Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 93


__ADS_3

Sean dan Kian tampak cukup berkeringat malam itu. Mereka tengah berada diruang rahasia mereka dengan beberapa layar datar yang menyala.


"Kian, kita harus menghubungi kak Kay."


"Oke."


"Sekalian, panggil kak Cathy."


"Dia tidak bisa membantu apa-apa dalam hal ini."


"Setidaknya dia lebih dewasa dari kita. Dia bisa mengambil keputusan."


"Ya ya ya.. Baiklah. Aku tau. Apa kau yakin bisa mengatasinya sendiri?"


"Ya, selagi aku masih bisa. Sekarang pergilah. Aku tak tau bisa bertahan sampai kapan."


Kian berlari keluar, ia menghubungi Kayla dan memanggil Cathy agar segera ke markas.


"Baiklah Ki, Kaka mengerti. Tetap bertahan disana. Kaka akan menyerang dari sini." Kay yang beranjak dari ranjangnya mengenakan jaket untuk menutupi baju tidurnya. Tanpa ia menyadari Gara tak ada disana. Kayla berjalan dengan Earpone yang masih terpasang di telinga nya. Begitu sampai di ruang komputernya. Kay bergegas menyalakan panel-panel dan mengaktifkan beberapa ID.


Malam itu Kayla dan juga Twins saling menyerang pada musuh mereka dengan segala trik dan intrik. Ia cukup menguras tenaga dan pikirannya. Musuh yang kali ini mereka hadapi lebih tangguh dari sebelumnya. Mereka menggunakan headset di kepala masing-masing untuk berkomunikasi.


"Kak Kay. Ada yang menyusup di mansionmu."


"Aku tau." Kayla melirik satu layar yang menampakkan CCTV di rumahnya.


"Sial. Ini berbahaya Kay. Dimana lokasi mu? Biar aku kesana." Cathy yang melihat melalui layar di depannya itu geram melihat banyaknya orang yang mengepung rumah Kayla.


"Jangan khawatir disini ada beberapa orang yang Gara tinggalkan."

__ADS_1


"Shiitt! Dimana dia disaat istrinya sedang dalam bahaya." Umpat Cathy tak sabar."Kayla! Dimana posisimu?"


"Aku lihat beberapa jam yang lalu dia pergi dengan persenjataan lengkap." ucap Kian yang sempat melihat pergerakan Gara melalui monitor yang dia sadap.


"Apa? Apa yang si brengsek itu rencanakan? Apa dia mau bertindak sendiri?" Cathy makin kesal saja. Dia bersiap untuk menyusul Kay.


"Dimana lokasimu?"


Kay masih diam dan fokus pada serangan hacker yang makin brutal. Setidaknya Kayla harus membalikkan keadaan sebelum para menyusup itu mendapatkannya.


"KAYLA!"


"Ka Caty, Kak Kay masih mengenakan GPS ditubuhnya." tukas Sean yang juga memperhatikan layar dengan jari tangan yang ikut menari diatas keyboard.


"Ck!" Cathy sesegera mungkin berlari keluar. Mengendari mobilnya dengan kecepatan penuh. Saat ini yang Cathy jelas tau adalah Kayla yang menjadi target. Sebagai saudaranya ia harus bisa menjaga Kayla saat suaminya entah ada dimana.


Dilain sisi, Kay yang masih sibuk dengan jarinya itu. Melirik pada satu monitor yang menampilkan CCTV kediaman nya. Sebenarnya Gara sudah menempatkan beberapa orangnya untuk menjaga Kayla. Setidaknya ia harus memastikan Kayla aman.


"Ck!"


Kayla melihat situasi nya tak begitu menguntungkan. Kay pun beranjak dari duduknya.


"Sean, aku serahkan malah ini padamu."


"Apa?"


"Dan Kian, bimbing Kaka." Kay berjalan dan mengganti earpone-nya dengan yang lebih simpel. Kayla keluar dari ruang kontrolnya. Melangkah beberapa jengkal dengan hati-hati. Kayla menyusupkan tangannya kebawah sebuah bufet. Mengambil sebuah pistol dan menggenggam dengan tangannya yang gemetar. Sesungguhnya ia ragu, tak mungkin ia menggunakannya untuk membunuh orang. Tapi....


Kay menelan ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


DOOORRR


Jantung Kayla berdetak dengan kencang. Aliran darahnya seolah bergerak dengan cepat seiring dengan jantungnya terpompa. Kay memantapkan hatinya.


"Di bunuh atau membunuh."


DOOORRR


Suara tembakan kembali terdengar. Micky datang dari arah yang lain. Dengan cepat Micky menarik tangan Kayla.


"Ayo Nyonya. Kita ke tempat yang aman."


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih


salam


🥰☺️

__ADS_1


__ADS_2