Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Yakin Tidak Cinta?


__ADS_3

Juan sudah kembali ke meja, namun mereka tidak duduk di meja pertama. Sahara meminta pindah karena ia tak nyaman berada bersama Nadien. Tatapan wanita itu begitu mengintimidasi, bahkan sudah pindah tempat pun model itu tetap melihat ke arahnya.


"Kaki ku sakit," keluh Sahara.


Mendengar itu, Juan langsung meraih kaki Sahara dan meletakannya di pahanya. Melepas sepatunya lalu memijatnya. Nadien yang melihat langsung kebakaran jenggot. Ia sudah tidak tahan melihatnya.


"Wanita itu sengaja memanasiku," gumamnya. "Lihat saja, apa Juan akan tetap peduli setelah ini," ucapnya geram.


Maya dan Rani masih berbincang, tak lama, Maya memanggil atasannya karena tanda persetujuan bahwa Nadien yang menjadi model kosmetiknya nanti saat peluncuran prodaknya.


"Tunggu di sini, aku tidak akan lama," ucap Juan pada Sahara.


"Hmm," jawab Sahara.


***


"Tanda tangan di sini, Pak." Ucap Maya seraya menunjuk matrai untuk ditandatangani.


Nadien tak bisa berbuat apa-apa karena ini semua memang salah dirinya, ia dan Juan sepakat untuk menyembunyikan hubungannya saat dulu hingga berdampak sampai Juan menikah dengan orang lain. Sepakat karena untuk memperlancar dunia modelingnya, ia tahu bahwa orang tua Juan tidak begitu menyukai wanita yang berprofesi sebagai model, karena itu dia, selalu berpakaian minim seperti kekurangan bahan.


Tanda tangan pun selesai.


"Kamu yakin kalau yang di kandung wanita itu adalah anakmu? Kamu taukan pekerjaannya seperti apa?" tanya Nadien tiba-tiba, dan itu membuat Juan terkejut dan tak percaya.


Juan tahu siapa Sahara, bahkan saat melakukannya pun Sahara masih perawan. Tentu anak yang di kandung istrinya adalah anaknya, ia yakin 100%


"Jangan mengada-ngada, Nadien. Kamu jangan buat masalah dengan menggosipkannya," jawab Juan.


"Ternyata aku tidak salah menilaimu, kamu itu brengsek kamu mengkhianatiku, aku sangat kecewa."


Sudah kesekian kalinya Juan selalu dikatai pria brengsek. Bahkan ia tidak seperti itu, ini semua terjadi karena Sonia.


"Kamu itu sama seperti ibumu, selalu menilai orang dari luarnya. Kalau aku brengsek mungkin sudah sejak dulu aku menghancurkan hidupmu, bahkan kamu selalu mencoba menggodaku dengan tubuhmu, tapi aku selalu menjaga itu karena aku tidak ingin menyentuhmu sampai kita menikah." Jelas Juan panjang lebar.

__ADS_1


"Dan satu lagi, aku menikah dengannya karena ibumu. Dan disini, aku berterima kasih kepada ibumu karena sudah membuka mata hatiku. Jika aku menikah denganmu belum tentu aku akan sebahagia ini." Juan terpaksa katakan itu agar Nadien dapat membuka hati bahwa ibunya sendiri yang menghancurkan hidupnya.


"Aku tidak tahu letak kesalahanku di mana, tuduhan ibumu aku buktikan dengan aku menikahinya. Terima kasih kamu sudah menjadi bagian hidupku, semoga, ke depannya ibumu tak lagi ikut campur dalam hubunganmu." Setelah mengatakan itu Juan kembali menemui Sahara dan langsung saja pergi dari sana.


Sahara terheran-heran, ada apa dengan suaminya? Kenapa sikapnya berubah drastis? Bukankah Juan sangat menginginkan kebersamaannya dengan kekasihnya? Saat ada kesempatan ia malah mengabaikannya.


Nadein yang merasa direndahkan karena ibunya sangat kecewa. Inikah yang katanya mencintainya? Bahkan Juan tak peduli lagi padanya, pria itu malah pergi dan menggandeng wanita yang ia benci.


Maya dan Rani tidak ikut campur. Maya langsung saja pamit karena urusannya sudah selesai, dan mereka akan bertemu lagi nanti saat launching prodak skin care mereka.


"Argghhh ..." Nadien menggebrak meja, ia tak menyangka bahwa Juan akan berubah secepat itu.


***


"Kamu mau kita kemana?" tanya Juan pada istrinya.


"Pulang saja," jawab Sahara.


"Kenapa pulang? Bukannya kamu ingin pergi? Aku 'kan sudah janji akan menemanimu kemana pun kamu mau," tutur Juan.


"Kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Sahara memastikan perasaan suaminya.


"Kenapa bertanya seperti itu? Memangnya aku kenapa?" tanyanya balik.


"Tadi ..." Sahara tak berani meneruskan perkataannya, ia takut salah bicara.


"Sudah kubilang, kalau kita sedang berdua jangan sebut nama orang lain," jawab Juan.


"Tapi dia bukan orang lain, dia 'kan--."


Juan membungkam mulut Sahara dengan bibirnya, ia rasa wanita itu sudah cerewet. Sahara membulatkan mata tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Untuk yang kedua kalinya bibir mereka bersentuhan.


Jantung Sahara berpacu sangat cepat, tubuhnya tiba-tiba gemetar. Ini semua terasa mimpi.

__ADS_1


"Jangan protes, kamu istriku dan aku berhak melakukan ini," ucap Juan setelah melepaskan bibirnya. Untung, mereka sedang berada di dalam mobil dan kaca mobil itu gelap sehingga tak ada yang bisa melihat adegan barusan.


Sahara menyentuh bibir bawahnya dan Juan melihat itu.


"Kenapa? Apa masih kurang?" tanya Juan.


Sahara langsung melotot tak percaya


"Aku hanya becanda, jangan terlalu tegang." Dengan santai, Juan menyalakan mesin mobil dan langsung melajukannya. Ia tidak tahu bahwa istrinya tengah gundah gulana dengan sikapnya yang ia rasa tidak masuk akal.


Apa ciuman itu dirasai cinta? Atau hanya sekedar suami istri biasa? pikir Sahara. Yang jelas, sikap Juan berbeda. Entah sedang kesal kepada Nadien sehingga dirinya menjadi pelampiasan, yang jelas, Sahara berbunga-bunga.


Mobil terus melaju, Sahara sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sesekali ia menoleh ke arah suaminya, pria itu fokus kepada kemudi. Tapi Sahara tidak bisa menebak isi hati suaminya karena menurutnya sikap itu kadang-kadang suka aneh.


"Jangan mencuri pandang terus," celetuk Juan yang sadar dari sudut matanya bahwa istrinya itu diam-diam melihatnya.


Sahara langsung menoleh. "Siapa yang mencuri pandang? Ge'er!" elak Sahara.


"Bilang saja kalau kamu sudah jatuh cinta padaku." Juan sadar akan hal itu karena sikap Sahara yang diam saat dicium olehnya. Seakan menikmati sentuhan bibirnya. Matanya yang terpejam, tubuhnya yang bergetar dan tangannya yang terasa dingin . Juan menyadari itu semua.


"Jangan asal tuduh tanpa bukti!" Lagi-lagi Sahara mengelak, terasa malu jika ia berkata jujur. Gengsinya terlalu besar, padahal tidak ada larang saat jatuh cinta pada suami sendiri.


Juan menepikan mobil.


"Benar tidak jatuh cinta padaku?" tanya Juan.


"Be-benar, untuk apa aku bohong?"


"Yakin?" tanya Juan


"Yakin!" jawab Sahara mantap. "Ma-mau a-apa?" tanya Sahara saat Juan mendekat wajahnya.


"Mau memastikan bahwa kamu tidak jatuh cinta padaku." Juan sengaja, apa Sahara akan menolak saat ia kembali akan menciumnya? Jika tidak, itu artinya istrinya benar mencintainya. Juan semakin dekat, Dan ...Sahara menutup mata, jantungnya berdebar, tubuhnya bergetar dan berkeringat dingin.

__ADS_1


"Aku suamimu, yakin tidak cinta?" bisik Juan.


__ADS_2