
Di Amerika.
Nadien dan Novan baru sampai, kedatangannya disambut hangat oleh pimpinan perusahaan yang bergabung dengan perusahaan Ardinata. Pengantin baru itu tak berjauhan, mereka saling menggenggam tangan. Nadien mewakili perbincangan karena Novan tak begitu mengerti bahasa asing.
Setibanya di sana, mereka dijamu langsung oleh pihak hotel. Pimpinan bermana Jorch itu terus menatap Nadien, Jorch tidak tahu model cantik itu sudah menikah. Apa lagi yang menjadi pasangannya. Jorch mengira bahwa Nadien dan Novan hanya partner kerja.
Ia sudah biasa dengan pemandangan saling menggenggam tangan, apa lagi hanya sekedar duduk berdampingan. Novan tak nyaman saat tatapan Jorch terus terarah pada istrinya. Novan buat pria itu yakin bahwa Nadien adalah miliknya. Novan mencium punggung tangan istrinya, sampai Nadien tak percaya apa yang dilakukan suaminya itu.
Nadien hanya tersenyum tipis.
Cup, cup, cup ...
Beberpa kali Novan menciumnya. "Jangan di sini, malu," ucap Nadien pelan.
"Malu kenapa? Kamu 'kan istriku," jawab Novan.
"Maaf, bisa kita bicarakan soal pekerjaan sekarang?" tanya juru bicara Jorch.
"Oh iya, tentu," jawab Nadien. Mereka mulai membicarakan pekerjaan. Lalu, Jorch membisikkan sesuatu pada asistennya. Ia menyuruh asistennya mengatakan bahwa ia ingin makan malam nanti berdua, tentunya dengan bahasa asing sehingga Novan tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Nadien tak mengiyakan, karena itu di luar pekerjaan. Nadien tak bisa berkata jujur tentang pernikahannya karena yang menjadi model itu harus single. Mau tak mau pernikahannya harus disembunyikan lebih dulu sampai pekerjaan di sana selesai.
***
Novan diam saja setelah pertemuan tadi siang bersama tuan Jorch. Novan diam karena Nadien tidak menjawab saat ia tanya, apa yang mereka bicarakan? Nadien tidak mungkin mengatakannya karena bagaimana pun ia harus menjaga hati suaminya. Novan belum tahu kehidupan model itu seperti apa? Harus berbaur dengan setiap orang, dan ia harus menjaga itu dari sekarang.
__ADS_1
Nadien tidak mungkin menyamakan hidupnya sekarang dengan hidupnya yang masih single. Kini, ia telah menjadi seorang istri. Ia harus menjaga perasaan suaminya.
"Dari tadi aku perhatiin kamu diam terus, kamu marah?" tanya Nadien pada suaminya. Kini mereka sudah berada di kamar hotel.
Novan tak menjawab karena ia malah memjamkan mata. Nadien mendekat dan duduk di samping suaminya. Mengelus pipi suaminya yang berwarna kulit sawo matang. Pipinya dilengkapi jambang halus. Biar kata ibunya jelek, di matanya Novan paling tampan.
Nadien mengecup pipi itu, ia mencoba merayu suaminya agar tidak merajuk terus. Novan masih tak bergeming. Pria itu cemburu tingkat Dewa. Ia tak suka cara Jorch memandang istrinya. Kalau tidak ingat dengan pekerjaan, ingin rasanya ia mengatakan bahwa Nadien istrinya. Ia juga ingin mencongkel mata bule itu dengan jarinya sendiri.
"Kamu mau begini terus?" tanya Nadien. "Kalau mau tidur ya sudah, aku keluar cari angin sendiri. Aku mau ke pantai." Nadien beranjak, dan secepat kilat, Novan pun terbangun. Ia tak akan mengizinkan istrinya pergi sendirian, apa lagi ada buaya buntung yang tengah menanti istrinya.
"Jangan pergi tanpa izin suami!" kata Novan.
"Abisnya kamu diam terus, kamu marah?"
Novan menggelengkan kepala. "Lalu apa kalau bukan marah?" tanya Nadien lagi.
"Dia taunya aku masih sendiri, dan model yang bekerja di sini semuanya single hanya aku saja yang sudah menikah. Dan kalau pihak perusahaan tau, mungkin mereka akan membatalkan semuanya. Apa kamu tega melakukan ini pada temanmu? Juan sangat menantikan momen seperti ini, prodaknya sampau go internasional," jelas Nadien.
Mana mungkin Novan tega, mereka yang sudah membuatnya seperti sekarang. Biar Novan mengalah sedikit demi nama perusahaan. Tak hanya Juan yang berkorban, Novan pun ikut berkorban membiarkan istrinya menjadi tatapan pria lain. Untung ia sudah menikahinya, kalau belum ia tak dapat menjaga Nadien selama 24 jam.
Dan mereka pasti berada dalam kamar terpisah. Ini yang ditakutkan Novan kalau mereka tidak menikah, ia tak akan bebas menjaga Nadien sampai wanita itu terlelap.
"Mau tidak jalan-jalan ke pantai?" tanya Nadien. "Kita kesini 'kan sambil berlibur, dan nanti malam ada pertemuan dengan presiden perusahaan mumpung ada waktu kita jalan-jalan sebentar," kata Nadien.
"Tidak ah, mending di sini. Kita manfaatkan waktu berdua kita, kalau sedang bekerja mana bisa seperti ini." Novan memeluk istrinya, dan setelah itu membopongnya ke tempat tidur. Novan menghempaskan tubuhnya bersamaan ke tempat tidur berukuran king size.
__ADS_1
Novan memanfaatkan waktu dengan bercinta dari pada jalan-jalan. Ia menciumi wajah istrinya sampai Nadien kewalahan dibuatnya. Dan terakhir di benda kenyalnya. Mereka saling menautkan lidah. Cinta keduanya semakin bersemi, Novan mau pun istrinya mereka memperlihatkan betapa saling mencintainya mereka.
Novan menarik selimut untuk berlindung karena ia akan melepaskan pakaian istrinya. Ini kedua kalinya mereka bercinta.
"Aku mencintaimu," ucap Novan.
"Aku juga," jawab istrinya. "Boleh aku ngomong sesuatu?"
"Apa?" jawab Novan.
"Punya istri seorang pablik figur tidak mudah, kamu harus cukup sabar apa lagi pernikahan kita tidak ada yang tau. Kamu harus bisa jaga emosi, aku juga tidak mungkin meladeni laki-laki lain. Kamu harus percaya bahwa aku juga sangat mencintaimu," jelas Nadien.
"Iya, maafkan aku tadi sempat cemburu."
***
Sore ini, Novan dan Nadien menghabiskan waktu di dalam kamar. Tidak ada yang berani mengganggu mereka, termasuk Rani. Entah kemana gadis itu pergi. Novan sudah mulai berkeringat karena ia sudah menjelajah setiap lekuk tubuh istrinya.
Bahkan Nadien tak percaya kalau suaminya sudah cukup ahli membuatnya merasa terbang di awan. Napasnya sudah tersengal karena Novan membuatnya mabuk kepayang. Sampai Nadien ketagihan. Rasa sakit itu perlahan menghilang dan berubah menjadi kenikmatan yang hakiki.
Novan sudah siap menunggang kuda, ia akan memacu kuda itu dengan sangat lincah. Inikah yang banyak orang pertanyakan? Syurga dunia itu kini telah diraih olehnya. Tanpa henti ia terus menunggang kuda. Nadien pun kembali dibuat mabuk kepayang oleh suamjnya.
Hingga tak lama, Novan mengerang dan ia sudah berhasil bercocok tanam. Ia harap tidak akan lama, Novan ingin Nadien segera hamil agar untuk memperkuat hubungan mereka.
Nadien memejamkan mata menerima semburan naga milik suaminya. Novan semakin pandai tidak saat pertama kali melakukannya. Malu-malu tapi mau. Keduanya mengistirahatkan tubuh mereka sebelum pergi ke tempat pertemuan orang-orang besar. Dan keduanya ikut terlelap dalam mahligai cinta.
__ADS_1
Rekomendasi hari ini