Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Juan vs Novan


__ADS_3

Tangan Sahara sedari tadi berada dalam genggaman suaminya, Juan memainkan jari jemari lentik istrinya itu. Tak lama, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.


"Sahara ...," panggil orang itu yang tak lain adalah Sahida.


Mendengar namanya dipanggil, Sahara menarik tangannya dan Juan melepaskannya. "Biar aku yang menemuinya," Ucap Juan sembari beranjak dari tempatnya.


"Ya, Nek," kata Juan setelah pintu terbuka.


"Nenek hanya ingin melihat keadaan Sahara, dia tidak apa-apa 'kan?" tanya Sahida.


"Nek ...," panggil Sahara dari dalam kamar, Sahara pun menemuinya berjalan dengan tertatih.


"Kaki mu masih sakit?" tanya Sahida. "Mumpung ada Novan, kamu minta urut saja sama dia," ucapnya.


"Tidak usah, Nek. Aku sudah tidak apa-apa, lagian tadi sudah diurut sama suamiku," jawab Sahara.


"Hemm, baiklah kalau begitu. Kamu istirahat saja," ujar Sahida. "Nak Juan, Nenek mau minta izin boleh?" tanya Sahida.


"Izin apa, Nek?" tanya Juan.


"Kan ini sudah sore, cuaca juga sudah mendung. Nenek minta izin Ranum sama Novan menginap di sini, sekalian besok Nenek mau pulang bersama mereka. Katanya, rumah ..." Ucap Sahida menggantung karena melihat Juan meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.


Mengisyaratkan bahwa Sahida jangan membahas soal rumah yang sedang direnovasi karena Juan akan memberikan kejutan soal itu.


"Rumah apa, Nek?" pungkas Sahara, lalu ia menoleh ke arah suaminya. "Kalian kenapa sih? Matamu kenapa? Kelilipan?" tanya Sahara saat melihat Juan mengedipkan matanya beberapa kali.


"Rumah bi Ranum bocor, makanya mau nginap di sini," jawab Sahida cepat agar Sahara tidak curiga.


"Oh ... Aku kira rumah kita yang bocor, Nenek 'kan tau rumah kita sudah tua." Sahara menghela napas karena sedih jika mengingat rumahnya yang sudah reot.


"Ya sudah, kamu istirahat saja," ucap Sahida. "Ajak istrimu kembali ke kamar," titahnya pada Juan.

__ADS_1


"Iya, Nek." Jawab Juan lalu menutup pintu. "Emangnya Novan bisa ngurut?" tanya Juan pada istrinya.


"Bisa, tapi dia bukan tukang urut. Novan sering mengurut kaki ku yang sering terkilir," jawab Sahara.


"Dia perhatian ya sama kamu? Mulai saat ini, kalau kamu mau bertemu dengan siapa pun harus izin padaku, termasuk dengan temanmu itu." Sahara iya-iya saja.


***


Hari sudah mulai gelap, Sahida dan yang lainnya tengah berada di ruang makan. Mereka menunggu si pemilik rumah untuk berkumpul, tapi tidak ada tanda-tanda mereka akan datang.


"Nek, apa tidak sebaiknya Sahara dipanggil?" kata Novan.


Belum Sahida menjawab tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang Sahida.


"Sahara lagi istirahat, dia tidak bisa makan malam bersama," ucap Juan. "Jadi kalian makan saja duluan, aku kesini mau siapkan makan untuknya," tutur Juan.


"Biar aku yang ambilkan," kata Novan. "Sahara suka makanan ini." Ucapnya sambil mengambil piring lalu mengambil nasi secukupnya dan lauk kesukaan Sahara.


"Sahara istriku, jadi biar aku saja yang mengambilnya," kata Juan.


"Sahara juga sahabatku, dia selalu minta tolong bahkan kami sering makan sepiring berdua," kata Novan.


"Tapi itu dulu, sekarang ada suaminya yang akan melayaninya, jadi kamu tidak perlu repot-repot." Juan tak lagi berucap, ia langsung menyiapkan makanan untuk istrinya. Dan Novan mengalah karena ibunya menyuruh untuk diam.


Juan langsung kembali ke kamar setelah mengambil makanan. "Dia kira dia siapa?" sungut Juan sambil berjalan di tangga. Ia rasa, Novan tak sekedar sebagai sahabat, sikap Novan yang sok perhatian pasti ada sesuatu di balik itu.


***


"Kamu makan sendiri, aku mau mandi," kata Juan setibanya di kamar. Tubuhnya mendadak gerah, ia harus meredam amarahnya karena terpancing oleh Novan. Hampir setengah jam ia berada di dalam kamar mandi, setelah itu kembali ke kamar dan tak melihat istrinya di sana.


Bohong besar jika ia tak cemburu soal kedekatan Sahara dengan seorang pria. Meski belum mencintainya, tapi hati seorang suami akan merasa tidak suka jika istrinya didekati oleh orang lain. Dan itu fakta bahwa perasaan kita akan peka terhadap sesuatu yang kita miliki bila direbut orang lain, rasanya sakit.

__ADS_1


Juan langsung memakai pakaiannya dengan sangat cepat, ia ingin segera menyusul istrinya. Ia yakin kalau istrinya pasti bersama Novan. Dan benar saja, Sahara sedang bersama Novan. Menonton tv bersama, mereka terlihat sangat akrab. Mereka sedang menonton sepak bola, Sahara dan Novan sangat berisik karena geregetan.


Lalu, Sahara melihat kedatangan suaminya. "Sini, duduk di sini." Sahara menepuk sofa di sisi kiri, menyuruh suaminya duduk di sampingnya. "Lagi seru, sini cepet!" Sahara menepuk kembali sofa tersebut.


Mau tak mau, Juan ikut duduk bersama mereka. Sahara berada di tengah-tengah, tapi Juan tak ingin istrinya berada di tengah. Sehingga Juan duduk di posisi Sahara.


Sahida dan bi Ranum melihatnya. "Van, kamu pindah jangan duduk di situ," kata ibunya.


"Apa sih, Bu. Aku 'kan lagi nonton," tolak Novan tak ingin pindah.


"Tidak apa-apa, Bi. Biarkan saja Novan duduk di sini," timpal Sahara. Karena ia tidak tahu kalau suaminya ternyata tidak menyukai ini, ia pikir ini tidak akan apa-apa karena Novan sahabatnya. Tanpa dikatahui Sahara, Juan mendadak kesal karena Novan tak kunjung pindah dari tempat duduknya.


Juan BT, Sahara mengacuhkannya. Istrinya begitu asyik menonton sepak bola. "Aku tidur duluan," ucap Juan, lalu pria itu bangkit dan langsung ke kamar.


Juan kenapa? Ini kan belum terlalu malam, baru juga jam delapan.


Karena Juan sudah ke kamar, Sahara pun pamit pada Novan juga kepada yang lainnya. Ia lebih memilih bersama suaminya karena pria itu sedang membutuhkan teman. Sahara pikir hati suaminya masih kacau dan ia harus menghiburnya.


Sahara berjalan tertatih menaiki anak tangga. Novan tidak tega melihat Sahara kesakitan, jadi ia membantunya melewati anak tangga. Dan kejadian itu harus disaksikan oleh Juan, Juan yang tidak suka Novan menuntun istrinya, ia mengambil alih Sahara dari Novan.


Juan menggendong Sahara. "Terima kasih sudah membantu istriku," ucap Juan pada Novan. Sahara merasa aneh dengan sikap suaminya, ini bukan bentuk perhatian melainkan ketidaksukaan.


"Kamu cemburu aku dekat dengan Novan?" tanya Sahara setelah Juan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Kalau kakimu masih sakit jangan memaksakan diri naik turun tangga," kata Juan. Sahara tanya apa, Juan jawab apa? Dan itu buat Sahara semakin aneh.


"Gak nyambung," kata Sahara.


"Tidur, sudah malam. Besok aku mau tunjukkan sesuatu." Juan menarik selimut dan menutupi tubuh Sahara. Dan Juan sendiri mengambil bantal dan langsung ke sofa.


"Apa kita akan tidur terpisah seperti ini terus?" Pertanyaan Sahara menghentikan langkah suaminya. "Kamu itu sebenarnya kenapa? Kamu tidak suka aku dekat dengan, Novan?"

__ADS_1


"Aku sudah bilang, jangan bahas orang lain kalau kita sedang berdua," kata Juan. "Kita akan tidur terpisah selagi kamu belum mencintaiku," jawab Juan.


"Kamu aneh, kenapa harus menunggu aku mencintaimu? Kita suami istri, dan harusnya tidur bersama, bukan terpisah seperti ini. Cinta atau tidak kita harus satu ranjang," kata Sahara.


__ADS_2