
Honey berjingkat memasuki kamar Cathy. Cathy, sudah tertidur lelap. Honey berdiri disamping ranjang, melihat Cathy yang terbaring dan berselimut tebal sebatas dada.
"Iblis kecil.. Karena adik kembar mu itu terus mengganggu ku, terpaksa aku tidur disini. Kalau kau tidak suka, pergi sana!" gumam Honey melihat sinis gadis yang terbaring.
Honey meletakkan bantal dan selimut nya di ranjang.
"Baiklah Honey, mari kita merawat kulit halusmu dulu. Jangan sampai berkedut."
Honey mengambil masker wajah, dan mengaplikasikannya di wajah cantiknya.
"Hemm.. begini lebih baik." gumamnya berbaring di sisi Cathy. Honey memejamkan matanya. Tiba-tiba saja benda berat menindih badannya.
"Uuuggghh..." Mata honey langsung terbuka lebar."Berat sekali! Apa ini?" gumamnya, melongok.
Mata Honey mendelik, kaki Catty sudah menimpa pinggangnya.
"Huuuufffttt.. sedikit lagi kena." honey bernafas lega, "Tidur saja kaki nya kemana-mana."
Honey menyingkir kan kaki Catty kembali ke semula. Honey merebahkan diri lagi.
"Baiklah. Ayo tidur honey, tidur malam membuatmu berkerut. Tidak baik untuk kulit." Honey memejamkan matanya, mencoba serilax mungkin.
"Uuugghhhhhh....." Tubuh Honey sudah tertimpa tubuh Cathy lagi. Kali ini kaki dan tangannya berperan.
Kaki Catty menindih perut, sedangkan tangannya menindih leher Honey.
"Uuuhhh.... Gadis ini... Tidur saja sudah mau membunuhku..." gumam Honey mencoba menyingkir tangan dan kaki Catty.
"Tidak bisa!" Honey duduk terbangun merenggut maskernya. "Kalau begini terus bisa-bisa akulah yang habis dihajar dia duluan. Bangun-bangun pasti minta maaf dengan tampang memelas." melirik sinis pada Cat yang masih pulas dengan pose tidur tak beraturan.
"Kalau begitu, Singkirkan dia dari ranjang!" Honey menggulingkan tubuh Cathy hingga jatuh dari ranjang.
BRUUUKKK...
Honey terdiam dan memutar matanya malas. Pelan-pelan merangkak mendekati sisi ranjang dimana Cathy terjatuh. Honey melongok kebawah.
"Astaga!!"
Honey merasa takjub, Cathy tetap tertidur. Tengkurap pulak, dengan kaki dan tangannya terentang.
"Benar-benar, dia bahkan tidak bangun setelah jatuh seperti itu? Dia ini manusia bukan?"
"Ckckckck...."
"Haahh.. biarlah, yang penting ranjang ini milikku sekarang!" Honey merentangkan kaki dan tangannya lalu menggerakkan nya bagai kupu-kupu yang terbang.
"Ha-aaaa.... nyamannya...." girang Honey dengan senyum lebar.
"Tunggu, aku harus pasang maskerku lagi."
Honey mengambil lagi masker wajahnya. Honey memasang masker itu di wajah cantik dan mulus miliknya.
"Waktunya tidur dengan nyaman."
Honey pun tidur dengan senyum mengembang di wajahnya.
Keesokan paginya, Cathy mengerjap. membuka matanya, perlahan dengan posisi masih tengkurap. Mata Cathy membulat, didepannya wajah putih pucat dengan lobang-lobang di mata dan mulutnya. Begitu menyeramkan, Membuat Cathy menjerit histeris.
"Kkyyaaaaaaa..."
Kenan yang sudah bangun dan sedang memanggang roti di dapur, terkejut mendengar jeritan Cathy. Gegas pria itu berlari ke kamar Cathy, begitupun dengan kedua adik kembarnya, Sean dan Kian juga terkejut mendengar suara teriakan Caty yang tak biasanya. Twins yang masih tertidur di ranjang kamar Ken bangun bergegas lari ke kamar Cathy.
BRAAKK! (suara pintu dibuka kasar)
Ken dan Twins tertegun melihat yang ada di kamar Cathy.
"Uuuggghh," Honey dengan masker yang terlepas berantakan diwajahnya, terbaring dilantai dengan posisi kaki diatas ranjang. Wajah Caty memancarkan rasa bersalah karena sudah membanting Honey kelantai saking takutnya. Dia kira Honey adalah hantu.
__ADS_1
"Om Ken... Aku tidak bermaksud mencelakainya. Dia ada diatas ranjangku. Sungguh." sesal Cathy dengan raut wajah menyesal yang menggemaskan.
"Abang Om! wanita jadi-jadian itu menyerang kak Cathy!"seru Kian menunjuk Honey dengan berapi-api.
"Tak bisa dimaafkan! Kita harus menghukumnya! Dia sudah membuli kakak kami!"timpal Sean.
Ken mengulurkan tangannya didepan twins. Menahan mereka untuk tetap dibelakang.
"Apa yang kau lakukan disini Honey?" tanya Ken melangkah mendekat dengan wajah berurat kesal.
Honey bangkit dan berdiri. "Uuuggghh, tubuhku sakit semua."
"Ken sebaiknya kau hati-hati jika tidur seranjang dengannya. Dia bahkan menghajar ku saat tidur. Benar-benar penyakit."
"Kaulah yang sakit! Kenapa kau tidur dikamarnya?"
"Apa? Kenapa? Karena kau mengusirku dari kamar!"
Ken terkekeh,
"Heeh.. heheheh... Aku saja belum pernah tidur dengannya, beraninya kau mendahuluiku."
"Siapa suruh kau mengusirku dari kamarmu..." ucap Honey berlagak.
Ken kembali terkekeh.
"Semalam aku memang mengusirmu dari kamarku, dan pagi ini aku akan mengusirmu dari apartemenku...."
Ken menarik lengan pria cantik berambut panjang itu. Dan menendang nya keluar dari apartemen nya.
"Kennan! Sialan! Teganya kau mengusirku!"
***
###
Setelah membersihkan diri, Embun membuat sarapan roti panggang dengan segelas teh manis. Terdengar suara pintu dibuka, Embun melongok menyambut siapa yang datang. Rupanya Malvin.
Embun tersenyum lebar,
"Mau sarapan?" Tawar nya.
"Mau makan kamu aja, beib."
Malvin memeluk tubuh istrinya, dan bernafas berat.
"Ada apa? Apa semalam semuanya menjadi buruk?"
"Tidak. Gara menghentikan pertunangan nya dan melarikan diri dengan Kay."
"Lalu?"
"Entahlah, aku merasa buruk, tidak bisa menjaga Kay dengan baik."
Embun mengulas senyuman. Mengusap punggung suaminya.
"Terimakasih karena sudah mencintai Kayla sebesar ini, hal yang mas Danu tak bisa lakukan."
Malvin mengulas senyum. Malvin melepas pelukannya,
"Sayang, aku lapar... walau tadi aku sudah makan, rasanya belum kenyang jika belum makan buatan mu."
Embun terkekeh,
"Aku buat roti panggang, setelah ini aku mau jemput Twins di apartemen Kennan." terang Embun sambil berjalan menuntun suaminya kedapur.
"Semalam mereka tidur di sana?"
__ADS_1
"Heemmm."
"Ya sudah, ayo kita sarapan terus jenguk mereka. Aku juga sudah kangen dengan Cathy."
"Kalau memang kangen, jangan ajak ribut terus.." kekeh Embun menyodorkan roti panggang pada suaminya.
"Sayang, itulah yang aku rindukan darinya." ujar Malvin menyeruput teh yang baru saja Embun buatkan.
Embun terkekeh. Yaahh,, memang seperti itu lah Malvin dan Cathy, walau sering berlawanan, namun masih tetep saling merindukan jika terpisah.
Usai sarapan, Malvin dan Embun memasuki lift, dan berhenti di lantai 11 dimana Ken dan ketiga anak mereka menginap semalam.
Malvin dan Embun tertegun. Melihat wanita cantik berambut panjang berdiri didepan pintu apartemen Kennan. Wanita itu memakai baju tidur terusan tanpa lengan bertali spaghetti. Sangat cantik dan seksi tentunya. Disampingnya ada tas travel berwarna merah.
Wanita cantik itu menatap Embun dan Malvin.
"Siapa dia? Kenapa ada didepan pintu apartemen Kennan?" bisik Embun pada suaminya.
"Entahlah, dia cantik dan juga seksi. Apa menurutmu dia wanita baik-baik, berpakaian seperti itu didepan pintu menantumu?" balas Malvin ikutan berbisik.
"Sayang.... Jangan-jangan dia... Perusak hubungan rumah tangga putri kita?"
"Apa?" Malvin sudah naik pitam."Sayang aku tidak mungkin memukul wanita."
"Kalau begitu biar aku saja yang wakilkan. Melihat dia mengingatkanku pada masa lalu, putriku mana boleh mengalami hal yang sama denganku."
Melihat gelagat Embun dan Malvin, tentu saja membuat Honey bergidig.
"Kami siapa? Kenapa berada di depan apartemen ini?" tanya Embun mendekat,
Honey membuka mulutnya hendak bersuara. Pintu apartemen Kenan dibuka dari dalam. Sean muncul hendak melemparkan barang Honey yang tertinggal.
"Mommy! Dia penyihir jahat. Semalam mengganggu tidur Om kenan, paginya malah menyerang kak Cathy." seru Sean menunjuk Honey.
"Apa?" Embun dan Malvin menggeram bersamaan. Embun mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Tunggu, jangan salah paham. Jangan dengarkan bocah tengik itu!" pekik Honey."Aku tidak menyerangnya, aku hanya tidur diranjangnya."
Tangan Embun melayang tepat disamping pipi Honey, belum sempat mendarat.
"Ap-apa? Kenapa suaranya menggelikan begini?" Malvin.
"Daddy! Dia wanita jadi-jadian."
"Apa?"
"Jadi maksudnya wanita jadi-jadian ini sesungguhnya pria dan dia tidur di ranjang anakku?"sinis Malvin menatap dingin pada Honey.
"Beraninya kau..." geram Malvin memiting Honey.
Cathy dan Ken keluar mendengar keributan didepan pintu apartemen.
Mata keduanya melebar melihat Honey dalam pitingan Malvin. Honey melolong kesakitan.
"Dad! Hentikan!"
____^_^____
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
__ADS_1
☺️