
Di vila tempat tinggal Daniel,
Dalam satu ruang khusus bagi para hacker yang bekerja untuk Daniel, tampak begitu sibuk dengan berbagai jenis monitor yang tampak menyala. Mata mereka mengikuti gerak tabel dan dan tulisan-tulisan yang terus bergerak dan berganti. Jari-jari mereka pun sibuk memijit-mijit keyboard.
Daniel hanya memperhatikan mereka dengan wajah tegang. Orang-orang Daniel pun terlihat berkeringat walau AC ruangan itu cukup kencang. Beberapa layar tampak menunjukkan perubahan yang makin membuat para hacker Daniel berubah panik.
"Kenapa?"
"Terblokir, kami tak bisa masuk lebih jauh tuan."
"Apa?" Daniel tersentak dengan penuh emosi.
"Mereka memasukkan virus pada jaringan."
"Apa?" Daniel mendekat pada salah satu orangnya.
"Tuan! Disini lumpuh." ucap orang Daniel di sisi yang lain.
Daniel menoleh,
"Apa Kau bilang?" Daniel mengepalkan tangannya.
"Disini juga."
Daniel menoleh ke arah berlawanan.
"Sialan! Bukankah Kay ada di vila dengan Gara." gumam Daniel dengan urat dikepalanya yang terlihat menonjol, menunjukan betapa kesal dan marahnya dia.
"Apa mereka melakukannya diam-diam? Tapi berdasarkan orang yang masih mengikuti Gara dan Kay. Mereka hanya bersenang-senang." Pikir Daniel menggertakan gigi."Siapa pelakunya??"
...----------------...
Di lokasi lain di waktu yang berbeda.
Malvin melihat hamparan gedung bertingkat dan bangunan melalui kaca jendela ruangan. Dia pusing, pasalnya kedua anak gadis nya pergi untuk beberapa saat. Tentu saja dia galau kerinduan pada kedua anak gadis nya itu. Yang satu ikut suaminya kerumah mertua. Dan satu lagi entah Dimana, akan tetapi Malvin menerima pesan dari Gara. Bahwa Kayla sedang bersamanya. Gadis itu ingin menenangkan diri. Dan Gara menemaninya.
Sebenarnya, tidak masalah bagi Malvin, hanya dia ingat bagaimana sifat dan tindakan Daniel yang mungkin akan membahayakan anak gadisnya. Kisah cinta Kayla berbeda dengan Catty. Hingga membuat Malvin cenderung menaruh lebih banyak perhatiannya pada Kay.
Malvin Flash back.
Malvin menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Dia memang mencari Kayla, karena gadis itu tak kembali setelah hari mulai gelap. Embun istrinya pun sudah berderai air mata saking khawatir nya.
📞: "Hallo."
📞 : ["Paman Malvin, ini Gara."]
📞: "Kau! Apa kau yang membawa putriku kabur?"
📞:["Kay memang bersamaku."]
📞: "Kurang ajar! Dimana kalian?"
📞: ["Paman, aku tak bisa mengatakan dimana kami berada. Kayla sangat bersedih, dia meminta ku membawanya pergi jauh. Paman, Bagaimana menurut mu jika kami kawin lari?"]
📞: "Apa?"
📞: "Katakan dimana kalian?" Malvin memukul tembok disampingnya."Kalau sampai terjadi apa-apa pada Kayla, kau orang pertama yang aku cari."
__ADS_1
📞: ["Aku akan menjaganya dengan nyawaku. Aku mencintainya paman."]
📞:[ "Paman, aku akan membujuk nya untuk kembali, tapi saat ini suasana hatinya sangat buruk, kita sama-sama tau bagaimana Kayla. Dia bisa membawa kita semua jatuh ke dasar jurang jika merasa terusik. Karena itu, biarkan aku membujuknya untuk kembali. Beri aku waktu untuk menenangkan hati nya..."]
Kembali ke masa kini.
Malvin menghela nafasnya.
"Aku percaya padamu. Tapi aku juga tidak segan membunuhmu jika kau menyakiti nya, anak muda." gumam Malvin.
...----------------...
Di vila pribadi Gara.
Kay sedang memasak di dapur, Menu pagi ini adalah kare dan fillet. Kay bersenandung kecil, gadis itu terlihat sangat bahagia. Gara melangkah mendekat, memeluk kekasihnya dari belakang.
"Apa yang kamu lakukan sepagi ini?"
"Membuat sarapan. coba cicipi." Kay mencubit satu fillet ayam yang sudah matang dan menyuap kannya pada Gara.
"Hmmm.. ini enak."puji Gara sambil nguunyah. "Tapi ada yang lebih enak lagi."
"Apa?"
"Kamu. Aku ingin melahap mu setiap hari." Gara menatap Kay dari samping dan menggigit kecil pipi gadisnya yang merona.
Kay terkekeh,
"Apa kamu mau kembali?" Gara mengecup tengkuk Kay.
"Aku pikir, mungkin Nyonya Embun dan paman Malvin pasti sangat mencemaskan mu." Bibi Gara berpindah menggulum telinga gadis dalam dekapannya.
Kayla mengulas senyum. Memejamkan matanya. Menikmati setiap sentuhan Gara.
"Aku tau."
"Jadi kamu mau kembali?" Gara membuat jarak, walau masih memeluk dari belakang.
"Apa kau mau kembali bersamaku?" Kay melirik kecil kekasihnya itu.
"Tentu saja aku akan mengantarmu kerumah."
Kayla mengulas senyum lagi. Mencubit satu fillet dan menyuapkannya pada Gara.
Selesai sarapan Kayla dan Gara memulai perjalanan kembali. Jari kedua insan itu saling bertautan, lalu saling melempar senyum. Gara sesekali mengecup punggung tangan kekasihnya itu.
Sesampainya di rumah Kay. Malvin dan embun sudah menunggu dan menyambut keduanya. Embun memeluk erat tubuh anak gadisnya itu. Ia tak mampu berkata apapun. Kayla sudah kembali saja sudah cukup baginya.
Kay melirik Malvin dengan segan.
"Daddy akan menghukum mu nanti." ucap Malvin menatap tajam Kayla.
"Yes Dad." tunduk Kayla memeluk Malvin. "Maaf membuat kalian khawatir."
"Anak nakal!" Malvin mentoyor kepala anak sambungnya itu. Kay nyengir.
Tatapan mata Malvin beralih menatap wajah Gara. Namun dia tak mengatakan apapun. Gara memang memberi tahu Malvin jika Kayla sudah setuju untuk pulang. Kerena nya, mereka bisa menyambut.
__ADS_1
"Dimana Cathy dan Twins?" tanya Kayla karena tak melihat ketiga saudaranya itu.
"Twins akhir-akhir ini sering mengurung diri dikamar. Entah apa yang mereka lakukan."
"Begitukah?" Respon Kay yang sepertinya tau apa kegiatan adik kembarnya itu.
"Huumm,, mereka bahkan kadang menyelinap ke kamar mu."
Embun mengulas senyum kecil.
"Kalau Cathy ke kampung halaman suaminya." lanjut Embun.
"Oh ya? Aku akan menelponnya nanti."ucap Kay dengan mata berbinar dan senyum di wajahnya.
"Masuklah dulu." ajak Embun. Kay melirik Gara dengan tanya.
"Aku masih ada urusan yang lain." Gara mengerti maksud lirikan kekasihnya itu.
Kay terlihat sedikit kecewa. "Baiklah."
Gara menarik lengan Kay dan berbisik di telinga nya, "Aku akan Datang nanti malam."
Kay mengulas senyum lebar.
"Okey."
Kayla menaiki tangga, melirik kamar si kembar. Lalu mengulas senyum. Kaki nya melangkah mendekat. Menyentuh hendel pintu dan mendorongnya. Kay memasuki kamar twins. Kedua adiknya itu terlihat tidur, satu dilantai dekat meja komputer, dan satu lagi diatas ranjang dengan kaki menggantung.
Kay tersenyum geli.
"Kaka punya oleh-oleh untuk kalian, kalau tak ada yang bangun, untuk akak sendiri." ucap Kay berbalik membuka pintu.
"Mana kak? Mana?"
"Yeeyy,, kak Kayla sudah pulang..."
Seru keduanya dengan girang mengelilingi Kayla.
"Dasar!" geli Kay mengacak rambut Twins,"Ayo kekamar kakak. Sepertinya kalian bermain dengan sangat keras kali ini."
____^_^_____
My Readers, maaf ke ya bocil othor sedang rewel dari kemarin jadi nggak bisa up kemarin kan sampai hari ini😢. Balik dari klinik, langsung othor curi-curi waktu buat up. Mumpung bocil lagi tidur juga.
Selamat beraktivitas ya, my Readers, jaga kesehatan, cuaca masih tak menentu disini.☺️
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
☺️
__ADS_1