Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 25


__ADS_3

"Haaaahhh... rasanya lelah sekali." gumam Kenan menyenderkan tubuhnya pada punggungan kursi kerjanya.


Ken memejamkan matanya, sejenak menghilangkan lelahnya. Hingga tanpa dia sadari, waktu bergulir dalam lelapnya. Tanpa tau, Seorang gadis memasuki ruangannya.


Ken merasa geli di bagian tertentu di wajahnya.


"Apa ini?" batinnya."Sesuatu yang menggelitik di mulutku. Tunggu, ini...."


Ken membuka mata, melihat wajah Caty begitu dekat bahkan menempel padanya. Ken melirik kebawah.


"Bocaahh iiniii....." Kenan terdiam sejenak, "Rasa manis apa ini?"


Kenan kembali memejamkan matanya, menyambut rasa manis yang nagihin. Tangannya bergerak memeluk tubuh ramping Catty.


CEKLEEK!!


"Caty! Apa-apaan ini?"


Baik Caty maupun Ken sama-sama terkejut, Catty langsung bergegas berdiri menjauh. Sedangkan Ken,


"Sialan! Bos datang lagi." pikir Kenan terkejut,


"Di awal aku sudah tidur, jadi lanjutkan saja." pikirnya lagi.


Malvin melihat Ken yang masih memejamkan matanya diatas kursi, Catty berdiri dengan canggung disampaing.


"Apa yang kau lakukan disini, Cat?"


"Itu... Aku.... Mengantarkan bekal makanan." Catty menunjuk kotak bekalnya di meja.


"Hahahha... lucu sekali, Kau saja tak pernah membawakan ku bekal, bisa bisa nya kamu...."


"Sudahlah Dad, Aku masih ada tugas dibawah. Bye!"


Caty mengambil langkah kaki seribu. Berlari secepat mungkin dari ruangan itu. Malvin melirik Catty kesal. Malvin berjalan mendekat dan memukul kepala Kenan dengan berkas di meja.


"Jangan membodohiku dengan pura-pura tidur!"


Namun Ken masih tak bereaksi. membuat Malvin geram.


"Masih tak bangun juga?" Malvin semakin memukul tubuh Ken dengan berkas ditangannya.


Kepepet Ken pun terpaksa bangun juga.


"Aaaa.. iya Tuan. Maaf."


Ken langsung berdiri. Malvin menghela nafasnya.


"Kau ini sapi tua! Bagaimana bisa begitu bersemangat memakan daun mudaku?"


Malvin melempar berkas yang tadi dia pakai untuk memukul Ken ke meja.


"Heeeiissshh.. bikin kesal saja."


Malvin melangkah keluar pintu. Sedang Ken tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sialan! Kedua putri kecilku mau diembat pria-pria tak berahlak. Berani sekali mereka mencium anak gadisku. Aku tidak rela melepas mereka sekarang. Huuuhh... geramnya aku..."


Malvin menggerutu tak jelas sepanjang jalan.


***


####

__ADS_1


Caty terdiam didalam lift. Dia menyentuh bibirnya. Teringat akan ciumannya di ruangan Kenan.


Caty menggeleng kuat. Lalu tersenyum senang tak jelas. Dia bingung namun juga bahagia.


"Tadi itu.... Om Ken mimpi apa sih?" gumam Catty berpikir. "Rasanya, tadi Om Ken menuntut sekali, apa dia memimpikan masa lalunya? Kata Tante Sera, Om Ken tak bisa melupakan masa lalunya."


Haaaaaahhhh... Catty membuang nafasnya berat.


****


Ken masih berdiri diruangannya. Hanya terdiam.


"Kau, benar-benar sudah gilla Ken. Pedofil biadab."


Kenan memejamkan matanya, memelan ludahnya, dan menghembuskan nafasnya dengan sangat jelas.


Pria itu masih tak bisa menerima tindakannya sendiri. Tak bisa menerima perasaannya sendiri. Walau bagaimana pun Catty adalah gadis muda yang bersemangat. Bagaimana bisa Ken merasakan perasaan yang tak pantas, hingga Ken terus menerus menolaknya dan mengingkarinya.


Sore hari nya, Kenan pulang lebih awal. Dia berjalan hingga ke lobi. Dari sana si sapi tua melihat pasangan yang tak mengenakkan hati. Yup, di ujung jalan, Catty dan Tomy berjalan beriringan.


sesampainya di luaran, Tomy meninggalkan Catty. Dan membiarkan Caty berdiri didepan gedung. Ken tersenyum kecil. Dia berjalan mendekat, namun terhenti saat dilihatnya Tomy dengan motor kingnya berhenti tepat di depan Catty. Gadis itu membonceng di belakang. Tangannya melingkar di pinggang pria di depannya.


Tak sengaja, Caty menoleh melihat Ken yang mematung di tempatnya. Dengan wajah riang tanpa dosa Caty melambaikan tangannya. Lalu motor berisik itu bergerak menjauh.


Ken menyentak nafasnya. Dadanya terasa sesak, dan perih.


"Ada apa lagi dengan ku? Jangan bertingkah." gumam Ken menepuk nempuk dadanya.


Ken mengendarai mobilnya melaju mengikuti rute jalanan. Lucu itu bukan rute yang biasa dia lalui kala pulang ke apartemennya.


Ken melihat didepannya muda mudi yang sedang berkendara diatas motor king. Ken menyentak nafasnya.


"Apa-apaan itu? Lengket sekali? Apa mereka tidak kegerahan?" gumam Ken geram.


Ken melonggarkan dasinya dan membuka jasnya. Ken melewati pasangan itu. Terlihat itu Catty dan Tomy.


Caty juga sadar, dia hanya nebeng saja, dia juga tau Tomy sudah punya pacar. Tentu Caty tak ingin jika terlihat terlalu menempel pada Tomy. Takut salah paham.


"Apa ini? Kenapa nempel sekali?" tegur Ken yang sudah tak tahan melihat anak bosnya itu terlalu menempel dan bikin gerah.


Catty dan Tomy menoleh. Motor Tomy berhenti, bagitupun mobil Ken. Dia keluar dari mobilnya dan mendekat.


"Ada apa Om Ken?"


"Kenapa begitu menempel padanya?"


"Haaahhh?"


Tomy dan Caty saling berpandangan. Tomy pun menggeleng sambil melepas helmnya.


"Kalau Daddy melihat ini apa dia tidak marah?"


"Naik motor memang begini Om." ujar Tomy santai.


"Diam kamu anak muda."


"Haaaeeehhh...." Tomy menghela nafas sabarnya.


"Kau urus sajalah sendiri. Aku masuk duluan."


"Oke!" Caty menyatukan ujung jari telunjuk dengan jempolnya membentuk lingkaran. Sambil mengedipkan sebelah matanya.


Apa? Kenapa gadis ini genit sekali? batin Ken tambah kesal.

__ADS_1


"Dia teman ku Om."


"Aku tau." Ken tersenyum palsu.


"Apa om mwngikuti ku sampai kemari?"


"Apa? Tentu saja tidak. Aku mau pulang."


"Ini arah yang berlawanan dengan apartemen om."


"Aku cari makan."


"Ya udah. Ayok makan bareng." Catty melangkah tapi lengannya ditahan oleh Ken.


"Mau kemana?"


"Makan! Nih warung."


Catty menunjuk warung di depannya. "Om jadi mau makan tidak?"


Akhirnya Ken ikut makan juga. Namun, dia berasa jadi obat nyamuk saja. Catty dan Tomy asyik bercanda dan membicarakan pembicaraan anak muda yang entah apa. Tentu Ken merasa kesal.


Aku kesal bukan karena apa, Caty anak yang aku asuh juga sewaktu kecil. Tentu aku tidak suka jika Catty di dekati laki-laki tidak jelas sepertinya. Kenan terus menatap tajam pada Tomy.


"Haaaaeeeehhh.... " Tomy meletakkan. "Apa masalahmu dengan ku? Kenapa menatapku seperti itu?"


"Dikantor Kau memang atasanku. Tapi disini kita sama." sambung Tomy lagi.


"Tidak! Aku harus menjaganya dari bocah sepertimu."


Haaaeehh.. Tomy menyentak nafasnya.


"Sudahlah! Kau pulanglah sana! Mendengarmu mendesah berkali-kali membuatku hilang selera makan."


"Haaaaeeeehhh.. Kau pulang gimana?"


"Ada pengawal." Catty menunjuk Ken dengan dagunya.


"Oke deh. Aku balik." Tomy mendekatkan wajah dan tubuhnya pada Catty tentu itu membuat Ken mendelik kaget.


"Hei! Mau apa kau ini?" sentak Ken menarik lengan Tomy menjauh dari Catty.


"Haaaaaiiiissshhh...." Tomy menyentak tangannya kasar hingga terlepas dari cengkraman Kenan. " Bisa gila aku! Mau ambil tas aja mesti kek gini."


Tomy berdiri mengambil tas nya yang ada di bangku sebelah Caty duduk dengan berdiri lebih dulu dan mengambilnya dari belakang Catty.


"Hiiiissshhh.." desis Tomy kesal berjalan menjauh.


Caty menatap Ken yang juga menatapnya.


"Ckckckck..." Caty berdecak sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa?"


"Aku bingung mengartikannya, Om Ken ini sedang menjagaku, atau sedang cemburu?"


_____^_^_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2