
Hari-hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Novan sudah terlihat tampan, juga dengan Nadien. Mereka tengah mengadakan resepsi pernikahan. Setelah resepsi itu, rencananya mereka akan pindah ke Amerika. Novan mendapat tugas langsung dari pak Ardinata. Pria paruh baya itu memberikan kepercayaannya kepada laki-laki yang penuh tanggung jawab itu.
Semua kerabat dan para tamu undangan meramaikan resepsi pernikahan mereka. Begitu juga dengan Juan dan Sahara. Mereka ikut bahagia dengan pernikahan itu. Sahara menyandarkan kepala di pundak suaminya sembari menatap pengantin yang tengah bahagia.
"Aku jadi ingat pernikahan kita," ucap Sahara tiba-tiba. "Tidak ada kebahagiaan waktu itu," lirihnya.
Juan langsung menoleh, melihat kesedihan di wajah cantik istrinya. "Maafkan aku, itu kesalahan yang pernah ku buat padamu. Tapi, sebagai tebusannya aku akan membahagiakanmu, tidak akan pernah menjatuhkan air mata kesedihan walau itu hanya setetes," tutur Juan. Ia meraih tangan istrinya dan memberikan kecupan di sana.
Setelah memiliki anak, mereka tak lagi bisa menikmati waktu berdua. Tiba-tiba saja, sang pengasuh datang membawa baby Han.
__ADS_1
"Bu, Baby Han sepertinya haus," ujar baby sitter.
"Sebentar ya, sayang. Aku beri ASI Baby Han dulu," pamit Sahara. Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, Sahara membulatkan tekad untuk memberi baby Han ASI sampai waktu yang ditentukan. Pasalnya, baby Han tidak mau minum susu formula sesakit apa pun ia harus membiasakan putin*nya disedot oleh baby Han. Padahal, ia tengah kesakitan. Meski pun sakit ia harus menahannya demi kesehatan anaknya.
Beberapa saat, Sahara sudah kembali dan baby Han sudah tertidur di kamar hotel. Sahara dan suaminya menginap di hotel yang sama yang dimana resepsi pernikahan itu diadakan. Malam itu sangat meriah. Pengatin sangat bahagia. Meski terlihat pucat sedikit di wajah Nadien karena wanita itu tengah hamil muda.
Hari bahagia itu langsung tersebar di media sosial. Nadien, yang sebagai model tentu menjadi sorotan. Apa lagi, acara itu langsung ditayangkan diberbagai stasiun televisi.
Yang lebih bahagia di sini adalah bu Ranum, wanita itu sangat antusias menyambut tamu yang datang, apa lagi akan hadirnya calon cucunya yang sudah didambakan sejak dulu.
__ADS_1
Jihan dan suaminya pun tak kalah bahagia, apa lagi dengan Ardinata yang ia yakini kalau tak akan lama lagi istrinya pasti hamil. Tak mandang umur jika soal rezeki. Ia anggap anak adalah anugrah yang harus disyukuri. Sejak kejadian di hotel kemarin membuat Ardinata tak melepaskan genggaman tangannya, sampai sang istri merasa malu.
Sahara melihat tingkah orang tuanya, seperti pengantin baru saja sikapnya itu. Namun, ia bahagia karena sang mama memiliki pasangan yang begitu mencintainya. Sikap Ardinata sangat serupa dengan Juan.
"Aku bahagia sekali," kata Sahara.
"Aku juga, apa lagi melihat mereka," jawab Juan sambil melihat keromatisan orang tuanya. "Dari dulu, papa sangat romantis dia sangat mencintaimu mama-mu. Dan aku juga sangat mencintaimu, sayang," bisik Juan. Pria itu menghirup aroma tubuh istrinya. Betapa rindunya ia, menunggu itu sangat melelahkan. Sampai saat ini Juan masih berpuasa.
"Jangan begitu, malu dilihat orang," kata Sahara.
__ADS_1
"Kenapa mesti malu? Aku memeluk istrinya," jawab Juan apa adanya.