasan. Bagaimana bisa aku menjauh dari wanita seperti ini. Tidak, aku tidak bisa membiarkannya melewati kehidupan ini sendirian.


****


Siska berjalan melewati beberapa penjual makanan. Seharian bekerja membuatnya merasa kelaparan. Langkah kakinya membawanya ke sebuah penjual rawon yang terlihat ramai pembeli. Seketika ingatannya beralih saat melakukan perjalanan bisnis di Bandung bersama Arga. Karena tidak mengerti bahasa Sunda, Arga lah yang membantunya untuk memesan makanan.


"Lupakan Siska. Lupakan pria itu. Ingat, kamu membencinya dan dia juga tidak mencintaimu. Dia telah melukai harga dirimu. Sadarlah Siska, Sadar..," gumam Siska menguatkan dirinya.


"Pak, nasi rawon satu." pinta Siska pada penjual itu dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


Berjarak beberapa langkah, Arga berdiri memperhatikan Siska. Seolah kilasan masa lalu mereka terhubung, di saat yang bersamaan Arga memikirkan hal yang sama dengan Siska. Tanpa mereka sadari, di keramaian malam mereka saling memikirkan, saling peduli dan mungkin saling merindukan.


Arga masih setia mengikuti Siska dari belakang. Hingga gadis itu kembali ke penginapannya dan tak lagi terlihat, namun Arga masih berdiri memperhatikannya.


"Selama malam mbak Siska," sapa wanita resepsionis itu saat melihat Siska berjalan melewatinya.


"Selamat malam," sapa Siska kembali.


"Karena anda telah datang, maka makan malam sebentar lagi akan di antar oleh staff kami. Mohon di tunggu sebentar," ucap wanita itu membuat Siska keheranan.


"Makan malam? tapi aku tidak memesannya,"

__ADS_1


Pegawai wanita itu mengerucutkan bibirnya. seakan kembali mencari alasan dari pertanyaan yang di lontarkan Siska. Ia nampak gugup seolah tengah menyembunyikan sebuah kebenaran dari Siska.


"Ini.., ini adalah tambahan dari hadiah undian yang telah di berikan kepada anda. Makan malam ini di berikan secara gratis kepada anda," kilahnya dengan nada suaranya yang terdengar gugup.


"Hadiah undian lagi? apa penginapan ini tidak bangkrut jika melakukan hadiah ini terus menerus? dan juga kenapa kamu terlihat sangat gelisah?" Siska memperhatikan wanita itu mengalihkan tatapan matanya.


Aku tau jika kamu menyembunyikan sesuatu. Mana mungkin sebuah penginapan kecil memberikan bonus sebanyak ini. Tapi apa yang dia sembunyikan dari ku?


"Kamu tau, aku memiliki banyak kenalan seorang jurnalis dan juga influencer. Aku bisa saja meminta mereka untuk memberikan ulasan yang buruk kepada penginapan kalian. Reputasi penginapan ini akan buruk. Apa kamu akan membiarkan itu terjadi?" tegasnya dengan nada mengancam.


Wanita itu terlihat ketakutan dengan ancaman Siska.


Jika reputasi penginapan ini buruk. Maka Bu Sulastri, si atasan mata duitan itu akan mengomeli habis-habisan. Bahkan bisa saja, aku terancam kehilangan pekerjaan.


"Tap..Tapi mbak Siska. Kita melakukan pelayanan yang baik kepada Anda. Jadi, bagaimana bisa anda memberikan review yang buruk?"


Sudut bibir Siska terangkat. Ia nampak senang karena wanita itu telah terjebak dengan drama yang di buatnya.


"Aku tau, penginapan memperlakukan tamu dengan baik. Tapi kamu telah melakukan satu kesalahan yang membuatku merasa kesal," Seolah sedang bermain peran, Siska mengangkat sebelah alisnya agar terlihat seperti wanita jahat seperti kebanyakan drama yang di lihatnya.


"Sa..saya? apa yang saya lakukan? saya tidak melakukan kesalahan apapun. Tolong jangan lakukan hal itu. Sa..saya hanya melakukan perintah dari pemilik penginapan ini," ucap Wanita itu gugup.


Siska menautkan kedua alisnya, ia semakin yakin bahwa ada sesuatu yang telah di sembunyikan penginapan ini darinya.


Siska kembali mengubah ekspresi wajahnya seperti sebelumnya. "Sudahlah, aku tidak mempercayaimu. Tunggu saja, sebentar lagi reputasi dari penginapan ini akan buruk,'


Wanita resepsionis itu menghalangi langkah Siska untuk pergi. "Tolong jangan lakukan itu, Bu bos hanya memintaku melayani penginapan kamu dengan baik karena kamu adalah tamu spesial kami. Seseorang meminta kepada Bu Bos agar kamu di buat nyaman saat berada disini," ucapnya berterus terang dan menatap Siska penuh harap.


Siska terlihat memikirkan sesuatu setelah wanita resepsionis itu mengatakan kebenaran di balik kecurigaannya.


Seseorang? Siapa orang itu? dan kenapa dia bisa mengenalku? Apa maksud di balik perbuatannya itu?


BERSAMBUNG


Siapa sebenarnya orang yang telah membantu Siska diam-diam? dan apa yang akan Siska lakukan jika ia telah mengetahui orang itu?


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,

__ADS_1


Happy Reading Gaes,


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2