Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Pengawal


__ADS_3

"Ma ... Ku mohon jangan seperti ini, aku tidak punya uang banyak," kata Nadien.


"Kamu pelit, papamu juga mulai perhitungan sama Mama," kata Sonia.


"Karena papa diambang kebangkrutan, Ma. Uangku dipakai sama papa untuk saham," jelas Nadien.


"Bangkrut? Jangan becanda deh, kemarin papa masih ngasih uang ke Mama," kata Sonia.


Tanpa sepengetahuan Sonia, perusahaan suaminya mengalami penurunan. Ditambah, hidup Sonia yang selalu berwara-wiri. Bahkan Nadien mulai membantu keuangan keluarganya. Mungkin ini karma untuk Sonia, selalu menyepelakan orang-orang disekitar.


"Mama sadar dong, Ma. Mau sampai kapan seperti ini terus?"


"Maksudmu seperti ini, apa?" tanya Sonia.


"Berhenti buat orang susah, kemarin Mama 'kan yang menjebak Juan? Mama tega sekali melakukan itu padaku, aku bisa berusaha keras untuk membantu keuangan kita. Tapi tidak begini caranya, Ma."


Sonia terdiam karena ia memang merasa melakukannya, Sonia begitu berambisi demi keinginannya agar tercapai. Ia sampai menghalalkan segala cara.


"Aku minta ini yang terakhir Mama berulah, Mama sadar bahwa ini salah. Aku sudah mencoba mengikhlaskan semuanya."


"Kamu terima, tapi Mama tidak! Dia hanya gadis bayaran yang Mama suruh, dia memanfaatkan keadaan, Nadien. Mama yakin Juan masih mencintaimu, kenapa kamu polos banget sih!" sentaknya. "Kamu pikirkan sebelum terlambat, kalau Juan kembali kita tidak akan susah." Sonia terus mencuci otak anaknya.


"Kalau keinginan Mama seperti itu, sebaiknya Mama pulang. Berdoa agar perusahaan papa bisa bangkit lagi," terang Nadien yang mulai kesal. Setelah itu Nadien pergi ke kamar mandi. Di dalam sana ia merenung, mengingat kejadian kemarin.


"Apa yang terjadi setelah aku pergi kemarin? Apa mereka baik-baik saja?" Nadien ingat bahwa Sahara tengah hamil, ditambah Juan dengan kondisinya yang seperti itu. Karena penasaran, ia pun mengubungi Rani, siapa tahu gadis itu tahu sesuatu. Nadien terkejut saat mendapati kabar dari Rani. Dan Rani tahu semua dari Maya karena mereka masih saling terhubung mengenai kontrak kemarin.


"Apa aku temui mereka dan minta maaf?" gumamnya. Bagaimana pun, itu terjadi karena ulah mamanya. Nadien takut Juan akan membawa ini ke jalur hukum karena tindakan mamanya yang gegabah.


***


Di rumah sakit


Sahara tengah disuapi makan oleh suaminya. Sahara masih belum diperbolehkan banyak bergerak. Juan menyuapinya sambil melamun sampai ia salah mengarahkan sendok.


"Aduh maaf," ucap Juan saat ia menyadari bahwa sendok yang ia sodorkan mengenai pipi istrinya.

__ADS_1


Sahara menghela napas. "Kamu kenapa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Sahara.


"Aku tidak bisa menjagamu 24 jam, kalau aku pergi siapa yang akan menunggumu selama itu?" kata Juan.


"Aku bukan anak kecil yang harus dijaga 24 jam, aku sudah dewasa. Yang harusnya dijaga itu kamu, kamu perlu pengawal." Lalu, Sahara pun jadi ikut berpikir siapa yang pantas menjadi pengawal untuk suaminya? Karena ia yakin kalau Sonia masih akan mengganggu suaminya.


"Aku tau siapa orangnya," kata Sahara.


"Siapa? Aku tidak butuh pengawal."


"Setidaknya kamu butuh asisten pribadi, Maya tidak bisa menjadi asisten pribadimu. Dia wanita. Mungkin dulu kamu tidak butuh pengawal karena semua orang belum tau siapa kamu," kata Sahara. Setelah mereka menikah, semua orang hampir tahu siapa Juan. Ia ahli waris satu-satunya keluarga Ardinata. Pengusaha terkenal diberbagai macam produk.


"Tidak usah mikir lagi, aku khawatir terjadi seuatu padamu."


"Lalu siapa menurutmu yang pantas menjadi asistenku?"


"Aku hubungi dia dulu, kalau aku yang memintanya pasti dia mau." Sahara pun mulai menghubungi orang itu. Sahara mempercayakan ini pada Novan, Novan orang yang tepat jika dijadikan asisten pribadi. Meski hidupnya di kampung, tapi Novan pintar dalam segala hal. Bahkan jago bela diri.


***


Ting ...


Ponsel Novan berbunyi, sebuah pesan masuk ke dalam ponsel. Sahara mengirim sebuah foto. Novan yang melihatnya sangat terkejut, melihat foto Sahara yang terbaring di atas brankar. Lalu ia kembali menghubungi Sahabatnya itu.


"Ra, kamu kenapa? Kamu sakit apa?" tanya Novan yang khawatir. Bahkan Novan menghubungi Sahara lewat vidio call.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya mau kamu menerima tawaranku. Kalau tidak kamu jangan lagi menemuiku!" ancam Sahara.


Novan bukan tidak mau, ia malas berhubungan dengan Juan. Sejak awal bertemu sudah tidak bersahabat. Namun, Sahara malah mengancam.


"Oke, aku lakukan ini karenamu, bukan karena suamimu itu." Novan tidak menyukai Juan karena pria itu menikahi Sahara tanpa izin kepada Sahida, terus membuat orang-orang berpikir bahwa Sahara menikah karena uang. Semua orang menilai Sahara buruk karena pernikahannya yang mendadak, ditambah lagi kini wanita itu sudah hamil dan usia kandungannya melebihi usia pernikahannya.


Sahara tersenyum di layar ponsel itu, lalu Novan putuskan untuk menjenguk Sahara di rumah sakit. "Aku akan menjengukmu," kata Novan.


"Jangan beritau nenek soal ini, aku baik-baik saja. Aku takut nenek cemas karena keadaanku."

__ADS_1


Percakapan mereka pun akhirnya berakhir. Novan langsung pergi ke rumah sakit. Setibanya di sana, ia tak sengaja menabrak seorang wanita. Wanita itu terlihat aneh, bahkan wajahnya disembunyikan. Memakai masker, kacamata serta penutup kepala.


"Maaf," ucap Novan.


Namun wanita itu tak bersuara, wanita itu langsung pergi begitu saja.


"Aneh sekali, apa tampilanku terlihat aneh." Novan melihat ke arah dirinya sendiri. Tidak ada yang aneh, ia pun melanjutkan perjalanan menuju ruang VVIP yang sudah diberitaukan oleh Sahara.


***


Di ruang VVIP


Novan melihat Sahara terbaring, wajahnya masih terlihat pucat. Lalu menoleh ke arah Juan, wajah pria itu sangat tidak bersahabat. Novan bisa menebak bahwa Juan tidak menyukainya karena berpikir ia memiliki perasaan pada Sahara. Namun, Novan tidak peduli karena ia datang atas keinginan sahabatnya itu.


"Ra, apa yang terjadi padamu?" tanya Novan.


"Dia baik-baik saja, tidak perlu khawatir seperti itu," sahut Juan.


"Aku bertanya padanya, kenapa kamu yang jawab?" cetus Novan.


"Karena aku suaminya," terang Juan.


Sahara menepuk kening, bagaimana bisa jadi asisten kalau bertemu saja sudah seperti kucing dan anjing, pikirnya.


"Setiap bertemu kalian pasti bertengkar," kata Sahara. "Kalian tau gak itu pertanda apa?" tanya Sahara.


"Apa?" tanya mereka bersamaan.


"Tuh 'kan, kalian kompak. Aku rasa kalian cocok," ucap Sahara.


Juan dan Novan langsung melihat ke arah satu sama lain. Lalu saling bergidik, membayangkan kata cocok seperti apa maksud Sahara.


"Kalian cocok kalau bekerja sama. Novan jago bela diri, dan kamu butuh asisten pribadi, berjaga-jaga takut ada orang jahat."


Mendengar orang jahat, Novan jadi teringat wanita misterius tadi. Apa yang dilakukan orang aneh itu? Bahkan penampilannya pun mencurigakan.

__ADS_1


__ADS_2