Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 77


__ADS_3

Malvin menatap pasangan suami-istri baru di atas balkon yang sedang bercumbu tanpa malu. Dia tersenyum kecut.


"EEHHEEEEMMM." Dehemnya, hingga hampir semua orang saat itu sedang pesta barbeque di bawah mereka melihat kearah Malvin. Sedang Hot Daddy itu menatap kearah balkon kamar Kayla. Otomatis, mereka beralih melihat kearah yang sama.


Kayla dan Gara yang terkejut mendengar suara deheman yang sampai di telinga mereka, menoleh kearah sumber suara. Wajah mereka memerah karena malu, menjadi pusat perhatian karena keisengan Daddy Malvin.


"Turunlah, masih terlalu terang untuk melakukan malam pertama kalian." ledek Malvin dengan senyum nakal.


Gara dan Kayla tertawa tanpa suara. Meraka saling bertatapan.


"Ayo turun dari pada nanti di grebek."


"Ha-ha-ha.. Baiklah."


Gara dan Kayla akhirnya ikut bergabung pesta barbeque. Ayah Danu tampak hanya duduk-duduk dengan bersandar pada kursi. Memakan pizza yang Embun buat. Sedangkan Yura dan Embun tengah memanggang barbeque bersama. Anak-anak sibuk entah apa,bermain dengan usilnya, Malvin hanya berdiri bersandar dengan segelas minuman ditangannya.


"Apa pengantin baru sekarang sudah sangat tidak sabaran heeemm?" Goda Malvin pada Anak gadisnya yang baru muncul.


Danu terkekeh,


"Seperti kau tidak pernah muda saja."


"Salah." Malvin berjalan mendekati istrinya, memeluk Embun dari belakang. "Aku hanya tidak pernah tua."


"Haaaaiiisss,Kau menggoda pasangan muda yang sedang kasmaran, tapi kau sendiri malah pamer." oceh Yura dengan sedikit tawa kecil.


Gara dan Kay tersenyum-senyum mendengar para orang tua mereka membeo.


"Oohh ya, kamu mau acara resepsi seperti apa sayang?"tanya Danu melihat pada Anak gadisnya.


Kayla melirik Gara dengan senyum tipis. Suaminya itu juga melempar senyum kecil.


"Tidak usah Ayah. Ini sudah cukup."


"Kenapa?"


"Hanya tidak ingin. Begini saja sudah cukup."


"Resepsi Cathy dan Kennan sedang dalam persiapan dua Minggu lagi selesai. Kau yakin tidak mau?" Tanya Malvin mendekati putri sambungnya.


Kayla menggeleng. Malvin tersenyum sendu. Kay memeluk Daddy-nya.


"Maaf Dad."


"Kenapa kau minta maaf?"


"Karena sudah mengecewakan mu."


Malvin menelan ludahnya.


"Anak nakal! Daddy sangat kecewa padamu, Daddy sangat marah. Kau sangat menyakiti Daddy dan mommy." Malvin memukul ringan punggung putrinya lalu memeluk nya erat.


"Kenapa putri Daddy jadi pembangkang seperti ini?" Suara pria itu sudah bergetar menahan semua gejolak didadanya.


"Maaf Dad."tangis Kay dalam pelukan sang Daddy.


"Apa begini cara Daddy mendidik mu haah?"


Malvin melonggarkan pelukannya. Menampar kecil pipi anak gadisnya. Kayla semakin tersedu. Bukan karena tamparan dari Malvin menyakiti fisiknya. Pukulan kecil yang tak menimbulkan sakit di kulitnya, namun begitu terasa perih di hatinya. Karena itulah ia menangis.


"Maaf Dad."


"Sudahlah, semua itu sudah berlalu." ucap Embun mengelus punggung suaminya."Mari kita menatap kedepan. Heeemmm??" Sambungnya lembut menatap wajah suaminya yang semakin tua.


Malvin mengusap sudut matanya, memeluk pundak istrinya dan mengecup punca kepala Embun.


"Benar. lagipula kalian sudah menikah sekarang. Apa lagi yang bisa Daddy lakukan padamu."


Malvin melirik Gara yang masih berdiri dibelakang anak gadisnya.

__ADS_1


"Kau! Jika kau tak bisa menjaga Kayla seperti yang kau janjikan. Aku akan membawanya pulang."


Gara mengulas senyum. "Dia adalah hidup saya. Saya akan menjaganya dengan baik. Kehilangan dia sama saja dengan kehilangan nyawa."


"Kau harus ingat kata-kata mu itu."


"Tentu saja."


"Dimana Cathy?" tanya Kay yang mengedarkan pandangannya mencari saudaranya yang satu itu.


"Tadi ada disini..." Malvin pun ikut mengedarkan pandangannya.


"Kennan pun tak terlihat." celetuk Embun.


"Dan bocah jadi-jadian itu juga...."


Embun terkekeh,


"Honey? Padahal dia tampan."


"Apa lebih tampan dari ku?" Malvin tampak tak terima istrinya memuji pria lain tampan.


"Iyaa.. Dan lebih muda." Kekeh Embun mencubit pipi suaminya.


"Daddy mertua." sebut Gara menahan senyumnya. Dia mengusap hidungnya. Malvin menoleh, melirik menantunya.


"MMM... Aku, akan membawa Kayla ke vila ku Malam ini."


Wajah Malvin berubah terkejut sekaligus tak suka.


"Apa? secepat ini?"


...----------------...


"Om!"


"Ini cukup nggak?"


Kenan mendekati Cathy yang sedang memasukkan beberapa potong piza ke piring.


"Ini mau dibawa ke taman belakang?"


"Enggak. Ke kamar lah."


"Ya ngapain bawa sebanyak ini?"


"Honey yang minta."


Kennan tertawa kesal tanpa suara.


"Dia mau pesta piyama."Jelas Cathy enteng.


"Dikamar kita?"


"Heemm..." angguk Cathy.


"Biarkan saja dia menunggu disana sampai jamuran."


Ken mengambil piring berisi pizza itu lalu berjalan keluar dapur. Cathy mengekori dibelakang.


"Om, nanti Honey marah loh."


"Biarkan saja." Ucap Ken tak perduli menggigit lagi apelnya. Lalu mengayunkannya depan wajah istri kecilnya."Mau?"


Cathy menggigit apel Ken. Lalu mengunyahnya.


"Om."


"Bagaimana dengan Pe-er mu."

__ADS_1


"Huumm?" Cathy menoleh melihat pada Kennan.


"Kau sudah lupa Pe-er mu?"


"Aahh,, panggilan sayang untuk Om Ken yaa?"


"Heemm..."


"Tentu saja sudah."


"Terus, kenapa masih memanggilku Om?"


Cathy tersenyum nakal, mencolek-colek perut suaminya hingga membuat Ken menggeliat kegelian.


"Nanti saja kalau diatas kasur." cengirnya.


"Anak nakal. Sini kamu." kesal Ken mengangkat tangannya hendak menarik tangan Cathy. Namun Cathy sudah berlari duluan sambil sebentar menoleh dan menjulurkan lidahnya. Lalu kembali berlari ke taman samping dimana semuanya berkumpul.


Ken tersenyum geli."Awas saja nanti. aku makan kamu sampai tak bertenaga. Siluman kecil."


...****************...


"Kayla!"


Kay menoleh melihat Cathy berlarian kecil kearah. Lalu memeluk saudaranya itu.


"Aku kangen!"


"Aku juga." Kay membalas pelukannya.


"Bagaimana kalau malam ini kita tidur bersama? Sudah lama sekali kan?"


"Eheemm!" Dehem Malvin.


"Apa sih Dad?" lirik Cathy pada Daddy-nya itu. "Daddy sakit tenggorokan?"


"Dimana saja kamu?"


"Tadi mengambil pizza didapur."


"Dimana Kenan?"


"Saya disini, tuan Mertua." Sahut Ken diambang pintu penghubung.


"Aahh, ada yang ingin kubicarakan. Ayo ikut aku."


Malvin berjalan mendekat dan masuk kedalam rumahnya.


"Baik." tunduk Kennan.


"Kau juga ikut, anak muda." tunjuk Malvin pada Gara, yang tanpa suara langsung mengikuti mertua nya itu.


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih


salam


🥰☺️

__ADS_1


__ADS_2