Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 84 • semi Hareudang •


__ADS_3

"Kay!"


Kayla menoleh pada Gara yang terlihat serius menyetir.


"Kencangkan sabuk pengamanmu dan berpeganganlah dengan kuat."


"Kenapa?" Kayla meraih pegangan dan mencengkram nya kuat.


"Aku ngebut. Ada yang membuntuti kita."


"Apa?" Kay menoleh.


"Jangan menoleh. Lihat saja kedepan. Atau jika kamu takut, pejamkan matamu."


"Apa kamu juga akan melakukan drift?"


Gara tersenyum miring. "Mungkin. Kamu takut?"


"Cathy sering melakukannya dulu saat balapan di jalanan."


"Kalau begitu, coba bandingkan kemampuan kami." Balas Gara dengan tersenyum.


Gara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berzig-zag menghindari beberapa mobil dan kendaraan lain. Mobil yang mengikuti nya pun sepertinya masih sanggup mengikuti pergerakan Gara. Gara melirik Sepion. Mobil dibelakangnya masih mengikuti.


"Kay, kau masih ingat cara menembak?"


"Apa?" Kayla tersentak."Kau mau melakukan nya dijalan raya?"


"Tentu saja tidak. aku masih waras."jawab Gara dengan senyum yang dia umbar di wajahnya."Dibawah kursimu ada pistol ambil dan pasang peredamnya."


Kayla menatap Gara dengan pandangan tak percaya. Mulutnya membuka seakan masih terkejut dengan suaminya itu.


"Aku akan membawa mereka ketempat yang lebih sepi."


Kayla yang masih sedikit syok itu berusaha menenangkan dirinya, Kayla setelah beberapa saat, Kay meraih pistol dibawah kursinya. Ternyata pistol itu dah terpasang peredamnya.


"Apa kamu memiliki hati yang cukup kuat untuk menembak?"


"Tidak." jawab Kayla cepat.


"Kalau begitu, apa kamu mau menggantikan aku mengemudi?"


"Tentu saja."


Gara mengulas senyum.


"Kemarilah!"


Kayla melepas sabuk pengamannya, dan berpindah kepangkuan Gara. Kayla menempatkan kaki nya samping kaki Gara, pria itu menggeser kakinya hingga kaki Kayla menggantikan posisinya menginjak pedal gas.


Gara menekan tombol dan kap atap mobil terbuka. Angin menghembus kencang Gara mengambil pistol dari tangan Kayla. Gara mengacungkan tangan nya kebelakang.


PSSUUUUTTTT


Peluru keluar dari mencong pistolnya, melesat membelah udara. Dan tepat mengenai roda yang berputar, menimbulkan bunyi decit yang memekakkan telinga. Mobil itu pun oleng dan berguling. Gara kembali meegang kemudi dan melemparkan pistolnya ke kursi samping.


Pria itu menutup lagi kap atap mobilnya. Kay masih mode menyetir. Perlahan tangan Gara berpindah ke perut Kayla, mengurutnya keatas hingga sampai digundukan kenyal yang pas dengan tangkapan tangannya. Ia meremasnya. Mengecup tengkuk istrinya.

__ADS_1


"Ga-ra~ aku~ sedang~ menyetir~" Kayla menggeliat dengan wajah bersemu merah.


"Aku tau."


"Kalau begitu, hentikan~"


"Tidak mau."


Gara menggeser kaki Kayla dari pedal Gas. Mengecup sepanjang tengkuk dan bahu Kayla.


"Ga-ra~"


"Tepikan mobilnya."


"A-apa?" tanya Kay yang masih merasakan kegelian.


"Tepikan mobilnya."


Kayla menepikan mobilnya. dipinggir sebuah jalan yang disisi kiri dan kanannya hanya tampak tumbuhan yang menjulang tinggi.


"Ga-ra, apa kau bermaksud melakukannya disini?"


"Ku ingat, kita belum pernah mencobanya di mobil." Ucap Gara dengan tatapan nakalnya, menggigit leher samping Kayla.


"Aakkhh~"


"Ga-ra~"


Tangan Gara sudah menjelajah kemana-mana. Kepalanya menelusup melalui bawah ketiak istrinya, Menyibak baju yang Kayla kenakan. Dan menekam benda kenyal didepannya. Lidahnya mengorek-ngorek dengan lihai. Kayla melenguh.


"Uuuggghhh... Ga-ra~"


"Ga-ra...."


...****************...


"Cat. Lepas bajumu."


"Nggak mau."


"Cathy, bajumu basah, kamu nggak mungkin memakai nya semalaman. Mau masuk angin?"


Kennan dan Cathy sudah berada didalam motel yang berjarak beberapa meter dari tempat mereka berteduh tadi. Tentu saja baju mereka Basah karena tertimpa air hujan. Kennan sudah mengganti baju dengan bathrobe yang kebetulan disediakan di motel yang baik hati itu.


Cathy masih mengenakan pakaiannya yang sedikit lembap. Entah kenapa ia merasa sangat malu jika membuka bajunya didepan Kenan. Padahal dia sendiri juga sudah pernah polos dan bahkan sudah beberapa kali saling memuaskan.


"Cat-thy~ buka nggak?"


"Enggak Om." Cathy kekeh mempertahankan baju lembabnya. Cathy bahkan memeluk tubuhnya sendiri.


"Bajumu basah. Kamu bisa masuk angin."


"nggak mau, Om Ken kenapa sih? Mau lihat seluruh tubuhku ya?"


Ken melongo mendengar ucapan Cathy itu.


"Cat-thy, aku bahkan sudah hapal setiap jengkal tubuhmu. Kenapa kau malah berkata seperti itu?"

__ADS_1


"Uugghh..."


Cathy mengalihkan pandangannya kesamping. Tak mau Ken menatapnya.


"Jangan membuatku kesal." Kenan menarik tubuh Cathy, menangkap kedua tangannya yang memberontak. Mencengkram nya melewati atas kepalanya. Ken memepet tubuh istrinya itu hingga ketembok.


"Jangan bertingkah." Ken membuka satu persatu kancing baju Catty. Wajah gadis itu sudah memerah.


"Om, apa om bermaksud memperkosa ku?


Ken mendelik mendengar ucapan Caty yang menggelikan ditelinga nya itu.


"Aku ini suami mu, bagaimana bisa kau menyebutnya perkosaan?"


"Om memaksaku...."


"Aku membantumu melepas bajumu yang basah. karena kamu sangat bandel."


Kennan melepas cengkeramannya dan berjalan mundur beberapa langkah.


"lepas bajumu, dan bungkus tubuhmu dengan selimut disana." Kennan menunjuk selimut yang ada diatas ranjang."Aku tak mau kau sakit. aku pantri dulu mencari minuman hangat. Lakukan selagi aku pergi jika kau Malu."


Kennan keluar dari kamar, dan menutup pintu tanpa suara.


Cathy yang sudah sangat merah wajahnya itu merosot tubuhnya serasa lemas.


"Uugghh, ada apaa denganku?"


"Ini seperti bukan diriku yang biasanya."


...****************...


Daniel melangkah memasuki vila Gara. Disana dia disambut oleh salah satu orang kepercayaan anaknya itu. Tapi itu bukan Micky.


"Dimana dia?"


"Tuan muda tidak ada disini."


"Tidak disini juga?" tanya Daniel tercengang. "Kau tidak berbohong padaku kan?"


"Tidak tuan, anda bisa mencarinya sendiri jika mau."


"Huuhh... Anak sialan." Daniel menggebrak meja yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Dimana dia bersembunyi?" gumamnya, "kemana dia bersembunyi? Harusnya arahnya disini."


Daniel menghubungi Damian lewat sambungan seluler nya.


📞:["Ada apa tuan?"]


📞: "Jejak gara."


📞:["Baik."]


📞:"Aku beri kamu waktu 10menit."


Daniel menutup telponnya. "Damian adalah hacker, harusnya sangat mudah baginya melacak keberadaan Gara lewat beberapa CCTV jalanan." Pikir Daniel mencengkram kuat hpnya.

__ADS_1


Bersambung...


___^_^___


__ADS_2