Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 60 •part Hareudang skip ya•


__ADS_3

"Siluman kecil, aku harus memakanmu malam ini....." Gumam Kennan melummat bibir mungil Cathy.


Malam itu begitu dingin, suara jangkrik yang bersahutan membentuk irama malam yang indah. Langit begitu cerah menampakkan ribuan bintang yang berkedip diangkasa. Bulan pun tersenyum bersinar dengan terang. Diatas bangunan kayu yang menyendiri di tengah sawah.


Kennan melepas panggutannya, membuat jarak dan menatap wajah Cathy dengan mata menggantung. Deru nafas hangat nya terhembus tak beraturan menyentuh kulit wajah istrinya. Cathy mengatur nafasnya, dadanya naik turun.


"Om ...."


"Jangan memanggilku Om."


Cathy menggerakkan kelopak matanya keatas, menatap jelas wajah pria yang selama beberapa tahun ini terus membayanginya. Cathy membuka mulutnya hendak bersuara. Jari Ken menempel di bibirnya.


"Jangan panggil aku Om."


Wajah Ken mendekat lagi, menggulum pelan wanita dibawah tubuhnya. Tangan Ken menyusuri paha Istrinya, mengangkat betis Cathy hingga ke pinggang. Tanpa melepas panggutannya, tangan itu kembali menyusuri kaki teratas istrinya. Menelusup masuk melewati kain tipis yang tersibak. Menarik kain segitiga berwarna merah menggoda. Melemparkan nya begitu saja. Tangannya kembali menyusuri tubuh istrinya.


Bibir Kennan berpindah mengecup pipi Cathy, bergeser ke hidung, Cup.


mata. cup.


Alis. Cup.


Mata sebelah kiri. Cup.


Dahi. cup.


Pelipis. cup.


Bergeser menggigit kecil daun telinga Cathy. Cathy mengalungkan tangannya di leher Kennan menekannya saat kepala pria itu sampai di leher jenjang miliknya.

__ADS_1


Bibir Kennan menyusuri lagi hingga kebawah, Menarik tubuh Cathy hingga terduduk. Tangan Ken menelusup kedalam linggeri yang Istrinya pakai, mengusap punggung gadis itu keatas. Cathy menggeliat kegelian, bibirnya tersenyum lebar. Lalu mengigit bibirnya, Mata indahnya terpejam kuat. Menikmati setiap gelayar menyenangkan menjalari tubuhnya.


Jemari nakal Kennan melepas pengait bra wanitanya. Bergeser kedepan melewati bawah ketiak dan meremas gundukan daging kenyal didepan nya, jari Ken bermain indah dengan bintik hitam disana. Sekalinya menyentil membuat mulut Cathy terbuka, bersuara indah.


"Aaahh~"


Menggelitik pendengaran Ken. Pria itu menjadi tak sabar. Tangannya berpindah menarik lepas linggeri beserta cup nya melemparkannya sembarang. Ken pun melepas yang melekat pada tubuhnya.


Wajah Caty memerah bahkan sampai ke telinganya.


"Tubuh Om Ken bagus sekali." Batinnya mengagumi.


"Siluman kecil, apa yang kau pikirkan?"


Ken membingkai wajah Istrinya. Melummat nya dengan tak sabar. Hingga gadisnya terjatuh kebelakang.


Ken mengurut kaki Cathy melewati pinggul dan perutnya. Cathy mengangkat kakinya menjepit tubuh suaminya. Pria itu mencoba menembus pertahanan Cathy yang kokoh. Tak tertembus meski dengan beberapa kali hentakan.


"Siluman kecil, kau bandel sekali." gumamnya pelan, dengan nafas tak beraturan.


"Sepertinya aku harus bermain lebih lama." sambung nya lagi mengecup dada atas Cathy. Menyesapnya kuat hingga menimbulkan tanda kemerahan disana. Ken menggeser beberapa inci dan menyesap lagi. Membuat lukisan merah di kulit mulus istrinya. Mulut Cathy terbuka lebar, saat Sesapan kuat dia rasakan di pucuk tertinggi tubuhnya.


"Aaahhhh~"


Tangan Kennan menelusuri pinggang istrinya turun hingga ke paha Atas bergeser lagi hingga ke pusat tubuh istri kecilnya. Jemarinya bermain di bagian sensitif Cathy. Mulut Cathy kembali terbuka lebar. Tangannya meremas rambut Kennan. Menekan kepala pria itu yang terbenam dadanya.


"Cathy aku tak bisa bernafas."


Cathy bergegas melepas tangannya.

__ADS_1


"Maaf.... Aaaaa~"


Kenn sudah menggulum lagi permen abadi favoritnya. Tangan Cathy memeluk leher Kennan. Cathy menggigit bibirnya.


"Om~"


Kennan membuka matanya, membuat jarak, pelukan tangan Cathy melonggar dan berpindah kepundak Kennan. Ken menatap wajah Cathy yang begitu menggemaskan, rona merah memenuhi pipinya. Seperti tomat yang siap dilahap.


Ken menelan ludah, "Sialan, gara-gara mendengarnya memanggil Om, seketika mood-ku langsung hilang... Bagaimana ini? Wajahnya begitu menggemaskan. Aku jadi tak tega jika mengakhiri ini, tapi, mood-ku beneran jelek karenanya. Mana susah banget lagi nembus bentengnya Cathy..." batin Kenn menatap gadis dibawah tubuhnya.


"Om...." panggil Cathy dengan mata menggantung.


"Ha-aaaa dia manggil Om lagi..."


#duuhh, Om Ken nih kek nya sangat terganggu sama panggilan "Om" dari Cathy deh.... Gimana ya Readers, mau dilanjut sampai gol apa jeda dulu nih, biar dikasih trik sama para tetua buat golin bentengnya Catcat..


komen yaa....


_____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat

__ADS_1


☺️


__ADS_2