
Yang ini spesial part end untuk Kayla. Yang Cathy masih berlanjut untuk beberapa bab kedepan. Selamat membaca.
Beberapa hari berlalu, tiba waktunya untuk Cathy dan Kennan melangsungkan pernikahannya. Banyak tamu undangan yang datang, juga keluarga besan yang begitu heboh.
Wajah sumringah menghiasi keluarga Malvin dan Embun. Kayla menatap pasangan yang tengah menyambut para tamu. Ia menyeruput minuman yang dia bawa, lalu meletakkannya diatas meja. Disamping nya Micky setia menemani.
"Ayo kita pulang Micky."
"Baik nyonya."
"Aku akan berpamitan dulu dengan mereka."
"Baiklah, saya tunggu didepan."
Kayla berjalan mendekat mempelai.
"Hay!"
"Kayla!"
"Kau terlihat bahagia sekali Cat."
"Tentu saja, ini pernikahan ku, bagaimana mungkin aku tidak bahagia." Cathy tampak begitu cantik dengan pakaian pengantinnya."Oiya, terima kasih untuk kadonya." bisik Cathy dengan senyum nakal.
Kayla menanggapi nya dengan senyum geli. "Aku mau pamit."
"Apa? kenapa cepat sekali?" merengut gemas.
"Yaahh,, aku masih harus menjaga anakku." Kayla mengusap perutnya yang masih agak rata itu.
"Hmmm.. aku tau. Hati-hati lah dijalan."
"Heemm...."
Kayla melambaikan tangannya, ia juga berpamitan dengan Malvin dan Embun ibunya.
Kayla melangkahkan kakinya keluar gedung dimana Cathy melangsungkan acara pernikahannya dengan Kennan. Disana Micky menyambutnya dengan menundukkan kepala, Micky membukakan pintu untuk Kayla. Lalu memutari setengah badan mobil dan melaju. Kembali ke Castil dimana dia tinggal.
Kayla menatap bangunan megah itu dengan senyum diwajahnya. Ia melangkah dihalaman Castil Micky masih berada dibelakangnya mengikuti nyonya nya dengan setia.
"Micky, kapan dia akan kembali?"
Micky mengulas senyum. "Bila waktunya sudah tiba Nyonya."
"Kau tidak tau kapan?"
"Sebaiknya nyonya menenangkan hati dan menjaga tubuh agar bayi di perut anda senantiasa bahagia dan sehat."
"Aku tau..." Kayla kembali mengulas senyumnya. Melangkah masuk kedalam Castil.
"Tapi, bagaimana aku bisa bahagia jika kamu tak ada, Gara..."
Waktu terus berlalu dengan cepat perut Kayla pun sudah tampak lebih besar. Kayla mengelus perutnya setelah ia melakukan cek up kandungan. Tentu saja Micky yang menemaninya. Sudah hampir tujuh bulan lamanya, setelah kepergian Gara. Beberapa kali Kayla bermimpi melihat Gara datang menemuinya, mengusap wajah dan perutnya saat tidur, hanya samar dalam ingatan Kayla saat itu.
Di depan Castil, ada sebuah mobil yang terparkir. Kayla menatap dengan heran, tak mungkin ada orang yang datang ketempat yang terpencil seperti ini. Di teras berdiri seorang pria yang terlihat sedang mengetuk pintu. Seketika Kayla langsung teringat dengan suaminya Gara. Gegas Kayla turun dari mobil dan menyentuh tangan pria itu. Sosok itu berbalik wajah Kay sedikit terkejut. Itu bukan Gara. Kay segera menarik tangannya dengan lemas.
"Selamat siang, saya kemari untuk menawarkan jasa."
__ADS_1
"Aahh, begitu, sales rupanya." gumam Kay yang kecewa karena berharap itu suami. Postur tubuh mereka sangat mirip. Hanya wajahnya yang terlihat berbeda. Micky tersenyum melihat sales itu, dan sedikit menundukkan kepalanya. Namun Kayla Tak melihatnya, Wanita itu berjalan memasuki rumahnya.
"Masuklah, jasa apa yang kamu tawarkan?" Kayla duduk di sofa dan juga mempersilahkan sales itu duduk. Kayla menatap pria itu menyeluruh.
"Dia memang memiliki postur tubuh seperti Gara." batin Kayla. Tiba-tiba saja ia merasa sangat rindu pada suaminya itu. Teringat semua hal tentang Gara, bagaimana pria itu menyentuhnya, senyum nakalnya dan tatapan matanya. Dengan mata yang mulai berembun, Kay menatap wajah pria yang kini ada di hadapannya. Dia juga menatap intens pada Kayla.
"Jasa apa yang kau tawarkan padaku?"
"Jasa... Menghapus air mata."
Kayla terkekeh geli, "Jasa apa itu?"
"Jasa yang kamu butuhkan saat ini."
Suara sales itu membuatnya teringat dengan Gara kembali. Kayla mencoba mengatur gemuruh didadanya. Serasa begitu menyesakkan.
"Siapa namamu?"
"Arsen, Arsen Winger."
Kayla tersenyum kecut. "Apa kau seorang blasteran?"
"Begitulah."
"Kenapa menjadi sales?"
"Ini... Pekerjaanku yang lain."
Kay mengatur lagi nafasnya. Menelan ludahnya dengan susah, dan berdehem menghilangkan cekat ditenggorokannya yang sesak oleh dorongan perih dari dadanya.
"Apa kamu yakin?"
Kayla dan Arsen kembali saling menatap intens. Mata Arsen lagi-lagi membuat Kayla teringat dengan suaminya. Semakin jauh Kayla masuk kedalam matanya, semakin Kayla ternggelam. Hingga tanpa dia sadari Ia sudah duduk dipangkuan pria itu. Memeluk lehernya dan menciumnya dalam-dalam.
Perasaan yang telah lama dia rindui, kecupan demi kecup yang terus ia rasai membangkitkan gairahnya. Tangan Arsen memeluk tubuhnya dengan erat. Lalu bergeser mengusap perutnya dengan lembut. Kayla tersentak, sadar akan tindakannya yang diluar pikirannya, melepas panggutan. Mata Arsen masih terlihat menggantung. Bibirnya yang terbuka dan basah membuat Kayla tergoda lagi.
"Sadarlah Kay, apa yang sudah kau lakukan? Dia bukan Gara, apa yang kau pikirnya." Kayla bangkit berdiri dan menjauh, mata Arsen masih terpaku pada sosok Kayla.
"Pergilah!" Kay membalikkan badannya dengan perasaan tak menentu.
"Kay-la~"
Suara yang seketika menggetarkan seluruh tubuhnya. Belum sempat ia menoleh dan berbalik, tangan Arsen sudah melingkar diperutnya. Mengusap lembut perutnya yang buncit. Mata Kayla berembun. Ia memejamkan matanya dan meluncur kristal bening dari sana. Arsen mengusap lembut pipi Kayla yang basah. Mengecup lembut pipinya.
"Apa kau tak mengenaliku? Ataukah, kau sedang berusaha mengingkarinya?" Arsen memiringkan wajah Kayla hingga wajahnya mereka berhadapan, melummat bibir lembut Kayla. Memberinya ingatan akan sentuhan yang sama dengan yang Gara berikan dulu.
Kayla melepaskan diri dari dekapan Arsen sedikit menjauh menatap wajah pria yang baru saja dia temui itu. Kayla meraba tubuh Arsen, dengan tak sabar membuka baju pria itu. Walau pandangan matanya masih terlihat sangat dipenuhi tanya.
Kayla menatap tubuh Arsen, ia menutup mulutnya membulat. Melihat tubuh Arsen yang kini bertelanjang dada. Luka bekas tembakan diperut pria itu terlihat jelas. Juga luka pada bagian atas dadanya. Mata Kay mulai berembun lagi. titik titik bening meluncur dari iris mata indahnya.
"Ga-ra~"
Arsen mengulurkan tangannya."Namaku Arsen."
Di samping Kay Micky muncul dan berdiri dengan sedikit membungkukkan kepalanya.
"Selamat datang kembali tuan Arsen."
__ADS_1
Kay menatap Micky dengan mata yang berair tak percaya.
"Kau sudah tau." Suara Kay bergetar. Micky hanya menjawabnya dengan senyum yang mengisyaratkan sebuah jawaban.
Kay kembali menatap pria yang wajahnya sangat berbeda jauh dari Gara, dalam tubuh yang sama. Kay memukul dada Arsen dengan isakan.
"Bajingan kamu."
Kay tersedu memukul lemah tubuh Arsen.
"Apa aku mengejutkanmu?"
Arsen memeluk tubuh Kayla guna memenangkan nya. Kay menangis sejadi dalam pelukan Arsen atau lebih tepatnya Gara dengan wajah dan identitas Arsen.
"Apa kau suka wajah ini?"
Kay tertawa dalam kelegaan dan deraian air matanya.
"Kau brengsek, kenapa baru muncul?"
"Maaf, aku harus meredam semua ini lebih dulu. Sebelum muncul kembali sebagai sosok yang lain." Arsen mengeratkan pelukannya. "Apa aku dimaafkan?"
Kayla membuat jarak menatap wajah suaminya yang sudah berubah wujud.
"Apa ada jasa lain yang kau tawarkan selain menghapus air mata?"
"Tentu saja. Ada banyak."
"Sebutkan."
"Jasa memeluk, jasa memberi kehangatan, jasa menemani tidur, jasa mencintai dengan tulus...."
"Sudah berapa banyak pelanggan mu?" potong Kayla menatap Arsen intens.
"Satu!" balas Arsen cepat dengan yakin."Kayla seorang."
____^_^____
Untuk Part-nya Kayla udah End ya Readers, bab berikutnya jadi bab special scene -nya Cathy dan Kenan. Bakal back lagi ke masa sebelum acara resepsi pernikahan di gelar.😌
Oiya Readers, Ci Othor mau ada hajatan punya ipar, jadi rada sibyuuk ya, mungkin akan up rada telat dan mungkin bakal ada liburnya. dari pada di gunjing mamer ye kan, si ipar hajatan kok malah pegang hape bukan pegang wajan 😂😂. Mohon maklum ya Readers.
Readers, jangan lupa dukung si Othor ya
like
komen
vote
gift
terima kasih
salam
🥰☺️
__ADS_1