Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Surga Dunia


__ADS_3

Kediaman Ardinata.


Tengah malam, baby Han terbangun. Bayi mungil itu tengah haus, tapi sepertinya Sahara tidur dengan sangat nyenyak. Sementara Juan, ia langsung terbangun saat mendengar baby Han menangis. Juan membuktikan diri bahwa ia akan menjadi suami siaga.


Juan buru-buru terbangun dan langsung meraih tubuh baby Han dengan sangat hati-hati. Ia itu masih belajar menggendong bayi. Ia juga langsung membuatkan susu formula untuk anaknya itu. ASI istrinya belum subur, sehingga baby Han harus dibantu dengan susu formula.


"Cup, cup, cup ya, sayang ... Sebentar lagi susunya jadi," ucap Juan.


Sahara mendengar dan terbangun, ia tersenyum melihat suaminya yang sedang menenangkan putranya. Lalu ia kembali menutup mata seolah tidur karena ia ingin melihat momen suaminya bersama anaknya. Beberapa saat, ia tak tega melihat suaminya itu. Juan terus menguap saat menggendong baby Han.


"Aku berisik ya sampai membangunkanmu tidur?" tanya Juan melihat Sahara terbangun dan sudah duduk di tepi ranjang. "Lanjut tidur saja, biar aku yang menjaga, Han," ucap Juan lagi.


Biar Juan yang menjaga di malam hari, dan besoknya baru istrinya. Ia tak ingin waktu istirahat istrinya terganggu.


"Aku haus, bisa tolong ambilkan minum? Biar aku yang jaga Han," kata Sahara.


Juan mengalihkan baby Han pada istrinya, sementara ia langsung mengambil minun di sudut ruangan yang terdapat tempat minum di sana. Padahal, itu hanya akal-akalan Sahara saja agar suaminya mau memberikan baby Han kepadanya.


Juan sudah kembali dan membawakan segelas air minum. Ia meletakkan gelas di atas nakas dan hendak kembali mengambil babay Han. Tapi Sahara tidak memberikannya karena ia melihat mata suaminya sudah merah menahan kantuk.


"Tidurlah, Han anteng kok. Jadi tidak perlu di gendong, aku mau coba kasih ASI padanya biar bisa tidur," kata Sahara lagi.


"Han sudah minum susu, mungkin dia belum ngantuk makanya belum tidur lagi," ucap Juan.


"Bukan belum ngantuk, bayi memang seperti ini. Dia akan tidur nyenyak pada siang hari dan .alam harinya begadang. Tidak apa-apa kok, biar aku saja yang menemaninya," jelas Sahara.


"Baiklah, tapi kalau kamu ngantuk dan baby Han belum tidur juga kamu bangunkan aku saja ya?" Sahara mengangguk, lalu meraih gelas di atas nakas dan meminumnya hingga tandas.


Lalu ia mencoba memberikan ASI-nya, baby Han pun melahap putin*nya. Sahara sedikit meringis, bayi itu cukup kuat saat memompa payudar*nya. Dan Juan melongokan wajah sambil menghembuskan napas dengan berat. Gunung kembar itu kini sudah ada pemiliknya sehingga ia tak dapat lagi memompanya.

__ADS_1


***


Keesokan paginya.


Di kediaman Novan.


Nadien dan Novan masih tertidur, dan beberapa saat kemudian Nadien terbangun lebih dulu. Ia melihat tubuhnya yang tak memakai baju, hanya bra berwarna hitam yang melekat di tubuhnya. Lalu menoleh ke arah suaminya yang masih tidur pulas.


Kini ia sudah merasa baikkan karena suaminya telah memijatnya tadi malam. Karena usil, Nadien mencoba membangunkan suaminya dengan menyentuh bibir suaminya dengan jari. Sampai Novan merasa geli dan membuka matanya.


"Nakal," kata Novan.


Nadien menyentuh wajah suaminya. "Kamu sakit? Tubuhmu juga hangat, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Nadien.


"Tidak, aku hanya butuh asupan," jawab Novan jahil. "Aku mau ini." Novan langsung meraih benda kenyal yang terekspos jelas di hadapannya.


"Biarin, tapi kamu suka 'kan? Aku buat kamu semakin menyukainya." Novan mengeluarkan benda kenyal itu dari tempatnya. Ia mulai memainkan ujungnya dengan lidah, sampai Nadien merem melek menikmatinya.


Nadien juga menjambak rambut suaminya karena tak dapat menahan permainan suaminya yang sering membuatnya mabuk kepayang.


"Eemmm," lenguh Nadien menggigit bibir bawahnya.


"Aku menginginkannya, sayang," bisik Novan di telinga setelah ia melepaskan tautan bibirnya dari benda kenyal itu.


Sesaat, mereka saling tatap. Di mata mereka penuh cinta yang menggelora. Pagi-pagi begini memang sangat cocok untuk bercinta, ditambah lagi dengan cuaca yang mendung. Nadien merebahkan tubuhnya dan Novan mulai mengungkung tubuh mungil itu. Menyentuh tubuh istrinya, buah dada yang sangat mengkal lalu kembali menghisapnya dengan dalam.


Tangannya mulai merambah ke bawah sana. Perlahan melepaskan celana istrinya, dan hanya menyisakan segitiga yang warnanya senada dengan bra. Novan melepaskan tautan dari gunung itu, ia menurunkan ciumannya ke perut dan terus ke bawah. Hingga terakhir berhenti di bagian paling sensitif. Menciuminya dengan sedikit rakus, lalu membukan kedua paha istrinya.


Ia meletakkan kaki itu di pundaknya, sehingga posisi Nadien semakin membuatnya menegang. Novan meletakkan jari di atas segitiga itu, lalu menyelipkan tangan dan menyikap CD itu. Lalu kembali mendaratkan lidah di sana.

__ADS_1


Nadien semakin kalang kabut, ia merasakan sesuatu menari-nari. "Aaahhhh ....," desa* Nadien. Pinggulnya terus bergerak karena menikmati permainan suaminya.


Semakin hari, Novan semakin pintar membuat istrinya merasa terbang ke awan. Detik kemudian, tubuh Nadien menegang merasakan kedutan di bawah sana. Dan Novan merasakan sesuatu di lidahnya. Lalu ia menarik diri dan melihat istrinya dengan napas tersengal. Dadanya naik turun seakan ada ritme yang membuatnya seperti itu.


Nadien menarik tubuh suaminya dan ia mulai menciumi wajah Novan sedikit bringas. Ini yang disuka oleh Novan. Istrinya akan berbalik menyerangnya seakan menagih lagi-lagi dan lagi.


"Buat aku semakin jatuh cinta padamu," bisik Novan.


Nadien merubahkan posisi, kini ia yang berada di atas tubuh suaminya. Mengecupi semua tubuh suaminya tanpa terkecuali. Entah sejak kapan Novan tidak mengenakan kaosnya. Nadien juga menyentuh bagian bawah suaminya yang sudah menegang sejak tadi. Dan ia melepas boxer suaminya. Hingga terpang-pang jelas benda panjang itu sudah berdiri tegak.


Tanpa menunggu lama lagi, Nadien melahapnya.


"Uuhhh ... Yeaahhh ...." Novan sangat puas karena ini pertama kali Nadien melakukannya. "Ya, terus, sayang." Novan merapihkan rambut panjang istrinya mencekalnya dengan jari jemarinya.


Wajah Nadien maju mundur karena mengulum milik suaminya. "Aahhhhhh ...." Suara Novan terus menggema tiada henti. Ia sudah tidak tahan menahannya, sampai ia membalikkan posisi. "Aku sudah tidak kuat," kata Novan.


Ia pun mulai melancarkan aksinya, membuka kedua paha istrinya dan mulai memasukkan benda panjangnya ke tubuh istrinya. Tubuh Nadien ikut bergoyang karena Novan menghentakkan tubuhnya sedikit kasar.


"Aahhhh ...." Desa*an Nadien pun keluar, dan itu membuat Novan semakin bersemangat. Hujaman demi hujaman dirasakan oleh model cantik itu. Permainan kali ini sangat berbeda, keduanya dikuasi na*su yang sangat menggila.


"Ah, ya ... Sebentar lagi punyaku akan keluar," kata Novan yang masih sibuk mendorong pinggulnya maju mundur. Detik berikutnya, Novan dan Nadien mengerang bersamaan.


Sang istri memeluknya erat, keduanya menikmati surga dunia itu.


...----------------...


Lanjut, masih ada rekomendasi hari ini silahkan mampir.


__ADS_1


__ADS_2