Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 52 • Full pecah telor. Skip aja buat yang nggak suka •


__ADS_3

Kayla membuka matanya, di ujung pinggiran bathtub Gara duduk bersandar. Menatap wajah gadis yang tengah berendam dengan rambut yang dicepol dengan sedikit helaian tak teratur tak ikut terkuncir.


Kedua mata anak manusia itu saling bertemu. Sesaat hanya saling menatap. Hingga Gara mengalihkan pandangannya pada jari-jari tangannya.


"Aku pikir, kita sudah sejauh ini. Tapi...."


"Are you in doubt?" potong Kayla cepat.


Gara menatap wajah gadisnya.


"On what?"


"Every things. Love, truth, power, and trust."


Gara menghela nafas berat.


"Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi Kayla. Apa yang sudah kita lalui bersama sudah cukup berat. Aku pikir ini bisa membuat segala menjadi lebih berat jika..."


Ucapkan Gara terputus, Kay keluar dan berdiri dari bathtub-nya membelakangi pria yang mematung ditempatnya. Kay mengambil handuk dan melilitkan pada tubuhnya. Gara menatap sendu pada gadis cantik itu.


"Aku tidak memaksamu, juga aku tidak menggodamu. Jika kau ragu dan tidak yakin dengan kekuatan yang kau miliki. Jangan pedulikan aku lagi." ujar Kayla datar dan dingin.


Kay mengambil langkah membelakangi Gara. Cepat Gara menyusul dan memeluk Kayla dari belakang.


"Bukan seperti itu maksudku." ucap Gara. "Aku mencintaimu Kay, sangat. Bahkan saat itu aku rela menghianati ayahku demi kamu."


"Aku tau. Aku tau semuanya Gara. Kau mendekatiku atas suruhan ayahmu."


Mata Gara membulat, dia tercengang. Bagaimana Kay bisa mengetahui maksud dan tujuannya mendekati gadis itu dulu. Mengajarinya meretas dan justru jatuh cinta padanya.


"Meski begitu kau masih mencintaiku?"lirih Gara dengan mata sayu. mengeratkan pelukannya.


"Terlihat bodoh bukan?" Kayla tertawa miring, menertawakan dirinya sendiri. "Meski begitu aku masih menunggumu. Masih mencari keberadaan mu. Kau pasti tau aku memutuskan untuk berhenti meretas dan menyerah mencari mu kan?"


Gara meletakan dagunya di pundak Kay. Dan mengecup bahu yang terbuka.


"Kenapa setelah aku menyerahkan, kau justru datang kembali dalam hidupku, Seven?" Kayla tetap berusaha terlihat tegar meski hati dan perasaannya sudah luluh lantah."Apakah karena ayahmu lagi?"


Gara mengeratkan pelukannya tanpa menjawab pertanyaan Kayla.


Kayla tertawa kecil menertawakan dirinya sendiri lagi.


"Jika benar begitu, selamat. Sepertinya misi kalian menghancurkan hati seseorang berhasil." tanpa suara isakan, Kayla membiarkan bulir bening turun dari netranya.

__ADS_1


Tentu saja, Gara pun merasakan sesak yang sama. Dadanya begitu berat menahan semua emosi yang berkecambuk didadanya.


Sakit, marah, sedih, melebur menjadi satu.


"Tapi, tak akan kubiarkan kalian menghancurkan Daddy-ku." ucap Kay."Aku akan melawan sekuat tenagaku."


Gara menggeser tangannya menekan pipi Kayla hingga wajahnya berpaling kesamping. Menyambar bibir mungil Kayla dan menyesapnya perlahan menyatukan lidah mereka. Kay diam tanpa respon.


"Balas aku Kay."bisik Gara lirih. mengorek seluruh rongga mulut gadisnya.


"Untuk apa?"


"Untukku." bisik Gara dengan nafas memburu.


"Untuk Kita." bisiknya masih menggulum lembut bibir Kay.


"Untuk setiap tarikan nafasku..." lanjut Gara membelit lidah wanitanya. Namun Kay masih belum membalas ciumannya.


"Untuk setiap denyut di nadiku..." Gara menggeser tangannya membuka lembaran handuk yang melilit ditubuh Kayla. Dan melepasnya jatuh.


Kay memundurkan kepalanya, Gara menyambar lagi bibirnya. Tak ingin lepas walau sesaat..Menggulum lagi walau tanpa mendapat balasan dari Kayla.Gara memeluk pinggang Kay. Memutar tubuhnya hingga berhadapan lalu menyatukan dahi dengan kening Kayla.


Nafas hangat dan berirama cepat Gara hembuskan. Menerpa sedikit wajah bagian bawah Kayla. Tangan Gara masih memeluk pinggang Kayla.


"Ijinkan aku memakan mu malam ini Kay."


Hingga menjeda sesaat. Dada Kayla naik turun mengatur nafasnya. Gara mengulas senyum lebar. Tangannya mengusap punggung Kayla hingga gadis itu menggeliat kegelian. Gara tersenyum nakal.


"Berhentilah tersenyum seperti itu. Menyebalkan." oceh Kay menarik tangannya dari pundak Gara.


"Kamar ini panas sekali." Gara menyusuri punggung Kay kebawah sampai di bokong Kay. Meremas kedua belah bokong gadis itu dengan kuat. Mata Kay terpejam menikmati gelayar menyenangkan yang mengalir di seluruh tubuhnya.


"Aaaaakh...."


"Kamar ini panas, sepanas tubuhmu." bisik Gara di samping telinga Kayla.


Hembusan nafas Kayla sampai ditelinga Gara. Gara menelan ludahnya, tubuhnya merespon dengan sangat cepat. Dia menarik tangan nya, melepas kaus yang dia kenakan dan melemparkan nya sembarang.


Mengangkat pinggang gadisnya dan menggendongnya bagai koala. Kaki Kayla mencapit perut Gara dan menguncinya memeluk leher Gara agar tak jatuh.


Wajah Kay mendekat, menautkan bibir nya kembali. Berganti ludah dengan Gara. Pria itu menyesap dalam. Tangannya mengurut paha Kay yang terbuka. Melangkah ke ranjang dengan tergesa.


Gara meyusuri leher Kayla dengan bibir nya. Semakin kebawah hingga dada atas gadisnya itu. Disana Gara menyesap dalam. Menimbulkan tanda merah di kulit putih Kayla. Bibirnya semakin turun, Menaiki gundukan kenyal dan menyesap puncaknya.

__ADS_1


Kayla melenguh, Mulutnya terbuka merasai geli yang menjalari tubuhnya. Tangan Gara mengurut punggung Kay keatas, kebawah ketiak dan meremas bola kenyal yang pas dengan tangkupkan tangannya.


Kayla terus melenguh, Mulutnya kembali terbuka dengan mata yang memejam rapat.


Gara menjatuhkan diri keranjang yang empuk setelah memisahkan kaki Kay yang mencapitnya agar tak tertindih tubuhnya.


"Aaakkhh...." pekik Kay kesakitan, karena hantaman kebawah begitu kuat, Gara tak sengaja menggigit kulit yang dia gulum sejak tadi.


Gara melepas gulumannya. menatap wajah Kay dengan perasaan bersalah.


"Maaf sayang, aku tak sengaja." tukasnya dengan kelopak mata menggantung.


"Aku menyukainya..." Ucap Kay dengan nafas cepat.


"Iblis betina...." kekeh Gara berguling dan berganti menindih tubuh gadisnya. Dengan agresif melummat bibir ranum Kayla.


Kayla kembali mencapit tubuh Gara, merasakan benda asing memasuki tubuh. Perlahan tapi pasti, merasai hentakan kuat dari tubuh pria diatasnya berkali-kali, hingga dengan sempurna menyentuh nikmatnya dunia bersama.


Semburan hangat memenuhi jalan rahimnya, rasa berkedut dan denyut yang kuat Kay dan Gara sama rasakan. Peluh mereka menyatu. Hingga mata Kay terpejam. Tubuhnya serasa sangat lelah, seperti telah berlari ribuan mil jauhnya.


...----------------...


Malam itu, Gara masih terjaga. menarik selimut untuk menutupi tubuh wanitanya. Gara menatap wajah cantik Kayla yang tertidur lelap. Gara tersenyum. Menyusuri liuk wajah Kayla dengan tangannya.


"Aku mencintaimu Kay."


"Sangat.. mencintaimu. Aku rela menukarnya dengan nyawaku."


Gara melirik, merasakan adanya bayangan dan pergerakan mendekat dibelakangnya yang berbaring menghadap Kayla. Tangan Gara menelusup kebawah bantal. Menggenggam ganggang pistol yang memang dia sembunyikan disana. Menunggu waktu yang tepat.


"Sekarang!" Pikir Gara. Membalikkan badannya dan mengacungkan pistolnya. Matanya mendelik dengan wajah dingin yang tegang.


"Kau!"


___^_^____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.

__ADS_1


salam hangat


☺️


__ADS_2