
DOOORRR
Bercak darah menetes jatuh kelantai berkarpet putih berbulu. Bibir Daniel masih tampak tertarik keatas. Matanya membulat sempurna, perlahan tubuh pria itu melemah dan jatuh terjerembab. Dari perutnya merembes warna merah yang melebar kemana-mana. Dengan mata terbuka yang berair Gara bangkit. Tangan dan pistolnya berlumur darah. Ia baru saja menghabis ayahnya, atau mungkin lebih tepatnya. Orang yang mengaku ayahnya.
Gara masih menatap tubuh Daniel dengan pandangan mata yang menerawang. Emosional nya masih terobrak-abrik, tapi dengan segera Gara menyakinkan dirinya, Daniel bukanlah ayah kandungnya. Walau Daniel terus mencuci otaknya, mendoktrin jika Daniel sungguh ayahnya.
Gara melangkahkan kaki, mengambil pistol ditangan Daniel dan berjalan menjauh. Ia menghubungi seseorang dari earpone nya.
"Micky. Bagaimana dengan Kayla."
"Nyonya, berada ditempat yang aman tuan."
"Terima kasih."
"Tapi, maafkan saya, Nyonya melakukan perlawanan dan mempersulit pergerakan saya, jadi saya membuatnya pingsan."
Gara mengepalkan tangannya, dia marah tapi ia juga mengerti, itu mungkin satu-satunya jalan agar bisa membawa Kayla pergi."Terima kasih."
Gara terdiam dengan pandangan sedih.
"Kuatkan dirimu, Teman." Gara menepuk bahunya sendiri."Segera pulang temui istrimu. Tapi sebelum itu, ada yang harus dilakukan."
Malam itu, Gara membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi melintasi tanjakan digunung, hingga ia lepas kendali, mobilnya menabrak pembatas jalan dan terlempar di jurang. Lalu jatuh dan menciptakan ledakan yang besar, cukup untuk membuat perhatian. Sesosok tengah berdiri diujung tebing, ia tampak cukup terengah menatap kepulan asap dibawah sana.
...****************...
Dilain sisi diwaktu yang sedikit berbeda, Cathy yang masih menaruh curiga pada Micky. Ditambah lagi Kayla susah di hubungi. Cathy masih bisa menangkap sinyal GPS yang terpasang pada gelang kaki Kayla.
"Apa ini? Tempat ini terlalu terpencil, sinyal Kay pun tak pasti. Aku tak mungkin kesana sendirian, terlalu beresiko. Akan kucoba hubungi Om Ken."
Cathy menelpon Kennan. Pria itu bersuara.
📞:["Ada apa Cat?"]
Dengan Cepat Cath mberi penjelasan. singkat padat dan jelas. Kennan mengangguk dan melirik bosnya. Saat itu juga Malvin dan Kenan beserta beberapa bodyguard nya bergegas menyusul Cathy.
"Cath."
"Suamiku."
Kennan tersenyum mendengar Cathy sudah mengubah panggilannya.
"Bagaimana?"
"Aku jelaskan dimobil." ucap Cathy membuka pintu mobilnya. Setelah melihat lagi lokasi Kayla sudah berada di satu titik. Dan memberi penjelasan lebih lanjut pada Kenan dan Daddy-nya.
"Aku sungguh tak tau orang seperti apa Gara."
"Dia memang misterius dari dulu Dad."
Malvin menghela nafasnya. "Kenapa Kayla serumit ini? Semoga dia baik-baik saja."
Mereka sampai di sebuah bangunan castil mewah. Disitulah titik terakhir Kayla.
"Dia ada didalam."
Mereka menyeruak dan keluar dari dalam mobil. Didepan pintu Micky menyambut. Ia sudah tau akan kedatangan keluarga Kayla itu.
__ADS_1
"Selamat datang."
"Dimana Kayla?"
"Nona Kayla sedang beristirahat didalam." Mick menunduk dengan hormat.
"Kau, Micky bukan?"tebak Caty.
"Suatu kehormatan anda sudah mengenal saya lebih dulu."
"Aku tidak suka basa basi."menatap tajam.
"Silahkan masuk dulu."
Beberapa saat kemudian.
Di ruang utama, Malvin, Kennan dan Micky duduk bersama. Sedangkan Cathy berada didalam kamar Kayla yang sedang terlelap. Saat itu mereka semua tengah menonton tv, seperti yang Micky minta. Melihat saluran televisi, dimana disana tampak sebuah mobil yang terguling dan berapi besar oleh sebuah ledakan.
"Apa Kau mau menjelaskan?"tatap tajam Malvin pada asisten Gara itu.
"Saya tidak akan menjelaskan apa-apa." Micky menunjuk saluran televisi.
"Apa kau mau bilang jika menantuku adalah korban tabrakan itu?"
"Benar. Tuan Gara memang kecelakaan. Tapi...."
.
.
.
Cathy menatap saudaranya yang perlahan membuka matanya. Melihat Cathy duduk disampingnya.
"Cath?" Kayla terheran. "Apa yang kau lakukan disini? Ini dimana?"
"Ini tempat yang aman. Gara sudah mempersiapkan segalanya."ucap Cathy pelan.
"Apa?" Kay tersentak,
"Kay jangan terlalu dipikirkan. Apapun yang kau lihat dan dengar. Kami tetaplah keluargamu, selalu mendampingi mu. Heeemmm?"
Kayla tersenyum kecut, "Apa maksudmu? Dimana Gara?"
Cathy menelan ludahnya,
"Dimana Gara?"
"Ayo kita sarapan dulu, bersihkan tubuhmu, heemm?"
Cathy membantu Kayla membersihkan diri, tak lama seorang pelayan membawakan Kayla makanan. Kay makan dengan tak begitu bernafsu. Beberapa saat kemudian, Kayla duduk diruang keluarga, bersama Cathy, Malvin dan Kennan.
"Kenapa Daddy bisa sampai kemari?"
"Apa kamu nggak liat Cathy?"
Kayla tersenyum tipis. Tentu saja pasti melalui Cathy. Saat itu, Kayla juga menonton tivi, disana tersiar kabar tentang kematian Daniel yang meninggal tertembak juga tentang siapa pelakunya.
__ADS_1
Kay tersenyum kecut. "Apa-apaan ini?"
Kayla mulai merasakan hal yang tak mengenakkan. Ia mulai gelisah, Ia menatap Micky yang berdiri didekat pintu penghubung ruang Keluarga.
"Micky, kapan Gara akan kembali?"
"Saya tidak tau nyonya. Dia hanya berpesan agar Anda tak terlalu khawatir dan sedih."sahut Micky.
"Jika dia tidak kembali, bagaimana aku bisa tak khawatir." Kay bergumam.
"Dad, apa kamu tak kerja?" Kay berganti menatap ayah sambungnya.
"Aku.... bekerja Kayla."
"Lalu kenapa masih disini?"
Daddy, hanya mengkhawatirkan mu."
"Daddy tak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Micky akan menjagaku, sampai suamiku kembali."
"Kayla...." lirih Malvin menatap sendu pada anak sambungnya.
Tak lama berganti dengan berita lain, tentang kecelakaan dan ledakan di sebuah gunung tak jauh dari tempat Castil Kayla. Kay tersenyum kecut. Ia tersentak dan menoleh, kembali memperhatikan berita ditivi.
"Apa maksudnya ini." lirih Kay.
Dalam berita itu, karena Mayat nya hangus dan tak bisa diidentifikasi, hanya satu tangannya yang masih utuh. Dari sana diketahui juga, bahwa sidik jari yang ada ditangan itu sama dengan pemilik sidik jari yang ada dipistol dekat Daniel mati.
"Ha-ha-ha, mereka pasti bercanda. Nggak mungkin itu Gara."
Kay menggelengkan kepalanya, menolak untuk percaya pada berita.
"Kay..."
"Itu pasti bukan Gara." ucap Kay dengan setangah percaya dan mengingkari.
"Kayla.."
Kay menitikkan airmatanya. "Itu, bukan Gara kan Dad?"
"Bukan."
___^_^____
Readers, tinggal beberapa bab lagi nih, jangan lupa dukung si Othor ya
like
komen
vote
gift
terima kasih
salam
__ADS_1
🥰☺️