Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 78


__ADS_3

"Sebenarnya aku memanggil kalian karena ada beberapa hal." ucap Malvin begitu sampai di ruang kerjanya.


"Ken ini masih masa cuti mu bukan? Tapi ini menyangkut kedua putriku dan CRD CORP. Itu juga bagian dari tanggung jawab kalian." jelas Malvin lagi.


"Saat ini beberapa pesaing mulai main tidak sehat. Aku cukup kuwalahan karenanya. Tapi ada pihak lain yang ikut terlibat membantu. Walau aku tak tau siapa."


"Apakah itu kamu?" Malvin melirik Gara. Menantunya itu menggeleng. Malvin terlihat berfikir.


"Saat ini aku sibuk dengan hal lain. Sehingga tidak terlalu memantau perkembangan."


"Hmm... Bagaimana dengan penyerangan yang kau hadapi kemarin. Aku tidak menyangka mereka akan sebegitunya sampai ke kampung halamanmu." Malvin berpindah pada Kennan.


"Semua sudah diatasi tuan. Dan putri anda sungguh luar biasa. Dia bahkan tidak banyak memberiku peran."


Malvin tersenyum puas. "Dia memang putriku. Aku tidak terlalu khawatir."


"Bagaimana denganmu?" Malvin melirik Gara.


Tanpa jawaban Gara membuka bajunya. Tampak perban diperutnya. Mata Malvin membulat, menatap Gara meminta penjelasan.


"Aku mendapatkannya setelah bertemu dengan Paman." jelas Gara,"Ayah Daniel tidak main-main." sambung Gara dengan mata tajam.


"Dia melukaimu?"


"Aku juga melukainya paman."


Malvin masih tak percaya..Bagimana bisa kedua anak dan ayah itu bisa saling melukai. Malvin menatap menantunya yang satu ini dengan prihatin.


"Bagaimana hubungan kalian?"


"Aku... sudah memutuskannya."


Malvin menghela nafasnya.


"Sepertinya kita tak bisa hanya diam dan bertahan. Apa rencanamu? Jika kau sudah mendapatkan luka seperti ini bagaimana bisa aku membiarkan mu membawa Kayla." kekhawatiran terlihat jelas diwajahnya.


"Aku lebih bisa menjaganya jika Kay bersama. Berada di vila pribadiku. Dimana tak seorangpun tau."


"Ga-ra..."


"Paman. Kami akan membantumu dari sana. Kami akan menyerang dari sana."


Malvin menarik nafasnya panjang. Mengatur lagi rasa tak tenang di dadanya. Walau bagaimanapun juga, Gara adalah yang paling berhak disini. Karena dialah suami Kay sekarang.


"Oke, aku akan percaya padamu. Kalian tetap harus memberi kami kabar. Jangan Buat Momy-mu khawatir."

__ADS_1


"Kami akan mengabari melalui jalur lain."


"Kennan atur beberapa orang untuk melakukan serangan balik."


"Baik."


"Aa.... Paman. Bagaimana jika kalian mendengarkan rencanamu lebih dulu?"


...****************...


Malam itu setelah memberesi semua kekacauan sehabis pesta barbeque. Para gadis dan wanita tidur didalam satu kamar yang sama. Yura dan Danu pulang kerumahnya lebih dulu karena masih memiliki urusan untuk dikerjakan besok paginya.


Mereka duduk bertingkat, saling mengepang rambut. Dan paling ujung tentu saja Honey. Pria lemes itu ikutan pesta piyama setelah ngambek dibiarkan begitu saja dikamar dengan perut keroncongan.


Embun mengepang rambut Kayla, Kayla mengepang rambut Cathy dan Cathy mengepang rambut Honey. Sedang pria tulang lunak itu memeluk boneka beruang sebesar tubuhnya.


"Cathy! Jangan menarik-narik rambutku. Sakit tau." protesnya manja.


"Ngepang ya kek gini kak Honey."


"Nggak! Kamu tu menjambak rambutku. Satu biji lagi. Ya sakit banget lah."


"Iisshh kak Honey, makanya kepalanya yang tenang, jangan tengok sana tengok sini."


Embun tersenyum mendengar perdebatan Cathy dan Honey yang sangat tak berfaedah itu.


"Bunda...."


Kay terkekeh, mendengar Honey memanggil Embun Bunda. Sangat menggelikan dengan nada dan suara Honey yang dibuat begitu manja. Sedang Cathy mati-matian menahan tawanya tak mau sepupu Kennan itu tersinggung. Honey melirik pada dua wanita tulen itu.


"Ka-li-an.. Apanya yang lucu?" protes Honey dengan muka cemberut."Ini karena perbuatanmu. Kenapa kamu tertawa?" tunjuk Honey menatap jengkel Cathy.


"Aku tidak tertawa. Sumpah." Wajah Cathy terlihat jelas kepayahan menahan tawanya.


"Kau pikir aku buta?"


Embun menarik lengan Honey hingga terbangun dari duduknya.


"Kami para wanita tulen mau tidur. Kamu kembalilah kekamarmu." Ucap Embun menarik paksa Henri keluar dari kamar dan menutup pintu.


"Bunda.. Momy, ini tidak adil." rengek honey di depan pintu kamar yang tertutup.


"Ada apa ini?"


Honey menoleh, melihat Malvin,Ken dan Gara muncul bersamaan.

__ADS_1


"Mereka mau pesta piyama tanpa aku."


Kenan menepuk jidatnya. Gara hanya mengulas senyum geli melihat tingkah sepupu Ken yang masih menempel saja pada saudaranya itu.


Malvin membuang nafasnya.


"Ken, kenapa kau bawa dia kemari?"


"Saya tidak membawanya tuan. Dia dan Cathy sangat akrab."


"Apa kau mau bilang putriku yang membawanya begitu?"


"Saya tidak bilang begitu."


Malvin kembali membuang nafasnya.


Akhirnya mereka berempat tidur dalam satu kamar yang sama. Tidak diatas ranjang karena pasti tidak cukup. Biar adil mereka menggelar kasur lantai dan berbaring setelah sama-sama bermain poker hingga bosan dan mengantuk.


Kenan tidur paling ujung, lalu honey, Gara dan sebelahnya Malvin. Gara masih terjaga saat itu, menggunakan tangannya sebagai bantal dan menatap langit kamar. Gara memikirkan beberapa hal, termasuk Kayla dan juga Ayahnya. Ditengah pergolatan didalam pikiran nya, Honey yang terlelep itu memeluk tubuh Gara bagai guling. Gara menoleh dan melirik pada pria setengah wanita itu.


"Jika itu Kay aku tidak masalah, tapi, jika kamu masih tak menyingkirkan tubuhnya dariku. Besok kau akan tersadar di kandang baby dengan tubuh tak mulus lagi." gumam Gara mengancam.


Honey bergegas menggeser tubuhnya dan berbalik memeluk Kenan. Gara tersenyum geli dengan sikap Honey yang pura-pura tertidur dan penuh modus itu. Gara kembali menatap langit kamar.


"Kenapa malam ini malah jadi bermalam disini?"gumam Gara pelan. Sesaat kemudian Gara bangun terduduk. Dia bangkir dari tidurnya. Berjalan keluar kamar tanpa suara. Honey meliriknya.


"Mau kemana dia?"


Gara berjalan hingga sampai di dekat pintu kamar dimana Kayla tidur dengan para wanita. Tepat saat itu, Kay keluar dari kamar. Istrinya itu tersenyum.


"Mau melanjutkan yang tertunda?" Gara tersenyum nakal.


___^_^___


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih

__ADS_1


salam


🥰☺️


__ADS_2