
Pagi ini Kayla sarapan sendiri. Tak ada seorang pun dirumah. Tentu saja kecuali para pelayan. Kay melirik pada kursi-kursi yang kosong, sambil memakan sarapannya.
"Pak Niar." sebut kay pada pria tua yang berdiri di dekat meja makan.
"Iya nona Kayla."
"Kemana semua orang?"
"Nyonya dan twins tidak kembali semalam. Dan tuan Malvin sepertinya menyusul ke apartemen."
"Bagaimana dengan Cat?"
"Nona Cathy menginap di apartemen Kenan."jawab Pak Niar setahunya. Kay manggut-manggut.
"Pak Niar..."
"Iya Nona."
"Temani aku makan. Rasanya tidak enak jika hanya makan sendiri." ucap Kay sambil menepuk ruang kosong sebelah di meja makan.
Pak Niar tersenyum maklum. Sejak dulu Kayla memang selalu minta ditemani makan saat tak ada orang dirumah.
Pak Niar pun duduk di kursi dan mengambil sarapan sekedarnya. Karena memang dia sudah sarapan lebih dulu, dan hanya sekedar menemani nona nya sarapan.
Kayla mengulas senyum. Setidaknya dia tidak sarapan sendiri pagi ini.
Kay pagi itu berangkat ke universitas nya dengan menggunakan bus. Kay berjalan menuju halte. saat akan sampai di halte, tiba-tiba saja sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju kearahnya. Kay tersentak matanya membulat, Dengan cepat salah satu pengawal nya menarik lengan dan tubuh Kay tepat waktu, hingga gadis itu selamat. Mobil yang melaju melesat menghantam halte. Namun kemudian mobil itu kabur.
Kay yang masih syok dan terkejut itu hanya menatap mobil itu melaju jauh, dalam lindungan bodyguard nya. Sementara sebuah motor milik bodyguard nya yang lain mengejar mobil itu.
"Nona! Anda baik-baik saja?" tanya sang bodyguard, "
Kay masih dalam keterkejutannya.
"Aaa,, yaa.. terima kasih. Kau sudah menyelamatkan nyawaku."
"Sebastian sedang mengejar pelakunya. Melihat bagaimana dia berkendara, bisa dipastikan memang mengincar anda. Nona sebaiknya jangan naik bus. kami antar saja dengan mobil." saran sang bodyguard.
"Aaa,, tidak. Biar aku naik bus saja."tolak Kay yang merasa lebih aman karena di bus ada banyak orang, dari pada naik mobil, memungkinan mereka akan bisa mengejar dan menabrak lagi.
__ADS_1
"Tapi Nona...."
"Aahh,, bagaimana jika kau ikut saja?" potong Kay cepat. Sebenarnya dia juga sedikit takut. Namun dia cukup yakin, tidak akan diserang lagi dalam waktu dekat.
"Baik Nona. Biar saya hubungi yang lain dulu."
Setelah itu, Kay dan seorang bodyguard nya menaiki bus untuk ke kampus. Sedangkan yang lainnya mengikuti dengan mobil dibelakang bus.
***
###
Hari semakin siang, waktu Kay untuk kembali ke rumah. Kay masih berjalan dilingkungan Kampus. Berjalan melewati samping gedung yang cukup tinggi itu.
"Aawaaass!"
Mendengar suara teriakan Kau menoleh dan menggerakkan tubuhnya sedikit. Tepat di samping nya sebuah pot beserta tanaman dan bunganya jatuh dari lantai atas dan pecah di dekat kakinya. Kay tersentak, dan mendongak. Tak ada apapun diatas.
"Ya Tuhan, jika pot ini sampai mengenai kepalaku...." gumam Kay menjauh dari bawah gedung.
"Nona! Anda baik-baik saja?" Seorang bodyguard Kay berlari mendekat." Maaf, kami terlambat." Disusul oleh dua bodyguard lainnya. Salah satunya Sebastian.
"Tidak apa-apa, untung aku sempat menghindar." ucap Kay lega walau wajahnya terlihat sekali begitu terkejut dan tegang.
"Tidak , kita pulang saja."
Kay berjalan keluar dari kampus, didepan gerbang kampusnya, suasana begitu ramai, bodyguard Kay berjalan dibelakang gadis itu.
Seorang pria yang terlihat seperti mahasiswa berjalan kearah Kay. Kay berjalan biasa saja, karena dia pikir pria itu hanyalah mahasiswa biasa. Tidak halnya dengan bodyguard-nya yang sudah menaruh curiga.
Pria itu mengeluarkan pisau dari balik jaket nya, begitu sudah akan berpapasan dengan Kay. Pria itu mengayunkan tangannya hendak menusuk Kayla, akan tetapi Sebastian cepat menghalaunya. Bergerak kedepan menahan tangan pria asing yang menggenggam pisau berkilat itu. Dan menyikut kepala pria itu dengan gerakan sedikit memutar dengan cepat.
"Uuugghhhhhh..." erang pria itu, ia menggunakan kakinya untuk menjegal Sebastian. Hingga Sebastian sedikit oleng namun tidak jatuh. Pria asing itu menarik tangannya yang digenggam Sebastian dan melayangkan pukulan ke wajahnya dengan tangan yang lain.
Begitu pria itu lolos, langsung kabur. tanpa membawa serta pisaunya yang jatuh.
Kejadian itu begitu cepat sehingga yang lainnya tak sempat membantu. Begitu pun Kay yang hanya membatu dengan kedua bodyguard nya berdiri menjadi bentengnya.
"Nona, sebaiknya kita naik mobil saja." saran salah satu bodyguard-nya.
__ADS_1
"Tidak! aku tidak apa-apa. Tidak mungkin mereka menyerang di dalam bus." tolak Kay yang bersikukuh ingin tetap menggunakan bus."Ruang gerak dan lari mereka terbatas di dalam bus."
Kay kembali menaiki bus. Dengan seorang bodyguard yang ikut dengannya. Didalam Bus, Kay berpikir siapa yang mungkin mengincarnya. Tiga kali hampir celaka, tentu itu bukan hal yang bisa disebut kebetulan.
"Gara... Apa yang terjadi? apakah ini juga ulah ayahmu? apakah dia mengincar ku setelah pertunangan mu gagal?" batin Kayla.
"Jika begitu, apa yang akan kau lakukan untuk melindungi ku?" pikir Kayla menatap keluar jendela.
Sesampainya dirumah, Kayla disambut oleh Malvin dan Embun dengan wajah cemas mereka. Rupanya para bodyguard nya sudah memberi laporan lebih dulu pada Malvin. Daddy nya itu memeluk tubuh anak sambungnya itu. begitu pun dengan Embun. Mereka berpelukan bertiga.
"Aku sangat mengkhawatirkan mu Kay."
"Aku baik-baik saja, bodyguard Daddy bekerja dengan sangat baik. Mereka sangat melindungi ku."
Malvin melepas pelukannya, namun tidak halnya dengan Embun. Wanita itu masih sangat syok dan khawatir dengan anak gadisnya itu.
"Kay, bagaimana kalau kamu cuti kuliah dulu?"
"Aku baik-baik saja ibu, lagi pula ada bodyguard yang selalu menyertai ku. Apa yang ibu khawatir kan?" Kayla mengusap punggung Embun. Perlahan melepaskan pelukannya.
"Dad, aku pikir mungkin mereka orang Paman Daniel."
"Yah, tapi kita masih belum punya cukup bukti."
Kay berpikir sejenak.
"Dad, apa kau akan kembali ke CRD grup?"
"Ada apa?"
"Aku ingin memantau sistim kalian."
Benar saja di hari berikutnya, memang CRD mendapat serangan cyber lagi. Malam sebelumnya Kay melakukan pemantauan, masih stabil, namun di pagi harinya banyak virus yang masuk.
Kayla hari itu hanya berkutat di ruang panel gedung utama, bersama beberapa orang kepercayaan Malvin. Di beberapa jalur, CRD mengalami kelumpuhan akibat virus komputer. Namun, Kay terus mengupayakan yang terbaik. Jari lentiknya bergerak dengan lincah diatas Keyboard Matanya terus bergerak mengikuti deretan bar File yang terus bergerak dan berganti.
Wajah cantiknya tampak begitu serius.
"Gara, apakah begini caramu melindungi ku?" pikir Kayla ditengah usahanya menstabilkan jaringan milik Daddy-nya itu.
__ADS_1
"Apakah sungguh kita harus bertarung seperti ini? Kenapa Paman Daniel begitu keras? Apakah sangat sulit untuk kita bersatu?" Batin Kayla...
____^_^____