Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 48


__ADS_3

Di vila Daniel.


Gara masih terlihat serius dengan layar datar didepannya. bola matanya bergerak mengikuti deretan bar dan kursor yang bergerak dengan cepat. Jemarinya berperang keras dengan tombol-tombol kotak hitam yang tersambung dengan layar didepannya.


Dibelakang Gara berdiri Daniel melihat tajam pada anak dan beberapa orang hacker kepercayaan nya yang menyisipkan beberapa virus untuk melumpuhkan web CRD CORP. Walau mereka harus ekstra karena pertahanan dan serangan balik dari CRD tidaklah mudah dihadapi.


Gara menghentikan hentakan jarinya. Melihat ragu pada layar. Lalu melirik beberapa rekannya.


"Terus bertahan pada posisi ini. Masuklah sedikit demi sedikit. Jangan langsung. Menyerang lagi. Beri mereka sedikit ruang untuk bernafas...."


"Ga-ra...." geram Daniel.


"Setelah mereka lengah. Masukkan virus X dan Y . Dengan begitu mereka akan lumpuh total."


"Baik."


Gara melirik dingin ayahnya."Apa kau puas?"


Daniel mengulas senyum puas.


"Baiklah. Aku akan bersabar mengikuti alurmu. Namun jika gagal. kau akan mendapatkan gadis itu terkapar dilantai dengan berdarah-darah."


Gara menatap dingin Daniel.


"Entah terbuat dari apa hati mu ayah. Bagaimana bisa di tubuhku mengalir darahmu?" ujar Gara dengan geram.


Gara berjalan meninggalkan ruangan itu. Gara melangkahkan kakinya ke luar vila menuju mobilnya terparkir. Dengan kecepatan penuh, Gara mengemudi. Pandangan mata tajam namun tersirat sendu.


"Kay, aku tau kau mampu menangani ini. Jangan salah paham padaku." gumamnya menggenggam erat kemudi.


****


#####


Di apartemen Kenan, Sore itu, Cathy dan Honey memasak bersama. Honey sebenarnya masih kesal dengan keluarga Cathy yang dengan jelas menganiaya dirinya. Namun, sebagai permintaan maaf Embun meminjam apartemen milik nya untuk Honey tinggal.


Yaah, akhirnya Honey luluh juga. Namun, apa yang honey lakukan di apartemen Kennan? Bukankah dia sudah punya tempat bernaung sementara? Tentu saja tak lepas dengan sikap Cathy yang terus mendekat pada pria cantik itu.


Cathy sangat ingin belajar memasak sekaligus mendekatkan diri pada sepupu Kenan. Cathy juga bermaksud mengorek informasi tentang Kenan dari Honey.


Ken berdiri diambang pintu dapur. Menatap kedua orang berambut panjang namun beda jenis itu. Sama-sama terlihat menggiyurkan namun yang satu bikin panas dingin nggak karuan. Namanya juga mahluk jadi-jadian.


"Hmmmm... Jadi begitu?" Cathy menyimak dan takjub dengan kemahiran Honey memasak.


"Nah ini coba kamu potong, Beiibb." Honey dengan suara menggelikan namun manja.


"Gimana motongnya?"


"Iihhh,, motong aja nggak bisa siihh? Inni, guampang banged ya beib, tinggal serong kiri, serong lagi..." ucap Honey mempraktekkan sambil menggal-menggolkan bokongnya.


Ken yang melihat itu begidig juga. "Mentel banget sih?" gumam Ken geli.


Melihat istri dan honey nya begitu akrab di dapur membuat Ken sedikit kesal. Pasalnya dia merasa diabaikan sore itu. Dia sudah kembali dari kantor. Namun kedua mahluk itu, masih tak menyadari kehadiran nya sama sekali.

__ADS_1


Hingga dengan mata kepalanya sendiri Ken melihat Honey menyuapi Cathy dengan centil. Cathy pun seperti senang-senang saja dengan semua sikap dan perlakuan Honey padanya.


Sesekali Cathy pun menowel pipi Honey dengan genit. Mata Ken membulat kesal.


"Apa-apaan mereka ini kenapa malah seperti saling menggoda?" gumam Ken pelan dengan kesal.


Ken pun membalikkan badan dan pergi ke kamarnya. Entah kenapa hatinya merasa kesal sekali. Sejak dari pulang kantor, Ken masih dengan pakaiannya langsung menuju dapur karena mendengar suara cekikikan kedua orang itu. Memperhatikan keakraban keduanya. Malah membuatnya kesal.


Honey mengulas senyum senang, lalu melirik Cathy yang juga tersenyum lebar.


"Kau lihat? Dia sangat kesal.." bisik Honey mengangkat tangannya mengajak Cathy TOS. Cathy menyambutnya. setelah bertos ria.


Mereka kembali pada kesibukan lainnya.


"Baiklah. Berikutnya nanti di meja makan." ucap Honey.


"Oke oke."


...----------------...


Di meja makan malam itu. Cathy dan Honey kembali asyik bercanda berdua.


"Honey, coba cicipi yang ini."ucap Cathy menaruh sepotong udang mentega ke piring Honey. Cathy menatap Honey selama honey mengambil dan sepotong udang itu dan memasukkannya kemulut. Dengan gaya centilnya, honey mengekpresikan rasa enaknya udang mentega itu.


"Heemmmm... Enak banged tau Cat. Kamu baru sebentar belajar masak udah sepintar ini. Rasanya uuuggg... mengagumkan banget.."


Cathy pun tersenyum girang. Lalu kembali menyendok nasi dan udang mentega nya. Dan menyuapkannya kemulut. Ken geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.


"Hhuuuummm.. ini juga enak." girang Cathy memuji.


"Melihat kelakukan kalian berdua jadi eneg tau." ujar Ken dengan wajah aneh. Melihat kedua mahluk didepannya yang duduk berdampingan itu.


"Kenapa? Kau cemburu?" ejek Honey manja.


Ken tertawa geli. "Aku? buat apa aku cemburu?" kekehnya sambil menggeleng dan menyuap makannya.


"Kalau gitu nggak usah proteslah." Honey kembali bicara.


...****************...


Didapur. Honey dan Cathy mencuci piring bersama.


"Kak, Om Kennan bagaimana saat pacaran dulu?"


"Kenapa kamu malah menanyakannya?"


"Penasaran aja Kak."


"Nggak usah. Ntar malah jadi cemburu kamu."


"Ya enggak lah. itu kan masa lalu Om Ken."


"Tapi dia masih terikat dengan masa lalunya itu."

__ADS_1


"Begitukah? " wajah Cathy berubah jadi sedih.


"Ntar bagaimana jika wanita itu kembali pada Ken. mungkin dia masih akan melanjutkannya. Kurasa..."


"Haaaa...."


Tangan Cathy yang memegang piring melemas dan jatuh di pinggiran wastafel.


"Kak. aku nggak mau! Om Ken harus sudah cinta sama aku setidaknya sebelum wanita itu datang." Cathy menoleh dengan wajah memelas, menatap Honey.


"Kak, bantu aku..." mohonnya."Hanya kak Honey yang bisa membantu ku."


"Yaahh, aku bisa membantumu sih, tapi ya nggak geratis." ucap Honey berlagak.


"Apa yang harus kulakukan?"tanya Cathy bersemangat.


Honey melirik centil.


"Nanti saja, kita buat misi awal dulu berhasil. Membuat dia cemburu."


"Bagaimana caranya? Tidak mungkin dia cemburu pada kaka?"


"Hihi.. lihat saja nanti. Kau lihat bagaimana kesal nya dia tadi kan?"


"Tapi itu tak berarti apa-apa kak."


"Sudah kubelang lihat saja nanti."


...****************...


Ken duduk diruang utama menonton televisi. mendengar suara cekikikan dari arah dapur. Membuat pria matang itu duduk tak tenang.


"Apasih yang mereka lakukan? Dari tadi nggak kelar-kelar perasaan?" gumamnya menggerutu.


Ken masih mencoba tak perduli. namun suara cekikikan itu terus terdengar membuat hatinya kesal. Ken menyentak nafasnya.


"Kenapa aku merasa asing di rumahku sendiri?" jengkelnya.


Beberapa saat kemudian semua menjadi hening. Ken jadi khawatir. Ken melongok ke arah dapur. Namun masih tak melihat ada tanda-tanda kehidupan. Ken terdiam. mengecilkan volume tivi. Namun tak terdengar suara apapun dari dapur ataupu suara salah satu dari mereka.


Ken berfikir sejenak. Lalu berdiri dan melangkahkan kakinya ke dapur. Mata Ken membulat melihat Cathy dan Honey berdiri berhadapan di depan wastafel. Wajah Honey semakin mendekat dengan bibir yang mengerucut.


"Apa? Apa yang sibrengsek itu akan lakukan pada Cathy?" Batin Ken kesal. Bergegas mendekat dan mendorong tubuh Honey.


"Apa-apaan kau ini? Apa kau bermaksud memciumnya?" kesal Ken walau dia tau Honey dengan penampilan wanitanya sekarang. Namun Honey masih laki-laki. Bisa saja kejantanan muncul karena Cathy kan?


____^_^____


Bagaimana ya Readers? Apakah Honey beneran berniat dan berminat sama Cathy atau salah satu trik bikin Om Ken cemburu?


komen Dong


☺️

__ADS_1


__ADS_2