
"Om!"
Cathy berdiri dan melambaikan tangannya. Kennan mendekat, matanya melebar melihat lukisan abstrak yang dia buat di sepanjang dada istrinya yang terpampang jelas. Dengan cepat Kennan melepas kemejanya dan memakaikannya di tubuh Cathy. Walau wajah gadis itu terlihat bingung dengan tindakan Kennan.
"Waahh,, tubuh anakmu bagus juga." komentar mak-mak satu.
"Tapi kenapa mulus-mulus saja? tak ada bekas KDRT sama sekali." komen yang lain menelanjangi tubuh Kenn dengan matanya.
"Cathy kan masih muda, dia belum berpengalaman...." bela mak-mak dua.
"Yaahh,, berbeda dengan anaknya Mak Yun. Dia serigala tua yang mempesona."
"Tentu saja, dia kan anak ku."ucap Mak Yun bangga.
"Aku bisa membayangkan seberingas apa kau di kamar." ledek teman Mak Yun yang lain. Beberapa ibu-ibu juga menyambutnya dengan kekehan.
Mak-mak kampung memang mulutnya banyak....
"Kenapa keluar?"tanya Ken galak."Aku kan sudah menyuruhmu tetap dikamar."
"Ibu yang mengajakku." jawab Cathy datar.
"Dari mana kamu dapat baju ini?" kesal Kennan melihat menyeluruh daster yang Cathy kenakan. Walau kini sudah tertutup oleh kemejanya, tapi tetap saja sudah dilihat oleh banyak orang sebelum dia datang.
"Ibu yang memberikan nya padaku." terang Cathy jujur."Jangan marah ya Om, ibu bilang tidak apa-apa biar nggak bosan di kamar saja."
Kennan kesal bukan main, bukan pada Cathy tapi pada ibunya. Semalam sudah bikin gaduh, sekarang malah pamer-pamer tubuh mantunya yang sudah terjajah. Ken melihat kebelakang Cathy , dimana mak Yun dan para ibu-ibu bermulut ember itu masih memperhatikan mereka berdua, lalu pura-pura sibuk sendiri begitu Ken melihat pada mereka.
"Waahh, tubuh anakmu sungguh sangat menyilaukan." bisik Mak satu.
"Diam! itu karena matahari dibelakang tubuhnya." balas Mak Yun.
"Ibu, kenapa memberinya baju seperti ini? Dan membiarkannya keluar?" protes Kennan.
"Apa? Memangnya kenapa dengan baju itu?" balas Mak Yun tak terima di protes anaknya.
"Ini terlalu ...." Kennan memejamkan matanya, menelan ludahnya yang tersekat di tenggorokan. Hingga jakunnya turun naik.
"...mengekspos dadanya." sambung Ken pelan.
"Kenapa? Bukannya gadis bule biasa berpakaian seperti itu? Apa ini karena kau takut perbuatan mu juga ikut terekspos?"
Mulut Ken ternganga mendengar ucapan ibunya yang menurut pria itu begitu frontal. Ken kemudian tertawa kecil.
"Ibu, bukankah ibu seharusnya sakit? Aku dengar dari Henri kalau ibu sedang sakit. Tapi sepertinya ibu sangat sehat hari ini." ucapnya masih kesal.
"Ibu memang sakit nak." ketus Mak Yun melengos kan kepalanya kesamping.
"Ibu terlihat sangat sehat siang ini."
"Ibu sehat karena kau membawakan ibu mantu." balas Mak Yun berkacak pinggang menatap anaknya.
Ken tertawa lucu.
"Dan ibu bisa sakit lagi kalau kau tak segera memberi ibu cucu."
"Ibu..."
"UHUK UHUK UHUK.."
Pekikan Ken dan suara Cathy yang tersedak bersamaan. Ken menoleh pada istri nya.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
"Hei kalian! Jangan memandangi tubuh anakku dengan mata mesum kalian!" oceh Mak Yun pada para temannya dibelakang, dengan mengibaskan tangannya di udara.
"UHUK UHUK... aku tidak apa-apa.." balas Cathy yang makin tersedak ludahnya sendiri mendengar ocehan ibu mertuanya.
Mak Yun beralih melihat pada anaknya.
"Kennan. Mau sampai kapan kau memamerkan tubuhmu didepan para wanita tua ini?"
Kennan menghela nafasnya.
"Ayo kembali kekamar." Kennan menarik lengan Cathy.
"Tunggu Om." Cathy menyambar keranjang berisi stroberi yang dia petik.
"Ibu, boleh ini untukku?"
"Oo... tentu saja. Kau boleh mengambil lagi nanti jika masih menginginkannya." jawab Mak Yun.
"Sungguh. Terimakasih Bu." ucap Cathy senang.
...----------------...
"Om, pelan-pelan dong."
Cathy terseok dibelakang Ken. Kennan melihat Cathy sebentar, lalu menggendongnya.
"Om...." pekik Cathy terkejut, wajah gadis itu merona, menatap wajah Kenan yang begitu dekat dengan wajahnya. Ken melangkahkan kakinya menuju rumah. Bukan kembali ke gubug pengantin.
Jantung Cathy berdetak tak karuan. Nafasnya serasa memburu. Dia menyenderkan kepala nya di dada suaminya.
"Uuuggghh, rasanya kembali ke masa dulu, saat Om Ken pertama kali menggendongku. Mungkin saat itulah aku jatuh cinta padanya." pikir Cathy mengingat lagi masa dia masih kecil.
"Om..."
"Maaf, sudah kebiasaan. Sepertinya sedikit sulit mengubah nya." Cathy mengigit kecil lidahnya.
Ken memasuki sebuah ruangan, ia menurunkan istrinya. Mereka berdua memandang berkeliling.
"Apa ini kamarmu?"
"Heemmm."
"Benarkah?" Cathy langsung berlarian ke ranjang, lalu merebahkan diri disana.
"Jadi disini, dulu om tidur?" cat berguling-guling diatas ranjang Kenan."Bau nya om Kenan...." girang Cathy,
Mata Cathy bertemu pandang dengan netra Ken. Kedua nya tersenyum. Cathy bangkit dan melepas kemejanya. Lalu melemparkannya pada suaminya itu. Ken menangkapnya.
"pakailah, kamu kesal aku memakai daster seksi, tapi kau malah sengaja memamerkan tubuhmu sendiri pada orang lain."
Ken terkekeh.
"Sudah di kamar, buat apa memakainya." Ken melemparkan tubuhnya ke kasur. Menarik lengan Cathy hingga jatuh diatas tubuhnya.
"Aku sudah melarang mu keluar, kenapa bandel."
"Om..."
"Eeittss..." Ken mengangkat telunjuk nya dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan.
__ADS_1
Cathy menggigit kecil bibir bawahnya.
"Suamiku...."
Ken tergelak. Cathy cemberut.
"Jadi aku harus memanggil mu apa?"
"PR buat Cathy. Pikirkan nama panggilan khusus untukku." ujar Ken berguling hingga tubuh Cathy berada dibawah tubuhnya."Dan sekarang, aku harus menghukum mu karena sudah bandel."
Kennan menekan kedua tangan Cathy, lalu menautkan bibirnya..
"Uummmpp...."
...****************...
Hari semakin sore, Kennan membuka matanya, ia tertidur setelah pertempuran nya dengan Cathy. Tangannya meraba ruang kosong disampingnya. Tak ada Cathy disana. Ken langsung bangkit, Mengambil pakaiannya yang berserakan. Dan segera memakai nya, lalu keluar. Ken menanyai setiap orang yang ditemuinya. Mak Yun pun menggeleng tak tau. Ken keluar dari halaman rumah lalu bertanya lagi pada warga yang lewat.
"Oohh, gadis bule itu? Tadi aku lihat dia dengan seorang pria tampan yang di kuncir rambutnya."
"Apa? Dimana mereka?"
"Dari jalan ini lurus saja. Mereka sedang jalan berdua tadi. Sangat akrab.."
"Iya terima kasih."
Kennan pergi menyusuri jalan yang ditunjuk oleh orang tadi.
"Siapa?"gumam Ken, "Pria tampan yang dikuncir rambutnya? Apa anak pak Isa?"
"Sangat akrab...." Ken mengulang ucapan orang yang tadi ditemuinya. Sorot mata nya berubah tajam. "Cathy memang mudah akrab dengan semua orang, tapi, pergi begitu saja dengan seorang pria tampan...."
Gigi Ken bergemeletuk menahan kesalnya. Di ujung jalan Ken melihat Cathy sedang tertawa dengan seseorang di balik tiang penyangga. Orang itu tak terlihat. Cathy menepuk lengan orang itu masih dengan tawa yang membuat hati Ken panas. Ken berjalan mendekat....
____^_^____
Readers, siapa hayooo??
To All My Readers, gadis berdarah panas ini memang menceritakan dua orang gadis yang memiliki darah panas yang berbeda. Semoga bisa dipetik pelajarannya. Jika ada. Hahaha. UPS.🤭
Yang pertama Cathy, darah panas yang dia miliki mungkin bisa dikatakan lebih ke hal positif yang menyangkut fisik.
Sementara Kay dengan karakternya, darah panas yang dia miliki cenderung ke hal yang berbalik dari Cathy.
Karakter Cathy dibuat lebih enerjik, sedangkan Kayla lebih introvet. Tolong jangan salahkan Kay🥲
Jika kisah cinta Cathy hanya seputar Ken dan keluarga. Maka Kayla memiliki kisah cinta yang lebih rumit. Intinya, dua gadis ini memiliki kisah yang bertolak belakang. Ini bakal jadi novel dengan capture terpanjang yang pernah kubuat, mungkin babnya bakal sampai 100 lebih.☺️ jangan bosen ya.😉
Terima kasih untuk masukan dan komentarnya.
......................
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
__ADS_1
☺️