Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 81


__ADS_3

"Setoran juragan."


"Aku mengincarmu, serigala tua." lirik sinis Malvin.


"Tak mungkin juga aku merendam bocah yang baru saja tertembak ini." pikir Malvin melirik Gara yang berdiri di depannya.


Setelah selesai menghitung jambu Gara, Malvin menyingkirkan keranjang pria itu kesamping.


"Lima puluh tiga buah."


Malvin berpindah mengambil keranjang Ken.


"Okey! Mari kita hitung." Malvin mengeluarkan jambu dari keranjang Kennan. Lalu mulai menghitung dan memasukkan jambu kedalam keranjang.


"Satu. Dua. Tiga...." hitung Malvin dengan suara yang pasti didengar kedua mantu dan anaknya itu. "Empat puluh sembilan, lima puluh, lima puluh satu..."


Malvin melirik buah jambu yang masih belum di hitung. Masih tersisa beberapa, wajah Malvin langsung berubah bete. Sedangkan Ken dan Cathy sudah saling melempar senyum menang.


"Lima puluh dua, lima puluh tiga..."


Haaaiissshh.. sialan. Lepas lagi..." batin Malvin mengambil jambu terakhir."Lima puluh empat..."


"Lima puluh lima!" Seru Cathy dan Ken bersamaan dengan wajah girang kemenangan.


"Sialan!" Malvin yang kesal membanting buah jambu kedalam keranjang.


"Jadi kami lepas dari hukuman, Kan?" Ken dan Cathy tos dengan angkuhnya, seolah tengah meledek Daddy-nya.


Malvin melirik pasangan Gara dan Kay. Yang tampak berdiri dengan santai di depannya.


"Sial. Aku tak mungkin memasukkannya kedalam air dingin. Bisa-bisa lukanya malah tambah parah. Kenapa sih dia harus tertembak segala." Pikir Malvin menyipitkan sebelah matanya terus melirik Gara.


Tiba-tiba saja Malvin dapat ide.


"AHA." pikir Malvin, dengan pura-pura tidak sengaja menendang keranjang milik Ken dan Cathy. Hingga buahnya jatuh berhamburan.


"Daddy kau sengaja menendangnya kan?" Cathy dengan tatapan meremehkan pada Ayahnya.


"Mana ada aku sengaja. Karena kau membuatku kesal, jambu-jambu yang rusak didiskualifikasi."


"Apa?" suara Ken dan Cathy. Kayla dan Gara pun saling berpandangan karena terkejut dengan ucapan Malvin.


"Kenapa Daddy begitu tidak sportif?"


"Apa kau bilang?" Malvin mendelik kesal pada Cathy.


Gara menahan senyum geli.


"Benar. Tolong jaga martabat anda, Daddy mertua." ledek Gara masih menahan senyum geli.


"Bocah ini. Aku sedang berusaha menyelamatkan dia dari hukuman malah berkata yang begitu monohok isi perutku. Dasar anak Daniel." Gumamnya mengepalkan tangan gemas.


Kay menggeleng, "Daddy mana boleh begitu."


"Hiiisshh, baiklah. berhubung kau sedang terluka habis tertembak, jadi terpaksa aku mengganti hukum. Aku tak mungkin merendam mu.." tukas Malvin akhirnya dengan malas.


Gara mengulas senyum remeh. Ken melihat pada Bosnya itu.


"Kalau berendam biar aku gantikan saja." tawar Kenan yang memang tau kondisi Gara.


"Tidak usah." tolak Gara melepas kausnya hingga tampaklah tubuhnya yang aduhai, menggoda mata. Luka pada perutnya sudah terlihat kering.

__ADS_1


"Uugghh... Tubuh suami Kayla bagus banget. Om Ken aja kalah." batin Cathy mengagumi dengan wajah bersemu merah. Tiba-tiba pandangannya menjadi gelap."Apa ini? Kenapa jadi gelap?"


"Tebak ini siapa?"


"Om Ken.. Ha-ha-ha..."


"Benar." sahut Ken melepas tangannya dari mata Cathy. "Sial. Gara-gara kesal dia menatap Gara dengan wajah yang bersemu merah. Aku jadi melakukan hal konyol ini." batin Kennan.


"Kenapa lukamu sudah kering?"


"Aku memiliki kemampuan menyembuhkan lebih cepat dari kebanyakan orang." terang Gara menatap Malvin dengan senyum tipis."Jika mereka membutuhkan waktu masa penyembuhan satu Minggu. Aku hanya butuh tiga hari."


Malvin menghela nafasnya.


"Baiklah," Malvin mengangguk terpaksa. Walau melihat luka Gara sudah mengering, namun dia tetap khawatir. Dan tak ingin terlalu memaksakan.


"Hukumanmu adalah berendam di kolam sana." Malvin menunjuk kolam renang tak jauh dari rumah utama. "Dan kamu tak boleh keluar dari sana sebelum Kayla mendapatkan seekor ikan." sambung Malvin, "Apa kau sanggup?"


Gara mengulas senyum yakin. "Tentu saja."


Gara berjalan mendekati kolam renang disusul Kayla dibelakangnya.


"Ga-ra..."


Gara tersenyum kecil melihat ada gurat kekhawatiran di wajah istrinya.


"Aku percaya padamu." Gara mengusap pipi Kayla dengan lembut.


"Tapi, aku tidak pandai memancing."


"Mudah saja, hanya tinggal beri umpan dan lemparkan ke kolam. Begitu kamu merasakan getaran nya, langsung tarik."


"Tapi...."


Malvin membulatkan matanya, melihat mereka berdua mengingatkan pada dirinya sendiri waktu anak-anak masih kecil.


"Hey. Aku menyuruhmu berendam! Bukan berciuman!" pekik Malvin dengan kedua tangan merentang protes.


Karena mendengar Omelan Malvin, Gara mengakhiri panggutannya.


"Bawakan aku ikan yang besar." ucapnya sebelum masuk kedalam kolam. Gara melambaikan tangannya dan bergerak sedikit ketengah.


"Okey."


Kay berbalik dan bertanya pada Daddy Mal.


"Dimana aku harus memancing Dad."


Malvin menghela nafasnya,


Setelah membawa Kayla ke dekat kolam dan membantunya memasang umpan di kail. Malvin pun duduk berteduh di teras samping rumah. Menatap putri sambungnya yang masih menunggui jorannya.


Waktu berlalu, dan Kayla masih belum mendapatkan satu ekor ikanpun. Kenan dan Cathy mulai gelisah.


"Dad. Ini sudah dua jam. Bagaimana kalau sudahi saja. Kasihan Gara." Cathy yang berdiri di samping Malvin yang duduk menatap Kayla yang masih tak bergerak dari tempat duduknya.


"Ini tak baik untuk lukanya."timpal Kennan.


Malvin mengusap wajahnya, "Kayla! Kita makan siang dulu. Ajak suamimu juga."


Malvin beranjak dari duduknya. Dan melangkah memasuki rumah. Cathy menatap saudaranya masih tak bergerak dari duduknya. Cathy pun berjalan mendekat.

__ADS_1


"Kayla, ayo makan siang dulu."


Kay menyambutnya dengan senyuman.


"Kamu duluan saja."


"Apa? Mana bisa begitu. Setidaknya isi dulu perutmu."


"Tenang saja Cat, aku akan menunggu sebentar lagi, mungkin nanti umpanku dimakan." balas Kay dengan senyuman."Kamu duluan aja."


Cathy menatap wajah Kayla dengan prihatin. Ia tau mau dipaksa pun kay tetap tak akan mau. Dia sangat keras kepala. Akhirnya Cathy pun berjalan memasuki rumah. Sedangkan Ken, ia juga membujuk Gara yang masih berendam dalam kolam.


"Keluarlah, kita makan dulu." Ajak Ken begitu sampai di pinggiran kolam.


Gara mengulas senyum.


"Apa wanitaku sudah dapat ikannya?"


"Belum. Dia masih menunggunya."


"Kalau begitu, aku tidak akan keluar." Gara tersenyum lagi.


"Oke kalau itu maumu." Ken berbalik dan masuk kedalam rumah.


Di dalam rumah, Malvin sudah menunggu dengan Embun yang sibuk mengambilkan makan di dua piring.


"Mana Twins?"


"Mereka sedang dikamar, dari tadi tak mau keluar. Makan siang pun minta diantar keatas." jawab Embun dengan sedikit senyuman diwajahnya.


"Daddy, Kayla tak mau makan." ucap Cathy enteng menarik kursinya.


"Apa?"


"Gara juga." Ken duduk di samping istrinya.


"Apa?" Malvin tersentak kesal dan tak suka.


"Ada apa Sayang?"


Malvin mengusap wajahnya kasar.


"Mereka membuatku merasa bersalah saja."


Embun melirik suaminya penasaran, "Apa yang aku lewatkan?"


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih


salam

__ADS_1


🥰☺️


__ADS_2