
Kayla berjalan gontai memasuki rumah. Kayla mendengar suara ibunya yang sedang memarahi keduanya adiknya di ruang keluarga.
Embun melihat Kay yang melintas tanpa mengatakan apapun. Embun memanggil nya.
"Kay!"
Kay yang tidak fokus berjalan tanpa memperdulikan.
"Kayla!" panggil Embun berlari kecil mendekat.
Kay menoleh dan menghentikan langkahnya. Berbalik melihat ibunya yang berlarian mendekat.
"Ibu mau bicara sebentar, tunggu ibu di ruang kerja Daddy mu ya."
Kay mengangguk tanpa suara. Berjalan menuju ruang kerja Malvin.
Ceklek!
Pintu Kay buka didalam sudah ada Malvin yang duduk di kursinya. Dengan wajah yang dia tenggelam kan di kedua telapak tangan nya. Saat Kay membuka pintu, Malvin menurunkan tangannya.
Pria bule itu tersenyum,
"Masuklah."
Kay melangkah pelan, dan duduk di sofa.
"Apa yang Daddy pikirkan?"Tanya Kay menatap Malvin yang masih terlihat banyak pikiran.
"Apa... Ada perang cyber lagi?"
Malvin berjalan mendekat. Lalu duduk di sebelah Kay, menatap inten anak sambungnya itu.
"Apa kamu begitu mencintai Gara?"
Kay tertegun.
"Kenapa Daddy tiba-tiba menanyakannya?"
CEKLEK!
Suara pintu dibuka, Embun masuk dengan membawa minuman dan camilan diatas nampan.
Embun menghampiri sembari meletakkan nampan bawaan nya di meja. Embun duduk di sisi lain Kay.
"Kayla...." Embun ikut bersuara. Kay menoleh pada ibunya.
"Sebenarnya apa yang terjadi di gunung waktu itu?"
Kayla tertegun,
"Kenapa ibu menanyakannya sekarang? Ada apa?" Kay tidak mengerti.
"Aku tidak tau apa maksud Gara mendekatimu, entah itu murni karena memiliki perasaan padamu atau, dia hanya ingin memanfaatkan mu."
Kay tersenyum kecut.
"Kenapa ibu berkata seperti itu?"
"Sebenarnya, Hari ini Ibu bertemu dengan Daniel, Ayah Gara."
Kayla menelan ludah nya yang serasa tercepat di tenggorokan.
Embun mengeluarkan beberapa lembar foto. dan menunjukannya pada Kayla. Kay mengambilnya dia terperangah, melihat foto dirinya dengan Gara.
"Ini...."
"Sejauh apa hubungan kalian?"
Mata Kay berembun.
"Kalian tidak sampai.... Melakukan hubungan terlarang kan?" tanya Embun hati-hati.
Kayla menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa ibu percaya padaku?" Kay beralih menatap wajah Daddy Mal, "Apa Daddy Mal percaya padaku?"
Malvin tersenyum tipis.
"Tentu saja."ucapnya yakin memeluk tubuh anak sambungnya.
"Kay, ayah Gara bilang, Gara akan segera bertunangan."
Kay terisak kecil, mengingat apa yang Gara ucapkan sebelumnya.
"Jangan percaya apapun yang kamu dengar ataupun yang kamu lihat. Disini, hanya ada kamu." suara Gara terngiang di kepalanya. Membuat Kay makin sesenggukan.
Malvin memeluk erat anaknya. Mengusap lengan gadis itu. Dan mengecup puncak kepalanya.
"Tidak apa-apa. Ini pasti berlalu. Jangan bersedih.." hibur Malvin dengan mata berkaca. Ia tau Daniel memang sengaja melakukan ini karena nya.
Flash back dikit.
Malvin berdiri di balkon ruang tengah, menekan dengan kasar sambung telpon. Ini yang kesekian kalinya Malvin menghubungi Catty.
"Uuuggghh... Apa yang mereka lakukan? Kenapa tak satupun menjawab panggilan ku." gerutu Malvin menggertak kab giginya.
"Sayang .."
Malvin menoleh, melihat istrinya berdiri dengan ragu.
"Ada apa? Kenapa wajahmu begitu?"
"Mari kita bicara dulu." ajak Embun mengisyaratkan untuk masuk kedalam kamar.
"Ada Apa?" tanya Malvin serius setelah menutup pintu kamar nya.
Embun menunjukan foto-foto yang dia dapat dari Daniel.
"Apa ini?" Tanya Malvin meminta penjelasan. Menatap foto Kay dan Gara bersama, termasuk saat mereka didalam gubuk ditengah gunung.
"Tadi, Daniel menemui ku."
"Apa?" Tangan Malvin mengepal.
"Apa?" Malvin menatap tak percaya.
"Dia bisa membatalkan rencana pertunangan itu dengan syarat."
Malvin tertawa kecut. Embun bernafas berat.
"Dia ingin aku datang padanya. Dengan begitu, dia bisa membatalkan pertunangan itu." Embun menatap wajah Malvin, dengan sendu."Apa yang harus aku lakukan?"
Malvin berbalik menatap sedih pada Embun. Malvin memeluk tubuh istri nya itu.
"Aku tidak mungkin datang padanya, juga tak ingin mematahkan hati Kayla." Lirih Embun, mulai terisak kecil.
"Maafkan aku."
"Kenapa kamu yang meminta maaf?" protes embun menatap wajah suaminya.
"Semua ini terjadi karena aku. Karena kebenciannya padaku."
"Bodoh! Daniel lah yang bersalah. Dia seharusnya dihukum."
"Apa rencanamu?"
"Bagaimana menurut mu?" embun malah balik bertanya."Apa yang harus aku lakukan?"
"Aku tak mungkin datang padanya. Kau tau kan?"
"Aku tidak menyuruhmu begitu."
"Lalu?"Embun menatap suaminya intens."Kita korbankan hati Kayla?"
Malvin terdiam, tentu dia juga tak ingin itu terjadi. Apa yang harus mereka lakukan?
"Ayo kita bicarakan dengan Kay." putus Malvin pelan.
__ADS_1
****
####
Kayla mengusap air matanya. Gadis itu lalu tersenyum.
"Aku tidak apa-apa. Ibu dan Daddy Mal jangan terlalu kuatir." ucap Kay pelan.
"Apa Paman Daniel hanya memberikan ini? Appa dia mengatakan yang lain nya?" Kay berusaha tegar dihadapan orang tua nya.
"Apa kalian baru saja bertemu tadi?" tanya Malvin hati-hati.
"UMM..."
"Kalian sudah membicarakannya?"
"Yaaahh... seperti itu." Kay mengangguk dengan senyuman.
"Apa Paman Daniel juga mengancam ibu?"
Embun tertegun, Kay melihat perubahan wajah ibu nya. Kay tersenyum pahit.
"Jadi begitu ya?"
"Kayla...."
"Aku tidak apa-apa."ucap Kay beranjak dari duduknya."Aku akan mengecek apakah mereka menyerang web Daddy atau tidak. Saat ini kita tak bisa lengah Dad, Mom."
Malvin sedikit terkejut dengan reaksi Kayla. Gadis itu tidak hanyut seperti yang dia bayangkan.
Malvin ikut berdiri. Dan menepuk bahu putri sambungnya.
"Daddy senang kau bisa menerimanya dengan baik." ucap Malvin.
"Maafkan Ibu Kay."
"Tidak apa-apa Ibu." ucap Kay. "Kita hanya perlu saling jujur dan terbuka saat ini."
"Kalau begitu aku ke kamar dulu."
Malvin dan Embun tersenyum kecil.
"Baiklah."
****
Kay berjalan memasuki kamarnya dalam diam. Gadis itu meletakkan tasnya, Kay memasuki kamar mandi mengguyur tubuhnya, menghilangkan penat di hati dan pikirannya.
Kay keluar dari kamar mandi setelah puas berendam. Dengan masih memakai bathrobe nya. Kay duduk di depan komputernya. Jari tangan nya mulai beraksi.
"Jadi kali ini kau menyerang ku, Paman Daniel?"
"Jangan kau pikir aku akan diam saja."
"Akan ku buat kau menyesal melakukan ini padaku."ucapnya tajam, dengan jari yang menari di atas keyboard.
Mata Kayla memicing tatapannya fokus pada layar didepannya. Cip pemberian Gara pun terpasang pada perangkat itu.
___
Hemm.. Readers, menurut kalian, apa sih yang Kay lakukan?
_____^_^_____
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
salam hangat
__ADS_1
☺️