Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 50


__ADS_3

"Ya ampun, hampir aja." pikir Kenan begitu sudah sampai di ruang utama.


"Hampir saja aku bertindak gila." Kennan menjedotkan kepalanya ke tembok dekat pintu utama."Hampir saja aku menciumnya. Aku sudah kehilangan akal."


DING DONG! (suara bel pintu depan terus berbunyi dengan tidak sabar.)


Catty melongok dari dapur, penasaran kenapa bel rumah masih terus berbunyi. Cathy melihat Ken sedang membukakan pintu. Honey melangkah masuk dengan muka kesal karena terlalu lama berdiri di luar.


"Hiihh, kalian ngapain sih? Aku udah mencet bel dari tadi. Kenapa lammmaaaaakkk banget bukaknya. Kalau bisa, mau kudobrak aja pintu apartemen ini. Sayang nya nggak bisa."gerutu Honey melenggang masuk dan asal duduk di sofa tamu dengan kaki menyilang.


Dengan wajah centil sok lelah, Honey menyibak rambut diwajahnya kesamping.


"Capek banged tau nggak sih?" oceh Honey mengipasi wajahnya dengan tangan. "huuuhhh...."


Kenan yang menyusul berdiri di ruang depan kesal juga melihat kecentilan Honey yang terus mengoceh tak berfaedah itu.


"Cathy! Aku haus banget niihh, minta minum dong!" serunya bak nyonyah rumah. Ken melebarkan matanya melihat Honey begitu kurang ajar menyuruh istri kecilnya.


"Kaka mau minum apa?" tanya Cathy riang gembira.


"Apa aja deh yang penting dingin." oceh Honey lagi."Duuuhh wajah ku yang cantik udah butuh asupan."


"Bentar ya kak." Cathy mengambil langkah.


Ken tertawa geli plus jengkel. Menahan lengan Cathy agar tak pergi. Cathy menatap heran suaminya.


"Kamu ngapain sih pagi-pagi kemari?" omel Kennan pada Honey.


Dengan wajah malas menatap Kenan.


"Aku kemari dengan membawa berita penting." Honey membeo lagi.


Ken tertawa remeh.


"Kau tidak percaya?" Honey membuang nafasnya sabar."Bibi Yun sakit."


"Apa? Apa kau sedang berbohong padaku? Kemarin aku masih bicara dengannya. Dan dia baik-baik saja." tolak Ken makin jengkel.


"Kenapa kau sangat tidak peka? Dimana-mana yang namanya orang tua pasti akan bilang baik-baik saja pada anaknya yang merantau. Agar dia tidak khawatir, walau kenyataannya sakit parah." ungkap honey.


"Kalau kau masih tidak percaya. Datanglah ke rumah. Setidaknya, bibi Yun akan senang melihatmu kembali." ucap Honey menegaskan.


"Dan sebaiknya kau bawa dia juga." Honey menunjuk Cathy dengan kepalanya."Bibi Yun pasti akan sangat senang jika kau membawakannya mantu."


Ken berpikir dalam diam nya. Jika benar Ibunya sakit, membawa Cathy serta tentu akan benar-benar membuat ibunya bahagia dan mungkin akan mempercepat kesembuhan nya karena semangat hidup yang menyertai. Tapi bagaimana jika ternyata, Honey bohong?


...----------------...


Kay masih fokus pada beberapa benda layar datar yang berderet dan tersusun di depannya. Dari atas sampai batas meja beberapa anak buah Malvin.


Dengan tangan yang di lipat di dada. Kay terus menggerakkan bola matanya kesana kemari mengikuti semua pergerakan pada layar. Menyisir semua layar dengan netra indah nya.


Malvin memasuki ruangan panel kontrol khusus. Melihat Kay, dan memanggilnya.


"Kay," panggilnya diambang pintu. "Istirahat lah sebentar." ucapnya saat Kayla menoleh.


"Sebentar Dad."


"Tidak apa-apa, hanya sebentar. Aku yakin mereka masih bisa menghandlenya."


"Baiklah." walau sedikit ragu, kay menyetujuinya juga.


Kayla keluar dari ruang panel mengikuti Daddy-nya berjalan menyusuri lorong. Mereka memesan kopi hitam dan capuccino di cafe di area CRD CORP.


"Apa menurutmu dia terlibat?"


"Dia siapa Dad?"


"Gara."


Kay menyeruput cappucino nya.


"Jawaban apa yang Daddy mau?"


Malvin mengulas senyum.

__ADS_1


"Aku tau kau pasti juga menyadari Gara juga pasti terlibat. Tidak ada yang bisa menyerang kita serumit ini. Dan kamu juga terlihat lebih emosional kali ini."


"Dad."


"Kayla, aku tau kau sangat mencintai nya, tapi kau juga pasti tau hubungan ini tidak akan berjalan dengan baik. Jika Daddy bisa merestuimu, Daniel tidak." Malvin menatap lekat anak sambungnya itu.


"Kayla, dalam hal ini, kalian sudah dibuat saling menyerang. Salah satu dari kalian pasti akan tersakiti. Entah bagaimana mana, kalian tak mungkin bisa bersatu. Seberapa dalamnya cinta kalian, tidak akan bisa merubah keadaan. Jika kalian berada di sisi yang berlawanan."


"Jika Daddy lihat, Daniel akan menyerangmu, lalu Gara menghentikan Daniel dengan syarat menyerang perusahaan Daddy. Disini kau dibuat berperang melawan kekasihmu sendiri."


"Dad! sudah cukup. Daddy Mal tidak perlu mengatakannya lagi."


"Kay...."


Malvin menatap sendu pada Kayla.


"Akhiri hubungan kalian."


Kayla membeku, tentu saja hatinya sakit. Dadanya pun terasa sesak. Malvin kini memintanya untuk putus dari Gara.


"Aku akan kembali ke ruang panel, Dad."pamit Kayla meremas gelas karton cappucino nya."Aku anggap percakapan ini tidak ada."


Kay membuangnya ke tong sampah lalu melangkah.


"Kayla!"


"Kay!"


Gadis cantik itu terus melangkah tanpa memperdulikan panggilan Daddy-nya. Walau jelas terlihat sendu dimatanya.


...----------------...


Pagi itu Kayla membuka matanya diranjang kamar yang empuk. Kayla bergegas memasuki kamar mandi, bersiap untuk berangkat kuliah. Setelah semua siap Kayla menuruni tangga, tepat pada saat itu berpapasan dengan twins.


"Kak!"


"Twins. Ada apa?" Kayla mengacak rambut kedua adiknya.


" Bagaimana menyembunyikan alamat IP kita." tanya Sean membarengi langkah kakanya.


"Apa? curang! Kenapa Kian bisa tau lebih dulu?"protes Sean mengejar Kay, Kian tersenyum jail dengan menampakan deretan gigi putihnya.


"Kami kan kembar, harusnya porsi kami sama."


"Tanyakan saja pada Kian? Kenapa dia bisa tau lebih dulu?"


"Kian!" Sean yang ngambek menoleh pada Kian.


"Karena aku lebih pintar dari mu! Hahahah..." Kian berjalan melewati Sean menyusul Kay.


Dimeja makan sudah ada Malvin dan Embun. Kay menarik kursinya.


"Kenapa kalian pagi-pagi sudah ribut?"tegur Malvin melihat Twins saling piting sampai di meja makan.


Twins langsung melepaskan satu sama lainnya.


"Tidak ada. Kami hanya bercanda." kompak Twins mendapat lirikan tajam dari Kay.


Twins dengan patuh dan rapi duduk kursi masing-masing. Malvin masih menatap mereka curiga.


"Dad. Kemana kak Cathy?"


"Dirumah suaminya, sayang." balas Embun lembut dengan senyuman.


Embun mengambilkan nasi beserta lauknya untuk sang suami. Lalu mengambilkan untuk twins. Setelahnya, Embun duduk disisi samping suaminya dan mengambil sarapan untuknya sendiri.


"Setelah Kak Cathy menikah jadi sering tidak dirumah ya? Kami kangen juga pada nya."


"Kalau kangen datang saja ke apartemen Kennan."


"Bolehkah?"


"Yah, tentu saja. Tapi, harus ijin dulu daaann.. pergi bersama Jo dan yang lainnya. Agar mereka bisa menjagamu." ucap Embun menatap lembut kedua anak kembar nya.


"Yeess mommy." Twins mengangkat tangannya di dahi.

__ADS_1


Embun beralih menatap Kay.


"Kay, apa hari ini ada kuliah pagi?"


"Tidak Bu, tapi aku masih ada urusan dikampus dengan teman-teman."


"Baiklah. Ibu ada urusan disekitar kampusmu. Nanti ibu antar ya?"


Kay tercenung. Melirik Daddy-nya sekilas yang sedang sarapan. Lalu kembali melihat ibunya.


"Baiklah."


***


####


Kayla duduk dijog penumpang depan. Sementara Embun menyetir. Kay menatap keluar jendela, sedang Embun sesekali melirik putri nya dari ujung ekor matanya.


"Ada apa Bu?"


"Heeemmm?"


"Ibu ada yang ingin dibicarakan kan? Makanya menawarkan diri mengantarku."


Embun tersenyum kecil.


"Kay, Ibu punya seorang kenalan. Dia anak teman ibu..."


"Tidak Bu, terima kasih." potong Kay yang mengerti maksud ucapan ibunya.


"Kayla...."


"Tidak ibu!" Kay menoleh meninggikan suaranya."Kay sudah punya kekasih. Kenapa memaksa untuk mengenalkan ku pada orang lain? Kalian bahkan juga tau. Kami saling mencintai."


Kayla menyentak nafas nya kesal. Berkali-kali.


Kay begitu kesal dengan sikap Ibu dan Daddy-nya. Kini mereka jelas tak merestui hubungannya dengan Gara. Mencoba menjodohkan nya dengan pria lain.


"Kay, jika hubungan kalian diteruskan hanya akan melukai dirimu."


"Ibu...."


"Kami perduli padamu Kay. Kami tidak ingin kamu terluka. Kami menyayangi mu. Ingin kamu hidup dengan pria baik-baik. Menjalani hidup yang baik juga. Tanpa bahaya dan intrik seperti hubunganmu dengan Gara sekarang."


Embun bernafas berat.


"Karena itu Kay...."


***


###


Kayla berlari dengan uraian air mata. Membawa rasa sedih dihatinya. Kini Ibunya bahkan terang-terangan menentang keras hubungannya dengan Gara.


Kay berhenti, membungkukkan badannya mengambil nafas. Tepat didepan aquarium tempat dia dan Gara dulu berkenan. Kayla menatap bangunan didepannya. Mengusap pipi nya yang basah.


Kay memasuki Aquarium raksasa. Dia berjalan sambil melihat berkeliling. Memandang indahnya air dengan ribuan ikan didalamnya. Dalam lorong Aquarium itu Kayla berjalan sambil melamun, hingga dia menabrak tubuh seseorang.


"Maaf. Aku tidak sengaja." Kay menundukkan kepalanya beberapa kali, lalu melihat wajah orang yang berdiri didepannya.


Orang itu tersenyum dengan menampakkan deretan giginya. Kayla tertegun...


___^_^___


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat


☺️

__ADS_1


__ADS_2