Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 35


__ADS_3

Pagi itu Kayla terkejut begitu sampai di vila utama. Kay mendapat kabar jika Cathy sudah menikah dengan Ken.


"Ba-bagaimana bisa ibu?"


Embun tersenyum kikuk juga geli.


"Itu karena Daddy mu salah paham."kekeh Embun melirik Malvin yang terlihat bete. Semalam dia tak bisa tidur karena memikirkan Cathy yang tidur di apartemen Kenan.


"Jadi semalam, Daddy mu pulang dan nggak ada orang di rumah."


"Benar. Daddy memang meneleponku bertanya dimana yang lain." ungkap Kayla . "Lalu?"


"Ibu dan twins berbelanja dan kecapekan, jadi kami mampir ke apartemen di bawah Ken."


"Aaaa...." Kayla manggut-manggut.


"Dan Daddy mu ini," Embun menepuk bahu suaminya."Dia langsung ke rumah Kenan, mendapati Cathy di sana. Daddy mu melihat bercak darah dan berfikir bahwa mereka telah melakukan hubungan sek."


Kay melongo, tentu saja dia tak percaya menatap wajah Daddy nya.


"Bagaimana Daddy bisa berfikir seperti itu? Bukankah Cathy anak Daddy? Haaaa... Cathy pasti kesal sekali."


"Yah, itulah mereka akhirnya menikah." sambung Embun melihat pada suaminya yang masih frustasi.


"Dan kau tahu itu darah apa?"


Embun terkekeh. Kay berfikir sejenak, Kay ingat tanggal ini adalah siklus menstruasinya Cathy. Kayla tertawa terbahak-bahak.


"Jangan bilang itu adalah darah menstruasi."


"Benar!" Embun ikut tertawa.


"Ya.. yaa.. tertawa saja kalian." kesal Malvin."Tertawakan saja aku!"


"Tapi Dad! Ini sungguh lucu." Kayla terpingkal sampai memegangi perutnya.


"Dad, harusnya bersyukur, keinginan Cathy sudah terwujud."


"Kay! Kau bahkan sudah meledek ku."protes Malvin.


Kay melihat jam di lengan nya. Dia ingat ada janji dengan Gara.


"Ya sudah, Om Kennan juga bukan orang yang buruk. Kita sudah mengenalnya lama dan Cathy pun Sudah lama juga menyukai nya. Jadi Daddy Mal, biarkan yang sudah menikah itu bahagia. Dan adakan acara resepsi yang meriah. Okey?"


Kay beranjak dari tempat duduknya. Dan melangkahkan kakinya.


"Kay? Kamu mau ke mana?" tanya Malvin melihat Kayla melangkah pergi.


"Aku ada janji Dad."


"Siapa?" selidik Daddy Mal."Apa itu Gara?"


Kayla tersenyum kecil, "Daddy, jangan seperti Catty jika nanti menangkap basah kami ya.." ledek Kay menjulurkan lidahnya.


"Anak gadisku kenapa kalian semua begini pada ku?" kesal Malvin menatap wajah cantik Kay dengan memelas.


Kayla terkekeh sambil melambaikan tangan.


****


Siang itu Embun memasuki restoran Sebening Embun. Hari ini Embun berniat melakukan pengecekan untuk beberapa hal.


Saat dia memasuki pintu utama restoran itu seseorang memanggil namanya.


"Nyonya Embun."


Embun pun menoleh, Seorang pria bertubuh proporsional menatapnya dengan senyuman ramah.


"Tuan saya ingin bertemu dengan Anda."


"Siapa tuan mu?"

__ADS_1


"Mari ikut dengan saya, anda akan tau nanti."


"Maaf, saya sedang sibuk." Embun berbalik dan mengayunkan kakinya,


"Nyonya, ikutlah denganku."


"Kalau aku tidak mau?" tanya Embun menoleh sedikit.


Pria itu mengeluarkan selembar foto. Wajah Embun berubah terkejut.


Embun yang akhirnya menyetujui pun ikut dengan pria asing itu.


Dalam diamnya Embun berdoa, semoga semua baik-baik saja. Embun juga mengambil hp nya mencoba untuk menghubungi Malvin suaminya.


"Nyonya, jika saya menjadi anda, saya tidak akan menghubungi suami, Tuan Malvin."


Embun terkejut, bagaimana pria itu bisa tahu jik dia hendak menghubungi Malvin suami nya. Embun merasa tak beres, dia lalu menyimpan hp nya.


"Baiklah. Aku mengerti."


Mobil yang membawa nya berhenti di kafetaria yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari restoran embun. Embun memasuki kafetaria mengikuti pria yang tadi membawanya. Lalu mereka berhenti di depan meja yang disana duduk seorang pria. Embun menatap tajam padanya.


Daniel tersenyum,


"Kau!" Embun mengepalkan tangannya, masih lekat di ingatan nya, pria yang menculik nya itu.


"Jadi kau yang ingin bertemu dengan ku?"


Daniel mengulas senyum.


"Duduklah."


"Aku sedang sibuk, lain kali saja."


Embun berbalik dan hendak melangkah. Pria yang tadi membawanya itu kembali menunjukkan lembar foto yang lain. Embun geram melihat. Dia menoleh menatap sengit pada Daniel.


"Ka-li-an." geram Embun merasa tak memiliki pilihan selain menurut.


"Duduklah."


"Apa mau mu?"


Daniel kembali mengulas senyum misterius.


***


###


"Sebentar lagi, ayah Daniel akan melakukan serangan."ucap Gara meletakkan lengannya di pembatas pagar jembatan.


"Apaa? Lagi?" Kay terkejut melihat Gara.


"Kali ini berbeda." jelas Gara dengan senyum kecil di wajah tampannya yang dingin."Ini bukan tentang cyber."


"Lalu?"tanya Kay penasaran.


"Nanti kau akan tau sendiri."


"Gara jangan membuat penasaran seperti ini."protes Kay cemberut .


"Aku hanya bisa memperingatkan mu." geli Gara melihat ekspresi wajah Kay yang cemberut tapi Masih terlihat cantik.


Mata keduanya saling bertubrukan. Hingga membentuk sebuah getaran aneh. Cepat-cepat mengalihkan pandangannya.


"Sudahlah, lupakan saja." ucap Gara akhirnya."Kita bersenang-senang saja."


Kay terdiam menunduk kan wajahnya.


"Sudah sampai sini, bagaimana kalau berenang?"tawar Gara melihat didepannya aquarium yang sangat besar dan di sana ada wahana berenang.


Kayla mengangguk menyetujui dengan seberkas senyuman di wajah cantik nya.

__ADS_1


Gara dan Kayla memasuki aquarium, Kayla menatap takjub pada lorong Aquarium.



(othor kasih gambar ye biar makin asyik menghalu nya )



Kayla menatap takjub pada ribuan ikan di sekitar atas kepala nya. Mata Kay berbinar dan mulutnya tak henti berdecak kagum. Gara yang berjalan beberapa langkah dibelakang nya tersenyum melihat wanita cantik itu menikmati pemandangan di aquarium.


Kayla berbalik menatap Gara.


"Ini bagus sekali."


"Tentu saja." Gara masih mengulas senyum nya."Di ujung tempat ini nanti ada wahan renang. Kita bisa berenang jika kamu mau."


Kay mengangguk cepat. Lalu kembali mengagumi ribuan ikan disamping dan atasnya. Kayla menyentuh kaca samping mengagumi lagi.


Hingga mereka puas melihat-lihat. Kay dan Gara berpindah ke wahana kolam renang. Meluncur di kereta seluncuran air, dan berenang dengan tenang di kolam sungai.


"Kau berenang dengan sangat lincah, Gara." puji Kay melihat Gara sudah berenang kesana kemari.


Gara mengulas senyum misterius.


"Apa kau mau berlomba denganku?"


"Aku tidak sepandai kamu."


"Kau tidak mau mencobanya? MMM, bagaimana kalau yang kalah mentraktir makan? Dari sini ke ujung sana." Gara menunjuk ujung sungai kolam yang agak menjorok masuk ke terowongan.


Kay menyipitkan matanya.


"Baiklah. Mulai." Kay mencuri start dengan berenang lebih dulu."


"Kau curang!" seru Gara menyusul.


Tentu karena curang, Kayla mencapai ujung lebih dulu.


Gadis itu tertawa menang.


"Kau curang!"


"MMM.. bagaimana ya, tadi hanya siapa yang lebih dulu sampai dan yang kalah mentraktir makan."


"Baiklah. Sekarang, Siapa yang paling kuat menahan nafas didalam air."


Kayla terkekeh.


"Jangan harap kau bisa curang kali ini."


"Baiklah. Mulai."


Kayla mengambil nafas panjang dan masuk kedalam air. Gara masih dipermukaan. Tersenyum geli dan ikut mengambil nafas. Lalu pria itu menenggelamkan diri di bawah air.


Disana Kayla sudah menatapnya dengan protes karena merasa dicurangi Gara.


Gara tersenyum, mendekat dan menangkup kepala Kay, perlahan wajahnya mendekat, menutup mata dan menyatukan bibirnya dengan bibir lembut milik gadis didepannya.


Kayla terkejut, gadis itu perlahan menutup matanya, dan ikut tenggelam dalam ciuman yang Gara berikan di bawah air....


_____^_^_____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat

__ADS_1


☺️


__ADS_2