Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 94


__ADS_3

Kayla menyisipkan pistolnya ke punggung.


"Anak ku..." ucap Kayla dalam benaknya menyentuh perut.


"Ayo Nyonya."


Kay mengangguk. Micky menuntun Kayla dengan menggenggam pistol berperedam ditangannya. Mereka menyusuri lorong dan dan sesekali bersembunyi disaat melihat adanya bayangan.


"Kak Kay,tiga meter didepan ada tiga orang dengan senjata." Kayla melirik arah depan memang ada bayangan. Kay dan Micky masih bersembunyi di balik tembok.


"Tiga orang." bisik Kay. Micky menoleh."ketiga nya membawa senjata."


Micky mengangguk. Ia kembali melihat kedepan, berancang-ancang menyerang. Saat dirasa sudah cukup dekat, Micky menembak mereka satu persatu hingga tumbang. Mereka melangkah lagi.


"Micky, kemana tujuan kita?"


"Saya akan membawa anda ke tempat yang aman."


"Kau mau memberitahu atau tidak. Jika tidak, aku juga tidak akan bekerja sama."


Micky menghela nafasnya. "Kearah tebing."


"Tebing?"


"Heemmm... Ada jalan rahasia kesana, yang nantinya akan sampai ke hutan. Ada kendaraan yang menunggu disana." Jelas Micky tanpa mengurangi kewaspadaan.


"Arah tebing, akan aku Carikan jalan kak." Kian mulai memainkan jarinya, matanya bergerak kian kemari mengikuti layar yang menyala di depannya. Wajah bocah itu begitu serius, mengirimkan sinyal yang tertangkap satelit yang berputar di angkasa. Kian mulai memberi beberapa petunjuk tentang aman tidaknya jalan yang akan kakaknya lalui, juga berapa jumlah gerombolan disana. Setelah melalui perjalanan yang dramatis, Micky dan Kayla sampai di mulut pintu rahasia yang masuk kedalam perut tebing. Tangga berundak tampak menganga siap untuk ditapaki. Kayla terlihat ragu untuk masuk.


"Nyonya, ayo."


"Aku.... Apa ini benar-benar akan tembus ke hutan?" ragu Kay, ia yakin setelah masuk kedalam sana Kian tidak akan bisa memantaunya lagi. Itu artinya, apapun yang akan terjadi nanti ia harus bersiap dengan segala resikonya.


"Saya akan menjaga anda."


Kayla masih terlihat ragu. Melihat itu Micky menyerahkan sebuah telpon genggam pada Kay. "Ini tuan muda Gara."


Kay menatap Micky lalu menerima ponsel itu dan mendekatkan nya ditelinga.


📞:"Ga-ra..."

__ADS_1


📞:["Kayla, saat ini keadaan sedang mendesak. Ikutilah Micky, dia akan membawamu ke tempat aman. Kita bertemu disana."]


📞:"Baiklah."


Di sisi Gara,


📞:"Aku mencintaimu." Sambungan sudah Kayla tutup, Gara masih menempelkan ponsel itu ditelinga nya."Juga anak kita. Aku mencintai kalian." lirihnya lalu menyimpan ponselnya. Dibelakang Gara tampak beberapa orang yang menyertainya.


"Ayo."


Gara melangkahkan kakinya lebar, mimik mukanya berubah serius dan tajam.


...****************...


Cathy yang masih berada di dalam mobilnya yang melaju kencang, berusaha menghubungi Ken suaminya.


"Hiiissshh,, dia kemana sih? Disaat dibutuhkan justru tidak ada. Apa semua pria menjadi payah jika beristri." gumam Cathy menggertak kan giginya kesal. Tapi ia masih mencoba menghubungi Ken.


"Hiiiissshh, sialan. Kalau masalah kasur saja. dia cepat. Nggak guna!" umpat Cathy makin kesal.


"Kak Cathy!" suara Kian berdengung ditelinga nya.


"Kak Kayla sudah memasuki jalan rahasia bersama orang kak Gara."


"Lalu?"


"Kembali saja."


"Ck! anak 11 tahun berani memerintah ku." gumam Cathy,"Apa kau yakin dia akan baik-baik saja?"


"Heemm."


"Kau tau siapa yang membawa Kay?"


"Dia adalah orang kepercayaan Kak Gara. Micky. Aku sudah meretas data pribadinya."


"Kirimkan padaku."


"Baiklah."

__ADS_1


Cathy menepikan mobilnya, sesaat kemudian dia menerima pesan dari Kian. Cathy melihat data pribadi yang Kian kirimkan padanya.


"Apa ini? kenapa data ini tampak begitu janggal?" gumam Cathy menyipitkan matanya. "Dia anak buah Gara, haruskan aku curiga dengan data yang janggal ini?" Cathy meremas hape nya.


"Kak, mau sampai kapan bengong disana?" suara Kian kembali memekakkan telinga.


"Sialan! suara anak ini sungguh membuat kesal."


Disisi lain, Malvin dan Kennan disibukkan dengan beberapa orang di ruang kontrol, memastikan semua serangan yang entah dari mana datang dan pergi.


"Tuan, ada yang aneh disini. Seolah, seseorang memancing keluar lalu menutup akses lagi."


"Ada jaringan dari luar yang bermain dengan penyerang kita." timpal orang Malvin yang lainnya.


"Siapa?" Malvin mengusap dagunya sendiri.


Sementara Gara, menyelinap masuk kesebuah markas. Dengan mengendap dan menyembunyikan tubuhnya di balik pilar. Peluru tampak melesat dan menggempur pilar beton dimana Gara bersembunyi.


Gara masih bersembunyi dibalik pilar, tangannya menggenggam erat senjatanya. Sebelum ia balik menyerang. Gara melangkah kedepan, dan sembunyi dibalik pilar yang lain, menyembunyikan diri dari hujaman peluru beterbangan tanpa suara tembakan. Gara mendengar suara langkah mendekat. Sepertinya orang itu tak tau ia bersembunyi disana. Gara bersiap, saat orang itu semakin dekat, Gara mengangkat kakinya dan menendang orang itu hingga senjatanya terlontar dan mundur kebelakang. Gara keluar dari persembunyian nya. Orang itu menyeringai.


"Apa kau bersenang-senang tuan muda?"


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih


salam


🥰☺️

__ADS_1


__ADS_2