Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda

Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda
Darah Segar


__ADS_3

Juan kalang kabut, ia terus menelan saliva saat melihat wajah cantik Nadien.


"Kamu kenapa? Apa yang terjadi padamu?" tanya Nadien. "Sadar, Juan!" sentaknya lagi.


Juan hilang kesadaran, yang ia inginkan saat ini menyalurkan hasratnya. Juan terus mendekat ke arah Nadien, dan wanita itu terus menghindar. Kini Nadien menyadari apa yang terjadi pada pria itu.


Plak ...


Nadien menampar Juan agar tersadar. Bukannya tersadar, Juan malah marah dan semakin menjadi. Nadien menghindar, bahkan ia melempar barang apa saja yang ada di dekatnya. File yang tadinya rapi di atas meja kini sudah berantakkan karena Nadien lemparkan ke arah Juan.


"Jangan gila kamu, Juan!" sentak Nadien.


"Bantu aku, bantu aku ...," teriak Juan.


"Aku harus bagaimana?" gumam Nadien. "Ini pasti ulah mama, ya Tuhan ... Apa dosaku?" kesal Nadien.


Juan langsung memeluk dan hampir mencium Nadien, bahkan tangannya sudah mulai meraba-raba tidak jelas. Juan mendororng tubuh Nadien ke sofa, sehingga wanita itu tak berkutik karena Juan mengunci tubuhnya dengan tangan. Juan terus mencoba mencium bibir Nadien, tapi gadis itu berusaha menghindar dengan membalikkan wajah ke kanan dan ke kiri.


Nadien sudah menangis karena ulah Juan. "Ku mohon sadar, jangan lakukan ini padaku," lirih Nadien.


Juan melepas res sleting di belakang dengan paksa sehingga pakaian itu robek. Nadien gemetar dan terus meronta menghindari serangan pria itu. "Ingat istrimu, Juan." Namun Juan tak bergeming, tubuhnya terasa terbakar. Ia sudah siap dengan kepemilikannya yang sudah dalam mode on.


Juan membuka paha Nadien, dan tubuh Juan berada dalam apitan kedua paha gadis itu. Kaki jenjangnya sangat membuat Juan semakin tergoda. Tangannya mulai menyentuh kepemilikan model cantik itu. Pada saat itu juga.

__ADS_1


Brakkk ...


Pintu terbuka.


Sahara terkejut melihat posisi Juan yang tengah berada di atas tubuh Nadien. Ia tak menyangka bahwa kegelisahanya adalah sebuah firasat, apa yang dilakukan suaminya? Sahara langsung menarik tangan Juan agar terlepas dari tubuh Nadien.


Plak ...


Untuk yang kedua kalinya Juan mendapatkan tamparan. "Apa yang kalian lakukan di belakangku? Kamu tega sekali melakukan ini padaku!" Sahara menangis karena merasa dikhianati, namun tak ada respon dari Juan. Pria itu benar-benar sudah mode on.


Dan untuk Nadien, ia tak ingin ikut campur. Gadis itu beranjak dan membetulkan pakaiannya. Sahara sudah datang tak seharusnya ia berada di sana. Dengan ikhlas ia pergi karena ia tahu apa yang akan terjadi di antara mereka. Aksi Sonia bukan membuat Juan kembali padanya, Nadien semakin terluka karena percintaan yang akan terjadi hari ini.


Ada yang merasa aneh pada suaminya, Sahara membiarkan Nadien pergi. Ia tak ada waktu untuk mengurus wanita itu, suaminya lebih penting karena lambat laun Sahara menyadari apa yang terjadi pada suaminya karena Juan berpaling padanya saat ia menarik tangannya.


"Sahara ...," teriak Juan. "Panas, Sahara. Bantu aku," teriaknya lagi. Dosis kali ini melebihi dosis yang pernah diberikan oleh Sahara waktu itu. Juan berontak lalu menciumi istrinya dengan kasar.


"Juan sadar, ini aku. Jangan seperti ini, kamu bisa menyakitiku." Sahara berusaha menghindar karena ia takut Juan melakukannya dengan kasar. Kandungannya masih terlalu lemah jika harus bermain kasar seperti ini. "Juan hentikan!" teriaknya lagi.


Juan mencengkram pinggang Sahara, lalu dengan kasar ia mere*as payu*ara istrinya. Sahara kesakitan saat mendapati itu. Tanpa sadar, Juan merobek baju yang dikenakan Sahara. Sahara pasrah dan tak bisa melawan, kalau melawan Juan akan semakin brutal karena hasratnya tak tersalurkan.


Di ruangan itu terdapat sebuah kamar khusus, tempat di mana Juan selalu mengistirahatkan tubuhnya kala sedang penat dengan kerjaannya. Juan menghempaskan tubuh Sahara di tempat tidur. Lalu melepas pakaiannya dengan kasar. Ia pun melepas pakaiannya sendiri. Tanpa pemanasan, Juan langsung menghujam tubuh istrinya.


Hanya teriakan mengaduh dari ibu hamil itu. Juan benar-benar hilang kendali seakan tak mendapatkan kepuasan dari permainannya. Ia terus mengganti posisi sehingga Sahara benar-benar tak berdaya. Entah berapa kali ia mencapai kli*aks. Sahara sudah tidak kuat lagi menahan rasa nyeri dibagian pangkalnya, perutnya terasa bergejolak dan sangat sakit.

__ADS_1


Sahara hanya bisa menangis mendapati tubuhnya yang terasa sakit. Entah berapa jam Juan melakukan itu dengan Sahara. Untuk kesekian kalinya, Juan mengerang. Dan ia pun sudah merasa lelah hingga akhirnya ia tertidur dengan sendirinya.


***


Nadien yang merasa terpukul dengan kejadian barusan pun menangis. Juan berhasil mere*as dadanya. Tapi ia masih beruntung karena Sahara datang tepat waktu kalau tidak akan lain ceritanya. Hubungannya akan semakin rumit.


Rani yang bersama Nadien kala itu merasa sangat bersalah. Ternyata ini reaksi obat yang diberikan oleh Sonia padanya. Ya Tuhan ... Aku tak menyangka kalau tante Sonia nekat. Padahal ini bukan salah pak Juan.


"Putar balik," ucap Nadien pada supirnya. Nadien marah pada ibunya karena ini sudah keterlaluan. Ia tahu niat Sonia ingin mengembalikan hubungan mereka, tapi cara wanita itu salah. Sonia merendahkan harga dirinya. Nadien banyak belajar tentang hidup dari Juan. Lelaki itu selalu menjaga kehormatannya selama berpacaran.


***


Beberapa jam, Juan tertidur dengan pulas. Dan Sahara pun berada di sampingnya. Pada malam hari, Juan tersadar. Ia membuka mata secara perlahan. Masih setengah sadar, Juan mencoba mengingat kejadian. Lalu, ia menoleh ke arah samping. Melihat Sahara tertidur dengan wajah pucat. Juan mengingat apa yang terjadi, dari mulai Nadien hingga kedatangan Sahara.


Setelah ingatannya pulih, Juan langsung beranjak. Melihat sekujur tubuh istrinya yang polos, ia membangunkan Sahara.


"Sayang, bangun," ucap Juan. Tapi Sahara tak kunjung bangun, wajahnya sangat pucat. Sahara tidak tertidur melainkan jatuh pingsan karena mendapat serangan bertubi-tubi darinya.


"Sahara, bangun ..." Juan mengguncangkan tubuh istrinya, namun tetap tak ada respon. Lalu, Juan menyikab selimut yang dikenakan Sahara. Melihat ke area pangkalnya. Juan terkejut.


"Darah?" ucapnya. "Sahara, bangun Sahara ..." Merasa ada yang tidak beres, ia segera mengenakan pakaian. Namun, baju Sahara telah robek karena ulahnya. "Apa yang aku lakukan sampai baju ini robek?"


"Sahara ...," teriak Juan. Sahara tak sadarkan diri. Melihat bercak darah itu membuat Juan menangis karena bagaimana pun ada anak dalam kandungan istrinya. Juan membalut tubuh Sahara dengan selimut, lalu menggendongnya dan segera pergi dari kantor yang sudah sepi, entah jam berapa sekarang, yang jelas sudah tidak ada siapa-siapa di sana.

__ADS_1


__ADS_2