Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 64


__ADS_3

Cathy melihat tubuhnya sebisa matanya jangkau, maklumlah ya, di ruangan itu tak ada kaca. Cathy, sudah mengenakan daster tanpa lengan, dengan bagian dada rendah hingga menampakkan sedikit belahan dadanya. Cathy mengusap dada atasnya yang tampak tanda kemerahan, bekas perbuatan suaminya yang kejam.😁(biar kesannya kenken KDRT lah ya.)


Cathy membuang nafasnya seperti orang susah. Baju daster itu dia dapat dari sang mertua, begitu tau Cathy hanya memakai kemeja Kennan, Mak Yun langsung memilihkan baju yang sedikit seksi. Wanita tua kurang hiburan itu tersenyum sumringah begitu melihat Cathy keluar, tentu saja tanda-tanda yang Ken buat terpampang jelas.


"Waahhh,, putraku pandai sekali." serunya dengan girang. Mungkin Mak Yun lebih cocok dipanggil mak-mak girang.


"Ibu, aku rasa ini sedikit, terbuka.." ucap Cathy dengan kikuk, tentu saja juga malu, bekas perbuatan Kenan jadi terlihat jelas.


"Tidak! Tentu saja tidak." ujar Mak Yun dengan senyum nakal."Ini jadi terlihat begini karena kamu terlalu kurus. Coba lebih montok sedikit....."


Bibi Gati menepuk lengan Mak Yun dengan kekehan.


"Jangan membuatnya semakin malu Mak Yun, dia masih muda.... hohoho..."


Cathy tersenyum canggung. "Entah ini hanya perasaan ku atau mereka sebenarnya memang kurang ajar dan kurang hiburan." batin Cathy.


"Baiklah, ayo kita keluar."


"Tapi, bagaimana kalau Om Ken marah?"


"Tak usah kamu pikirkan dia." Mak Yun mengibaskan tangannya di udara,sembari tangannya yang lain menarik Cathy keluar.


"Kamu pasti capek, kita tidak usah keliling kampung dulu, bagaimana kalau melihat-lihat ladang kami?"


"Eeee.... Baiklah."


"Kami punya ladang stroberi dan anggur." ucap bibi Gati dengan wajah senang.


"Ya, kebetulan pas musimnya panen." timpal Mak Yun.


"Jadi apakah saya ikut panen juga?"

__ADS_1


"Yah, kamu bisa lihat-lihat atau ikut memanennya pun boleh." jawab Mak Yun tentu, saja dengan wajahnya yang kesenangan.


...----------------...


Di lokasi yang berbeda diwaktu yang berbeda pula.


Gara memarkirkan mobilnya di halaman vila Daniel. Dengan langkah riang Gara membawa tubuhnya masuk kedalam vila. Saat itu Daniel sudah menunggu nya di ruang utama. Melirik tajam pada Gara yang seolah tak menggubris keberadaan ayahnya.


"Apa kau bersenang-senang anakku?"


Gara menghentikan langkahnya,


"Bagaimana menurutmu? Bukankah seharusnya kau pun sudah tau?"


Daniel terkekeh.


"Apa kau menghianati aku lagi nak?"


"Aku pikir, mungkin sedikit bermain dengan Kay akan sangat menyenangkan." Oceh Daniel menatap anaknya dengan senyum mengejek.


"Apa yang ayah inginkan kali ini?"


Daniel terkekeh.


"Apa yaa?"


Daniel beralih membuka tutup tuts piano didepannya. Jarinya mulai memijit tuts-tuts itu.


"Aku hanya ingin bermain dengan Kay malam ini. Apa kau bersedia membawanya kemari Gara?"


Gara mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Jika ayah menyentuh walau hanya sehelai rambutnya pun. Kau akan berakhir di pemakaman."


Daniel tertawa terbahak-bahak.


"Apa kau mampu nak?"


Gara menggeram, menampakkan giginya yang saling beradu.


...----------------...


Kayla mengguyur tubuhnya di bawah shower di kamar mandi. Gadis itu menggosok tubuhnya dengan sabun sambil bersenandung riang. Diluar kamar mandi dikamarnya, pintu yang menjadi penghubung balkon dan kamarnya, terbuka. Seorang pria dengan penutup wajah masuk dengan langkah berhati-hati. Matanya menjelajah ke seisi ruangan, seolah sedang mencari sesuatu.


Pria itu mendengar suara sower di kamar mandi, dan suara nyanyian Kayla. Mata pria itu menyipit.


____^_^____


Main tebak-tebakan yok, menurut para Readers, siapa ya pria berpenutup wajah yang masuk ke kamar Kayla? Dan apa tujuannya?


Komen dong....


......................


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat

__ADS_1


☺️


__ADS_2