
Cathy mempersiapkan baju perangnya. Setelah memasukkan semua yang dia butuhkan. Cathy mengirim pesan untuk Om Kenan. Mengabarkan jika dia siap berangkat ke rumah pria itu.
📞:"Om, aku sudah sampai di lobi. Apa yang selanjutnya aku lakukan?"
📞:["Langsung saja! Nanti aku kasih password nya."]
📞:"Okey."
Cathy pun memasuki Lift, bergerak ke atas. Kemudian berhenti di lantai kamar Kenan. Setelah mendapatkan password dari Kenan. Cathy langsung memasuki apartemen Kenan. Cathy melihat sekeliling, tepat saat itu hp Cathy berdering.
📞:" Hallo?"
📞:["Apa kau sudah sampai?"]
📞:"Sudah."
📞:["Okey. pekerjaanmu sudah menunggu di sana. Buktikan ketulusan mu dalam meminta maaf."]
📞:"Tunggu! Jadi maksud Om aku membereskan semua rumah mu begitu?"
📞:["Hemm, bukankah kau mau meminta maaf kepada ku?"]
📞: " Hahahaha." Cathy tertawa canggung.
📞:"Okey. Baiklah! Jika itu keinginan Om. Kapan Om kembali ke rumah mu?"
📞:["Nanti malam."]
📞:"Oke. Tidak usah buru-buru. Selamat bekerja."
Setelah menutup telponnya, Cathy melihat seluruh Apartemen Kenan. Sangat berantakan dan kotor. Cathy mengulas senyum yang manis.
"Okey! Jika itu keinginan Om." gumam Cathy.
Gadis berambut pirang kecokelatan itu, membuka aplikasi jasa pembersihan online. Lalu dia memesan. Setelah menunggu selama beberapa saat lamanya. Akhirnya sang asisten kebersihan datang.
"Selamat siang. Dari go-clean."
"Mari ikut saya, semua dibereskan. Dan harus benar-benar bersih. kalau kerja mu bagus. Nanti aku kasih tips. Okey?" ucap Cathy menyatukan ujung jari telunjuk dan jempol nya, hingga membentuk lingkaran.
"Siap Kaka."
"Good! Kerjakan!" ucap Cathy riang.
Cathy menunggu di ruang tamu. Dengan menyalakan televisi menonton film Jet Li. Cathy juga memakan beberapa camilan.
"Yah, dia tidak bilang kalau harus aku yang kerjakan, Jadi tidak masalah jika aku pakai jasa pembersihan, kan." kekeh Cathy puas dengan idenya sendiri.
Di sisi lain, Kenan yang masih berada di luar kota menemani Malvin. Tersenyum senyum membayangkan Cathy membersihkan apartemen yang sudah dia buat sangat berantakan itu. Kenan kembali pada aktivitas nya.
Beberapa jam setelah urusan nya selesai. Dan Kenan sudah agak longgar. Kenan kepikiran dan merasa kasian juga pada Cathy. Terbayang betapa berantakan dan kesusahan nya Cathy dalam membersihkan apartemen milik nya.
"Apa aku sudah sangat keterlaluan?" gumam Kenan. "Cathy sudah meminta maaf, kenapa aku masih mempersulit nya?"
"Hanya karena merasa kesal dan nyeri di bagian itu bila mengingat nya. Huufftt.. Dia juga masih anak anak." Sesal Kenan merasa bersalah. "Apa yang ku lakukan pada bocah itu."
"Hmmm.. Mungkin sebaiknya aku beri dia oleh oleh." pikir Kenan lagi.
"Selama di kota itu, Kenan menyempatkan diri untuk membeli beberapa barang unik untuk Cathy."
Ken mengambil sebuah bandana. Melihatnya sesaat. Dan membayangkan Cathy memakai nya. Kenan tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Apa dia akan menyukai nya?" Gumam Kenan dengan senyum geli.
Kenan beralih melihat aksesoris lainnya. Dia mengambil sepasang gelang berwarna gelap. Kenan juga mengambil beberapa aksesoris yang lain. Tentu untuk beberapa teman dan kerabat nya.
Dalam perjalanan pulang dari luar kota. Kenan masih merasa tak enak dengan Cathy. Kenan melirik bosnya. Malvin terlihat sedang tidur. Pria bule itu sepertinya sangat lelah sampai tidur se pulas itu.
Kenan mengirim pesan singkat kepada Cathy.
💌Kenan : Cathy, apa kau masih di apartemen?
💌 Cathy : Masih Om. Ada apa?
💌 Kennan : Apa pekerjaan mu sudah selesai?
💌 Cathy : Tentu saja. Kenapa?
Seketika Kenan merasa bersalah, dan tak enak pada Cathy. Sudah mengerjai nya seperti itu.
💌 Kenan : Apa kau ingin sesuatu untuk dimakan?
"Dia pasti sangat kelelahan. Bagaimana bisa aku mengerjainya sampai seperti itu? Dia tak pernah mengerjakan nya sebelum nya. Kalau tuan Malvin tau, habislah aku." pikir Kenan melirik pada Tuannya yang tertidur pulas.
Pesan dari Cathy diterima. Gegas Ken mengambil hp nya dan melihat.
💌 Cathy : Terserah Om aja. Kapan Om pulang? Ini sudah semakin malam. Daddy bisa marah jika aku tak kembali saat dia datang. Apa boleh aku pulang lebih dulu?"
💌 Kenan : Baiklah. Pulanglah! Hati-hati dijalan.
Mata Kenan sedikit membulat dengan pesan balas yang dia kirim sendiri.
" Apa?" Gumam Ken tak rela." Hapus! Apa-apaan aku ini? Bagaimana jika dia menyetujuinya... Aahh! terlambat! Dia sudah baca!"
💌 Cathy : Okey.
"Haahh? Apa yang kupikirkan barusan? Dasar Kenan! Sadarlah. Jangan ganggu bocah itu." sambungnya lagi menepuk nepuk kepalanya.
Ken sudah sampai di dalam lift nya. lift itu terbuka tepat di lantai Kenan.
Kenan menatap handle pintu kamar nya.
"Mungkin dia sudah kembali. Ini juga belum terlalu larut malam."
Kenan membuka pintunya. Mendorong dengan perlahan. Kenan melangkahkan kakinya, dia tertegun, melihat Cathy tertidur di sofa tamu dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Hanya terlihat sampai dagu saja.
Pemandangan yang membuat Ken semakin merasa bersalah. Menatap Cathy dengan iba.
Kenan berjalan meletakkan begitu saja barang yang dia bawa tadi. Ken menghampiri Cathy. Menatap wajah yang tenang dengan lelapnya. Ken mengusap kepala Cathy dengan lembut. Menatap wajah cantik itu dengan sayang.
Kenan mengangkat tubuh Cathy untuk di pindahkan ke kamar nya. Tubuh Kenan membungkuk. Kaki nya tak sengaja menginjak ujung selimut. Hingga saat dia sedang mengangkat tubuh Cathy otomatis selimut itu menyibak dan menampakkan Cathy dengan baju perangnya.
Mata Kenan membulat sempurna. Pemandangan alam yang sangat indah dan menggoda. Menarik kejantanan nya untuk bangkit.
Dengan segera Kennan kembali menjatuhkan tubuh Cathy ke sofa. Menutup aurat yang menggoyang imam nya itu dengan selimut.
"Apa.. Apa yang dia pakai? Kenapa berpakaian seperti ini? Apa dia tak punya pakaian lain? Atau dia sedang menggoda ku?"
Kenan bergegas ke kamar mandi. Kenan mengguyur tubuhnya yang masih memakai pakaian lengkap. Meredam hawa panas di tubuh nya.
Setelah beberapa jam lamanya Kennan keluar dengan bathrobe. Kenan menggosok rambutnya yang basah. Kennan berjalan ke ruang tamu dimana Cathy tidur.
Kenan duduk di sisi sofa lain nya. Menatap Cathy yang menggeliat dan mengerjab. Membuka matanya. Dahinya mengernyit.
__ADS_1
"Om Kenan?" Cathy bangun terduduk. "Om kapan pulang?"
Kenan menghela nafasnya, mengalihkan pandangan nya.
"Kenapa berpakaian seperti itu?"
"Ng?"
Cathy masih belum sadar sepenuhnya.
"Bajuku kotor. Tadi aku cuci. Tidak ada baju lain. Dan ini yang dikirimkan temanku saat aku memintanya." ucap Cathy beralasan.
Kenan tertawa kecil.
"Siapa temanmu? Biar aku hajar dia besok."
Catty tertawa kikuk.
"Ganti pakai baju ku saja." Kenan beranjak dari duduknya. Melangkah ke kamarnya.
Cathy memonyongkan bibir merasa rayuan nya tak berhasil.
"Apaan? Apa dia sedikitpun tak tergoda? Malah nyuruh ganti." gumam Cathy kesal.
Cathy berjalan mengikuti jejak Kenan yang lebih dulu masuk ke kamar nya. Kenan mengambil salah satu kaus miliknya dengan warna yang agak gelap.
Kenan melangkah, membuka pintu kamar tepat saat Cathy juga mendorong pintu yang sama. Hingga mau tak mau Cathy terkaget dan jatuh. Bagitu juga dengan Ken. Yang terdorong jatuh kebelakang. Tubuh Cathy tepat berada di atas tubuh Ken.
Cathy mengangkat kepala.
"Aaa... maaf Om."
"Uuuggghh... Cepat turun dari sana." pinta Kenan dengan wajah memerah.
Tiba-tiba saja Cathy merasakan hal yang berubah dari tubuh Kennan. Gegas Catty berpindah. Dan duduk di samping Ken, wajah gadis itu juga berubah.
"Cepat! Ganti pakaian mu!" ucap Kenan menyerahkan kaus yang dia bawa.
"Tidak! Pakai saja langsung."
Kenan memasukkan lobang kaus ke kepala Cathy, menarik paksa tangan gadis cantik itu hingga melewati lengan baju dan terpakai sempurna.
"Om...."
"Sssttt!!" potong Ken cepat. "Jangan ngomong apa-apa."
Cathy masih membisu dengan wajah merah dan malu.
"Aku lapar. Ayo makan."
Kenan beranjak lebih dulu, berjalan ke arah dapur. Cathy masih mematung di tempatnya.
"Om Ken, apa dia.... Jangan-jangan...."
____^_^_____
Reader, Kasih semangat dong, biar Author up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
__ADS_1
Salam___
😊