Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 28


__ADS_3

Kayla sibuk dengan jari jemarinya yang menari indah pada benda kotak beralfabet itu. Bola matanya bergerak kesana kemari mengikuti teks dan bar.


Catty berdiri di luar mobil disamping Kay yang menjadikan bagasi sebagai meja tempat laptopnya berpijak. Catty menata ulang rambutnya dengan mengepang agar lebih simpel dan mudah bergerak. Tidak terganggu oleh rambutnya.


Sedangkan Ken berdiri tak jauh dari mereka memperhatikan kedua anak gadis tuannya itu. Netra nya berkeliaran ikut menyusuri setiap helaian rambut yang Catty untai. Walau gadis itu mengepang asal-asalan namun terlihat bagai Enjelina jolie di mata Kenan. Ken menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak sedang menatapnya, hanya mengawasi karena itu perintah tuan Malvin." batin Ken.(alasan aja kamu Ken😁)


"Bagaimana? Kau sudah dapat?"Tanya Catty serius.


"Mengarah ke gunung X."


"Baiklah! Ayo sambil jalan."


Catty menarik Kayla beserta laptopnya. Catty melirik Ken yang saat itu masih menatap Catty, Caty mengisyaratkan dengan kepalanya.


Ken memasuki mobil.


"Kita tunggu tuan Malvin."


"Apa? Tidak bisa. Masih ada mobil di belakang. Biar dia ikut mobil itu." menoleh pada Ken yang duduk di belakang kemudi.


"Tidak! Kita akan menunggu Tuan Malvin."


"Dasar sapi tua keras kepala." umpat Catty kesal.


***


Disisi lain, Malvin yang sudah sampai di dalam mendapati tempat itu kosong hanya beberapa orang penjaga saja. Yang tentu saja sudah dilumpuhkan oleh orang-orang Malvin yang ikut serta masuk kedalam bangunan vila.


"Tuan! Mereka kabur lewat belakang."


"Shiitt!"


Malvin berlari ke pintu belakang. Namun dia tak mendapati apapun.


"Shiitt!" umpat Malvin."Kearah mana mereka pergi?"


***


###


Embun yang masih didalam mobil dengan Daniel terus memberontak. Karena kuwalahan, akhirnya Daniel membiusnya. Daniel menatap wajah Embun lekat.


"Tidak mungkin! Hana sudah meninggal. Lalu siapa dia? Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Hana. Apakah sebenarnya Hana masih hidup, dan Malvin menipuku?"


"Tapi kenapa dia tidak mengenaliku? Apakah dia lupa ingatan? Hana, apa yang sebenarnya terjadi?"


Daniel terus bermonolog dalam hatinya.


"Tuan! Ada mobil lain yang mengikuti kita."


"Apa?"


"Bagaimana bisa?"


"Saya tidak tau."


"Tambah kecepatan!"Titah Daniel.


Dering hp Daniel berbunyi. Dengan segera, Daniel mengangkatnya.


📞:["Ayah! Lepaskan Nyonya Embun. Jangan libatkan dia."] suara Gara di sebrang sana.


📞:"Apa kau bilang? Embun?"


📞:["Ayah! Kenapa harus menculiknya? Aku sudah bersedia membantumu! Lepaskan Dia dan ayo kita selesaikan ini."]


📞:"Jadi kau adalah mobil dibelakang yang mengikutiku?"

__ADS_1


📞:["Bukan! Itu adalah anak-anak wanita yang kau culik. Berhentilah! Lepaskan wanita itu dan aku akan menyerang jaringan mereka sekarang?"]


Daniel terkekeh.


📞:"Apa kau sedang mencoba bernegosiasi denganku?"


📞:["Ayah! Apa tujuanmu?"]


📞:"Tentu saja, menghancurkan Malvin dan keluarganya. Tak akan kubiarkan mereka bahagia."


Gara terdiam sejenak.


📞:["Ayah! Ayo kita buat kesepakatan. Lepaskan Nyonya Embun. Aku akan menyerang jaringan Malvin sampai habis."]


📞:"Jika aku tidak mau?"


Gara menarik nafasnya dalam.


📞:["Aku akan beralih menyerangmu."] ucapan Gara tajam menusuk Ayahnya.


Mata Daniel melebar mendengar ancaman Gara.


📞:["Satu ketukan jariku, menentukan kelangsungan dua grub besar. Akan condong kemana jariku, itu bergantung dengan keputusan yang kau buat."]


📞:"Jadi kau sedang mengancamku, Nak?"


📞:["Tentukan pilihanmu, ayah."]


📞:"Baiklah. Akan ku lepaskan wanita ini."


📞:"Aku menantikan pertunjukanmu! Jangan kecewakan ayah."


Gara menutup sambungan telponnya. Dia menghela nafasnya.


"Untuk saat ini, kamu aman Kay."gumam Gara pelan."Ayahku, bukan tandingan kalian berdua."


###


Malvin yang menyadari Embun sudah dibawa pergi bergegas keluar melalui pintu utama dimana mobilnya terparkir. Betapa terkejutnya dia, melihat mobil itu tak ada. Hanya ada Ken yang meringis memegangi burungnya.


"A-apa yang terjadi?"


"No-nana, membawa kabur mobil nya."


"Apa?" Malvin melihat Ken. "Apa yang terjadi denganmu?"


"Sebenarnya...


Flash Back dikit:


"Haiissss... Dasar sapi tua keras kepala."


Caty keluar dengan mendorong pintu disampingnya dan berjalan cepat memutari setengah badan mobil itu.


Caty berdiri disamping kemudi, membuka pintunya dan menarik lengan Kenan, Tentu saja pria itu sedikit terkejut ditarik keluar oleh Catty.


"Catty! Apa yang kau lakukan?"


"Kalau kau mau menunggu Daddy, tunggulah disini!"


"Apa?" Ken setengah tak percaya. "Jadi kau bermaksud menyetir sendiri?"


Catty mengangguk dan menelusupkan diri kedalam mobil. Ken menariknya keluar lagi.


"Tidak bisa! Ini berbahay......a."


Ken mendelik, merasakan nyeri pada bagian pusatnya, Catty yang tanpa basa basi langsung menendang pusat semesta alam milik Ken karena tak sabar dengan kenan.


Reflek Ken memegangi miliknya yang berharga itu sambil membungkuk menjauh menahan sakit. Caty sedikit mendorong tubuh Ken menjauh. Sedang dia sendiri menelusupkan diri masuk ke dalam mobil dan segera tancap gas meninggalkan Ken yang kesakitan.

__ADS_1


Flash Back off


"Hmmmm... Putriku memang ganas."


Malvin menepuk pundak Kenan dengan wajah prihatin.


"Baiklah! Masih ada mobil yang lain. Ayo kejar."


***


###


Disisi Catty dan Kay yang mengejar.


"Kau gila! Dia tidak akan mau menjadi suamimu jika kau begitu." ledek Kay yang berpindah ke jog depan.


"Diamlah! Ada yang lebih penting dari pada itu!"Catty mencoba untuk tetap fokus pada jalanan.


Kay menggeleng.


"Kau akan menyesal nanti." Kekeh Kay.


"Hei! Dimana mommy Embun."


"Yayayah... Aku tau peranku. Tak perlu berteriak." Kay kembali beralih pada laptopnya. Mencari lokasi mobil yang menyandera ibunya.


"Satu kilometer didepan."


"Baiklah!" Catty mulai memacu kecepatan mobil nya.


Kay yang sudah cukup hapal dengan Caty mengeratkan pegangannya. Dan menatap lurus kedepan.


"Katakan padaku jika jaraknya sudah dekat."


"Okey."


Mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi. Jarum spedometer terus bergerak naik.


UUUUWWWWWWOOOOOONNNNNNGGGGG!!


"Mommy, Aku pasti menyelamatkanmu. Bertahanlahh.."


SSWWWOOOOORRRRRSSSSSHHHH...


Mobil yang Catty kendarai melesat semakin cepat, membelah angin dan menerbangkan dedaunan yang terlibas di jalanan.


"Lima ratus meter."


Catty mengurangi kecepatan.


"Dua ratus meter."


Mata Kay dan Catty membulat melihat apa yang ada didepannya. Dengan bergegas Caty menginjak rem.


○○○


Hmmmm, kira-kira apa ya yang terjadi? Apa yang mereka lihat?


_____^_^_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2