Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 41


__ADS_3

"Wanita sialan!" Geram Cathy melihat wanita berambut panjang itu bergelayut dilengan Kenan.


Tangan Cathy mengepal kuat. Pandangannya masih terpancak pada pasangan yang berada diujung sana. Walau Ken tampak tanpa ekspresi, namun wajah wanita berambut panjang itu begitu senang. Membuat Cathy makin kesal.


"Ng.... Cathy... Cathy!" panggil Sera ragu, melihat kobaran api cemburu di tubuh Cathy begitu besar.


"Panas nya! Ini gila. Max! Lakukan sesuatu."seru Sera pada pria berkulit eksotis itu.


"Heehh,, biarkan saja. Sudah lama kita tidak melihat pertunjukan."cengir Max melihat Caty.


"Max! Apa kau tidak lihat, dia seperti mau membunuh orang." sentak Sera.


"Hahaha.... tidak apa-apa kan, yang disana memang pantas dibunuh..." kekeh Max melihat si rambut panjang masih merangkul lengan Kennan.


"Huuuhhh...." Sera geram dengan kekasih nya itu, Sera beralih melihat Caty,


"Cat! Ayo kita ketempat lain saja." Ajak Sera menarik tangan gadis itu.


Cathy menyentak tangannya cepat,


"Tidak! Aku selesaikan dulu urusan ku dengannya."


"Tidak Cat, Dia itu...."


Max menarik lengan Sera dan membungkamnya, sebelum wanita itu berbicara lebih jauh.


"Tidak apa. Selesaikan saja urusan mu, kami akan dengan sabar menunggu. Jika butuh bantuan panggillah, kami siap membantu."


"Tidak perlu! Aku bisa urus sendiri."


Cathy melangkah mendekat. Ken dan wanita berambut panjang itu berjalan kearah parkiran. Memasuki mobilnya dan pergi.


"Sial! Nggak terkejar!" umpat Cathy memukul udara.


TIN TIN!


Cathy menoleh kearah suara. Max melongok keluar dari jendela mobil.


"Ayo masuk!"


Cathy membuka pintu samping kemudi. Menarik lengan Max yang duduk disana.


"Minggir! Aku yang mengemudi."


Max melihat ekspresi Cathy yang begitu emosi namun tetap berusaha tampak datar.


"Okey," Max keluar dengan sendirinya, berpindah ke jog belakang." Tak ada gunanya melawan wanita yang sedang cemburu buta.." lanjutnya bergumam kecil.


Cathy menempatkan diri di belakang kemudi. Dia bersiap menyusul Suaminya dengan wanita berambut panjang itu.


Setidaknya, aku harus melukai hidungnya hingga berdarah, agar kesalku ini hilang! Pikir Cathy,"Dan Om Kennan,, siap-siap saja kau malam ini.. Aku end kan!"


Gadis itu mulai membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, berzig-zag melewati beberapa mobil lain di jalanan.


"Cat! Pelankan lajunya, kita bisa dikena tilang jika begini." Seru Sera bergidig dengan tangan yang menggenggam erat pegangan.


Tak mendapat respon dari Cathy, Sera berpindah melihat ke jog belakang.


"Max! Lakukan sesuatu!"


"Apa sih?? Duduk diam disitu."


"Hiissshh....." Desis Sera kembali melihat kedepan." Aku masih ingin hidup Tuhan!"


Mobil Cathy berhenti di basemen apartemen Kennan. Cathy segera berhambur keluar, melihat Ken dan wanita itu memasuki lift.

__ADS_1


"Sialan!" umpat Cathy, "Jangan sampai aku terlepas lagi." gumam Cathy berlari mengejar.


Hingga dia tepat berada didepan lift yang tertutup. Ken dan Cathy sempat beradu pandang. wajah Ken tampak sangat terkejut.


"Shiitt!" Umpat Cathy memukul udara menampakkan deretan gigi putihnya saking geramnya.


"Hei! Kemari! Lift ini kosong!" panggil Max yang sudah berada diambang pintu lift sebelah, tentu dengan wajah bersemi ceria.


Tanpa basa basi lagi, Cathy masuk ke dalam lift, langsung menekan tombol lantai 11 dimana kamar Ken berada.


Begitu pintu lift terbuka dilantai 11, Cathy berjalan kepintu rumah Kenan. Membuka password nya, Cathy melangkah masuk. Sampai didalam, Cat mendapati Wanita berambut panjang itu duduk di ruang tamu.


Wanita itu terkejut melihat Cathy yang asal masuk tanpa permisi. Dia berdiri membuka mulutnya hendak bicara, namun. Tangan Cathy lebih dulu bertidak. Seperti tekadnya sebelum, lukai hidungnya sampai berdarah.


"Uuuggghh...." suara wanita berambut panjang itu terjungkal ke belakang begitu mendapat pukulan tepat di hidungnya.


"Ooouuuugggg... Itu pasti sakit sekali." suara Max dibelakang Cathy dengan nada ngeri dan wajah mengernyit.


"Perempuan laknut! Berani sekali kau mengganggu suamiku!"


Cathy mencengkram kerah wanita berambut panjang yang masih terduduk dilantai, tangan Cathy mengepal kuat hendak melayangkan pukulan lagi. Namun terhenti.


"Tunggu apa ini?" Mata Cathy tertuju pada leher jenjang wanita itu.


Kepalan tangan Cathy berpindah, dan menyentil leher wanita didepannya.


"Apa-apaan kau ini?" seru wanita itu.


"Apa? Kenapa suaranya menggelikan begini?" gumam Cathy sedikit terkejut. "Ini? Jakun?" Seru Cathy menjentik leher wanita itu.


"Haaahh...." Cathy melepaskan cengkraman nya melihat wajah cantik dengan rambut panjang namun berjakun itu. Hidungnya yang mbangir mengeluarkan darah yang berusaha wanita itu tutupi.


"Kenan! Apa-apaan ini?" seru wanita berjakun dengan nada manja.


"Cathy!" Serunya panik. "Apa yang kau lakukan disini?"


Kenan beralih menatap Max yang cekikikan dan Sera dengan wajah merasa bersalah. Pandangan matanya beralih lagi menatap Cathy yang berdiri didepan wanita berambut panjang yang terduduk memegangi hidungnya yang berdarah.


"A-ada apa ini??"


****


####


Cathy duduk dengan canggung diseberangnya wanita berambut panjang dan berjakun itu merintih dengan tisu yang menyumpal lobang hidungnya.


Sera dan Max duduk tak jauh dari Cathy. Max masih cekikikan saja. Cathy tentu merasa bersalah pada orang yang sudah dipukulnya itu.


"Maaf kak!"


"Apa? Hidung ini baru saja oprasi! Bagaimana bisa kau memukul nya dengan brutal begitu!" seru yang dipukul tidak terima.


Ken datang dengan nampan berisi beberapa minuman didalam gelas. Ken meletakkan diatas meja.


"Ken! Lihat ini, hidungku berdarah."


Kenan menghela nafasnya,


"Sudahlah Henri, maafkan dia. Hidung itu juga akan baik dengan sendirinya."


"Henri? Honey. Namaku Honey Ken!"


"Ya ya ya.. terserah kau saja." Ken lalu duduk disamping Henri eh, honey.


"Jadi Cat, wanita jadi-jadian ini adalah sepupu Kennan. Dia baru saja datang dari luar negri, abis oprasi hidung, eehh,, malah kamu pukul... Wuahahahaha..." Max menjelaskan dengan diakhiri tawa geli.

__ADS_1


"Apa kau bilang, Max sialan! Kau sudah tau kenapa tidak kau cegah? kau sengaja mau merusak kecantikan ku kan?"


"Huahahahaa...."tawa Max.


Cathy membuang nafas berat. Tentu saja dia sangat merasa bersalah. Dia tidak pernah berfikir jika mungkin saja Henri adalah sepupu Kennan. Yang Cathy tau dari data yang berhasil Kay dapat, Ken tak memiliki sepupu atau saudara perempuan, kalau laki-laki memang ada, Tapi siapa sangka dia akan berpenampilan secantik ini.


Cathy mendekat sambil bersujud didepan wanita jadi-jadian itu. Tangannya dia tangkupkan di depan dadanya.


"Maaf kan aku kak, Sungguh! Aku tidak tau. Aku pikir...." mohon Cathy menyesal.


"Huuuhh..." Henri atau Honey itu membuang muka kesamping.


Max tertawa terpingkal disudut sana. Cathy langsung melirik sadis padanya. Sera dengan segera memukul ringan lengan pacarnya itu.


"Hentikan!"


"Hahahaha...Iya iya ... hahahaha..."


"Kak, ini semua tak lepas dari Max, dia sama sekali tidak memberitahuku, juga tidak mencegah. Dia malah memberikan aku jalan..." ucap Cathy dengan wajah yakin yang memohon.


"Sialan Kau Max!"


Ken mengulas senyum geli, dia menatap Cathy yang juga melihatnya dengan rasa bersalah sudah melukai saudaranya.


"Bangunlah." Ken menarik lengan Cathy hingga gadis itu terduduk disampingnya.


"Aaahhh,, hiduung ku..." keluh Honey menyentuh hidungnya. Dengan sengit melirik pada Caty."Kau, awas saja. kau harus ganti rugi jika hidung ku jadi rusak."


"Iya kak, aku pasti akan menggantinya. Apa kakak mau hidungku? aku akan memberikannya..." ucap Cathy antusias.


"Huahahahahha...." Max sudah tak bisa lagi mengontrol diri.


Henri langsung menatap tajam padanya.


"Sialan kau!"


"Keen.. lihat dia, kenapa dia selalu begitu padaku?" adu Honey manja pada pada Kennan.


"Sudahlah. Kau pulang sana! Aku sudah menuruti semua yang kau mau. Pulanglah!"


"Tidak mau! ibu bisa membunuhku jika aku pulang dalam wujud seperti ini."


"Lalu kau mau bagaimana?"


"Aku mau tinggal disini!"


"APAA??" suara Ken dan Cathy bersamaan...


___


Waduuhh reader, pada setuju nggak di makhluk jadi-jadian itu tinggal serumah dengan Ken dan Cathy?


_____^_^_____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat


☺️

__ADS_1


__ADS_2