Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Ritual


__ADS_3

Kini menyisakan Nadien dan Novan, setelah kepergian orang tuanya Novan langsung meraih tangan kekasihnya itu lalu mengecupnya sangat lama.


"Aku pulang ya, ini sudah malam," ucap Novan setelah mencium punggung tangan kekasihnya.


"Hmmm," jawab Nadien singkat. Nadien mengantar Novan sampai depan pintu. Sebelum pulang Novan mencium kening gadis itu, Nadien hanya memejamkan mata meresapi kecupan dari kekasihnya. Novan mengusap pipi Nadien dengan ibu jari.


"Mimpi indah ya, aku pulang dulu," pamitnya kemudian.


Ternyata, adegan mereka tak luput dari perhatian penghuni rumah itu. Kedua orang tua Nadien mengintip dari jendela kamar.


"Manis sekali," ucap Sonia, lalu ia pun memeluk suaminya dari samping. "Mama udah klop sama Novan, Pa," tuturnya lagi.


"Klop? Klop karena dia orang kaya 'kan?" tanya pak Chandra. "Ma, siapa pun menantu kita dan bagaimana pun keadaannya kalau Nadien bahagia kita jangan ikut campur ya? Belajar dari kesalahan, Papa yakin Novan pria baik-baik dia juga sepertinya mencintai anak kita."


"Bukan begitu, Pa. Mama ingin yang terbaik dan tidak menyesal setelah menikah nanti karena semua itu butuh uang, emang Papa mau anak kita hidup menderita?"


"Sudahlah, kita tidur saja," ajak pak Chandra.


***


Nadien melambaikan tangan ke arah Novan saat mobil itu hendak melaju. Hingga mobil itu sudah tidak terlihat ia baru masuk ke dalam.


Novan sangat bahagia malam ini, ia pun menyetel sebuah lagu romantis di dalam mobil. Alunan lagu membuat Novan ikut bernyanyi, terbayang akan wajahbkekasihnya itu. Bibirnya, senyumnya, semua wajah Nadien bersemayam dalam pikirannya. Malam ini, Novan putuskan untuk mengantar mobil ke rumah Sahara. Karena besok ia sudah dapat mobil pentaris dari kantor Juan.


Tibalah ia di rumah Sahara, rumah itu sudah dalam keadaan gelap. "Gelap sekali, apa mereka sudah tidur? Baru juga jam 9." Novan melihat jam di tangan. Mau tak mau ia mengklakson beberapa kali. "Heran, masa rumah bos tidak ada penjaganya," kata Novan lagi.

__ADS_1


Bukannya tidak ada, malam ini security di rumah itu izin pulang karena istrinya akan melahirkan. Novan terus berisik sampai si empu pemilik rumah terganggu.


"Siapa sih ganggu aja!" rutuk Juan yang tengah indehoy bersama istrinya di dalam kamar. Juan pun beranjak dan mencabut kapal selamnya dari kepemilikkan Sahara. Sahara pun terganggu karena lagi enak-enaknya, pasalnya ini pertama kali mereka melakukannya lagi setelah kejadian waktu itu. Setelah memeriksanya ke dokter dan mendapatkan izin Juan tidak menunggu lama lagi, apa lagi setelah melihat kejadian di bioskop.


Sahara duduk dan bersandar di ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Sedangkan Juan memakai boxer tanpa kaos, bahkan boxernya pun terbalik karena asal saat memakainya apa lagi ruangan itu sedikit gelap.


"Tunggu sebentar ya, aku mau liat siapa yang udah ganggu ritual kita," ucap Juan, lalu keluar dari kamar.


***


Juan menajamkan mata saat tahu siapa yang sudah mengganggunya. Sebuah mobil terparkir di depan gerbang, dan Novan duduk di depan atas mobil sembari menunggu si pemilik rumah keluar. Saat melihat Juan menghampirinya, ia pun turun dari tempat duduknya. Novan membulatkan mata saat melihat keadaan bosnya itu, apa lagi celana terbalik itu menjadi pusat perhatiannya.


"Apa? Ganggu saja!" cetus Juan.


"Galak bener, lagi tanggung ya?" tanya Novan, ia menahan tawa karena takut kena semprot. Kondisi Juan membuat Novan berpikir ke satu tujuan, apa lagi yang dilakukan suami istri malam-malam begini? Tentu sedang bercinta pastinya.


"Ini, aku hanya mau mengembalikan mobil Rara. Dia sudah tidur ya? Buka dong gerbangnya, aku mau masukin ini mobil."


"Buka sendiri, ini kuncinya." Juan melempar kunci dari dalam, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Novan.


Dan Novan mengoceh tidak jelas. "Aku tau mereka pasti sedang anu, celana juga sampai terbalik apa segitu buru-burunya," kesal Novan.


Walau begitu, Novan tetap membuka kunci dari luar sehingga ia sedikit kesulitan saat membukanya. "Dasar gendeng, dia pikir gampang buka kunci dari luar!" rutuk Novan, tangannya yang besar membuatnya kesusahan saat membuka kunci, tapi ia tetap berhasil. Lalu masuk ke dalam mobil dan membawa mobil itu masuk ke dalam garasi.


Haus, Novan pun masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobil dengan aman. Di dalam benar-benar sudah gelap, Novan sampai terburu-buru karena sedikit seram. Ia langsung pergi ke dapur karena itu tujuan utama. Setelah dari dapur dan menghabiskan 2 gelas air, Novan berniat kembali, namun ia mendengar sesuatu dari dalam ruangan yang ia kira itu pasti kamar Sahara dan Juan, soalnya tidak ada penghuni lain selain mereka. Mereka benar-benar tinggal berdua.

__ADS_1


Erangan, dan desa*an panjang itu terdengar sangat jelas sampai-sampai Novan bergidik saat mendengarnya. Tidak ingin ada setan yang membuat pikirannya berkelana ia pun segera pergi dari sana.


"Sial, kenapa aku harus mendengarnya!" rutuk Novan sambil berlenggang pergi.


***


Juan benar-benar tidak ingin di ganggu, bahkan saat Sahara menanyakan siapa yang datang suaminya tidak memberitahukan siapa orangnya. Suaminya malah meminta meneruskan aktivitas yang sempat terhenti. Keduanya bermandikan keringat, Juan sangat puas dengan permainan istrinya. Mereka masih menjalankan ritual, Juan tak henti-hentinya memompa saat Sahara sudah kelelahan.


"Sempit sekali, itu buatku suka," bisik Juan sambil memajumundurkan pinggul.


Sahara mengalungkan tangan di leher suaminya dan kening mereka saling menempel lalu bercumbu dengan sangat dalam tanpa melepaskan penyatuan di bawah sana.


"Aku sudah tidak kuat," bisik Sahara, ia akan kembali merasakan berada di atas puncak. Ini yang kedua kalinya ia dibuat terbang oleh suaminya.


"Mende*ahlah!" ucap Juan. "Aku akan menyusul." Akhirnya, Juan pun mengerang nikmat. Napasnya tersengal saat ia sudah melepaskan pelepasan pertama. Di bawah sana berkedut, mereka seakan tidak ingin melepaskannya. Namun, Sahara sudah tidak kuat karena lelah.


"Aku cape, aku mau tidur," kata Sahara.


"Kok tidur sih! Baru juga sekali," keluh Juan.


"Lanjut besok saja ya, aku janji besok pagi akan membuatmu ketagihan. Tapi biarkan aku tidur malam ini," pinta Sahara.


Karena tidak tega, Juan pun melepaskan kepemilikkannya lalu mencium kening istrinya. "Tidurlah," ujarnya. Lalu ia menurunkan kepala untuk mencium perut Sahara. "Maafkan Papa ya, kamu pasti kaget," bisiknya.


Sahara mengacak rambut suaminya karena ia rasa itu ucapan sangat konyol. Juan sudah merebahkan tubuhnya di samping Sahara, dan ibu hamil itu memeluknya melingkarkan tangan di perut suaminya lalu memejamkan mata karena memang sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


Juan pun membalas pelukkan itu. Ia kembali membenamkan sebuah kecupan di kepala istrinya. Dan mereka tertidur dengan sendirinya.


__ADS_2