Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 79


__ADS_3

Pintu kamar Kayla terbuka dari luar. Pasangan yang baru saja resmi menikah itu masuk dengan saling mencumbu. Berjalan dengan asal tubruk hingga beberapa barang tampak berjatuhan. Hingga kaki Kayla terpentok pada ranjang kamarnya dan terjatuh. Keduanya tersenyum lebar. Menjeda dan mengatur nafasnya.


Disisi lain, Kennan keluar dari kamar dan berjalan ke dapur. Mengambil air minum dari kulkas dan meminumnya sampai habis. Barulah dia kembali menaiki tangga. Di anak tangga kedua, langkahnya terhenti. Matanya membulat melihat istrinya berdiri diujung tangga atas. Menyibak baju tidur model kimono nya. Mata Ken makin membulat, melihat Cathy hanya mengenakan linggeri. Berjalan perlahan menuruni tangga. Menanggalkan baju luarannya dianak tangga.


"Kamu..." Kennan bejalan melewati Cathy dan mengambil lagi baju yang Cathy jatuhkan. Cathy menatap suaminya bingung.


"Kamu, apa-apaan sih? Diluar kamar jangan seperti ini, nanti dilihat orang gimana?" cerocos Kennan menutup tubuh Cathy dengan segera.


"Hiks Om Ken mah gitu, aku dah nyiapin mental buka-bukaan depan dia. Eh, malah ngomel suruh nutup. Di ajak romantis dikit aja kagak bisa. Nasiipp..." tangis Cathy dalam hati.


Ken mendorong tubuh Cathy kembali ke kamarnya.


"Om!"


"Om!"


"Hiiihh... Om! Pelan dikit kenapa sih? Main dorong-dorong aja." Protes Cathy yang kesal didorong Kennan sembarangan hingga masuk kedalam kamarnya. Cathy menatap prianya dengan kesal, akan tetapi juga terkejut.


"Om.... Uummpp...."


Kennan sudah melummat bibir mungil nya.


"Bagaimana dengan Pe-er mu?"


"Daddy Ken, apa kamu tergoda?"


"Jangan memanggilku Daddy, itu membuatku teringat dengan Bos."


"Aaaa~" Cathy manggut-manggut mengerti, Ia melirik manja pada suaminya,"My Sunny?"


"Boleh."


Ken menyatukan lagi bibir mereka. Menggulum lidah Cathy yang lembut.


Sementara kedua anak Malvin sedang panas-panasnya. Malvin yang masih tertinggal dikamar itu, menggulum senyum. Merasakan kehangatan pelukan di tubuhnya. Malvin merengkuh tubuh mungil itu. Dan mengecup punca kepalanya.


"Sayang...." gumamnya dalam senyuman dan mata yang masih terpejam.


####

__ADS_1


Embun membuka matanya, meraba kedua sisi tempat tidurnya yang ternyata kosong. Embun bangun terduduk, ia lalu memanggil-manggil nama kedua anaknya.


"Cat? Kay?"


Namun masih tak ada sahutan.


"Kemana mereka?" Gumamnya.


Embun berjalan melongok kamar mandi. Kosong. Ia pun berjalan keluar kamar. Melewati kamar Cathy, ia mendengar suara desahhan putrinya dari pintu yang sedikit terbuka.


"Heem, disini rupanya." Gumam Embun yang masih mendengar suara putrinya sambil menutup pintu itu perlahan tanpa suara.


"Mungkin Kayla juga sedang bersama Gara dikamar." gumam Embun melanjutkan langkahnya."He-he-he, pesta piyama apanya. Malah meninggalkan ibunya sendiri dikamar. Dasar anak-anak jaman sekarang."


Embun terkekeh, Ia berhenti dikamar yang ditempati para pria tidur.


"Harusnya tinggal Suami dikamar ini." gumam Embun lagi, membuka beberapa kancing piyama nya dan membentulkan rambutnya agar tak berantakan. Embun membuka pintu kamar itu, perlahan masuk dengan langkah mengendap-endap. Langkahnya pun terhenti. Matanya membelalak melihat Malvin yang sedang tidur berpelukan dengan Honey dengan wajah tersenyum-senyum.


"Rupa-rupa nya hanya aku yang tidur sendiri..." gumam Embun antara jengkel dan geli."Tunggu, Sepertinya ini patut diabadikan."


Embun bergegas mengambil hpnya, dan kembali lagi, melihat Malvin dan Honey masih dengan pose yang sama. Honey memeluk Malvin bak guling, begitupun dengan suaminya. Sambil menahan tawanya, Embun memfoto suaminya itu.


CEKREK


CEKREK


CEKREK


"Waktunya membangunkan mereka."


"EHEM."


"Suamikuhh!" pekik Embun keras-keras.


Malvin membuka sebelah matanya, melihat sang istri berdiri tak jauh darinya dengan mulut yang ia tutup dengan kedua tangan. Matanya pun terlihat membelalak. Malvin yang masih setengah sadar mengelus kepala orang yang dia peluk dan mengurut lengannya.


"Apa itu? Apa arwahnya sudah keluar dari tubuhnya? Kenapa dia bisa ada di dua tempat yang berbeda?" gumam Malvin yang masih berpikir yang ia peluk adalah istrinya.


"Sayang, apa sekarang kau terang-terangan berselingkuh dariku?"

__ADS_1


"Haaa?" Malvin tersentak. "Terang-terangan selingkuh?" Malvin membuka matanya.


Betapa terkejutnya dia melihat orang yang dia peluk adalah Honey si wanita jadi-jadian. Pria itu berteriak kegelian.


"WAAAAA~"


Malvin langsung beranjak dari tempatnya dan mendekat pada istrinya itu.


"Sayang! Ini tidak seperti yang kau lihat."


Honey terbangun, merasakan gulingnya sudah berpindah, sekaligus mendengar teriakan Malvin yang super duper kencang. Kennan dan Cathy juga bergegas datang memasuki kamar, Kayla dan Gara juga menyusul. Bertanya-tanya kenapa Daddy mertua mereka berteriak sekencang dan se-ngeri itu.


"Sayang, percayalah, aku tak mungkin berselingkuh dengannya, aku masih normal. Aku pikir itu adalah kamu." Malvin mencoba menjelaskan dengan memohon.


Matanya beralih menatap kedua mantunya yang tiba-tiba menghilang itu.


"Kalian! Dasar para menantu laknut! Bisa-bisa nya kalian meninggalkanku dengan bocah itu!" tuding Malvin menendang betis kedua mantunya yang berdiri dibelakang Embun.


"AAUUUWW~"


"AAKKKHH~"


Suara Ken dan Gara kesakitan mendapat tendangan mertuanya tanpa berani mengelak. Cathy dan Kayla menahan tawanya dengan menutup mulut.


"Ggggrrr...."


Malvin menggeram pada kedua putrinya.


"Aku harus menghukum kalian semua!" serunya jengkel.


Sedangkan Honey, hanya duduk terdiam dengan wajah bantal yang tak mengerti apa-apa.


___^_^___


Readers, kira-kira Daddy Mal mau kasih hukuman apa ya, pada anak dan menantunya itu? 🤭😆


Kasih Othor semangat dong, biar bisa crazy up terus setiap hari, syukur-syukur bisa up sampai 4 bab.


Jangan lupa Like dan komennya ya.

__ADS_1


salam hangat


🥰😘


__ADS_2