
"Anak Ibu sudah tampan sekali," puji Ranum.
Novan hanya tersenyum menimpali pujian dari ibunya. "Doakan aku ya, Bu. Semoga anakmu menjadi kebanggaan."
"Ibu selalu mendoakanmu, kerja yang bener jangan buat malu Ibu. Pak Juan sedang memberikan kepercayaan padamu, jangan seperti kemarin Sahara sampai telepon Ibu." Ranum tahu Novan tidak datang ke kantor hari kemarin, tapi ia tak tahu bahwa Novan ketahan oleh calon mertuanya.
"Iya, Bu. Hari ini aku datang ke kantornya aku juga sudah minta maaf pada Rara, dia ngerti kok. Ya udah, aku pamit, Bu." Novan mencium tangan ibunya sebelum pergi. Kini, Novan tak lagi menggunakan motor bututnya. "Maaf ya jagur, kali ini aku tidak membutuhkanmu." Novan mengelus jok motornya.
Sahara memberi pinjam mobilnya kepada Novan, karena belum bekerja jadi ia belum mendapatkan fasilitas dari kantor. Tapi, Juan sudah berjanji akan membantu Novan sampai mendapatkan Nadien meski dengan cara licik sedikit. Meyakinkan kedua orang tuanya Nadien dan Juan juga memang harus ikut bertanggung jawab. Novan menjadi kambing hitam gara-gara Juan berkata, 'Novan jauh lebih kaya darinya'.
***
"Kemarin kemana? Aku tunggu-tunggu tidak datang." Baru saja Novan tiba di ruangan Juan dan baru mendudukkan diri, namun Juan sudah mengomel. "Kalau mau kerja datang tepat waktu, kalau bukan Sahara yang membujukku mana mau aku memperkerjakan karyawan pemalas sepertimu!" cetus Juan.
Novan mengaku salah, jadi ia hanya bisa diam dan tak mampu berkata-kata. Di sini, Juan adalah pimpinannya mau tak mau ia harus hormat dan patuh kepada pria yang selama ini ia pun kurang menyukainya. Kalau tidak ingat dengan tujuannya Novan ogah bekerja di perusahaan suami dari sahabatnya itu.
Novan hanya mengangguk-anggukan kepala agar Juan tidak lama-lama menegurnya dan memberikan ceramah di pagi ini.
"Jadi, apa pekerjaanku selain menjadi asistenmu?" tanya Novan.
"Untuk saat ini belum ada, kamu pelajari pekerjaanmu pada Maya dia yang akan memberitahu apa saja yang harus dikerjaan," kata Juan.
"Baiklah." Novan keluar dari ruangan itu dan langsung menemui Maya. Maya memberi arahan di depan layar laptop apa saja pekerjaannya. Novan mengerti dan langsung duduk menempati kursi yang diduduki Maya barusan.
"Bekerjalah dengan giat, pak Juan suka orang rajin apa lagi bisa diandalkan." Ucap Maya sambil menyentuh bahu Novan yang kekar sampai Maya merasa takjub.
Novan langsung melepas sentuhan Maya dan gadis itu hanya tersenyum kikuk. "Oh maaf, aku tak sengaja," ucap Maya. "Ya udah, aku kembali ke mejaku." Meja mereka berdekatan.
__ADS_1
Novan sangat serius dengan pekerjaannya, tak lama dari situ Juan keluar dari ruangannya. Pemimpin ARDINATA GRUP itu akan keluar dan Novan langsung sigap berdiri karena tahu bahwa hari ini akan keluar, Novan akan mengawal Juan untuk pergi.
"Ini kunci mobilnya," ucap Juan pada Novan. Novan menerima kunci mobil itu lalu menyusul kemana bosnya pergi.
***
"Mobilnya yang mana?" tanya Novan setelah berada di parkiran.
"Warna merah, kita akan menemui model-model cantik dan akan memilih salah satu di antara mereka untuk menjadi cover dalam prodak kita," kata Juan yang akan masuk ke dalam mobil. Novan mengangguk sambil membuka pintu mobil untuk bosnya itu.
"Model-model cantik," gumam Novan.
"Ayo cepat masuk, kenapa malah melamun," kata Juan. Novan pun langsung masuk lalu mengendarai mobil mewah milik Juan. Keluaran mobil terbaru yang sangat bagus sekali, di dalam Novan tak bisa berkata apa-apa saat melihat pemandangan di depan mata.
"Sahara beruntung sekali," gumamnya.
"Iya, maaf." Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Novan, ia menghela napas dengan panjang. Menemui model cantik, apa Nadien jadi seleksi? Aku harap dia ikut serta.
Bagaimana pun hubungan mereka belum jelas karena Novan belum menyatakan cinta secara langsung meski sudah tahu perasaan gadis itu karena kejadian semalam. Novan jadi teringat lagi soal semalam ia sampai senyum-senyum sendiri sambil menyentuh bibirnya.
"Fokus nyetir jangan melamun sampai senyum-senyum begitu!" omel Juan, lalu menggelengkan kepala.
***
Model-model cantik sudah berbaris, mereka menunjukkan pesona mereka. Model itu tengah menunggu kedatangan sang presdir, semua berlomba untuk mendapatkan pekerjaan ini. ARDINATA GRUP tengah mencari model yang akan diajak kerja sama dengan prodak terbaru mereka. Body lotion yang kini menjadi prodaknya. Tentu model yang dicari saat ini adalah dengan kemulusan kulit si model tersebut.
Juan dan Novan sudah sampai di lokasi. Model cantik akan mengikuti casting, dan Rani menyuruh Nadien ikut serta karena ini kesempatan bagi gadis itu untuk menjadi semakin terkenal bahkan sampai go internatinal.
__ADS_1
Nadien ikut deg-degan siapa sang presdir itu, hingga akhirnya Novan Juan sampai di ruangan. Nadien sangat terkejut ketika tahu siapa orangnya, saat melihat Novan, Nadien malah menyembunyikan diri di belakang model yang ada di depannya.
Kenapa harus dia? Duh bagaimana ini? Tiba-tiba saja Nadien jadi demam panggung tak biasanya ia seperti itu. Keadaannya yang bergetar malah menjadi pusat perhatian.
"Tolong, yang di belakang sana apa Anda baik-baik saja?" tanya salah satu yang menjadi juri.
Semua model menoleh ke belakang dan Nadien jadi pusat perhatian mereka terlebih Juan dan Novan. Novan tersenyum ketika tahu Nadien menjadi model yang ikut serta.
"Aku bisa pilihkan siapa yang menjadi modelnya," bisik Novan.
"Maksudmu? Model harus ikut seleksi karena model kali ini harus benar-benar sempurna apa lagi seluruh tubuhnya harus benar-benar oke tanpa noda sedikit pun," jelas Juan.
Novan jadi kikuk karena ia tak mungkin mengatakan bahwa ia tahu bagaimana tubuh Nadien. "Iya sih." Novan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah, jangan aneh-aneh emangnya kamu tahu? Atau jangan-jangan ..." Juan menduga kalau Novan sudah anu sama Nadien.
"Apa? Jangan berpikir yang tidak-tidak! Aku masih perjaka," kata Novan.
Akhirnya, model diseleksi sesuai aturan. Model cantik itu diperiksa sebelum tes kecerdasan, sudah seperti mengikuti ajang Miss universe benar-benar harus sempurna.
Hingga akhirnya, dari salah satu model itu secara fisik sudah terpilih, tinggal mengetes kecerdasan dinilai dari segi bahasa. Novan ikut deg-degan karena ia inginnya Nadien yang terpilih agar mereka selalu bertemu. Ia hanya bisa berdiri di belakang sang bos.
Beberapa juri mengangguk saat semua sudah melaksanakan tugasnya. Dan akhirnya, juri memutuskan Nadien Chandra Kirana sebagai model yang terpilih.
Novan jingkrak-jingkrak karena girang.
"Memalukan, apa-apaan kamu!" cetus Juan. "Dasar bucin."
__ADS_1
Bagaimana tidak senang? Novan memiliki kesempatan banyak bersama gadis itu. Ia ingin memperjelas hubungan mereka.