
Sedetik kemudian,Siska sudah merasakan bibir Arga sudah menyatu dengannya.
Gadis itu sudah tidak bisa berkutik lagi.Tangan kokoh Arga sudah memeluknya erat.Menyentuh dan Mengecup bibir Siska.
“Penyatuan ini akan kita nikmati bersama.”Ucap Arga begitu pelan dan dalam.Siska semakin menangis tak berdaya.
[EPISODE SEBELUMNYA]
Langit telah berubah terang, namun tak seperti suasana hati Siska saat ini. Dia nampak kacau, seolah penerang di hidupnya telah retak berkeping-keping. Kesuciannya telah direnggut paksa oleh Arga. Pria yang dia anggap tak akan pernah membuatnya ternoda.
Siska merapatkan selimut di tubuhnya. Busana yang di pakainya telah terungkai dari tubuhnya. Ia melihat Arga masih tertidur di samping. Di sofa lebar yang terletak di dalam ruangan Arga. Arga tampak tertidur lelap seolah pria itu tidak sedang melakukan kesalahan apapun saat ini. Salah satu tangannya masih menggenggam erat jemari Siska.
"Kenapa anda melakukan ini pada Saya?" gumam Siska sebelum memakai pakaiannya kembali.
Siska menatap lama Arga sebelum pergi meninggalkan ruangan itu. Kilatan kebencian dan rasa sakit hati terlihat jelas di kedua matanya. Tak ada lagi rasa kagum yang tersisa untuk Arga. Semuanya telah terkikis oleh kejadian semalam. Yang perlu Siska ingat hanyalah, rasa benci dan ingin berada jauh dari pria di depannya saat ini.
****
Arga terbangun di sofa tubuhnya tak berbalut sehelai kain sama sekali.Tubuhnya menjelaskan bahwa semalam telah terjadi pergulatan mesra dengan seorang wanita.Ia kemudian teringat Siska, gadis itu sudah tidak berada di ruangannya.
Arga bergegas memakai pakaiannya keluar dari ruangan mencari sosok Siska.Beberapa pegawai telah ada yang berdatangan namun ia tidak melihat sosok Siska sama sekali.Ia mengedarkan pandangannya kembali,melihat ke arah Lobby mencari wanita yang telah di nodainya. Ia mengacak rambutnya dengan kesal.
"Kemana dia pergi?"serunya dalam hati.
Siska berjalan tertatih-tatih di pinggir jalan sambil menahan sakit di area sensitifnya. Gadis itu mencoba menelpon Raeviga namun panggilan itu tidak terjawab. Wajah Siska sangat sembab, semalaman ia terus menangis saat Arga menidurinya paksa.
Arga berusaha menelpon Siska, wajahnya begitu gelisah atas perbuatannya semalam. Bahkan Arga baru menyadari bahwa ini pertama kalinya Siska berhubungan. Ia telah salah menganggap bahwa semua wanita yang ada di sekelilingnya adalah wanita murahan. Karena amarahnya pada Raeviga, ia harus melakukan hal yang salah dengan seorang gadis semalam.
"Kamu bodoh Arga!" rutuknya sendiri.
Siska telah sampai di rumahnya,ia melihat panggilan tak terjawab dari Arga. Siska sengaja untuk tidak menjawab telepon lelaki yang telah melukai fisiknya dan perasaannya. Siska merebahkan tubuhnya di ranjang,kejadian semalam terus berputar di pikirannya.
Siska menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menumpahkan kembali kesedihan yang ia rasakan.
Ponsel Siska berdering,ia segera mengangkat telponnya ketika tau siapa yang memanggilnya, Raeviga.
"Halo,Ka! Maaf, dari tadi ponselku mati karena baterai habis," seru Raeviga berbohong,sebenarnya dia sengaja untuk menonaktifkan Hp-nya untuk menghindari Arga.
"Rae.."Siska menahan tangis semampunya. Namun bukanlah Raeviga jika tidak menyadari ada sesuatu yang berbeda dari suara yang tertahan itu.
__ADS_1
Kamu kenapa? kamu nangis? " Suara Raeviga begitu khawatir terhadap Siska.
Siska akhirnya menumpahkan tangisan yang ditahannya,ia tidak kuat menahan isak tangisnya.Ingin rasanya ia menceritakan masalahnya pada Raeviga.
"kamu kap-aan pulang Rae?" Ungkapnya sambil terisak.
"Sis,kamu kenapa?kamu baik-baik aja kan? aku pulang sekarang!" di seberang telepon, Raeviga terihat mencari sosok Dava yang di lihatnya telah hilang dari pandangan. Ia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling untuk mencari Dava.
"Di rumah.."
"Aku segera kesana. Kamu harus baik-baik aja.Janji?" Raeviga sangat khawatir dengan Siska. Raeviga telah menganggap Siska lebih dari sekedar teman,Siska adalah kakak,teman,bahkan ia bisa menjadi sosok ibu untuk dirinya. Sejak bertemu dengan Siska, Raeviga memiliki seseorang untuk membagi masalahnya.
"Iya," jawab Siska singkat dengan Isak tangisnya yang masih terdengar.
Panggilan terputus beberapa detik setelahnya. Siska kembali meletakkan ponselnya di atas tempat tidur. Siska melihat pakaiannya yang nampak lusuh. Kejadian semalam membuatnya terlihat kotor. Bukan hanya fisiknya, namun kepercayaan dan harga dirinya telah rusak. Tidak ada lagi kesucian di tubuhnya, janji yang ia katakan saat almarhum kedua orang tuanya tak bisa Siska tepati.
"Maaf Bu, Siska telah gagal menjaga kesucian ini. Siska telah menjadi wanita murahan. Wanita yang tak berharga lagi," ungkap Siska dengan percikan air shower yang membasahi tubuhnya dengan pakaiannya yang masih lengkap. Siska mengusap kasar tubuhnya membersihkan setiap bekas noda yang telah di sentuh oleh Arga.
"Aku membencinya! AKU BENCI PRIA ITU!"
***
"SISKA ! INI AKU BUKA PINTUNYA!" teriak Raeviga membuat Dava yang berada di sebelahnya menutup kedua telinganya.
"tunggu aja! ntar dia juga keluar"
Raeviga menghiraukan perkataan Dava,ia ingin mengetuk pintunya dengan keras lagi namun Siska telah membuka pintu.
"Aku lagi mandi tadi.."serunya pelan. Seakan suara gadis ini telah menghilang setengah.
"Kamu gak apa?"
"Kamu kenapa? mata kamu sembab banget"
Raeviga menembaknya dengan berbagai pertanyaan. Siska melirik ke arah Dava,ia tau bahwa Dava adalah saudara Arga setelah berita rencana pernikahan Dava dan Raeviga tersebar luas di kantor kemarin. Saat itu Siska terkejut mendengar desas-desus itu. Ia sedikit kecewa karena Raeviga bahkan tidak mengatakan apapun kepadanya.
"kita bisa bicara berdua aja?"Pinta Siska pada Raeviga.
"Aku pulang ya, kamu gak apa kan aku tinggal?" ungkap Dava menyadari bahwa sepertinya ini adalah urusan para wanita.
__ADS_1
Raeviga mengangguk mengiyakan.
Dava telah meninggalkan rumah Siska,kedua gadis ini sekarang sedang duduk di ruang tamu.
"Kamu kenapa Ka?" tanya Raeviga lagi.
Siska memeluk Raeviga. Menyembunyikan ekspresi wajahnya yang nampak kacau.
"Aku..Aku diper-kosa Rae" Jawabnya terbata-bata.
"Apa?" Raeviga membelalak tak percaya.Ia mencoba melepaskan pelukan Siska untuk melihat kebenaran dari matanya.
Siska terisak,ia menumpahkan seluruh kesedihannya di pelukan Raeviga.
"Siska,liat aku! siapa yang ngelakuin ini ke kamu?" Raeviga menarik bahu Siska untuk menatapnya.Siska hanya menangis tak menjawab.Ia takut mengatakan pada Raeviga jika Arga lah yang melakukannya. Pria yang telah menyetubuhinya dengan paksa. Pria tanpa perasaan yang telah berhasil membuatnya menjadi wanita hina.
"tunangan kamu? si Erwin?" Sorot wajah Raeviga terlihat penuh dengan kemarahan.
"Bukan,"
"Trus siapa? bilang ke aku. Tolong jangan diam aja seperti ini!"
Siska tetap bungkam,gadis itu hanya menangis di hadapan Raeviga saat ditanya pelakunya.
Apakah semuanya akan baik-baik saja jika aku mengatakannya,Rae? Hubunganmu dengan Dava akan bermasalah karena aku. Pria yang telah menodai ku adalah kakak dari calon suamimu. Tidak, aku tidak bisa mengatakannya. Aku tak bisa menghancurkan kebahagiaan kamu, Rae.
BERSAMBUNG
Bagaimana nih dengan Siska? Kenapa gak mau bilang aja. Arga perlu bertanggung jawab sama perbuatannya. Gimana menurut kalian, Reader?"
Hai Reader,
DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.
Terima kasih,
Happy Reading Gaes,
Instagram : @ilyuaml1
__ADS_1