
Gara mengantarkan Kay di depan Vila kediaman Malvin.
"Setelah ini, mungkin kita akan lebih sulit bertemu." ucap pria bertubuh proporsional itu.
"Begitukah?" Kay terlihat sedikit kecewa.
Gara tersenyum. Senyum kecut.
"Dan jangan terkejut jika saat bertemu nanti, kita menjadi musuh." lanjut Gara lagi, mengingatkan Kay.
"Kenapa?"tatap sendu Kay terpantik di wajah tampan Gara.
"Ada banyak sekali alasan. Aku tak bisa menyebutkannya."
"Baiklah." Kayla menundukkan wajahnya.
Gara mengambil dagu Kayla, mengangkat agar dia dapat melihat wajah gadis nya.
"Jangan percaya pada apapun. Jika nanti kamu mendengar atau melihat." Ucap Gara pelan,
Gara mengambil tangan Kayla dan menempatkan nya di dada.
"Disini, hanya ada kamu."
Kay menatap kedua mata Gara. Mencari kesungguhan di sana.
"Aku pulang dulu." Gara melepas tangan Kay, dengan lemas tangan itu turun.
"Baiklah."balas Kayla pelan.''Hati-hati di jalan."
Gara berbalik dan melangkah pelan. Di belakangnya, Kayla masih berdiri diam dan menatap punggung yang makin menjauh.
Gara bernafas berat. Merasakan beban yang menghimpit dadanya, Pria muda itu menoleh dan berbalik. Masih mendapati sosok Kay berdiri ditempatnya semula, menatap padanya.
Perlahan langkah kaki Gara mendekat kembali, yang kemudian berlari. Begitupun dengan Kayla, melihat pria didepannya berlari mendekat, dia pun turut berlari mendekat. Hingga keduanya bertemu pada satu titik dan saling memeluk.
Pelukan erat yang tak ingin dilepaskan. Kay terisak kecil.
"Mengapa orang tua kita saling bermusuhan?"
"Mengapa jalan kita begitu sulit?" Isak Kay dalam dekapan Gara.
"Mengapa... Mengapa...." ucapan Kay terputus oleh Isak tangis nya, Gara melonggarkan pelukannya. Berpindah membingkai wajah gadis yang tersedu.
"Mengapa kita haru... ummpp..."
Gara membungkam mulut Kay dengan pengucap nya. Perlahan mempertemukan dua perasa yang berbeda. Ketika rasa manis dan mint menyegarkan bertemu. Tangan Gara mengurut leher Kay memperdalam ciumannya.
***
###
"Om!" Teriak Catty dari kamar mandi.
Ken yang sedang bermain game online di ruang tamu menoleh.
"Om!"
"Om!"
"Oooommmm!!"
Ken bernafas berat. Meletakkan hp nya dan berjalan mendekati Kamar mandi.
"Apa Cat?"
"Om! Ngapain sih dipanggilin dari tadi juga bukan nya nyaut malah.." Cathy mengomel-ngomel dari balik pintu kamar mandi.
"Iya maaf, ada apa?"
"Om, aku nggak punya baju ganti."
"Haaa?"
"Hiiisssshh.... Aku nggak punya baju ganti!!" seru Cathy sebal.
"Ohh.. Ya udah, nggak usah pakai baju." Ken melangkah menjauh dengan suara kekehan.
"Apa?" sentak Cathy dari dalam.
__ADS_1
"Oommm!"
"Hiiiissshh! Kemana lagi sih?" kesal Cathy mengintip dari balik celah pintu.
Cathy menutup lagi pintu kamar mandi. Dengan wajah cemberut melihat sekeliling ruangan lembab itu.
"Masa ya aku seharian mau pakai handuk sih?" gumamnya kesal.
Seperti dapat Ilham, Cathy melengeh.
Inilah kesempatan buat menggoda Om Ken. Haaaaiiisss... Batinnya tersenyum lebar.
Cathy segera melilit kan handuk ditubuhnya. Dengan santai dia keluar dari kamar mandi. Pintu dibuka, tubuh Cathy keluar dan berjalan dengan santai. Baru dua langkah kakinya menapaki lantai wajahnya sudah terlempari sesuatu.
Cathy kesal mengambil benda itu. Sebuah baju. Cathy melihat sekeliling, Ken berdiri bersandar pada pinggiran pintu.
"Om Ken!"
"Pakai tuh."
"Apaan nih?"
"Itu kemejaku. Pakai itu dulu."
Cathy mencibir, "Tadi katanya nggak usah pakai baju."
"Ck! Kamu aja sekarang pakai handuk kok. Mau berlagak."sindir Ken tak kalah telak.
"Jadi beneran nih mau dilepas. nggak pakai baju?"
"Aku sangat menantikan nya Cat." ucap Kenan dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Kubuka beneran nih."goda Cathy bersiap menyibak handuk nya.
Kenan berjalan mendekat.
Eh? Kok begini? Om Ken malah mendekat sih? Batin Cathy sedikit panik. Gimana nih aku cuma menggoda.
Ken berhenti tepat didepan mata Cathy. Gadis itu memejamkan matanya.
"Cepat pakai!"
"Eits! Mau kemana? Katanya mau dibuka? Nggak jadi?" goda Ken dengan senyum menang.
"Aa.. itu..." Cathy latah berucap.
"Padahal tadi begitu bersemangat, sekarang malah malu-malu."
"Hiiisssshh..." Cathy mendorong tubuh Ken. Dan kembali masuk kamar mandi.
Ken tertawa terbahak-bahak berhasil mengerjai istri nya.
"Cathy, apa semua bajumu udah terlanjur dicuci semua?"
"Hemm.." Cathy berdehem dari balik pintu kamar mandi.
"Handuknya jangan dilepas Cat."larang Ken cepat. "Nggak enak liatnya."
Eehh? Apa maksudnya? Handuk jangan dilepas? Nggak enak liatnya? pikir Cathy mencoba mencerna.
Cathy menyilang kan kedua tangannya di dada.
"Aaagg... Om Ken mesum!"teriak Cathy dari dalam.
Ken yang masih berdiri disamping pintu kamar mandi, tersenyum kecil. Pria itu lalu berjalan sambil bersiul.
Cathy duduk agak jauh dari Ken yang membaca buku di ruang depan. Cathy memasang wajah cemberut dan melirik asisten Daddy nya.
"Apa sih?" Ken merasa risih juga ditatap seperti itu.
"Om sekarang berani ya menggodaku."
Kennan terkekeh.
"Kan kamu yang mulai duluan, Aku cuma mengikuti permainan mu kok."
"Isshh.. tetep aja..."
Ken masih terkekeh.
__ADS_1
"Cathy, semua pakaian mu basah kan ya?"
Cathy mengangguk,
"Jadi, sekarang kamu nggak pakai pakaian dalam donk."
Wajah Caty menjadi malu,
"Kamu nggak pakai cidi juga. Terus darah haid kamu gimana?"
"Sidi aku basah, mau gimana lagi."
"Nih! Pakai semvakku."
Ken melemparkan semvak miliknya ke muka Cathy.
"Isshh,, aku Nggak mau pakai ini." Cathy mencubit ujung celana itu merasa geli. Kenan terkekeh.
"Iiisshh, si Om nya mah, masa Aku pakai semvak Om." gerutu Cathy melempar balik semvak yang dia bawa.
"Pakai lah! Kamu lagi Haid, harus pakai inilah, ntar darah nya kemana-mana." Kennan melempar balik."Sidi mu kan basah, nggak nyaman pasti kalau dipaksa pakai."
"Masa iya aku pakai semvak Om? Ogah!"Cathy menolak dengan cemberut.
"Terus, sekarang kamu pakai apa?"
"Iiisshh, Om ini mau tau aja deh." Cathy menjulurkan lidahnya dengan mulut sedikit mengerucut.
Kenan tergelak.
Cathy yang kesal beranjak dari tempatnya duduk. Cathy melangkah lalu berhenti sebentar,menoleh pada Ken.
"Om punya setrika nggak?"
Kenan balik melihat Catty.
Beberapa saat kemudian, Cathy menggosok celananya dengan setrika panas, agar cepat kering. Ken berdiri tak jauh darinya memperhatikan aktivitas gadis cantik itu.
"Nah, dah kering deh." seru Cathy dengan ceria.
Cathy menoleh kearah Ken,
"Om ngapain disitu? Pergi sana! Aku mau pakai nih!"
Ken melengos pergi.
Setelah memastikan Kennan pergi dan tak terlihat lagi. Cathy akhirnya memakai pakaian dalamnya. Cathy mengambil kemeja Ken yang tadi dia lepaskan.
Matanya melotot melihat ada benda asing bergerak dibawah kemeja, benda itu bergerak.
"Haaaa.... Ini apartemen mewah kan? Apa mungkin, ada..."ucapnya dengan suara kengerian..
Benda itu mulai terlihat sedikit, tampak antenanya bergerak.
"Ha-aaaa....!"
Cathy yang ketakutan berlari kearah Ken berada. Ken yang kwartir mendengar teriakan Caty berlari mendekat.
"Apa yang.... uugg...." Ken tertabrak tubuh Cathy, hingga keduanya jatuh, gadis itu menimpa tubuh Ken.
"Oomm!! Ada kecoa...!"latahnya ngeri memeluk tubuh Ken.
Ken melebarkan matanya, melihat Catty hanya mengenakan pakaian dalam memeluknya erat.
"Ya Tuhan, godaan macam apa lagi ini?" jerit batin Ken.
_____^_^_____
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
☺️
__ADS_1