Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
bab 76


__ADS_3

Kayla melingkarkan tangannya di tubuh Gara. Ia meletakkan kepalanya diatas dada pria yang dia cintai itu. Dengan lembut Gara mengusap kepala Kayla, sesekali mengecupnya.


"Aku masih sanggup untuk satu kali pertarungan lagi." kekeh Gara meraih dagu Kayla dan melummat nya perlahan.


"MMM... Aku percaya padamu."


"Kau mau sekali lagi?"


"Enggak." Kay menggeleng pelan. "Nanti lukamu terbuka."


"Baiklah, sekali lagi."


"Gara!" Kayla bangkit dan menjauh,Gara sudah menarik kuat tangan Kayla hingga terjatuh di tubuhnya."Aku tau kamu sanggup. Tapi aku tak sanggup."


"Benarkah? Bukan karena luka ku?"


Kay menggeleng. Gara merengkuh tubuh Kay agar lebih dekat dengan tubuhnya. Memeluk wanitanya dengan erat.


"Tidurlah. Besok aku akan mengantarmu pulang."


 


Keesokan harinya, seusai sarapan, Gara dan Kayla bersiap kembali kerumah. Dimana Malvin sudah menunggu. Gara mengenakan pakaian yang sedikit lebih formal. Kay yang terheran menatap pria itu dengan mengernyitkan dahi nya.


"Kenapa kamu rapi sekali?"


"MMM.... " Gara terlihat berpikir keras, keningnya sampai berkerut."Hari ini aku akan bertemu Ayahmu."


Kay makin terlihat bingung. "Biasa bertemu Daddy pun hanya biasa saja."


Gara meraih pinggang Kayla. Menatap wajah Kay yang tanpa polesan, namun tetap terlihat cantik alami.


"Ini hari spesial." Gara menyesap lagi bibir Kayla yang terus membuat nya ketagihan.


"Sudahlah, ayo! Nanti terlambat."Gara menggandeng tangan Kayla, menuntunnya menuju mobil. Kayla memelankan langkah kakinya.


"Biar aku saja yang menyetir."


"Kenapa?" Gara menarik tubuh Kay mendekat dan memeluk pinggang nya."Kau takut aku tak cukup mampu?"


"Tidak, bukan begitu, aku hanya sudah lama tidak menyetir."


"Baguslah kalau begitu. Aku hanya tak suka kau mengasihaniku." Gara mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa inci saja dari bibir gadisnya. Gara tersenyum nakal menyelipkan kunci mobil didada Kayla."Kau boleh menyetir."


Gara membuka pintu penumpang depan, sambil melirik kecil dan tersenyum-senyum. Kayla tertawa geli melihat tingkah pacarnya. Mengambil kunci yang Gara selipkan didadanya sambil melangkah lalu membuka pintu disamping kemudi.


Kayla memasang sabuk pengamannya. Dan mulai berkendara. Membawa kendaraannya dengan kecepatan sedang, sambil bersenandung bersama Gara. Memutar musik berirama cepat. Hingga tanpa terasa mobil itu sudah masuk ke halaman Vila Malvin. Mereka keluar dengan beriringan, menautkan tangannya. Pintu utama dibuka.

__ADS_1


Kayla memandang sekelilingnya dengan keheranan. Rumah itu begitu meriah, dengan dipasangi beberapa hiasan ruang berwarna merah muda. Gara tersenyum kecil melihat Kay yang terlihat keherannan itu.


"Mom!"


"Dad!"


Panggil Kayla, dia pikir telah melewatkan sesuatu semalam. Kayla masuk lebih dalam, meninggalkan Gara.


"Mom!"


"Dad?"


"Twins!"


Kayla melangkah keruang utama yang tampak ramai. Selangkah demi selangkah, sampailah ia di ruang itu. Netra Kay membola, melihat semua ada disana, bahkan Ayah Danu juga ada disana terlihat begitu tampan dengan setelan kemeja biru dan celana hitamnya.


"Ka ila..." panggil Bagus anak Yura dan Danu, berlarian kearah Kay.


Kayla merentangkan tangannya menyambut bocah berusia sekitar dua tahun an itu. Lalu memeluk nya.


"Kaka juga kangen sama Bagus." Kayla menciumi bocah menggemaskan itu.


Kay menuntun Bagus mendatangi ayah dan ibunya. Lalu ia sendiri menyalami kedua orang tuanya yang lain.


"Ayah kok kemari? Tumben? Ada apa?"


"Putri kecilku ternyata sudah sangat besar." Danu mengelus kepala Kay, matanya sudah basah oleh haru.


"Ayaahh...."


Kayla melirik Daddy-nya dan Mommy Embun.


"Ada apa Dad?" selidik Kay.


"Kenapa bertanya pada Daddy?" Malvin menunjuk dengan kepalanya. Kay menoleh kebelakang. Gara tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.


"Benda berkilau untuk wanita yang selalu berkilau tanpa tandingan."


Gara membuka kotak kecil berisi cincin yang berkilauan dan menyodorkannya pada Kayla, dengan senyum diwajahnya. Kay memutup mulutnya yang terbuka. Ia tak tau harus berkata apa. Menatap lagi pria didepannya.


"Apa ini sebuah lamaran?"


"Bukan." tegas Gara. "Ini ajakan menikah. Sekarang. Malam ini."


Kayla semakin membulatkan mulut, dengan segera meletakkan tangannya disana. Kayla menoleh melihat Malivin.


"Dad?"

__ADS_1


"Aku hanya menyelesaikan peranku." Malvin menunjuk Danu yang duduk di kursi sebelah. Kay menoleh pada ayah Danu.


"Ayah?"


"Itu.. Daddy mu yang memanggilku. Aku tidak tau apa-apa."


Kay beralih menatap Embun.


"Terima saja. Daddy mu sudah menyiapkan penghulu."


Kayla kembali melihat Gara yang tersenyum padanya.


"Sekarang? Atau tidak pernah?"


Kayla memeluk tubuh Pria didepannya. Gara mengulas senyum. Kay melonggarkan pelukannya, sedang Gara mengambil tangan Kayla dan menyelipkan cincin dijari wanita cantik itu.


Sore harinya, Kayla di rias untuk acara pernikahan. Hanya dihadiri oleh keluarga saja. Gara yang menunggu didepan penghulu terdiam menunggu pengantinnya dengan sabar.


Beberapa saat kemudian Kayla keluar dengan baju pengantin yang melekat ditubuhnya. Gara terkesima. Melihat wanitanya begitu cantik saat itu. Setelah melangsung pernikahan sederhana itu. Kayla dan Gara memasuki kamarnya. Kamar itu juga sama indahnya. Dipenuhi oleh bunga-bunga yang menyeruak begitu pintu dibuka.


"Bagaimana caramu membujuk Daddy?"memasuki kamar.


Gara tersenyum,


"Aku bilang kita sudah melakukannya."


Kayla tersentak,


"Kenapa kau mengatakannya?" Kay menutup mulutnya yang terbuka dengan tangan saking terkejutnya.


"Paman langsung memukulku."


Kayla memukul dada Gara. "Tentu saja. Kenapa kau malah mengatakannya? Dia pasti sangat kesal dan kecewa."


"Tentu saja. Tapi aku harus memaksanya untuk merestui." Gara menarik tangan Kayla menuju balkon.


"Itu membuatku merasa buruk."


"Kenapa?" Gara memepet tubuh Kayla di pembatas balkon.


"Aku sudah mengecewakannya. Kenapa kau harus mengatakan sudah melakukannya lebih dulu?" Protes Kay memukul dada pria yang kini sudah jadi suaminya.


"Kayla, setelah ini kehidupan kita akan jadi lebih berat. Apa kau tak menyesal menikah denganku?"


"Tidak."


Bersambung..

__ADS_1


___^_^____


__ADS_2