Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 80


__ADS_3

Daniel tengah bermain biliar saat Laos datang kepadanya memberi kabar. Anak buahnya itu berjalan mendekat dan berbisik ditelinga nya. Mata Daniel menajam, dia melirik kecil lalu tersenyum kecil.


"Benarkah?"


Laos pun menjawab dengan anggukan. Daniel terkekeh.


"Gara. Anakku sungguh luar biasa."gumamnya sambil terus terkekeh. Daniel lalu melihat pria yang dulu berdiri dibelakangnya saat ada insiden tertembaknya dia dan Gara.


"Damian."


Pria yang di sebut Damian itu menunduk.


"Saatnya kita berperang." ucap Daniel sambil menyodokkan tongkat bilyard-nya hingga beberapa bola tampak menyebar karena beradu, dan masuk kedalam lubang di setiap sudut nya.


"Lakukan terus serangan, dan kali ini ada tambahan." titah Daniel dengan seberkas senyuman diwajahnya.


Damian menunduk patuh.


...****************...


Di kediaman Keluarga Malvin.


Pagi itu, Anak dan menantunya berkumpul di halaman belakang, dimana disana Malvin duduk dengan kaki menyilang dan tangan yang dilipat didada, dengan topi dan kaca mata hitam penghalau sinar matahari.


"Nah, menantuku yang tampan-tampan. Berhubung kalian meninggalkan mertua kalian ini dengan sadis. Karena putri-putri ku yang cantik ini. Maka, akan ku berikan apa yang sangat kalian suka dari mereka..." Ucap Malvin dengan senyum nakal dan licik.


Beberapa saat kemudian,


"Dad!" suara Cathy.


"Apa?"


"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Suara Kayla.


"Kenapa? Bukankah kalian suka?" Malvin tersenyum licik. Ia berdiri dari duduknya, "Kalian sangat suka dengan selanggkkangan putri ku. Sekarang nikmatilah!" sambungnya menepuk lengan kedua menantunya dengan tatapan mengejek.


Gara dan Ken masing-masing menggendong istri mereka di pundak. Sementara Kay dan Cathy memetik buah jambu dalhari yang cukup tinggi. Dengan keranjang dipunggung mereka guna menampung jambu-jambu hasil petikan untuk disetor pada sang Daddy.


"Daddy benar-benar kekanak-kanakan."


"Ini hari libur, anggap saja quality time."


"Baiklah, waktu kalian 30menit. Siapa yang paling banyak mendapatkan hasil panen, dia lepas dari hukuman selanjutnya." seru Malvin girang dengan bersenandung.


Ken dan Gara kompak menggelengkan kepala.


"Om, ngapain bengong! Cepat geser kesana!" seru Cathy menunjuk arah yang dekat dengan Daddy-nya yang sedang bersantai.


"Iya-iya. Jangan menjambak rambutku."


"Kalau nggak menjambak, aku harus berpegangan pada apa?"

__ADS_1


"Aku memegangi kakimu. Apa lagi yang kau kawatirkan?"


"Hiissshhh bisa aja ntar terjungkal..."


"Heeyyy pasangan disana!" seru Malvin menoleh pada Cathy dan Ken."Yang kerja tangan dan kaki, bukan mulut."


"Ck!"


Selagi Kennan dan Cathy meributkan hal yang kecil-kecil tak berfaedah, pasangan Gara dan Kay, anteng saja memetik jambu.


"Bagaimana lukamu?" Kay meraih beberapa gerombol jambu dan meletakkannya di keranjang.


"Tidak apa."


"sungguh? Aku berat,pasti sangat menyiksamu."


Gara hanya tersenyum tipis.


"Coba lepaskan keranjang dipunggung mu."


"Kenapa?" Kay masih memetik beberapa gerombol jambu yang tampak ranum.


"Sudah, lepaskan saja."


"Aku harus tau kenapa? Apa jangan-jangan kamu mau membawanya?"


"Aku tidak seromantis itu."


"Lalu?" Kay mengambil beberapa jambu lagi dan langsung memasukkan nya kekeranjang dipunggungnya.


"Benarkah?"


"Cepat lepaskan. Aku tidak mau ada semut yang mengrayangi tubuhmu."


Kay mercenung, ia lalu melepaskan keranjang buahnya, sudah terisi hampir setengah. Kay mengoper kedepan dan diterima oleh Gara. Pria itu menurunkan keranjang nya di depan antara kedua kakinya.


"Petik dan operkan buahnya padaku. Aku akan lempar ke keranjang." ucap Gara memegangi kedua lutut istrinya.


"Okey."


Malvin yang duduk memperhatikan Kay dan Gara berdecak kesal.


"Ck! Bocah itu terlalu pintar." gumam Malvin sedikit kesal."Mata nya jeli sekali."


"Aauuuwww...."


Malvin menoleh, otaknya sudah traveling anak gadisnya itu tengah digigiti semut.


"Sakit Om." pekik Cathy memegangi sebelah pahanya yang digigit Kennan.


"Sialan! Bukan semut yang gigit malah si Kenan." Batin Malvin menggerutu.

__ADS_1


"Makanya, jangan gerak terus. Kamu tu berat." protes Ken.


"Ya beratlah Om, orang tambah beban disini."


"Ya udah! Turunin aja bebannya sini!"


Cathy melepaskan keranjang dipunggungnya dan menyerahkan pada Ken.


"Aahh, sialan. Yang ini juga gagal." pikir Malvin kembali berdecak kesal.


"Waktu habis!" Serunya saking kesal dan tak sabar untuk hukuman selanjutnya.


"Apa? Secepat itu?" protes Cathy yang baru mengoper jambu pada Kennan.


"Ini belum ada 15menit Dad." seru Kayla dari tempatnya memetik jambu.


"Benar, tuan Mertua harusnya konsisten." timpal Ken ikutan protes.


"Apa? Kau tak terima berpisah dengan selanggkkangan istrimu?"


"Daddy! Kenapa terus menyebut hal menggelikan itu terus?"


"Apa? Gara-gara itulah mereka meninggalkan ku dengan makhluk tak jelas itu." kesal Malvin dengan sedikit geram.


"Sudahlah, turuti saja Daddy Mertua yang sedang kesal ini." Gara yang sudah menurunkan Kayla dan berjalan dengan membawa keranjang jambunya mendekat pada sang mertua.


"Ck! Sangat kekanak-kanakan."


"Aku dengar Cathy."


"Tentu saja. Daddy kan punya telinga." sahut Cathy yang baru turun dari pundak suaminya itu.


Ken membawa keranjang buahnya kedapan Malvin yang tengah menghitung buah jambu milik Gara.


"Setoran juragan."


"Aku mengincarmu, serigala tua." lirik sinis Malvin.


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih

__ADS_1


salam


🥰☺️


__ADS_2