Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 43


__ADS_3

"Gara... Bukan anak kandungku."


"Apa?" Embun terkejut mendengar ucapan Daniel. Dia bingung, pria itu penuh dengan muslihat, bisa saja itu semua hanya bohong belaka.


"Gara bukan anak kandungku. Jadi, bagaimana? Apakah kau mau menyatukan mereka atau membiarkan hati gadis kecilmu terluka?"


"Ka-uu...." geram Embun mengepalkan tangannya.


"Embun... Aku sangat mencintai Hana. Dia adalah gadis yang baik. Tapi, karena perjodohan itu, gadis baik itu berubah memusuhi ku, meninggalkan aku yang sangat mencintainya..."


"Itu tidak ada hubungannya denganku."


Daniel menatap wajah Embun,


"Tidak! Itu sangat berhubungan. Kau tau kenapa? Karena kalian menikahi pria yang sama. Dan kalian memiliki wajah yang sama..."


Embun tertawa kecut...


"Kau gila! Hanya demi cinta yang tidak disambut kau bisa menghancurkan hati dan keluarga Malvin. Pantas saja, Hana tidak memilih mu, Kau hanya pria menyedihkan yang licik. Begitupun denganku."


"Aku tidak Sudi memilih pria sepertimu!" Sambung Embun dengan emosi yang meluap.


Embun berdiri dan melangkah menjauh meninggalkan Daniel yang masih terduduk di kursinya.


"Kau akan menyesali nya, Embuunn!"


Langkah Embun sempat terhenti, menoleh sedikit, lalu kembali melangkah.


"Kau benar-benar akan menyesali nya." ucap Daniel dengan wajah dan senyum licik nya.


***


####


Di vila Daniel


Gara menceburkan diri kedalam kolam renang. Menenggelamkan diri dibawah air. Ini tentu saja mengingatkannya pada Kayla. Gara berdiam diri didasar kolam. Matanya terpejam, Ingatan kembali pada masa saat dia mencium bibir lembut Kayla dibawah air.


"Semua yang aku lakukan hanya membuatku semakin tak bisa melupakan mu. Semua hal selalu mengingatkanku padamu. Kayla,, seberapa jauh kau sudah menjeratku?" Batin Gara.


Setelah beberapa saat lamanya didalam air, Gara berenang naik kepermukaan. Mengusap wajah tampannya, di pinggiran kolam berdiri seorang gadis cantik yang tersenyum kepadanya.


Gara kembali menenggelamkan dirinya ke bawah air. Berlama-lama diam didalam sana.


"Kay... Maafkan aku. Jangan salah paham padaku, aku tidak menghianatimu. Aku hanya berusaha melindungi mu." pikir Gara yang masih berada dibawah air.


Gadis cantik itu bernama Sanum, dia melihat ke arah Dimana Gara menghilang dibawah air. Bertahan selama itu dibawah sana tentu membuat Sanum khawatir.


"Gara!" Panggilnya.


"Gara! Keluarlah! Kenapa lama sekali didalam sana! Gara!"


Sanum panik, Gara tak juga muncul kepermukaan. Gadis cantik itu menolehkan kepalanya ke sana kemari, mencari seseorang untuk membawa Gara kembali kepermukaan. Gurat cemas tampak tergambar diwajahnya.


"Gara, aku mohon. Muncullah." isaknya melihat ke arah Gara menenggelamkan dirinya tadi.


Beberapa saat kemudian, kepala Gara keluar dari dalam Air. Sanum bernafas lega.


"Gara! Apa yang kau lakukan dibawah sana. Kau membuatku khawatir."


Sanum berjalan mengelilingi kolam, karena Gara memilih sisi yang berlawanan dengan Sanum berdiri.


Begitu Gara keluar dari kolam, saat itu juga Sanum sampai didepan pria itu. Gara berbalik membelakangi Sanum, melangkah tanpa memperdulikan keberadaan gadis itu. Sanum memeluk tubuh Gara dari belakang.


"Tubuhku basah."


Sanum menggelengkan kepalanya.


"Lepaskan aku Sanum."


"Sebentar lagi kita akan bertunangan, kenapa kau begitu dingin padaku. Kita sangat dekat sebelumnya. Kenapa kau berubah?" Isak Sanum mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Gara memegang lengan Sanum dan melepaskan dekapan gadis cantik itu.


"Sebelum nya kita berteman, aku tidak berniat menjalin hubungan lebih jauh denganmu."


"Tapi, Paman Daniel....."


"Sanum! Berhentilah menjadi wanita bodoh..." Gara melangkahkan kakinya menjauh dari Sanum.


Sanum menutup mulutnya menahan sesak didada, agar tidak terisak. Tubuh Sanum melemas, dan terduduk bersimpuh di lantai pinggiran kolam.


"Gara.... Aku ... sangat.... mencintai mu... Kenapa kau tidak...." isaknya lirih.


****


Gara melangkah memasuki kamarnya. Mengguyur tubuhnya di bawah rintikan air yang jatuh dengan deras dari shower. Pikiran Gara lagi-lagi terbawa, pada saat dia dan Kayla berlarian diantara air yang menari dan menyembur dari saluran dibawah tanah.


Gara mengusap wajahnya dan menunduk dalam.


"Aku merindukanmu, Kay."


Beberapa saat kemudian Gara keluar dari kamar mandi. Mengenakan kaus dan celana jeans selutut.


"Sanum ada di bawah." Daniel asal masuk kedalam kamar Gara.


"Terserah."


"Gara! Dia tunangan mu!"


"Aku tidak menganggapnya begitu."


"Gara... Kau...."


"Hentikan ini ayah." Geram Gara berbalik menatap nyalang ayahnya.


"Aku sudah menuruti apa maumu. Tapi kenapa kau tidak juga berhenti menyakiti gadisku?"


Daniel tersenyum tipis.


"Kita sudah bersepakat, kenapa kau terus mengingkari nya? Kau menyakiti Kayla dibelakang ku. Lalu kenapa aku masih bertahan untuk mengikuti kesepakatan yang curang ini?"


Gigi Gara bergemeletuk menahan amarahnya.


"Aaayyaaahhh...." geram Gara melangkah mendekat, "Mau sampai sejauh mana kau menyakiti kami? Aku anakmu, tidak adakah sedikit rasa sayang mu untukku? Sampai kapan dendam tak berdasarmu ini akan berakhir?"


Daniel terkekeh....


"Apa kau lupa Anakku? Apa alasanmu dulu mendekati putri Malvin?"


Wajah Gara berubah menjadi pias.


"Kau harus ingat itu juga bagian dari dendam Ayah. Hanya, karena gadis itu kau menghianati ayahmu ini. Bagaimana perasaanku waktu itu, harusnya kau juga tau." ucap Daniel tajam.


"Sekarang, jadilah anak yang penurut, dengan begitu, putri Malvin yang sangat kau cintai itu tidak terluka lebih jauh."


***


####


Cathy duduknya di meja makan dekat dapur, Ken juga duduk di sampingnya. Kedua orang itu melihat pada seseorang yang tengah asyik memasak di dapur. Seseorang itu tentu saja Honey.


"Nah! Silahkan di cicip i." ucap Honey meletakkan hasil masakannya di meja.


Cathy menatap takjub pada makanan itu. Begitu indah diplatting bagai lukisan yang sayang jika dimakan.


"Ternyata kak Honey sangat pandai memasak ya!" puji Cathy menatap Honey dengan kekagumannya.


"Tentu saja aku ini seorang chef." sombongnya.


Ken tersenyum kecil, dia lalu mengambil sendok dan hendak memakan hidangan didepan nya.


PLAK!

__ADS_1


"Aauuuu..." Ken menatap protes pada Cathy.


"Jangan Om, sayang."


"Ini memang untuk dimakan Cat."


"Yaahh... tapi ini terlalu cantik." ucap Cathy


"Ya ampun. Aku lapar." Ken hendak menyendok lagi.


"Hiiisssshh .. "Caty kembali menepuk tangan Kennan.


"Cathy!"


"Biar aku foto dulu." Cathy bangkit dari duduknya berjalan mengambil hpnya.


Honey melihat pada Caty yang makin menghilang ke ruang utama.


"Benarkah gadis cantik dan muda itu istrimu?"


"Kenapa? Kau juga mau jadi normal?"


"Hmmm. dia cantik."


Ken tersenyum kecil, Ken mengambil sendok dan mengambil sedikit lalu dimakannya. Tepat saat Cathy sudah sampai dengan membawa hp nya.


"Aaaa... Om Kenn!" pekiknya tak terima, tentu membuat Kenan terlonjak kaget.


"Kau ini mengagetkan saja."


"Kan udah kubilang foto dulu."


"Ya udah. kalauau foto ya foto aja, susah amat sih?"


"Ya nggak bagus lagilah, kan udah Om comot." protes Cathy dengan muka cemberut.


"Astaga Cathy!! Apa aku harus memuntahkan apa yang sudah kumakan?" kesal Kennan tak sabar dengan sikap Cathy yang ngambek.


"Iya! Ayo Muntahkan!" Cathy menarik leher Kenan.


"Uuuugggghhh Kau gila. Aku bisa mati kalau begini."


Honey terkekeh..


DING DONG!


"Biar aku saja yang buka." Honey berlarian kedepan. Tanpa memperdulikan pasangan yang sedang bertengkar itu.


"Ooomm...."


"Aaarrrggghh..." suara teriakan Honey


Ken dan Cathy saling bertatapan..


"Apa yang terjadi?" gumam Cathy,


Ken dan Cathy berdiri dan berjalan ke ruang utama...


___


Kalau berdasarkan kehaluan para Readers, apa yang terjadi dengan Honey yaa??


____^_^_____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.

__ADS_1


salam hangat


☺️


__ADS_2