
BUUG !
Gara memukul pria itu dari belakang hingga tersungkur dan tak sadarkan diri. Wajah Kay sudah mau menangis saja. Dengan segera, Gara memeluk wanitanya. Kay menangis tersedu. Gara melirik pria yang tersungkur itu dengan mata tajamnya.
###
Kayla duduk disofa kamarnya, dengan selimut yang membungkus seluruh tubuhnya. Kay masih tersedu. Gara muncul setelah membereskan pria bertopeng yang sudah menyusup ke kamar kekasihnya. Gara berjalan mendekat, dan duduk berlutut di depan Kayla.
"Kau pasti sangat takut sekarang."
Kay menggeleng."Selama bersamamu, aku tidak."
Gara tersenyum,
"Karena itu, jangan tinggalkan aku Gara." pinta Kay memohon.
Gara mengelus pipi Kayla lalu tersenyum, menatapnya dengan sayang.
"Kita harus bicara pada paman Malvin."
Wajah Kay sedikit berubah, seolah menanyakan kenapa.
"Ini adalah rumahnya, dan juga kamarmu. Mereka bahkan sudah menyusup sampai kemari. Kita harus meminta paman untuk memperkuat penjagaan, dan juga bodyguard yang lebih kuat untukmu."
"Tidak." Kay menggeleng. "Jika Daddy memperkuat penjagaan, kita akan semakin sulit bertemu."
Gara tersenyum lagi mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Kau harus ingat, aku seorang Gara. Anak dari seorang Daniel. Kami memiliki gen yang sama. Memiliki darah yang sama. Dan.... Memiliki hati yang hampir sama." Gara menarik tangannya dan melihat tangan itu mengepal kuat.
"Gara...." Kay menangkup wajah pria didepannya. Mengecup singkat bibirnya.
"Kenapa tidak kau saja yang menjagaku Gara?"
"Aku.... Masih ada urusan untuk diselesaikan Kay."
"Bawa aku serta bersama mu, huuummm??"
"Kay-la...."
Air mata Kay luruh, ia menangis tersedu. Gara menelan ludahnya susah, itu membuatnya lemah. Gara memeluk tubuh wanitanya.
__ADS_1
"Jika begini bagaimana caraku membuat perhitungan pada Ayah. Aku yakin dia dibalik semua ini." pikir Gara, ia melepaskan pelukannya.
"Kay, maukah kau mendengarkan aku?" bujuk Gara, "Aku harus menyelesaikan beberapa urusan. ini tidak akan lama. Begitu selesai aku akan langsung kemari. Heemm?"
"Aku mencintaimu Kay, aku tak ingin kamu dalam bahaya. Karena itu aku...."
"Apa kau akan menyerang Daddy Mal lagi?" potong Kay.
Gara tersenyum tipis. "Tidak."
"Karena itu..."
"Baiklah." ucap Kay."Aku akan menunggumu menyelesaikan semua urusanmu."
Gara tersenyum, setidaknya dia bisa sedikit lebih tenang dalam mengurus ayahnya kali ini.
"Ingatlah, sekarang kau benar-benar sedang di incar. Pastikan selalu dalam jangkauan para bodyguard mu."
"UM.." angguk Kay.
###
Sedangkan Gara, dia membawa pria bertopeng yang menyusup itu bersamanya kesebuah tempat yang dia sebut sebagai vila menyiksaan. Disana, pria itu di rantai diruang bawah tanah. Salah satu orang Gara menyiramkan seember air dingin, pria bertopeng itu tersadar.
Gara yang telah melepas penutup muka pria itu tidak begitu kaget, sejak awal dia sudah merasa mengenali suara pria itu. Dia memang orang suruhan Daniel Ayahnya. Dengan sorot mata tajam menusuk, Gara menatap pria yang mulai membuka matanya itu.
Pria itu tertawa begitu melihat Gara dan menyadari dirinya berada diruang remang dengan tubuh terikat.
"Sepertinya kau memang sudah bosan hidup rupanya."
"Kau tidak terlihat terkejut tuan muda,"
"Tentu saja. Sejak awal aku tau kau orang Ayahku."
"Apa kau sedang berusaha mengorek informasi dari ku tuan muda?"
"Bagaimana menurut mu?"
Pria itu tertawa lagi, salah satu orang Gara yang kesal menendangnya dengan keras, hingga wajahnya berdarah. Gara mengangkat tangannya, agar berhenti. Orang Gara, sebut saja Micki, menunduk kecil dan mundur.
"Sebenarnya, aku bisa melepaskan mu. Tapi, kau sudah sangat lancang masuk kedalam kamar kekasihku, bahkan lancang menyelinap ke kamar mandi dan menyerang privasinya." Gara berjalan ke salah satu sudut, memilih beberapa benda tajam yang berderet rapi. Tangan nya menyentuh salah satu pisau berukuran kecil, lalu berpindah pada pisau yang lebih besar, lalu berpindah lagi pada sebilah samurai. Pria bertopeng itu menelan ludahnya.
__ADS_1
"Aku tak begitu tertarik dengan informasi dari mu." Gara mengambil satu bilah samurai yang berkilau, pria bertopeng itu sedikit bergetar.
Gara berjalan mendekat dengan langkah pelan sambil menyeret samurai hingga menimbulkan bunyi yang membuat tawanan nya bergidik dan makin ciut.
"Aku sangat marah saat kau masuk ke kamar mandi dimana kekasihku sedang dalam keadaan polos." Gara berhenti tepat didepan tawanannya. Menghentikan samurai yang dia bawa didepan tubuh nya dan beradu dengan lantai. Tawanannya semakin gemetar, keringat pun bercucuran.
"Haruskan aku mencongkel mata yang sudah melihat tubuh kekasihku?" Tatap dingin Gara sudah sangat menusuk tawanannya. Menembus keberaniannya untuk sekedar menatap balik.
...----------------...
Malvin duduk di ruangannya, memikirkan Kayla yang sedikit membuatnya penasaran. Suara gaduh yang dia dengar dari kamar gadis itu cukup membuat Malvin curiga, ditambah kini Kay meminta tambahan bodyguard menjaganya.
Suara pintu ruangannya yang diketuk membuat pikiran Malvin buyar.
"Masuk."
Salah satu sekretarisnya masuk.
"Tuan, seorang pemuda ingin bertemu dengan Anda. Dia menyebut dirinya Gara."
"Gara?" gumam Malvin sedikit tertegun.
"Biarkan dia masuk." perintahnya.
Tak lama kemudian, Gara memasuki ruangan. Malvin mempersilahkan Gara untuk duduk di sofa tamu.
"Ada apa?"
____^_^____
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
☺️
__ADS_1